A. Pelaksanaan Penelitian
Dalam pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan dalam empat tahap yaitu: tahap pra siklus yang menjadi pedoman peneliti untuk meneliti dilanjutkan dengan melakukan tindakan pada siklus 1 dan jika belum berhasil tindakan penelitian dilanjutkan pada siklus 2 dan siklus 3
1. Paparan Hasil Penelitian a. Hasil Observasi Prasiklus
Pada saat melaksanakan pembelajaran Matematika prasiklus dengan menggunakan cara lama yaitu konvensional hasil yang didapat sangat mengecewakan, guru hanya ceramah menyebabkan siswa tidak bersemangat, mengantuk, dan jenuh sehingga suasana kelas tidak bersemangat , ketika guru bertanya siswa tidak bisa menjawab, dan saat diberi latihan sebagian besar siswa banyak yang salah.
b. Hasil Penelitian Prasiklus
Hasil prasiklus dapat dilihat pada tabel berikut:
79
Tabel 5
Daftar Nilai Siswa Mata Pelajaran Matematika pada Prasiklus
NO NAMA NILAI
PRASIKLUS
KKM : 65,00 KETUNTASAN
1 Ahmad Bukhori 25 Belum tuntas
2 Cahaya Rawas Kina 40 Belum tuntas
3 Dede Saputra 20 Belum tuntas
4 Dwi Septi Rusmarini 100 Tuntas
5 Dimas Nandika 80 Tuntas
6 Farhan Sutomi 70 Tuntas
7 Intan Suci 20 Belum tuntas
8 Jaya Dri Purnomo 20 Belum tuntas
9 Johan 60 Belum Tuntas
10 Luthfi Andrian Romadhon 100 Tuntas
11 M.Ferlin 100 Tuntas
12 M.Ilham 65 Tuntas
13 M.Taufik Yusni 100 Tuntas
14 M.Wahyu Khoiruddin 25 Belum tuntas
15 M.Putra Ramakasih 15 Belum tuntas
16 M.Syaidina Akbar 60 Belum tuntas
17 M.Wahyu Pratomo 20 Belum Tuntas
18 Nurul Amaliyah 20 Belum tuntas
19 Rio Septian 40 Belum tuntas
20 Rimbi Azlin 30 Belum tuntas
21 Rizki Putri Utami 20 Belum tuntas
22 R.M.Riko 20 Belum tuntas
23 Shintya Dewi 65 Tuntas
24 Widia Rahmania 100 Tuntas
25 Yolanda Salsabila 15 Belum tuntas
26 Amanda Putri Nurrahma 25 Belum tuntas
27 Raihan Hafidz 20 Belum Tuntas
28 Ahmad Dylon 15 Belum tuntas
29 M.Habibillah 20 Belum tuntas
30 Baydowi Arief 10 Belum tuntas
Jumlah Nilai 1310
Rata- rata 43,67
Ketuntasan:Nilai KKM :65,00 30.%
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah rata- rata nilai siswa dalam pelajaran Matematika pada tahap prasiklus adalah 43,67, Siswa yang berhasil mencapai KKM hanya 30 % selebihnya belum mencapai KKM dan hasil belajar tersebut dapat dilihat pada grafik dibawah ini:
Tabel 6
Tabel Ketuntasan belajar siswa pada prasiklus
NILAI PRA SIKLUS
Keterangan Jumlah Anak Persen
65 – 100 9 30 % Tuntas
0 – 64 21 70 % Tidak Tuntas
2. Paparan Hasil Tindakan
a. Siklus l
1) Perencanaan
Rencana pembelajaran tindakan siklus I difokuskan untuk mengatasi masalah yang ditemukan pada tahap observasi pra tindakan bahwa siswa masih banyak yang belum tuntas. Dalam tahap perencanaan ini meliputi :
a) Menelaah kompetensi dan indikator mata pelajaran matematika b) Menyusun RPP Matematika yang sesuai dengan indikator yang
telah ditetapkan dan skenario pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT
c) Menyiapkan sumber belajar sebagai penunjang pembelajaran d) Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis dan LKS
e) Menyiapkan lembar pengamatan untuk mengamati keterampilan guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran yang dilaksanakan f) Menyiapkan catatan lapangan untuk mendeskripsikan proses
pembelajaran yang berlangsung melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT
2) Pelaksanaan
Tindakan Siklus I dilaksanakan dalam 2 x pertemuan dari tanggal 13 – 15 Januari 2014 dengan materi mengurutkan bilangan bulat. Pada siklus pertama ini peneliti melakukan pemberian materi, pengenalan
model pembelajaran yang akan digunakan yaitu Model Pembelajaran Kooperatif tipe NHT dan menjelaskan prosedur pembelajaran yang akan dilaksanakan, mengerjakan soal-soal LKS yang dikerjakan secara berkelompok dan membei tugas menjawab pertanyaan yang dikerjakan di rumah sebagai PR. Tindakan yang dilaksanakan pada setiap pertemuan adalah sebagai berikut :
