• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III BLOK PELAYANAN DAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI

N/A
N/A
Alfina Isna

Academic year: 2024

Membagikan "BAB III BLOK PELAYANAN DAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Perencanaan Sistem Distribusi Air Minum

Kota Malang 2023 - 2033

Alfina Isna Yuniar | 5014211059

BAB III

BLOK PELAYANAN DAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI 3.1 Penentuan Blok Pelayanan

Daerah pelayanan telah dikelompokkan menjadi blok-blok pelayanan dengan tujuan untuk mempermudah pelaksanaan Perencanaan Distribusi Air Minum. Penetapan blok pelayanan di Kota Mojokerto didasarkan pada tingkat kepadatan penduduk, dengan upaya untuk menjaga agar debit air yang mengalir di setiap blok relatif seragam. Selain itu, dalam pengaturan blok, diusahakan meminimalkan melewati jalur rel kereta api, jalan raya utama, atau sungai besar, karena hal ini dapat menyebabkan biaya konstruksi jaringan distribusi air minum menjadi mahal dan memerlukan biaya operasi dan pemeliharaan yang tinggi. Pembagian blok ini mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:

a. Kepadatan penduduk dalam wilayah terbangun di setiap desa atau kelurahan.

b. Topografi daerah (untuk memudahkan penentuan jalur pipa).

c. Penggunaan lahan di setiap desa atau kelurahan (dinyatakan dalam luas wilayah terbangun).

d. Batas administratif antara desa atau kelurahan, karena tidak selalu 1 blok mencakup seluruh wilayah yang ingin dilayani.

Dengan melakukan pembagian daerah pelayanan menjadi beberapa blok, kita dapat menghitung kebutuhan air bersih untuk setiap blok berdasarkan kepadatan penduduk dalam satu wilayah (kelurahan), mengalikannya dengan perbandingan persentase luas area terlayani dengan luas masing-masing wilayah yang termasuk dalam blok tersebut, dan mengalikannya dengan kebutuhan air per orang per hari.

Pembagian blok pelayanan dalam distribusi air minum dilakukan dengan tujuan mempermudah pelaksanaan pelayanan. Berikut adalah metode untuk menentukan blok pelayanan dalam distribusi air minum:

1. Pembuatannya dimulai dengan konstruksi jaringan pipa distribusi yang mempertimbangkan lokasi IPAM (Instalasi Pengolahan Air Minum) dan kontur topografi wilayah pelayanan.

2. Perhatikan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, penggunaan lahan, dan batas wilayah antar kecamatan.

3. Pembagian blok pelayanan dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah diidentifikasi sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mencapai keseragaman kepadatan penduduk dan tata guna lahan dalam satu blok pelayanan. Perlu diperhatikan juga batas administratif antar kecamatan, karena dalam satu blok pelayanan, wilayahnya tidak selalu mencakup 100% dari satu kecamatan.

4. Debit air untuk setiap blok dihitung.

5. Debit blok-blok tersebut disesuaikan agar tidak terlalu berbeda antara satu blok dengan blok lainnya. Hal ini bertujuan untuk menentukan dimensi pipa yang efektif dan ekonomis dalam sistem distribusi air.

(2)

Perencanaan Sistem Distribusi Air Minum

Kota Malang 2023 - 2033

Alfina Isna Yuniar | 5014211059

Dengan mengikuti langkah-langkah diatas, maka peta blok layanan dapat digambarkan seperti berikut.

Gambar 3.1 Peta Blok Pelayanan Distribusi Air Minum Kota Malang

3.2 Penentuan Debit Blok

Apabila telah menentukan blok pelayanan, maka debit yang ada pada setiap blok dapat dihitung.

Adapun cara yang dapat dilakukan adlaha dengan menjumlahkan kebutuhan air per kecamatan terlayani yang berada dalam blok pelayanan. Persamaan kebutuhan air dapat dituliskan seperti berikut ini.

Besar debit pada suatu blok = kebutuhan air kecamatan x persentase luas kecamatan per blok Sebagai contoh perhitungan, berikut merupakan perhitungan pada blok 1:

Kebutuhan air 60% Kecamatan Lowokwaru = 643,35 L/detik x 60% = 386,01 L/detik

Kebutuhan air 60% Kecamatan Blimbing = 700,24 L/detik x 20% = 3140,048 L/detik Maka, besar debit blok 1 adalah:

= 386,01 L/detik + 3140,048 L/detik

= 526,06 L/detik.

Perhitungan pada blok lainnya dapat dilihat pada Tabel 3.1 dibawah ini.

(3)

Perencanaan Sistem Distribusi Air Minum

Kota Malang 2023 - 2033

Alfina Isna Yuniar | 5014211059

Tabel 3.1 Hasil Perhitungan Debit Blok

Blok Kelurahan

Persentase Luas Wilayah Kelurahan

per Blok (%)

Jumlah Penduduk

(Jiwa)

Penduduk Terlayani per Blok

(Jiwa)

Kebutuhan Air (L/dtk)

Kebutuhan Air per Blok

(L/dtk)

1 Lowokwaru 60 103652

141645 386,01

526,06

Blimbing 20 37993 140,048

2 Blimbing 60 113979

116901

420,144

449,1453

Klojen 3 2922 29,0013

3 Kedungkandang 66,67 150286

185550

533,259995

693,633895

Blimbing 16 30394 112,0384

Klojen 5 4870 48,3355

4 Kedungkandang 28 63117

83930

223,958

298,416

Sukun 10 20814 74,458

5 Sukun 60 124882

144362

446,748

640,09

Klojen 20 19480 193,342

6 Blimbing 4 7599

94691

28,0096

785,9915

Klojen 72 70129 696,0312

Lowokwaru 5 8638 32,1675

Kedungkandang 4 8325 29,7832

7 Sukun 25 52034

112498

186,145

411,3175

Lowokwaru 35 60464 225,1725

Referensi

Dokumen terkait

Dalam perencanaannya, pipa distribusi dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk desa Randugading, debit yang tersedia yaitu sebesar 2 liter/detik dapat

Jaringan pipa distribusi adalah jaringan pipa yang menghantarkan air bersih dari reservoir (tandon) menuju daerah pelayanan (rumah konsumen) dengan tekanan air yang cukup

Proyeksi pertumbuhan penduduk Kecamatan Kerinci Kanan dengan menggunakan metode least square mendapatkan hasil 26.886 jiwa pada tahun 2035. Kebutuhan air bersih

Kelurahan Brondong dalam skenario capaian target cakupan pelayanan Kabupaten Lamongan, diasumsikan bahwa kepadatan penduduk, jumlah sumber air bersih, dan kelerengan sumber air

Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam Perencanaan Sistem Jaringan Pipa Distribusi Air Bersih yakni ; Proyeksi Pertumbuhan Penduduk, Proyeksi Pelayanan,

meningkatkan pelayanan kebutuhan air bersih untuk masyarakat tersebut, maka dirasa perlu untuk merencanakan jaringan distribusi air bersih yang disesuaikan dengan

PENGEMBANGAN JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KECAMATAN TAPA Aryati Alitu Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo Abstrak: Pelayanan air bersih di

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan penduduk Distrik Ainas sampai dengan tahun 2030, Mengetahui jumlah kebutuhan air bersih untuk penduduk Distrik Aimas sampai tahun