Dalam kiprahnya di bidang percetakan, Visi Kompas turut serta membangun masyarakat Indonesia baru yang berdasarkan Pancasila melalui prinsip humanisme transendental (persatuan dalam keberagaman) yang menghargai individu dan masyarakat yang adil dan makmur. Pengurus umum dibantu oleh wakil pengurus umum bidang non-ekonomi dan wakil pengurus umum bidang usaha, kemudian ada redaktur pelaksana yang bertanggung jawab pada bidang redaksi dan pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab pada bidang usaha. Produk Kompas yang dihasilkan merupakan hasil kerja sinergis unit-unit dalam struktur organisasi.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan merangkap sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) dan bertanggung jawab langsung kepada General Manager Harian Kompas. Untuk itu sektor TI telah membentuk tim kerja untuk melaksanakan tugasnya, yaitu tim yang bertanggung jawab atas integrasi layanan dan tim yang bertanggung jawab atas penyediaan layanan tersebut. Yaitu dengan cara 1) menghargai gagasan, pendapat, dan saran orang lain, 2) Memberikan masukan konstruktif yang obyektif pada waktu yang tepat, 3) Memberikan dukungan atau tidak menghalangi orang lain untuk maju mencapai tujuannya, serta melaksanakan pekerjaannya dengan sempurna, 4 ) Tidak membeda-bedakan orang berdasarkan suku, agama, ras, dan gender, 5) Wajar menerima perbedaan pangkat, jabatan, dan senioritas, 6) Tidak mencampuri urusan pribadi orang lain yang menyangkut hak asasinya, 7) Berperilaku adil terhadap mitra kerja, 8) Peduli kepentingan orang lain, 9) Memberikan kesempatan yang sama kepada semua berdasarkan keterampilan yang relevan, 10) Tidak mengganggu suasana dan ketenangan kerja, 11) Bersikap objektif tanpa prasangka terhadap prestasi atau hasil kerja masing-masing , dan 12) Memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mencoba ide-ide baru dan tidak menghakimi jika terjadi kegagalan.
Yaitu: 1) mempunyai kompetensi, 2) bertanggung jawab terhadap tugasnya, 3) mempunyai tingkat intelektual sesuai dengan kebutuhan pekerjaannya dan mempunyai wawasan yang luas terhadap pekerjaannya, 4) berdedikasi pada profesinya, 5) meningkatkan kemampuannya. kinerja atau diri sendiri dan senantiasa mengembangkan potensi diri, 6) etika kerja yang sempurna, 7) berpikir dan bertindak kreatif, inovatif, taktis dan mempunyai inisiatif, 8) bersikap adil, obyektif dan seimbang, 9) mempunyai integritas, 10) tahu bagaimana membedakan antara kepentingan perusahaan dan kepentingan pribadi, 11) Menerapkan etika bisnis di bidangnya, 12) Bekerja secara sistematis sesuai standar. pekerjaannya, 13) tindakan proaktif dalam mengantisipasi peluang yang berkaitan dengan pekerjaannya, 14) prioritas pencarian inti masalah dan solusi pertamanya, 15) melakukan hal yang benar dengan cara yang benar, 16) prioritas pelaksanaan tindakan nyata, 17 ) Berusaha mencari solusi terbaik bagi semua pihak dan 18) Berkomunikasi secara emosional dan responsif. D. Yakni dengan 1) kerjasama, 2) menjaga chemistry dan keharmonisan dalam bekerja, 3) mengutamakan kepentingan yang lebih besar, 4) mengurus masalah orang lain, 5) bekerja sesuai peran dan tanggung jawabnya, 6) melibatkan orang lain dalam proses kerja. proses kerja bersama, 7) Bekerja sama untuk menciptakan sinergi, 8) Persaingan yang sehat, 9) Menjunjung tinggi sportivitas dalam bekerja sama, 10) Menghindari pilih kasih terhadap satu orang atau pekerjaan, 11) Tidak hanya mengutamakan hasil kerja, tetapi juga mengutamakan untuk proses dalam bekerja sama.. Mengembangkan hubungan saling percaya satu sama lain. Yaitu dengan 1) menangani keluhan konsumen secara cepat dan menyeluruh, 2) memberikan pelayanan yang lengkap dari sudut pandang konsumen, 3) menjamin keramahan dalam pelayanan pelanggan, 4) mengamati dan membandingkan produk dan jasa yang ditawarkan pesaing, 5) mendengarkan dan kita menyikapinya. kebutuhan konsumen. , 6) Menyediakan produk dan jasa sesuai kebutuhan dan 7) Memenuhi kepuasan konsumen merupakan tanggung jawab setiap orang dalam organisasi. F.
