• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA: Pariwisata

N/A
N/A
074 Jov Loga Sembiring

Academic year: 2023

Membagikan "TINJAUAN PUSTAKA: Pariwisata"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

Bentuk pariwisata adalah sekelompok orang yang melakukan perjalanan wisata untuk mencari suasana baru untuk berlibur, didasari oleh keinginan untuk menikmati keindahan alam, bersantai dari pekerjaan sehari-hari, belajar sejarah atau menghabiskan waktu berbelanja di tempat-tempat sibuk. Jenis wisata ini dilakukan oleh masyarakat yang bertujuan untuk mengikuti kegiatan olah raga atau event olah raga. Jenis pariwisata ini adalah pariwisata yang digunakan oleh para pebisnis atau pemilik perusahaan perjalanan yang menggunakan waktu luangnya untuk bersenang-senang sebagai wisatawan dan mengunjungi berbagai tempat wisata. f) Wisata konferensi adalah wisata untuk konferensi.

Pengunjung adalah seseorang yang mengunjungi suatu tempat dengan tujuan untuk menikmati dan menikmati kegiatan berkunjungnya. Pengunjung ini biasanya terdiri dari banyak orang yang mempunyai motivasi tersendiri untuk berkunjung, termasuk wisatawan. Menurut (Arjana, 2016), wisatawan (pariwisata) adalah orang-orang yang berada di jalan selama paling sedikit 24 jam.

Dalam Undang-Undang Pariwisata Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang ketika mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan diri, atau untuk memahami keunikan suatu tempat wisata dalam jangka waktu sementara. . Menurut Yunia dan Petrus (2015), daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang terdapat pada suatu daerah tujuan wisata, dan merupakan daya tarik yang ingin dikunjungi oleh masyarakat di daerah tujuan wisata tersebut. Maka dapat disimpulkan bahwa daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang dipersiapkan terlebih dahulu untuk memperoleh keindahan yang bernilai baik dari segi keanekaragaman, keunikan dari segi kekayaan budaya dan hasil buatan manusia seperti tari dan kesenian rakyat tradisional. nyanyian, ritual adat dan daya tarik wisata lainnya, namun juga menjadi daya tarik bagi wisatawan.

21 Pemerintah daerah mencapai pengembangan pariwisata dengan selalu memperhatikan dan memprioritaskan atraksi wisata untuk menarik wisatawan.

UMKM

Dengan berkembangnya sektor pariwisata tentunya akan menarik atau menciptakan usaha-usaha kecil, menengah dan mikro, yaitu pedagang (pedagang kaki lima) yang termasuk dalam kelompok kegiatan subsisten, pengrajin yang termasuk dalam kelompok usaha mikro (pengrajin tanpa jiwa wirausaha) ), dan wirausaha rumahan, namun juga door to door di tempat wisata (Rahayu, 2018). Menurut Weber (Dalam Rahayu, 2018) Faktor yang sangat penting dalam bidang pariwisata adalah wisatawan dan daya tarik wisata itu sendiri. Karena wisatawan merupakan konsumen yang menggunakan produk dan jasa, mereka berharap kehidupannya berubah dan berdampak langsung pada kebutuhan wisatawan. Dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa kunjungan wisatawan dan besar kecilnya kunjungan wisatawan dapat mempengaruhi aktivitas pelaku usaha dalam menjalankan usahanya.

Menurut BPS 2019, penghasilan adalah imbalan yang diterima dalam bentuk uang atau barang, yang dibayarkan oleh suatu perusahaan, kantor, atau pemberi kerja. Dengan kata lain pendapatan adalah sekumpulan sumber daya yang diperoleh dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki sendiri. Pendapatan yang dapat dibelanjakan adalah persentase pendapatan yang dapat dibelanjakan atau ditabung oleh suatu rumah tangga, yaitu properti yang dikenakan pajak bersama.

Pendapatan yang diperoleh bukan melalui kerja keras atau usaha, melainkan pendapatan yang disubsidi dalam bentuk pendapatan, khususnya jaminan sosial bagi para pengangguran, miskin, dan berpenghasilan rendah. Pendapatan pelaku usaha dapat diukur berdasarkan lapangan usaha, tingkat lapangan kerja, tingkat pendidikan umum, kreativitas, peluang usaha, permodalan dan lain sebagainya. Ukuran kualitas sumber daya manusia juga berasal dari tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi pendidikan seseorang maka semakin tinggi produktivitasnya sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan seseorang.

Antara besarnya permintaan terhadap barang tersebut dengan pendapatan pelaku usaha bergantung pada jenis dan sifat barang tersebut. 58 Tahun 2001, pelaku usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha yang didirikan dan berkedudukan di Indonesia, baik secara sah maupun tidak sah, dan dapat melakukan kegiatan usaha dalam berbagai bidang perekonomian, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian. Dapat kita simpulkan bahwa pelaku usaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai suatu usaha dalam suatu bidang perekonomian yang tujuannya memperoleh penghasilan untuk kelangsungan hidupnya di masa depan.

Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran serta Penerimaan Pajak Objek Wisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bangli Periode EP Jurnal Unud, Vol. Jumlah kunjungan wisatawan, penerimaan pajak hotel, restoran dan penerimaan pajak objek wisata sebagai variabel X (independen) dan. Jumlah unit UMKM, angkatan kerja UMKM, nilai ekspor UMKM dan nilai investasi UMKM sebagai variabel X (independen) dan.

Pengaruh Jumlah Wisatawan dan Tingkat Penghunian Hotel Terhadap Pendapatan Industri Pariwisata di Kabupaten Buleleng Periode Jurnal Bisma, Vol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh jumlah wisatawan dan tingkat okupansi hotel terhadap pendapatan sektor pariwisata, dengan besarnya pengaruh terdapat pengaruh positif jumlah wisatawan.

Tabel 2. 1  Penelitian Terdahulu  No.   Judul   Peneliti &
Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu No. Judul Peneliti &

Kerangka Pemikiran

Jika pendapatan pelaku usaha terus meningkat maka kesejahteraan pelaku usaha dan masyarakat sekitar tempat wisata akan tercapai. Jika jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata terus meningkat, maka para pengusaha akan terdorong untuk berinvestasi pada sarana dan prasarana yang memenuhi kebutuhan kawasan wisata, sehingga dapat menyerap tenaga kerja di sekitar destinasi wisata untuk mencari pekerjaan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Selain makanan, cinderamata, dan jasa-jasa lain yang dibutuhkan juga akan menyerap tenaga kerja di sekitar tempat wisata sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar tempat wisata.

Hal ini tentunya akan membuat banyak pelaku usaha di sekitar tempat wisata yang mempunyai usaha yang hampir sama di suatu tempat wisata. Dengan demikian, jumlah UKM dapat dijadikan sebagai variabel untuk mengukur pendapatan pelaku usaha di sekitar tempat wisata. Apabila suatu tempat wisata mempunyai daya tarik wisata misalnya atraksi budaya yang dilestarikan dan dipelihara di tempat wisata tersebut maka akan semakin menarik pengunjung untuk datang dan menyaksikan secara langsung sehingga dengan adanya daya tarik wisata ini semakin memberikan peluang bagi para pebisnis untuk membantu memenuhi kebutuhannya. kebutuhan.wisatawan.

Hal ini tentunya akan menguntungkan para pebisnis di sekitar tempat wisata untuk mendapatkan penghasilan. Pengaruh Simultan Jumlah Kunjungan Wisatawan, Jumlah UMKM dan Daya Tarik Wisata Terhadap Pendapatan Pelaku Usaha Kunci keberhasilan pelaku usaha di sekitar daya tarik wisata dapat diperoleh dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke daya tarik wisata. Artinya jika jumlah kunjungan wisatawan banyak, otomatis akan menguntungkan para pelaku bisnis yang berada di sekitar objek wisata tersebut.

Banyaknya kunjungan wisatawan pada suatu objek wisata dapat dikatakan sebagai alat ukur dalam menentukan pendapatan para pelaku usaha di sekitar objek wisata tersebut. Jumlah kunjungan wisatawan mempunyai peranan penting terhadap pendapatan pelaku usaha di sekitar tempat wisata, karena jumlah kunjungan wisatawan merupakan salah satu variabel yang menentukan besarnya penghasilan pelaku usaha di sekitar tempat wisata. Banyaknya UMKM juga mempengaruhi pendapatan pelaku usaha di sekitar tempat wisata, karena banyaknya jumlah UMKM apalagi jika mempunyai usaha yang sama antara pelaku usaha yang satu dengan yang lain akan mempengaruhi pendapatan pelaku usaha di sekitar tempat wisata.

Jika jumlah UMKM di suatu tempat wisata banyak maka akan timbul persaingan antara satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya, karena menempati kawasan wisata yang sama. Selain itu, atraksi wisata yang menunjang kawasan wisata akan menarik wisatawan untuk melakukan kunjungan wisata. Dengan hadirnya daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan pada suatu objek wisata akan semakin menarik minat wisatawan sehingga akan terjadi peningkatan pengunjung yang dapat memberikan manfaat bagi para pelaku usaha di sekitar objek wisata tersebut.

Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran  Keterangan :
Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran Keterangan :

Gambar

Tabel 2. 1  Penelitian Terdahulu  No.   Judul   Peneliti &
Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran  Keterangan :

Referensi

Dokumen terkait

Dari semakin banyaknya UMKM yang berada di kabupaten Ponorogo juga harus diimbangi dengan pengetahuan-pengetahuan pelaku usaha tentang bagaimana memberikan hasil