a) Pada pertemuan pertama, peneliti melihat keadaan kelas, melihat kesiapan siswa dalam menerima pelajaran dan materi yang diberikan pada pertemuan ini yaitu : menyederhanakan dan mengurutkan bilangan bulat. Dalam melaksanakan proses pembelajaran masing-masing siswa diberi LKS dan mengerjakan secara berkelompok. Kemudian guru membimbing siswa dalam menemukan konsep matematika, siswa diberi kesempatan menggunakan strategi belajarnya sendiri dalam mengerjakan soal kelompok.dari jawaban siswa dalam menjawab pertanyaan- pertanyaan yang ada di LKS, masih ada siswa yang belum aktif berdiskusi antar anggota kelompok. Kemudian satu perwakilan dari tiap kelompok sesuai dengan nomor kepala yang mereka miliki maju kedepan untuk menjawab pertanyaan sesuai nomornya, dengan bimbingan guru. peneliti mengarahkan kekeliruan siswa. peneliti bersama-sama siswa menyimpulkan
materi yang dipelajari pertemuan ini. Peneliti memberikan PR kepada siswa berupa soal-soal yang masih berkaitan dengan materi pada pertemuan ini.Penugasan ini peneliti berikan dengan tujuan agar siswa lebih memahami dalam mengerjakan soal .Pada pertemuan kedua nanti diharapkan siswa dapat lebih aktif dan tidak terlalu banyak mengalami kesulitan dalam mengerjakan operasi hitung bilangan bulat.
b) Pada pertemuan kedua, peneliti mereview PR siswa. Kemudian peneliti kembali melihat kesiapan siswa dalam menerima pelajaran. Pada saat pembelajaran sebelumnya ada siswa yang kurang aktif dalam menjawab pertanyaan yang ada di LKS.
Tenyata pada pertemuan kedua ini siswa mulai aktif mengemukakan pendapatnya pada saat diskusi kelompok dalam menjawab pertanyaan yang ada di LKS. Pada akhir pertemuan kedua ini peneliti memberikan PR kepada siswa , agar materi ini betul-betul lebih dipahaminya dan peneliti mengadakan tes siklus pertama untuk melihat sampai sejauh mana keberhasilan tindakan-tindakan yang telah dilakukan pada siklus pertama. Soal tes beserta kunci jawabannya dapat dilihat pada lampiran.
Hasil dari tindakan siklus pertama didapat data sebagai berikut : Tabel 7
Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus I
NO NAMA NILAI
SIKLUS I KKM : 65,00 KETUNTASAN
1 Ahmad Bukhori 45 Belum tuntas
2 Cahaya Rawas Kina 45 Belum tuntas
3 Dede Saputra 25 Belum tuntas
4 Dwi Septi Rusmarini 100 Tuntas
5 Dimas Nandika 90 Tuntas
6 Farhan Sutomi 50 Belum tuntas
7 Intan Suci 50 Belum tuntas
8 Jaya Dri Purnomo 25 Belum tuntas
9 Johan 65 Tuntas
10 Luthfi Andrian Romadhon 75 Tuntas
11 M.Ferlin 80 Tuntas
12 M.Ilham 65 Tuntas
13 M.Taufik Yusni 70 Tuntas
14 M.Wahyu Khoiruddin 40 Belum tuntas
15 M.Putra Ramakasih 30 Belum tuntas
16 M.Syaidina Akbar 50 Belum tuntas
17 M.Wahyu Pratomo 40 Belum Tuntas
18 Nurul Amaliyah 50 Belum tuntas
19 Rio Septian 55 Belum tuntas
20 Rimbi Azlin 40 Belum tuntas
21 Rizki Putri Utami 50 Belum tuntas
22 R.M.Riko 45 Belum tuntas
23 Shintya Dewi 30 Belum tuntas
24 Widia Rahmania 60 Belum tuntas
25 Yolanda Salsabila 25 Belum tuntas
26 Amanda Putri Nurrahma 50 Belum tuntas
27 Raihan Hfidz 40 Belum Tuntas
28 Ahmad Dylon 45 Belum tuntas
29 M.Habibillah 30 Belum tuntas
30 Baydowi Arief 25 Belum tuntas
Jumlah Nilai 1490
Rata- rata 49,67
Ketuntasan:Nilai KKM :65,00 23,33.%
Nilai rata-rata pada tabel di atas didapat dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
MX = Σx N Mx = 1490 30
Mx = 49,67
Sementara persentase ketuntasan belajar diperoleh dari rumus : P = F x 100%
N P = 7 x 100%
30 P = 23,33%
Dari data tabel di atas diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 49,67 dan persentase ketuntasan belajar mencapai 23,33%
atau 7 siswa dari 30 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus I secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 23,33% kurang dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu
85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Ini berarti masih terdapat kelemahan pada Siklus I, karena itu akan dilakukan perbaikan siklus II. Sedangkan persentase hasil belajar pada siklus I adalah sebagai berikut :
Tabel 8
Persentase Hasil Belajar Siswa Siklus I No
.