Yaitu 1) kepekaan dan tanggap terhadap kebutuhan dan penderitaan orang lain, 2) menjaga citra perusahaan, 3) mendukung kebijakan perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan keadilan sosial, dan 4) mendorong setiap orang untuk berperan aktif dalam membantu masyarakat. dan ikut serta dalam kegiatan – kegiatan kemasyarakatan.
Kebijakan Redaksional Penyajian Berita Kasus Akil Mochtar di Harian Umum Kompas
Tak hanya media nasional, media internasional pun turut memberitakan penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut. Berdasarkan wawancara peneliti dengan Reporter Harian Kompas Umum Samuel Oktora, Harian Kompas Umum mempunyai kebijakan penting dalam menerbitkan berita. Menurut Kompas, pemberitaan kasus Akil Maakar merupakan berita yang mempunyai nilai berita tinggi.
Saat penangkapan Akil Mochtar dalam kasus suap terjadi, Kompas memilih memberitakannya. Hal ini juga menjadi cara Kompas menjaga kredibilitas dan keakuratan surat kabarnya. Dalam proses pemberitaan, Kompas menyebarkan wartawannya ke setiap titik sumber berita untuk mendapatkan informasi terkini dan bervariasi.
Seperti kasus Akil Mochtar, sumber resmi yang akan dikonfirmasi adalah pihak-pihak yang terlibat. Untuk mencapai objektivitas dalam pemberitaan, Kompas memandang suatu peristiwa dengan memposisikannya sebagai pihak yang netral. Semua pihak yang terlibat dalam suatu laporan harus diverifikasi untuk menjaga objektivitas dan menghindari kesan menyerang atau menjatuhkan pihak tertentu.
Dalam pemberitaan kasus Akil Mochtar, pihak-pihak yang terlibat akan dikonfirmasi terlebih dahulu oleh Kompas. Seperti KPK, Akil Mochtar, pengacara Akil Mochtar, Pemda Banten dan seluruh pihak terkait. Sebab salah satu aparat penegak hukum di Indonesia yang seharusnya menegakkan hukum dan memberi contoh harus ditangkap KPK.
Sebagai media yang berperan sebagai pengawal (supervisor) dan juga memiliki fungsi kontrol, Kompas menerbitkan pemberitaan mengenai kasus Akil Maakar untuk diberitakan kepada masyarakat dan berusaha mengikuti jalannya proses hukum di Akil Maakar semaksimal mungkin. kasus.
Harian Umum Republika
- Sejarah Harian Umum Republika
- Visi dan Misi Harian Umum Republika
- Struktur Organisasi Harian Umum Republika
- Perkembangan Harian Umum Republika
- Kebijakan Redaksional Penyajian Berita Kasus Akil Mochtar di Harian Umum Republika
Untuk mewujudkan program penerbitan surat kabar harian, Yayasan Abdi Bangsa mendirikan PT Abdi Bangsa pada tanggal 28 November 1992. Melalui proses tersebut, yayasan selanjutnya memperoleh SIUPP (Izin Usaha Penerbitan Pers) dari Kementerian Penerangan Republik Indonesia, sebagai modal awal penerbitan Harian Umum Republika. Pada tahun 2009, Republika menjadi surat kabar pertama di Indonesia yang meraih penghargaan Best Front Page Design in Asia dari World Newspaper Association (WAN IFRA).
Harian Umum Republika dipimpin oleh seorang General Manager dibantu oleh seorang manajer perusahaan dan pemimpin redaksi. ROL merupakan portal berita yang menyajikan informasi dalam bentuk teks, audio dan video berbasis teknologi hypermedia dan hypertext. Selain majalah RepMagz, Republika juga menerbitkan majalah Janna dengan pangsa pasar remaja berusia 17 hingga 23 tahun.
Selain menerbitkan buku-buku keagamaan, Republik juga menerbitkan buku-buku umum seperti novel, bisnis, anak-anak, dan remaja. Tim acara Republika juga mengelola aktivasi CSR Perusahaan, antara lain program pengembangan karakter dan pengetahuan guru bertajuk Untukmu Aku Hadirkan Guru, serta pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren melalui pelatihan Santipreneur. Pemberitaan kasus Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sebagai tersangka kasus suap sengketa Pilkada dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) menarik perhatian masyarakat Indonesia.
