• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Waktu dan Tempat Penelitian

Proses pengerjaan maupun pengujian penelitian tugas akhir ini dilakukan di Lab. Teknik Mesin ITK pada periode bulan Desember 2019 – Juni 2020.

3.2 Prosedur Penelitian 3.2.1 Studi Literatur

Tahap ini dilakukan pencarian literatur terbuka dan publikasi ilmiah yang sesuai dengan penelitian dan dapat dijadikan acuan atau dasar dalam penelitian ini.

3.2.2 Perancangan dan Pembuatan Turbin Angin Tipe Crossflow

A. Mendesain Turbin Angin Crossflow

Perancangan dan pembuatan turbin angin crossflow diawali dengan dilakukan desain turbin angin crossflow dengan menggunakan software design CAD.

B. Menentukan Aspect Ratio Turbin Angin Crossflow dan Konfigurasi Sudu

Aspect ratio yang digunakan adalah 1. Pada penelitian turbin angin crossflow ini memiliki diameter endplate sebesar 300 mm, sehingga tinggi rotor turbin adalah 300 mm. Hal ini sesuai dengan rasio perbandingan 1:1 terhadap diameter endplate. Sudut kelengkungan sudu yang digunakan sebesar 60o serta terdapat 2 variasi jumlah sudu dan 3 variasi bentuk sudu. Variasi jumlah sudu dapat dilihat pada Gambar 3.1 berikut.

(2)

(a) (b)

Gambar 3.1 Rancangan Variasi Jumlah Sudu (a) 6 Sudu (b) 12 Sudu Variasi bentuk sudu dapat dilihat pada Gambar 3.2 berikut ini:

(a) (b) (c)

Gambar 3.2 Variasi Bentuk Sudu (a) Sudu Melengkung(b) Sudu Menyudut (c) Sudu Lurus

C. Pemilihan Komponen Penyusun Turbin Angin dan Assembly

Daya yang dihasilkan dari generator diakibatkan oleh poros (shaft) turbin angin tipe crossflow yang berputar apabila sudu turbin berputar. Poros yang digunakan pada penelitian ini dengan diameter 8 mm. Material yang digunakan untuk poros adalah baja ST 41. Bantalan (bearing) digunakan agar putaran poros berputar secara baik tanpa adanya gesekan. Bantalan yang digunakan pada penelitian ini dengan spesifikasi pada Tabel 3.1 berikut.

(3)

Tabel 3.1 Spesifikasi Bantalan yang Digunakan

Spesifikasi Keterangan

Tipe Pillow Block Bearing

Code KFL08

Diameter Shaft 8 mm

Generator digunakan sebagai alat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Generator yang digunakan pada penelitian ini dengan spesifikasi pada Tabel 3.2 berikut.

Tabel 3.2 Spesifikasi Generator yang Digunakan

Spesifikasi Keterangan

Tipe Motor DC

Voltage 0.1 V – 24 V

Current 0.01 A – 0.4 A

Rated Speed 200 – 6000 rpm

Kerangka yang digunakan menggunakan material hollow steel 2x2 dengan metode penyambungan menggunakan las, mur dan baut dan ukuran kerangka didesain menyesuaikan dimensi sudu turbin angin dan komponen lain yang akan ditempatkan pada kerangka turbin angin.

Proses penggabungan (assembly) ini menggunakan baut dan mur untuk bagian sudu turbin, end plate, dan bantalan serta dalam penggabungan kerangka turbin menggunakan pengelasan las listrik. Hasil rancangan setelah proses penggabungan (assembly) turbin angin tipe crossflow dapat dilihat pada Gambar 3.3 berikut ini:

(4)

Gambar 3.3 Rancangan Turbin Angin Crossflow

3.2.3 Bahan dan Peralatan Penelitian

Bahan dan peralatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu:

A. Bahan

Bahan yang digunakan pada penelitian turbin angin crossflow ini diantaranya sebagai berikut:

A.1 Plat aluminium

Bahan dalam pembuatan sudu turbin angin dan end plate menggunakan aluminum dengan ketebalan 1 mm.

A.2 Silinder baja ST41

Bahan dalam pembuatan poros (shaft) menggunakan bahan silinder baja ST41.