Interval nilai Jumlah siswa persentase Kategori penilaian
1 85-100 3 10% Sangat baik
2 75-84 1 3,33% Baik
3 65-74 3 10% Cukup
4 55-64 2 6,67% Kurang
5 0-54 21 70% Sangat kurang
3) Observasi
Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pembelajaran pada siklus I. Pada penelitian ini yang diobservasi adalah proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan siswa. Maka dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 9
Nilai Pengamatan Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Di kelas IV MI Tarbiyah Islamiyah Palembang dalam Siklus I No
.
Indikator/deskriptor Jumlah
aktifitas yang
% rata- rata
muncul Pert1 Pert2
1. Memperhatikan uraian guru 12 14 43,33%
2. Mampu bekerja sama dalam kelompok 12 14 43,33%
3. Mampu mengerjakan tugas yang diberikan 15 15 50%
4. Berani bertanya 17 17 55,67%
5. Berani menjawab pertanyaan guru 15 15 50%
Pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada siklus I sudah menunjukkan perubahan, walaupun masih ada yang kurang aktif. Hal ini disebabkan pada siklus I guru sudah mulai menerapkan langkah-langkah pembelajaran secara berencana.
Tabel 10
Data Hasil Observasi Terhadap Guru Selama Pembelajaran Matematika Di kelas IV MI Tarbiyah Islamiyah Palembang No
. Aspek Pengamatan Keaktifan
Ya Tidak
1 Membuat RPP √
2 Melakukan Appersepsi sebelum memulai pelajaran
√
3 Menjelaskan tujuan pembelajaran √
4 Menjelaskan materi pelajaran dengan menerapkan model pembelajaran
√
5 Membentuk kelompok kerja siswa √
6 Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya √
7 Menanggapi pertanyaan siswa √
8 Mmberikan evaluasi √
9 Membimbing siswa menyimpulkan pelajaran √ 10 Guru memberikan pujian kepada siswa √
Pada tabel diatas dijelaskan bahwa pada siklus I keaktifan guru selama pembelajaran pada siklus I sudah baik, guru menyiapkan RPP, melakukan appersepsi, menerapkan model pembelajaran, membentuk kelompok kerja siswa, memberikan evaluasi dan member pujian.
4) Refleksi
Untuk perbaikan selanjutnya atas dasar yang telah dicapai dan yang belum tercapai dalam pembelajaran. Masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru belum dapat menerapkan model Pembelajaran Kooperatif tipe NHT dengan tepat, Dan belum terlaksananya pembelajaran yang aktif dan suasana yang menyenangkan, sehingga hasil belajar belum mencapai apa yang diharapkan. Dan dari hasil pengamatan tindakan siklus I siswa masih belum aktif dalam belajar. Namun sudah mulai ada perubahan dari pra tindakan. Terbukti dari keaktifan belajar siswa lebih meningkat sedikit dibanding pada pra siklus.
b. Siklus II
1) Perencanaan
Dalam tahap perencanaan ini meliputi :
a) Menelaah kompetensi dan indikator mata pelajaran matematika
b) Menyusun RPP Matematika yang sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan dan skenario pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT
c) Menyiapkan sumber belajar sebagai penunjang pembelajaran d) Menyiapkan alat evaluasi berupa tes tertulis dan LKS
e) Menyiapkan lembar pengamatan untuk mengamati keterampilan guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran yang dilaksanakan f) Menyiapkan catatan lapangan untuk mendeskripsikan proses
pembelajaran yang berlangsung melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT
Mengacu pada masalah dan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah yang ditemukan pada tindakan Siklus I, maka guru melakukan tindakan siklus II, langkah-langkah tindakan siklus II adalah sebagai berikut :
a) Guru memberikan penjelasan tentang materi yang dipelajari
b) Guru membentuk beberapa kelompok heterogen yang terdiri dari 6 kelompok terdiri dari 5 orang siswa yang memiliki tingkat kepandaian berbeda.
c) Guru memberikan LKS untuk didiskusikan dalam kelompok
Proses tindakan siklus II dilakukan karena pembelajaran tindakan siklus I belum mencapai tingkat yang diharapkan, maka itu dilakukan
tindakan siklus II agar dapat memperbaiki kekurangan yang terdapat dalam tindakan siklus I, agar dapat mencapai target yang diharapkan.
2) Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan II ini didasarkan pada kekurangan dalam tindakan I dan dilaksanakan dalam 4 x pertemuan, masing-masing pertemuan 2 x 35 menit dari tanggal 20l – 27 Januari 2014. Materi Pokok pada siklus kedua ini adalah ,Menjumlahkan Bilangan Bulat.
Berdasarkan refleksi yang di dapat dari siklus I, maka pada siklus kedua ini peneliti akan lebih meningkatkan kemampuan dalam membuat LKS yang berkaitan dengan materi, peneliti juga akan membimbing siswa yang masih mengalami kesulitan, sehingga mereka dapat menyelesaikan LKS sesuai dengan waktu yang ditentukan. Pada siklus kedua ini peneliti melakukan pemberian materi, pengenalan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan menjelaskan prosedur pembelajaran yang akan dilaksanakan. Tindakan yang dilaksanakan pada setiap pertemuan adalah sebagai berikut:
a) Pada pertemuan pertama, peneliti melihat keadaan kelas, melihat kesiapan siswa dalam menerima pelajaran Dalam melaksanakan proses pembelajaran masing-masing siswa diberi LKS dan mengerjakan secara berkelompok. Siswa mulai aktif berdiskusi
dalam kelompoknya. Satu persatu perwakilan siswa maju kedepan sesuai dengan nomor kepalanya yang dipanggil oleh guru. Dengan bimbingan guru siswa menarik kesimpulan dari materi pelajaran pada pertemuan ini. Peneliti member PR kepada siswa berupa soal-soal yang masih berkaitan dengan materi agar siswa lebih memahami materi pelajaran.
b) Pada pertemuan kedua, peneliti mereview PR siswa. Kemudian peneliti kembali melihat kesiapan siswa dalam menerima pelajaran. Pada saat pembelajaran sebelumnya ada siswa yang kurang aktif dalam menjawab pertanyaan yang ada di LKS.
Tenyata pada pertemuan kedua ini siswa mulai aktif mengemukakan pendapatnya pada saat diskusi kelompok dalam menjawab pertanyaan yang ada di LKS. Pada akhir pertemuan kedua ini peneliti memberikan PR kepada siswa, agar materi ini betul-betul lebih dipahaminya.
c) Pada pertemuan ketiga, peneliti mereview PR siswa. Dalam melaksanakan diskusi kelompok sudah mulai membaik, mulai nampak keberanian dalam bertanya
d) Pada pertemuan keempat, peneliti mereview PR siswa. Pada akhir kegiatan peneliti memberikan PR kepada siswa. Peneliti juga mengadakan tes siklus kedua untuk melihat sampai sejauh mana keberhasilan tindakan-tindakan yang telah dilakukan pada
siklus kedua. Soal tes beserta kunci jawabannya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 11
Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus II
NO NAMA NILAI
SIKLUS II
KKM : 65,00 KETUNTASAN
1 Ahmad Bukhori 60 Belum tuntas
2 Cahaya Rawas Kina 55 Belum tuntas
3 Dede Saputra 50 Belum tuntas
4 Dwi Septi Rusmarini 90 Tuntas
5 Dimas Nandika 100 Tuntas
6 Farhan Sutomi 60 Belum tuntas
7 Intan Suci 65 Tuntas
8 Jaya Dri Purnomo 40 Belum tuntas
9 Johan 70 Tuntas
10 Luthfi Andrian Romadhon 80 Tuntas
11 M.Ferlin 75 Tuntas
12 M.Ilham 75 Tuntas
13 M.Taufik Yusni 100 Tuntas
14 M.Wahyu Khoiruddin 60 Belum tuntas
15 M.Putra Ramakasih 50 Belum tuntas
16 M.Syaidina Akbar 65 Tuntas
17 M.Wahyu Pratomo 50 Belum Tuntas
18 Nurul Amaliyah 65 Tuntas
19 Rio Septian 65 Tuntas
20 Rimbi Azlin 50 Belum tuntas
21 Rizki Putri Utami 65 Tuntas
22 R.M.Riko 50 Belum tuntas
23 Shintya Dewi 60 Belum tuntas
24 Widia Rahmania 75 Tuntas
25 Yolanda Salsabila 40 Belum tuntas
26 Amanda Putri Nurrahma 70 Tuntas
27 Raihan Hfidz 65 Tuntas
28 Ahmad Dylon 60 Belum tuntas
29 M.Habibillah 50 Belum tuntas
30 Baydowi Arief 40 Belum tuntas
Jumlah Nilai 1900
Rata- rata 63,33
Ketuntasan:Nilai KKM :65,00 50.%
Nilai rata-rata pada tabel di atas di dapat dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Mx = Σx N Mx = 1900 30 Mx = 63,33
Sementara persentase ketuntasan belajar diperoleh dari rumus : P = F x 100%
N P = 15 x 100%
30 P = 50%
Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 63,33, dan dari 30 siswa, yang telah tuntas belajar ada 15 siswa dan
15 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Secara klasikal ketuntasan belajar belum mencapai 85%. Persentase ketuntasan yang diperoleh hanya 50%, namun telah terjadi peningkatan dari siklus pertama, ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran NHT sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang diberikan. Karena belum berhasil maka dilanjutkan pada siklus ketiga. Persentase hasil belajar pada siklus II adalah sebagai berikut
Tabel 12
Persentase Hasil Belajar Siswa Siklus II No. Interval nilai Jumlah
siswa
persentase Kategori penilaian
1 85-100 3 10% Sangat Baik
2 75-84 4 13,33% Baik
3 65-74 8 26,66% Cukup
4 55-64 6 20% Kurang
0-54 9 30% Sangat kurang
3) Observasi
Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Pada penelitian ini yang diobservasikan yaitu pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.