Seperti Harian Umum Republika yang memberitakan kasus Akil Maakar secara intensif selama tiga bulan, Oktober 2013 hingga Desember 2013. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Redaksi Republika Jawa Barat Agus Yulianto menyampaikan bahwa pemberitaan di Harian Umum Republika hendaknya memenuhi unsur 5W+1H dan mengedepankan unsur akurasi. Apalagi peristiwa yang mempunyai nilai berita tinggi, yaitu berita yang bisa dijual, mudah dibaca dan mempunyai unsur 'wow'.
Penulisan berita di Harian Umum Republika juga mempunyai gaya yang berbeda dengan penulisan berita di media lain, yaitu ringan, santai dan mudah dicerna. Jurnalis yang mereka tunjuk untuk meliput berita tidak sekedar menugaskan mereka, namun mempunyai maksud dan tujuan yaitu menghasilkan berita yang berdampak positif bagi masyarakat. Seperti halnya pemberitaan kasus Akil Mochtar, Republika menjalankan keterangan dari KPK, kuasa hukum Akil, BNN, dan seluruh pihak yang terkait dengan kasus yang menjerat Akil Mochtar.
Oleh karena itu, pemberitaan kasus Akil Mochtar oleh Republik dikategorikan sebagai berita yang sangat penting dan memiliki daya tarik yang sangat tinggi. Hal inilah yang menyebabkan pemberitaan kasus Akil Mochtar di harian Republika General beberapa hari menjadi headline surat kabarnya.
Metodologi Penelitian .1 Metode Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Operasionalisasi Variabel
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Uji Validitas
Sedangkan menurut Krippendorff, analisis isi adalah suatu teknik penelitian untuk membuat kesimpulan yang dapat direplikasi (ditiru) dan data valid dengan memperhatikan konteks (dalam Eriyanto, 2011: 15). Dalam penelitian ini, pemberitaan media yang akan dikaji adalah pemberitaan mengenai perkara Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Maakar di Harian Umum Kompas dan Harian Umum Republika pada bulan Oktober – Desember 2013, yang dilakukan berdasarkan konstruksi kategori yang telah ditentukan. . . Populasi dalam penelitian ini berkisar pada pemberitaan kasus Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Maakar di Harian Umum Kompas dan Harian Umum Republika.
Rangkuman pemberitaan perkara Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar di harian Kompas General bulan Oktober – Desember 2013 sebanyak 28 berita dan di harian Republika General bulan Oktober – Desember 2013 sebanyak 41 berita. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pertimbangan tersebut juga dilakukan peneliti dengan memilih berita khusus kasus Akil Mochtar yang dibagi menjadi tiga bagian, yakni bulan awal, tengah, dan terakhir.
Kemudian peneliti menetapkan sampel berita yang akan dijadikan sampel penelitian adalah 5 berita dari Harian Umum Kompas dan 5 berita dari Harian Umum Republika. Kemudian peneliti memilih berita dari seluruh populasi yang telah dibagi menjadi dua media yaitu berita pertama penangkapan Akil Mochtar, berita kasus korupsi, berita kasus penggunaan narkoba, berita pencucian uang (TPPU) dan yang terbaru. kebaruan. berita mengenai kasus Akil Mochtar yang terbit pada bulan Desember 2013. Dalam penelitian yang menggunakan teknik analisis isi, unit analisis penelitian akan direduksi menjadi konstruk kategori beserta indikator yang berperan sebagai alat ukur.
Dalam penelitian ini, unit analisis yang digunakan adalah pemberitaan mengenai kasus Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Maakar di Harian Kompas Umum dan Harian Republika Umum. Untuk mengetahui kualitas pemberitaan dalam pemberitaan perkara Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Maakar di Harian Umum Kompas dan Harian Umum Republika, peneliti mendeskripsikan aspek kualitas berita. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, peneliti akan memilih sampel berdasarkan pertimbangan tertentu.
Kemudian ditentukan sampel penelitiannya untuk Harian Umum Kompas sebanyak 5 berita dan Harian Umum Republika sebanyak 5 berita. Pemberitaan tersebut antara lain isu awal terkait penangkapan Akil Mochtar, kasus korupsi, kasus penggunaan narkoba, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan terakhir berita terkait kasus Akil Mochtar yang terbit pada Desember 2013. Seperti yang diungkapkan Kaplan dan Goldsen, reliabilitas itu penting, untuk memperoleh data yang tidak bergantung pada peristiwa, instrumen, atau orang yang mengukurnya (Eriyanto.
Kaplan dan Goldsen menyatakan bahwa pentingnya reliabilitas terletak pada jaminan yang diberikannya bahwa data yang diperoleh tidak bergantung pada peristiwa, instrumen, atau orang yang mengukurnya. Mengingat analisis konten harus dilakukan secara objektif, maka tidak ada perbedaan penafsiran antara satu pembuat kode dengan pembuat kode lainnya.