BAB III
METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian tersebut didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis.
Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara yang masuk akal, empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, dan sistematis yang berarti proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis (Sugiyono, 2018 : 3).
Untuk itu metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Menurut Whitney (1960), medote deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, sikap-sikap, kegiatan-kegiatan, pandangan-pandangan hingga proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena (Nazair, 2009 : 4). Menurut Fathoni (2006 : 60) mendefinisikan bahwa pendekatan kualitatif adalah sebuah penelitian yang ditujukkan untuk mendeskripsikan dan menganalsis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual ataupun kelompok. Menurut Creswell (Juliansyah, 2011 : 34). Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri,
baik satu variable atau lebih (independent) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variable satu dengan variable yang lain (Sugiyoni, 2012 : 11).
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data terkait dengan program Cooking Class untuk anak usia dini di Kelas Koki Cilik. Penelitian kualitatif dipilih karena penelitian ini memiliki keunggulan untuk program kegiatan cooking class yang ada di Kelas Koki Cilik sehingga peneliti dapat menggali dan memahami lebih dalam permasalahan yang terjadi dan diharapkan dapat mempermudah dalam memperoleh data-data dan berbagai informasi yang sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, peneliti memandang bahwa metode penelitian kualitatif di pandang sebagai metode penelitian yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini.
B. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rancangan dalam melakukan penelitian mulai
Dari perencanaan, pelaksanaan, sampai laporan penelitian. Adapun empat tahapan yang harus dilakukan oleh peneliti dalam menjawab pertanyaan penelitian, yang dikemukakan oleh Meolong (2007 : 207) yaitu :
1. TahapPra-Lapangan
Pada kegiatan yang pertama peneliti melakukan observasi terlebih dahulu yaitu langsung mendatangi lokasi penelitian yaitu di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat. Hal tersebut di lakukan peneliti agar dapat memperoleh gambaran mengenai pokok permasalahan yang ada di lokasi penelitian dan yang akan dijadikan lokasi penelitian. Tahap selanjutnya peneliti melakukan
pengumpulan draft/data dengan melakukan sesi wawancara mengenai berjalannya program kegiatan cooking class untuk anak usia dini sehingga peneliti dapat mengkaji dan menganalisis apakah fokus permasalahan tersebut ada atau tidak. Sebelum melakukan sesi observasi dan wawancara peneliti melakukan perizinan kepada pihak- pihak yang ada di Kelas Koki Cilik terlebih dahulu untuk melakukan kegiatan penelitian.
2. Tahap Pekerjaan Lapangan
Pada tahap ini, peneliti mulai menggali informasi data secara keseluruhan dan mengenal lebih dekat dengan subjek penelitian, melakukan pendekatan awal terhadap lingkungan sekitar tempat kegiatan, kegiatan pembelajaran, menentukan focus masalah penelitian, serta memilih informan atau narasumber dan metode pada penelitian ini.
Apa saja yang akan dilakukan peneliti, siapa saja yang akan dijadikan subjek penelitian, dan siapa yang akan dijadikan narasumbernya. Setelah itu, pada tahap pelaksanaan lapangan ini peneliti mulai menyusun instrument penelitian, kemudian mengumpulkan data yang ada dilapangan, serta membuat simpulan hasil data yang diperoleh dari tempat penelitian/dari lapangan.
3. Tahap Analisis Data
Pada tahap analisis data ini, peneliti akan menganalisis data dan informasi yang didapatkan dari lapangan, karena pada tahap ini merupakan tahap penentuan dalam mencari jawaban dari permasalahan yang sedang diteliti. Metode penelitian yang dipakai pada teknik ini adalah metode analisis deskriptif, metode yang digunakan dalam usaha pengumpulan data, menyusun, mengguanakan serta menafsirkan data
yang sudah ada sebelumnya untuk diuraikan secara lengkap, teliti dan teratur terhadap objek yang di teliti. Teknik ini diawali dengan pengumpulan data yang dihasilkan dari sesi wawancara dengan pihak yang terlibat serta observasi langsung kelapangan, dan dokumentasi resmi yang diberikan oleh pihak instansi/perusahaan. Kemudian data yang terkumpul diolah menjadi penelitian kualitatif.