Tabel 13
Nilai Pengamatan Siswa Dalam Pembelajaran Matematika
Di kelas IV MI Tarbiyah Islamiyah Palembang dalam Siklus II
No Indikator/deskriptor
Jumlah aktifitas yang
muncul % rata-
Pert rata 1
Pert 2
Pert 3
Pert 4
1. Memperhatikan uraian guru 22 23 24 25 78,33%
2. Mampu bekerja sama dalam
kelompok 22 23 24 25 78,33%
3. Mampu mengerjakan tugas yang diberikan
25 25 25 25 83,33%
4. Berani bertanya 26 26 26 26 86,67%
5. Berani menjawab pertanyaan
guru 25 25 25 25 83,33%
Pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada siklus II sudah menunjukkan peningkatan yang baik. Semua indikator penilaian mengalami kenaikan dan mencapai diatas 80%. Hal ini disebabkan pada siklus II guru sudah menerapkan langkah-langkah pembelajaran secara berencana dengan tepat.
Tabel 14
Data Hasil Observasi terhadap Guru Selama Pembelajaran Matematika Di kelas IV MI Tarbiyah Islamiyah Palembang No
. Aspek Pengamatan Keaktifan
Ya Tidak
1 Membuat RPP √
2 Melakukan Appersepsi sebelum memulai
pelajaran √
3 Menjelaskan tujuan pembelajaran √
4 Menjelaskan materi pelajaran dengan menerapkan model pembelajaran
√
5 Membentuk kelompok kerja siswa √
6 Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya √
7 Menanggapi pertanyaan siswa √
8 Mmberikan evaluasi √
9 Membimbing siswa menyimpulkan pelajaran √ 10 Guru memberikan pujian kepada siswa √
Pada tabel di atas dijelaskan bahwa pada siklus II keaktifan guru selama pembelajaran pada siklus II sudah sangat baik, guru menyiapkan RPP, melakukan appersepsi, menjelaskan tujuan pembelajaran, menerapkan model pembelajaran, membentuk kelompok kerja siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya, menanggapi pertanyaan siswa, menyimpulkan materi, memberikan evaluasi dan memberi pujian.
4) Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan bahwa ketuntasan belum mencapai target, maka peneliti akan mencoba siklus ketiga untuk memperbaiki kekurangan pada siklus kedua.
c. Siklus III
1) Perencanaan
Langkah-langkah tindakan Siklus III adalah sebagai berikut : a) Guru memberikan penjelasan tentang materi yang dipelajari
b) Guru membentuk beberapa kelompok heterogen yang terdiri dari 6 kelompok terdiri dari 5 orang siswa yang memiliki tingkat
kepandaian berbeda.
c) Guru memberikan LKS untuk didiskusikan dalam kelompok
2) Pelaksanaan
Pelaksanaan tindakan III ini didasarkan pada kekurangan dan kelemahan dalam tindakan II dan dilaksanakan dalam 2 x pertemuan, masing-masing pertemuan 2 x 35 menit dari tanggal 3 – 4 Februari 2014. Materi pokok pada siklus ketiga ini adalah Mengurangkan bilangan bulat. Berdasarkan refleksi yang di dapat dari siklus II, maka pada siklus ketiga ini peneliti akan lebih meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan materi melalui perapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, peneliti juga akan membimbing siswa yang masih mengalami kesulitan, sehingga mereka dapat menyelesaikan LKS sesuai dengan waktu yang ditentukan. Pada siklus ketiga ini peneliti melakukan pemberian materi, pengenalan model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan menjelaskan prosedur pembelajaran yang akan dilaksanakan. Tindakan yang dilaksanakan pada setiap pertemuan adalah sebagai berikut:
a) Pada pertemuan pertama, peneliti melihat keadaan kelas, melihat kesiapan siswa dalam menerima pelajaran. Dalam melaksanakan proses pembelajaran masing-masing siswa diberi LKS dan mengerjakan secara berkelompok. Siswa aktif berdiskusi dalam
kelompoknya. Satu persatu perwakilan siswa maju kedepan sesuai dengan nomor kepalanya yang dipanggil oleh guru.