A.3 Hollow steel

Bahan pembuatan kerangka turbin angin crossflow menggunakan bahan Hollow stell dengan ukuran 2x2 cm.

Keterangan:

1. Poros (shaft) 2. Bantalan (bearing) 3. Kopling

4. Sudu turbin 5.End Plate 6. Kerangka turbin 7.Gear

8. Generator

2 1 3 4 5 6 7

8

(5)

A.4 Baut, mur dan lem tembak

Proses dalam menggabungkan atau assembly komponen-komponen turbin angin seperti pada sudu dengan end plate dan lain-lainnya menggunakan baut, mur dan lem tembak.

B. Peralatan Penelitian

Peralatan yang digunakan dalam penelitian turbin angin crossflow ini diantaranya sebagai berikut:

B.1 Alat pembuatan turbin angin

Alat yang dipergunakan dalam pembuatan turbin angin diantaranya sebagai berikut.

1. Las listrik

Las listrik digunakan untuk proses penyambungan pada kerangka turbin maupun pada wind tunnel.

2. Mesin bor

Mesin bor digunakan untuk pembuatan lubang pada kerangka turbin dan akrilik pada wind tunnel.

3. Gerinda tangan

Gerinda tangan digunakan untuk proses pemotongan pada plat aluminium, hollow steel, dan poros turbin serta plat besi.

4. Penggaris dan meteran

Penggaris dan meteran digunakan untuk mengukur pada setiap proses pengerjaan agar dimensi pembuatan sesuai dengan desain yang diinginkan.

5. Tang, obeng serta kunci

Tang, obeng serta kunci digunakan untuk pemasangan maupun pelepasan sudu turbin dengan end plate.

B.2 Alat pengambilan data

Proses pengambilan data pengujian turbin angin menggunakan alat yang terdiri dari sebagai berikut

1. Multimeter

Multimeter digunakan sebagai pengukur arus listrik dan tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator.

(6)

2. Tachometer

Tachometer digunakan sebagai pengukur putaran poros turbin.

3. Anemometer

Anemometer digunakan sebagai pengukur kecepatan angin.

4. Kipas angin

Kipas angin digunakan sebagai penghasil angin untuk memutar turbin angin.

5. Wind tunnel

Wind tunnel digunakan sebagai pengujian turbin angin untuk menumpulkan dan menghembuskan udara menuju turbin angin. Alat pengambilan data yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 3.4 berikut ini:

(a) (b) (c)

(d.) (e.)

Gambar 3.4 (a) Multimeter (b) Tachometer (c) Anemometer (d) Kipas Angin (e)Wind Tunnel

(7)

3.2.4 Metode Pengambilan Data

Metode pengambilan data pada penelitian “Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Jumlah Sudu dan Bentuk Sudu Terhadap Performa Turbin Angin Crossflow” ditunjukkan pada Gambar 3.5 berikut.

Gambar 3.5 Skema Pengujian Turbin Angin Crossflow

Gambar 3.5 merupakan skema pengujian turbin angin yang dilakukan, dimana wind tunnel dan kipas angin digunakan sebagai sumber angin serta terdapat turbin angin crossflow didalam wind tunnel.

Gambar 3.6 Skema Pengukuran Kecepatan Angin

Pengujian turbin angin diawali dengan dilakukan pengukuran kecepatan angin yang dapat dilihat pada Gambar 3.6. Pengukuran kecepatan angin dilakukan pada daerah letak turbin angin berada dengan menggunakan anemometer pada 9 titik dengan ukuran 45×45 cm, setelah hasil pengukuran didapatkan kemudian di rata-ratakan

(8)

Data kecepatan angin yang telah didapatkan selanjutnya dilakukan pengujian turbin angin pada saat poros turbin angin berputar maka putaran poros turbin angin diukur menggunakan tachometer untuk didapatkan nilai putaran turbin angin, serta tegangan dan kuat arus yang keluar dari generator diukur menggunakan multimeter. Semua data yang telah didapatkan dilakukan perhitungan dan analisis.