4. Tahap penulisan laporan
Penuliasan laporan hasil penelitian tidak akan pernah terlepas dari keseluruhan tahapan kegiatan dan unsur yang berkaitan dengan kegiatan penelitian. Pada tahap ini peneliti melakukan pengumpulan data, analisis data yang dilakukan secara terus menerus selama proses penelitian hingga data yang diperlukan terkumpul, pengolahan data berupa laporan awal setelah membandingkan data empirik dan teoritik, serta pengolahan data sebagai laporan akhir yang dilakukan setelah data yang diperlukan lengkap terkumpul. Tahap penulisan laporan ini pun merupakan tahapan akhir dari penyusunan hasil penelitian, setelah berkonsultasi dengan pembimbing dan disetujui untuk diujikan, kemudian laporan pun dibuat sesuai dengan pedoman penulisan karya tulis ilmiah yang berlaku di universitas.
A. Subjek Penelitian
Subyek penelitian, adalah orang, tempat, atau benda yang diamati dalam rangka pembumbutan sebagai sasaran (Kamus Bahasa Indonesia, 1989: 862).
MenurutArikunto (2010 :12) subjek penelitian merupakan subjek yang ditujukan untuk meneliti oleh peneliti. Sedangakan menurut Sembiring (2012 :12) pada penelitian kualitatif, subjek penelitian disebut juga dengan istilah informan, yaitu orang yang
memberikan informasi tentang data yang dinginkan peneliti berkaitan dengan penelitian yang akan dilaksanakan.
Dalam penelitian ini subjek penelitian/informan yang akan diteliti adalah manager/pihak co founder, guru pendamping/fasilitator/ atau pihak-pihak yang terlibat dalam memberikan fasilitas kegiatan di Kelas Koki Cilik. Kemudian beberapa perwakilan orang tua atau pengajar PAUD yang melakukan aktivitas kegiatan Cooking class yang dilaksanakan oleh instansi/perusahaan sebagai informan mengenai program Cooking class untuk anak usia dini (AUD).
C. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kelas Koki Cilik (KEKOCI), kelas memasak dilaksanakan di Sekolah Kembang yang lokasinya berada di Jalan Kemang II no 1 Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Lokasi penelitian merupakan tempat penelitian yang diharapkan mampu memberikan informasi mengenai rumusan masalah yang akan diangkat oleh penulis dalam penelitiannya, yaitu program kegiatan cooking class bagi anak usia dini (AUD) di Kelas Koki Cilik (KEKOCI)
D. Instrumen Penelitian
Menurut Sugiyono (2013 : 306) instrument penelitian berfungsi untuk menetapkan focus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data. Menurut Arikunto (2012 : 2-3) instrument penelitian yaitu
“suatu alat/fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.” Sugiyono (2012:102) juga berpendapat
bahwa instrument penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati secara spesifik, semua fenomena ini disebut variable penelitian. Oleh sebab itu, penulis sebagai instrument harus divalidasi, seberapa jauh peneliti siap melakukan penelitian dengan teknik wawancara yang lebih mendalam.