Dengan bimbingan guru siswa menarik kesimpulan dari materi pelajaran pada pertemuan ini. Peneliti memberi PR kepada siswa berupa tugas-tugas yang masih berkaitan dengan materi agar siswa lebih memahami materi pelajaran.
b) Pada pertemuan kedua, peneliti mereview PR siswa. Kemudian peneliti kembali melihat kesiapan siswa dalam menerima pelajaran. Pada saat pembelajaran sebelumnya ada siswa yang kurang aktif dalam menjawab pertanyaan yang ada di LKS.
Tenyata pada pertemuan kedua ini siswa mulai aktif mengemukakan pendapatnya pada saat diskusi kelompok dalam menjawab pertanyaan yang ada di LKS. Pada akhir pertemuan kedua ini peneliti memberikan PR kepada siswa, agar materi ini betul-betul lebih dipahaminya. Peneliti mengadakan tes siklus ketiga untuk melihat sampai sejauh mana keberhasilan tindakan- tindakan yang telah dilakukan pada siklus ketiga ini. Soal tes beserta kunci jawabannya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 15
Nilai Hasil Belajar Siswa Siklus III
NO NAMA NILAI
SIKLUS III
KKM : 65,00 KETUNTASAN
1 Ahmad Bukhori 80 Tuntas
2 Cahaya Rawas Kina 70 Tuntas
3 Dede Saputra 65 Tuntas
4 Dwi Septi Rusmarini 100 Tuntas
5 Dimas Nandika 100 Tuntas
6 Farhan Sutomi 75 Tuntas
7 Intan Suci 75 Tuntas
8 Jaya Dri Purnomo 65 Tuntas
9 Johan 70 Tuntas
10 Luthfi Andrian Romadhon 90 Tuntas
11 M.Ferlin 85 Tuntas
12 M.Ilham 80 Tuntas
13 M.Taufik Yusni 100 Tuntas
14 M.Wahyu Khoiruddin 70 Tuntas
15 M.Putra Ramakasih 65 Tuntas
16 M.Syaidina Akbar 70 Tuntas
17 M.Wahyu Pratomo 65 Tuntas
18 Nurul Amaliyah 75 Tuntas
19 Rio Septian 80 Tuntas
20 Rimbi Azlin 70 Tuntas
21 Rizki Putri Utami 75 Tuntas
22 R.M.Riko 70 Tuntas
23 Shintya Dewi 80 Tuntas
24 Widia Rahmania 80 Tuntas
25 Yolanda Salsabila 65 Tuntas
26 Amanda Putri Nurrahma 100 Tuntas
27 Raihan Hfidz 70 Tuntas
28 Ahmad Dylon 75 Tuntas
29 M.Habibillah 65 Tuntas
30 Baydowi Arief 65 Tuntas
Jumlah Nilai 2295
Rata- rata 76,50
Ketuntasan:Nilai KKM :65,00 100.%
Nilai rata-rata pada tabel di atas di dapat dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Mx = Σx N Mx = 2295 30
Mx = 76,50
Sementara persentase ketuntasan belajar diperoleh dari rumus : P = F x 100%
N P = 30 x 100%
30 P = 100%
Dari tabel di atas diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa adalah 84 dengan kategori penilaian adalah baik, dan dari 30 siswa, yang telah tuntas belajar ada 29 siswa dan 1 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Secara klasikal ketuntasan belajar telah tercapai
yakni sebesar 100%. Persentase ini melebihi dari batas ketuntasan minimal yang ditetapkan. Hasil pada siklus III ini lebih baik dari siklus II. Peningkatan ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran NHT sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang diberikan.
Sedangkan persentase hasil belajar pada siklus III adalah sebagai berikut
Tabel 16
Persentase Hasil Belajar Siswa Siklus III
No. Interval nilai Jumlah siswa persentase Kategori penilaian
1 85-100 6 20% Sangat Baik
2 75-84 10 33,33% Baik
3 65-74 14 46,67% Cukup
4 55-64 0 0% Kurang
5 0-54 0 0% Sangat kurang
3) Observasi
Pada tahap ini dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Pada penelitian ini diobservasikan yaitu pelaksanaan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa.
