• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

34

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Desain Implementasi Hardware

Konverter buck-boost dua arah ini diteliti dan disimulasikan menggunakan perangkat lunak Power Simulator. Setelah disimulasikan, simulasi rangkaian dari Gambar 3.6 diimplementasikan ke dalam perangkat keras untuk membuktikan apakah simulasi berjalan dengan baik setelah menjadi perangkat keras, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.1 menunjukkan implementasi perangkat keras. Parameter simulasi dan perangkat keras dapat dilihat pada Tabel 3.1 pada perangkat keras yang telah diimplementasikan untuk mengontrol atau memprogram perangkat keras menggunakan STM32F407VET6. Sensor arus mendeteksi arus dari beban, PV, dan konverter pada baterai menggunakan sensor arus HX-10P.

Peralihan PWM dihasilkan oleh driver IRFP350 yang mengendalikan saklar daya.

E E/2 0 V o lta g e B efo re

Fil te r

Carrier 1Carrier 2 1 00

5 0 2 5 0 7 5 S1

S4

Battery GRID DC

LOAD PV

Filter

Multilevel DC- DC Converter

Gambar 4. 1 Hardware Konverter Bidirectional DC-DC

(2)

35

4.2 Perbandingan Hasil Simulasi dan Hardware

Tampak pada Gambar 4.2 menunjukkan arus dari sumber PV lebih rendah dari arus pada beban. Oleh karena itu, konverter bekerja dalam mode uang. Pada kondisi ini, arus probe pada osiloskop berada pada x10. Arus berdasarkan simulasi pada beban adalah 4,75 A, arus pada penyeimbang adalah 4,25 A, dan arus dari sumber PV adalah 0,5 A. Arus berdasarkan perangkat keras pada beban adalah 1,75 A, arus pada penyeimbang adalah 1,25 A, dan arus dari sumber PV adalah 0,5 A. Kondisi ini dapat diamati pada persamaan (2) dengan konverter buck mode.

Ketika arus yang dibangkitkan oleh sumber PV lebih besar dari pada beban, konverter bekerja di sini dalam mode boost, terlihat pada Gambar 4.3. Oleh karena itu, dapat dirumuskan sebagai persamaan (2) ketika arus yang dibangkitkan oleh sumber PV lebih besar dari pada beban, konverter bekerja dalam mode boost. Arus berdasarkan simulasi pada beban adalah 5 A, arus pada penyeimbang adalah -1 A, dan arus dari sumber PV adalah 6 A. Arus berdasarkan perangkat keras pada beban adalah 1,75 A, arus pada penyeimbang adalah -1,25 A, dan arus dari sumber PV adalah 3 A. Kondisi ini dapat diamati sama seperti persamaan (1). Pada kondisi ini, arus pada penyeimbang adalah negatif karena penyeimbang menerima arus untuk mengisi baterai.

Gambar 4.4 adalah keadaan dimana PV dan arus beban adalah sama.

Konverter menghasilkan arus nol atau tidak berfungsi. Berdasarkan simulasi, beban adalah 5 A, arus pada penyeimbang adalah 0 A, dan arus

(3)

36

dari sumber PV adalah 5 A. Arus berdasarkan perangkat keras pada beban adalah 1,75 A, arus pada penyeimbang adalah 0 A, dan arus dari sumber PV adalah 1,75 A. Kondisi ini dapat diamati dalam persamaan (3-4), yang disebut kondisi keseimbangan.

I Balancer I Load

I PV

(a) (b)

Gambar 4. 2 Kondisi gelombang pada saat mode buck: (a) simulasi, (b) hardware.

I Balancer I Load I PV

(a) (b)

Gambar 4. 3 Kondisi gelombang pada saat mode boost: (a) simulasi, (b) hardware.

(4)

37

I Balancer I Load I PV

(a) (b)

Gambar 4. 4 Kondisi Gelombang Arus pada saat balance: (a) simulasi, (b) hardwa

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan koefesien penyerapan tertinggi yang dimilikinya dengan menggunakan persamaan seperti pada data terlampir, hanya mampu mencapai 0,0547 atau mampu

Standar Kompetensi : Memecahkan masalah yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan pertidaksamaan satu variabel Kompetensi Dasar : Menyelesaikan sistem persamaan

SAK ETAP BAB 5 dan BAB 6 mengatur pos-pos minimal yang harus dipaparkan oleh entitas dalam menyusun Laporan Laba Rugi dan Saldo Laba yaitu pendapatan, beban keuangan,

Kenaikkan nilai Total Acid Number sebanding dengan kenaikkan potesial dari sensor PIR-PV seperti yang ditunjukkan pada Gambar 4.17. Garis merah menunjukkan kenaikan

Roem (1989) memaparkan dari salah satu teorinya diatas yang berisi “peran ganda sebagai subtitusi,karena terpaksa” menurutnya adalah.. perempuan bekerja karena terpaksa

Berdasarkan gaya pembangkit gelombang yang terbentuk di lokasi penelitian, dikategorikan sebagai gelombang yang dibangkitkan oleh angin karena memiliki periode gelombang

“Sekitar tiga tahun R bekerja dan memiliki banyak pengalaman dalam perusahaan X tersebut tapi setelah R mendapat tawaran oleh temannya untuk ikut bergabung dalam

Yogyakarta dikarenakan kabur dari rumahnya. Di usia 18 tahun W4 bekerja di Malaysia bersama kakaknya, W4 bekerja disebuah pabrik kemudian sampai menemukan komunitas waria