Karena peneliti menginterprestasikan/menafsirkan data dengan mengacu pada pendoman wawancara dan observasi, terlebih dahulu peneliti menyusun kisi-kisi instumen penelitian yang selanjutnya akan dijadikan sebagai acuan untuk membuat pedoman wawancara dan observasi. Adapaun untuk kisi-kisi instrument adalah sebagai berikut :
No Varibel Penelitian Indikator
1 Perencanaan program kegiatan cooking class untuk anak usia dini di Kelas Koki Cilik (KEKOCI)
• Rancangan dan langkah-langkah dalam perencanaan program kegiatan cooking class
• Pihak yang terlibat dalam program kegiatan cooking class
• Anggaran biaya yang dialokasikan untuk setiap program kegiatan cooking class
• Waktu dan tempat pelaksanaan program kegiatan cooking class
• Alat dan bahan yang dibutuhkan sebelum melakukan program kegiatan cooking class
• Menentukan menu untuk program kegiatan cooking class
2 Proses pelaksanaan program kegiatan cooking class untuk anak usia dini di Kelas Koki Cilik (KEKOCI)
• Persiapan program kegiatan cooking class
• Pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program kegiatan cooking class
• Pelaksanaan program kegiatan cooking class
• Pengalaman yang didapatkan oleh anak usia dini dalam program kegiatan cooking class
• Pengenalan yang dilakukan dalam program kegiatan cooking class
• Prosedur memasak pada pelaksanaan program kegiatan cooking class
• Waktu dan tempat pelaksanaan program kegiatan cooking class
• Pengenalan alat dan bahan pada anak usia dini saat pelaksanaan program kegiatan cooking class
• Responsibilitas anak usia dini terhadap pelaksaan program kegiatan cooking class
3 Evaluasi program kegitan cooking class untuk anak usia dini di Kelas Koki Cilik (KEKOCI)
• Proses evaluasi dalam program kegiatan cooking class
• Ketercapaian hasil dari program kegiatan cooking class
• Reward yang diberikan kepada anak usia dini setelah melakukan program kegiatan cooking class 4 Kendala yang dihadapi dalam
program kegiatan cooking class untuk anak usia dini di Kelas Koki Cilik
• Kendala-kendala yang dihadapi dalam :
a. Perencanaan program kegiatan cooking class
b. Pelaksanaan program kegiatan cooking class
c. Evaluasi program kegiatan cooking class
• Solusi yang dapat menanggulangi masalah :
a. Perencanaan program kegiatan cooking class
b. Pelaksanaan program kegiatan cooking class
c. Evaluasi program kegiatan cooking class
B. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dalam proses penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah pengumpulan data mana yang paling tepat, sehingga nantinya akan menghasilkan data yang valid dan realiable.
Terdapat duahal yang dapat mempengaruhi kualitas dari data hasil penelitian yaitu, kualitas dalam pengumpulan data dan kualitas dalam instrument penelitian. Kualitas pengumpulan data berkaitan dengan ketapatan, cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dan kualitas instrument penelitin berkaitan dengan validitas dan reabilitas instrument.
Penelitian ini juga akan melakukan teknik wawancara dan observasi Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti sendiri, peneliti secara langsung terjun kelapangan agar dapat memahami kenyataan yang terjadi di lapangan sesuai dengan konteksnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Studi Dokumentasi.
1. Wawancara
Wawancara, menurut Lexy J Moleong (1991:135) dikemukakan bahwa wawancara merupakan suatu percakapan dengan tujuan-tujuan tertentu. Pada metode ini peneliti dan responden berhadapan langsung (face to face) untuk memperoleh informasi secara lisan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian. Menurut Esterberg (Satori &Komariah, 2010 : 130) wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat di konstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara pada hakikatnya merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Wawancara kualitatif merupakan salah satu teknik pengumpulan data dan informasi. Penggunaan wawancara didasarkan pada dua alas an yaitu pertama, dengan wawancara, penliti dapat menggali informasi tidak hanya apa saja yang sudah diketahui atau dialami oleh subjek yang sedang diteliti, melainkan apa yang ditanyakan pada informan. Kedua, apa yang ditanyakan kepada informan dapat mencakup hal-hal yang bersifat lintas waktu, yang berkaitan dengan masa lampau, sekarang dan juga masa yang akan datang (Patilima, 2011 : 68).
2. Observasi
Patton dalam Nasution (1988), mengungkapkan bahwa dengan observasi peneliti dapat menemukan hal-hal diluar persepsi responden, sehingga peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensif (Sugiyono, 2012 : 314). Menurut Nawawi dan Martini observasi adalah pengamatan sekaligus pencatatan secara urut yang terdiri dari unsur-unsur yang bermunculan dalam suatu fenomena-fenomena dalam objek penelitian. Hasil dari pengamatan akan dilaporkan dengan susunan yang sistematis dan sesuai kaidah yang berlaku. Jadi observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan metode pengamatan terhadap suatu kegiatan yang sedang berlangsung. Adapun manfaat observasi yang dikemukakan oleh Nasution (Sugiono, 2012 : 313) mengenai manfaat dari observasi adalah sebagai berikut :
a. Dengan observasi peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi social sehingga akan dapat diperoleh pandangan yang menyeluruh b. Dengan observasi akan di peroleh pengalaman langsung sehingga memungkinkan peneliti untuk menggunakan pendekatan iduktif sehingga tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan sebelumnya. Pendekatan induktif mengungkinkan dapat melakukan penemuan atau discovery.