Tabel 17
Nilai Pengamatan Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Di kelas IV MI Tarbiyah Islamiyah Palembang Dalam Siklus III
No
. Indikator/deskriptor
Jumlah aktifitas yang
muncul % rata- Pert1 Pert2 rata
1 Memperhatikan uraian guru 28 28 93,33%
2 Mampu bekerja sama dalam kelompok 26 28 90%
3 Mampu mengerjakan tugas yang diberikan
26 28 90%
4 Berani bertanya 28 28 93,33%
5 Berani menjawab pertanyaan guru 28 28 93,33%
Pada tabel di atas dapat dijelaskan bahwa tingkat keaktifan siswa dalam proses pembelajaran pada siklus III sudah menunjukkan peningkatan yang baik. Semua indikator penilaian mengalami kenaikan dan mencapai diatas 90%. Hal ini disebabkan pada siklus III guru sudah menerapkan langkah-langkah pembelajaran secara berencana dengan tepat.
Tabel 18
Data Hasil Observasi Terhadap Guru Selama Pembelajaran Matematika Di Kelas IV MI Tarbiyah Islamiyah Palembang No
. Aspek Pengamatan Keaktifan
Ya Tidak
1 Membuat RPP √
2 Melakukan Appersepsi sebelum memulai pelajaran
√
3 Menjelaskan tujuan pembelajaran √
4 Menjelaskan materi pelajaran dengan
menerapkan model pembelajaran √
5 Membentuk kelompok kerja siswa √
6 Memberikan kesempatan siswa untuk bertanya √
7 Menanggapi pertanyaan siswa √
8 Mmberikan evaluasi √
9 Membimbing siswa menyimpulkan pelajaran √ 10 Guru memberikan pujian kepada siswa √
Pada tabel diatas dijelaskan bahwa pada siklus III keaktifan guru selama pembelajaran pada siklus III sudah sangat baik, guru menyiapkan RPP, melakukan appersepsi, menjelaskan tujuan pembelajaran, menerapkan model pembelajaran, membentuk kelompok kerja siswa, memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya, menanggapi pertanyaan siswa, menyimpulkan materi, memberikan evaluasi dan memberi pujian.
4) Refleksi
Berdasarkan hasil pengamatan bahwa nilai sudah mencapai target, ini dikarenakan adanya perubahan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yang memfokuskan pada kelompok kerja siswa yang heterogen sehingga siswa dengan model ini merasa leluasa bertanya, mengembangkan aktifitas mereka tanpa ada rasa malu dan takut untuk saling bertanya dan tukar pendapat.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Pembahasan hasil penelitian ini difokuskan pada perolehan nilai yang telah dicapai oleh siswa berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada siswa baik penilaian perilaku selama mengikuti proses pembelajaran maupun
aspek pengamatan pemahaman materi pelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT, sedangkan aspek yang diamati meliputi aspek pemahaman materi.
Pada pengamatan keadaan awal dapat digambarkan bahwa kemampuan anak masih rendah. Hal ini tentunya sangat erat hubungannya dengan tindakan guru dalam proses belajar mengajar di kelas.
Pada siklus I dapat dijelaskan bahwa peningkatan pemahaman siswa dapat terlihat. Hal ini tentunya dimulai dari tindakan guru terhadap proses pembelajaran pada siklus I yang menjelaskan dan membimbing siswa untuk dapat memahami materi. Hasil dari data penilaian anak pada siklus I menurun dari 30% menjadi 23,33%, sedangkan pada siklus II dapat dijelaskan bahwa proses tindakan perubahan oleh guru telah dapat meningkatkan pemahaman anak dalam pelajaran matematika dengan sangat baik yakni meningkat menjadi 50%. Pada siklus III persentase ketuntasan meningkat menjadi 100%. Dimana hasil data penilaian ,menunjukkan bahwa seluruh siswa telah mampu mencapai ketuntasan.