3.2.5 Metode Analisis Data

Analisis pada penelitian turbin angin ini dilakukan dengan pengolahan hasil data yang telah didapatkan, kemudian dilakukan perhitungan yang memperoleh nilai berupa daya listrik keluaran, Tip Speed Ratio (TSR), Koefisien Daya (CP) dan Koefisien Torsi (CT), sehingga didapatkan grafik-grafik sebagai berikut

1. Grafik hubungan daya listrik keluaran dengan kecepatan angin.

2. Grafik nilai Tip Speed Ratio (TSR) terhadap nilai Koefisien Daya (CP).

3. Grafik nilai Tip Speed Ratio (TSR) terhadap nilai Koefisien Torsi (CT).

Berdasarkan grafik-grafik tersebut, selanjutnya dilakukan analisis untuk didapat kan pengaruh jumlah sudu dan bentuk sudu terhadap performa turbin angin crossflow.

3.3 Diagram Alir Penelitian

Diagram alir penelitian pada turbin angin crossflow terdapat pada Gambar 3.7 berikut dibawah ini.

Studi Literatur

Desain Turbin Angin Crossflow

Mulai

A

(9)

Variasi penelitian Jumlah sudu 6,12

Bentuk sudu melengkung, menyudut, lurus

Pembuatan dan Perakitan Turbin Angin

Analisis Data dan Pembahasan Pencatatan Data Tegangan, Arus,

Putaran Turbin Angin

Selesai

Tidak

Ya

Persiapan Alat dan Bahan

Kesimpulan Pengujian

Dilakukan pengujian apabila turbin angin berputar dengan baik, jika tidak maka kembali ke perakitan turbin angin

A

(10)

3.4 Variabel Penelitian

Variabel-variabel dalam penelitian dapat memengaruhi penelitian ataupun dapat menjadi acuan terhadap hasil akhir. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel kontrol, variabel independent dan variabel dependent.

3.4.1 Variabel Kontrol

Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan sehingga pengaruh variabel independent (variabel bebas) terhadap variabel dependent (variabel terikat) tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol dalam penelitian terdapat pada Tabel 3.3 berikut ini:

Tabel 3.3 Variabel Kontrol

Variabel Variasi Nilai

Tinggi Sudu Turbin 300 mm

Diameter Endplate 300 mm

Aspect Ratio 1: 1

Kecepatan Angin 2,23 - 4,70 m/s

3.4.2 Variabel Independent

Variabel independent atau variabel bebas adalah sebuah variabel yang mempengaruhi variabel dependent dapat berbentuk upaya yang dilakukan untuk dapat melihat perubahan yang terjadi terhadap variabel dependent. Variabel independent dalam penelitian terdapat pada Tabel 3.4 berikut ini:

Tabel 3.4 Variabel Independent Variasi

Jumlah Sudu 6, 12

Bentuk Sudu Melengkung, menyudut, lurus

Berdasarkan variabel independent yang telah ditentukan maka didapatkan variasi pengujian pada penelitian. Variasi pengujian eksperimen dapat dilihat pada Tabel 3.5 berikut ini:

(11)

Tabel 3. 5 Variasi Pengujian Turbin Angin Crossflow No

Variasi Data Pengujian

Jumlah

Sudu Bentuk Sudu Arus (mA)

Tegangan (V)

Kec. Putaran Poros (rpm)

Kec.Angin (m/s)

1. 6 Melengkung

2. 12 Melengkung

3. 6 Menyudut

4. 12 Menyudut

5. 6 Lurus

6. 12 Lurus

3.4.3 Variabel Dependent

Variabel dependent atau variabel terikat adalah variabel yang nilainya akan berubah terhadap faktor tertentu. Variabel dependent dalam penelitian terdapat pada Tabel 3.6 berikut ini:

Tabel 3.6 Variabel Dependent

Variabel Variasi Nilai

Daya Listrik Keluaran Watt

Tip Speed Ratio (TSR) Konstanta

Koefisien Daya (CP) Konstanta

Koefisien Torsi (CT) Konstanta

Referensi

Dokumen terkait

This article belongs to the Section Environmental Sustainability and Applications /journal/sustainability/sections/environment_and_resources Open Access Article Sustainable Solid Waste