c. Dengan observasi peneliti dapat melihat hal-hal kurang atau tidak diamati orang lain, khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu karena telah dianggap “biasa” dan karena itu akan terungkap dalam wawancara.
d. Dengan observasi peneliti dapat menemukan hal-hal yang diluar presepsi responden sehingga peneliti dapat menemukan hal-hal yang diluar presepsi responden sehingga peneliti memperoleh gambaran yang lebih komprehensip.
e. Dengan observasi peneliti dapat menemukan hal-hal yang sedianya tidak akan terungkapkan oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitive atau ingin ditutupi karena dapat merugikan nama lembaga.
f. Melalui pengamatan dilapangan, peneliti tidak hanya mengumpulkan data yang kaya tapi juga memperoleh kesan-kesan pribadi dan merasakan suasana dan situasisosial yang diteliti.
3. Studi dokumentasi
Studi Dokumentasi adalah pelengkap dari pengunaan motode wawancara dan obeservasi dalam penelitiian kalitatif (Sugiyono, 2013 : 329). Dokumentasi penelitian ini yakni mencari data-data yang terkait dengankegiatan program kegiatan cooking class untuk anak usia dini, jadwal program dan foto-foto juga diperlukan untuk memperkuat data peellitian ini.
C. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif, data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (triangulasi), dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Dengan pengamatan yang terus menerus tersebut mengakibatkan variasi data tinggi sekali. Data yang diperoleh pada umumnya adalah data kualitatif (walaupun tidak menolak data kuantitatif), sehingga teknik analisis data yang digunakan belum ada pola yang jelas. Oleh karena itu, sering mengalami kesulitan dalam melakukan analisis (Sugiyono, 2016, hal. 331). Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi hipotesis. Berdasarkan hipotesisi yang
dirumuskan berdasarkan data tersebut, selanjutnya dicarikan data lagi secara berulang- ulang sehingga selanjutnya dapat disimpulkan apakah hipotesis tersebut diterima atau ditolak berdasarkan data yang terkumpul. Bila berdasarkan data yang dapat dikumpulkan secara beruloang-ulang dengan teknik triangulasi ternyata hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori (Sugiyono, 2016 : 333).Dan teknik analisis data yang digunakan adalah pendekatan Grounded theory, Grounded theory dilakukan sebagai sebuah cara untuk memperlajari dunia yang kita pelajari dan sebuah metode yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman terhadapnya. Teknik ini juga memberikan petunjuk yang fleksibel (Charmaz, 2006).
Setelah mendapatkan data penelitian kemudian peneliti melakukan analisis data yang dikemukakan oleh Charmaz (2006) yaitu melakukan proses koding. Jenis koding yang digunakan dalam analisis data ini yaitu line-by-line coding. Line-by line coding digunakan untuk memperdalam data dengan mengidentifikasi pertanyaan secara menyeluruh sehingga kita bias lebih dekat dengan data. Menggunakan line-by-line coding membuat kita membenamkan diri ke dalam pandangan responden yang diterima secara bebas dan membuarkan kita untuk melihat data kritis dan analitis (Charmaz, 2006). Aktivitas dalam analisis data yaitu :
a. Reduksi data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok. Memfokuskan pada hal-hal yang penting dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih selanjutnya, dan mencarinya bila
diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti computer mini, dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu (Sugiyono, 2016 : 336) b. Penyajian data
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bias dilakukan dalam bentuk urutan singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman (1984) menyatakan “The most frequentif from of display data for qualitative research data in the past has been narrative tex.”Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif (Sugiyono, 2016 : 339). Bila pola-pola yang ditemukan telah didukung oleh data selama penelitian, maka pola tersebut sudah menjadi pola yang baku yang tidak lagi berubah. Pola tersebut selanjutnya di sajikan pada laporan akhir penelitian (Sugiyono, 2016 : 340).