Tabel 19
Data Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar Siswa Pada Pra Siklus, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III No Nama Siswa
Nilai Hasil belajar
Keterangan Pra
Siklus
Siklus I
Siklu s II
Siklus III
1 Ahmad Bukhori 25 45 60 80 Tuntas
2 Cahaya Rawas
Kina 40 45 55 70 Tuntas
3 Dede Saputra 20 25 50 65 Tuntas
4 Dwi Septi
Rusmarini 100 100 90 100 Tuntas
5 Dimas Nandika 80 90 100 100 Tuntas
6 Farhan Sutomi 70 50 60 75 Tuntas
7 Intan Suci 20 50 65 75 Tuntas
8 Jaya Dri
Purnomo 20 25 40 65 Tuntas
9 Johan 60 65 70 70 Tuntas
10 Luthfi Andrian
Romadhon 100 75 80 90 Tuntas
11 M.Ferlin 100 80 75 85 Tuntas
12 M.Ilham 65 65 75 80 untas
13 M.Taufik Yusni 100 70 100 100 Tuntas
14 M.Wahyu
Khoiruddin 25 40 60 70 Tuntas
15 M.Putra
Ramakasih 15 30 50 65 Tuntas
16 M.Syaidina Akbar 60 50 65 70 Tuntas
17 M.Wahyu
Pratomo 20 40 50 65 Tuntas
18 Nurul Amaliyah 20 50 65 75 Tuntas
19 Rio Septian 40 55 65 80 Tuntas
20 Rimbi Azlin 30 40 50 70 Tuntas
21 Rizki Putri Utami 20 50 65 75 Tuntas
22 R.M.Riko 20 45 50 70 Tuntas
23 Shintya Dewi 65 30 60 80 Tuntas
24 Widia Rahmania 100 60 75 80 Tuntas
25 Yolanda
Salsabila 15 25 40 65 Tuntas
26 Amanda Putri
Nurrahma 25 50 70 100 Tuntas
27 Raihan Hfidz 20 40 65 70 Tuntas
28 Ahmad Dylon 15 45 60 75 Tuntas
29 M.Habibillah 20 30 50 65 Tuntas
30 Baydowi Arief 10 25 40 65 Tuntas
Jumlah 1310 1490 1900 2295
Rata-rata 43,67 49,67 63,33 76,50 Persentase ketuntasan 30.% 23,33.% 50.% 100%
Dari penjelasan rekapitulasi nilai pada tabel di atas maka peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa sebelum tindakan siklus I ,Siklus II, dan siklus III, hasil pengamatan menunjukkan bahwa keadaan pemahaman siswa dalam pembelajaran masih kurang. Jika dibandingkan setelah dilakukan tindakan siklus I ,Siklus II apalagi setelah siklus III. Terlihat pada tabel di atas nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus hanya 43,67 meningkat pada siklus I menjadi 49,67, meningkat lagi pada siklus II menjadi 63,33 dan meningkat lagi pada siklus III menjadi 76,50. Begitu juga persentase ketuntasan yang pada pra siklus hanya mencapai 30% menurun pada siklus I menjadi 23,33%, namun pada siklus II meningkat menjadi 50% dan pada siklus III meningkat mencapai 100%.
Berdasarkan data tabel di atas maka dapat di gambarkan dalam grafik berikut :
Grafik 1
Rekapitulasi Nilai Rata-rata Hasil Belajar Siswa Pada Pra Siklus, Siklus I, dan Siklus II
Pra Siklus Siklus I Siklus II Siklus III 0
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Nilai Rata-rata Column1
Dari grafik di atas dapat kita lihat bahwa nilai rata-rata hasil belajar dan persentase ketuntasan belajar selalu meningkat dalam tiap siklusnya. Ini menandakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang peneliti terapkan telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa.
Dari hasil observasi yang peneliti lakukan pada siswa kelas IV MI Tarbiyah Islamiyah Palembang yang diajarkan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada siklus I didapat indikator yang paling banyak muncul yaitu berani bertanya dengan 59,44% dan indikator yang paling sedikit muncul yaitu mampu bekerjasama dalam kelompok. Hal ini menandakan bahwa dalam siklus I siswa belum terbiasa bekerja dalam kelompok, sehingga siswa masih bingung bagaimana cara bekerjasama
dalam kelompok. Pada siklus II indikator yang paling banyak muncul yaitu berani bertanya mencapai 90%. Dan indikator yang paling sedikit muncul yaitu mampu bekerjasama dalam kelompok yakni 80,56%. Namun walaupun demikian angka persentase terlaksananya aktivitas mampu bekerjasam dalam kelompok ini telah menunjukkan persentase yang tinggi. Artinya siswa sudah dapat menenempatkan dirinya pada kelompoknya. Pada siklus III semua indikator yang diamati meningkat, semuanya melebihi 90%.
Sementara itu untuk hasil observasi terhadap guru selama proses pembelajaran yang didapat dari observer, bahwa pada siklus I guru belum menjelaskan tujuan pembelajaran, belum memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan belum menanggapi pertanyaan siswa. Namun pada siklus II guru telah melakukan sepuluh aspek pengamatan yang dilakukan observer. Ini berarti guru telah meningkatkan keaktifannya dalam mengajar.
Begitu juga pada siklus III. Semua aspek pengamatan telah dilakukan dengan baik.
Jadi dari hasil analisis mengenai data hasil belajar dan data observasi siswa dalam penelitian ini, maka pembelajaran Matematika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat digunakan sebagai alternatif pelaksanaan pembelajaran.