• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

MV. Kutai Raya Dua adalah sebuah kapal general cargo yang bermuatan log ini milik perusahaan PT. Kutai Timber Indonesia yang beralamatkan di kota Probolinggo yang bersebelahan langsung dengan pelabuhan tanjung tembaga baru probolinggo. Kapal MV. Kutai Raya Dua memiliki Panjang Kapal / Length Over All (LOA) 107,33 Meter dan lebar kapal 17,60 Meter ini terdapat dua palka yang dilengkapi dengan 4 derek, dari masing masing derek mempunyai beberapa bagian diantaranya adalah winch, blok, wire rope, dan hook. derek tersebut mempunyai boom atau lengan sepanjang 20 meter dan mampu mengangkat beban hingga 17 ton dan derek tesebut degerakkan oleh mesin yaitu winch yang digerakkan dengan menggunakan tenaga hidrolik.

Gambar 4.1 MV KUTAI RAYA DUA

(2)

Gambar 4.2 Winch Kapal MV. Kutai Raya Dua

Sumber: MV. Kutai Raya Dua

Gambar 4.3 Block derek MV. Kutai Raya Dua

(3)

B. HASIL PENELITIAN

1. Penyajian Data

a. Hasil Observasi di MV. Kutai Raya Dua 1) Peralatan Keselamatan

Sebelum melaksanakan perawatan alat bongkar muat yang harus di perhatikan adalah persiapan dan alat-alat yang akan digunakan. Hal ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan sesuai dengan prosedur. Untuk memperlancar perawatan maka harus di dukung dengan peralatan yang baik.

Comtohnya:

a) Kacamata b) Safety Helmet c) Safety Shoes d) Gloves

e) Buff (masker wajah)

2) Persiapan Crew

Dalam mempersiapkan peralatan yang akan dibawa pada saat proses perawatan alat bongkar muat, tentunya persiapan dan kesiapan awak kapal juga sangat berpengaruh. Di tempat taruna praktek layar akan dibagi kerjanya agar lebih cepat selesai.

(4)

b. Hasil Wawancara

Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh penulis, informasi yang didapat dari para informan di atas kapal sehubungan dengan perawatan alat bongkar muat. Beberapa informasi di uraikan sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil Wawancara

No. Pertanyaan

Informan

Jawaban C/O Bosun Mualim

Jaga

1. Sudahkah Perawatan sudah

sesuaikah dilaksanakan

perawatan alat Sudah Sudah Sudah

dengan baik dan

bongar muat? benar.

2. Pernahkah wire Wire rantas dan

dari crane wire keluar tak

mengalami

Pernah Pernah Pernah beraturan ketika

masalah atau menggulung di

kerusakan? winch

3. Berapa lama -Lama penggunaan

penggunaan saat muat start dari

derk saat jam 08.00-12.00,

melaksanakan 13.00-17.00, 18.00-

proses bongkar 22.00 selama

muat? kurang lebih 4 hari

-Saat bongkar

(5)

digunkan mulai jam 06.00-14.00 selama kurang lebihh 3 hari 4. Alat yang Lengkap Lengkap Lengkap Alat-alat yang ada

digunakan disini sudah lengkap

apakah sudah sesuai dengan jenis

lengkap? pekerjaannya

Adapun uaraian dari masalah setelah maleksanakan wawancara 1. Sudah sesuaikah perawatan alat bongkar muat?

Untuk perawatan alat bongkar muat sendiri dicek kelayakannya disaat akan proses bongkar muat akan dilaksanakan, perawatan alat bongkar muat di rawat secara berkala dan untuk perawatan alat bongkar muat dibagian winch itu sendiri dibagi menjadi 2 yaitu perawat yang dilaksanakan bagian deck dan mesin. Bagian deck merawat meliputi pemberian grease pada setiap block yang terpasang di crane, melumasi grease di wire yang digunakan, dan untuk orang bagian mesin mengganti oli dan melumasi gear dengan compon.

2. Pernahkah wire dari crane mengalami masalah atau kerusakan?

Rusaknya wire yaitu rantas atau serabut dari wire wire kecil keluar tak beraturan dan untuk menangani solusi wire rantas di putar balik jadi yang rantas dibalik berada digulungan dan yang digulungan jadi yang utama, ketika wire sudah tidak bisa digunakan

(6)

lagi harus mengganti dengan wire yang baru. Dan untuk wire yang terlilit pada saat menggulung di lakukan perbaikan dengan mengarea wire sampai pada wire yang menggulung tak beraturan di pasangi stoper agar bisa kencang dan mudah untuk di tata dengan menghib up secara perlahan.

c. Hasil dokumentasi

Data dokumentasi di kapal didapat pada saat taruna setelah melaksanakan kegiatan labuh jangkar dengan memotret dengan kamera smartphone penulis. Terdapat block yang berkrat dan harus diganti, untuk data gambar dokumentasi penulis lampirkan di halaman lampiran.

(7)

2. Analisis Data

Berdasarkan data yang telah disajikan terdapat beberapa masalah dan ruang lingkup yang terjadi pada saat proses bongkar muat di MV.

Kutai Raya Dua:

a. disaat melaksanakan proses bongkar muat seringnya wire terlilit yang akan lama kelamaan adaya gesekan dan kemungkinan wire putus.

b. Kualitas dari wire cukup mempengaruhi untuk kekuatan dan mempuunyai masa pakai yang tidak cukup lama dikarenakan bila kualitas wire yang di dapat bagus sehingga akan menyebabkan wire mudah rantas dan wire akan mengalami putus.

(8)

C. PEMBAHASAN

Berdasarkan rumusan masalah tentang bagaimana cara perawatan alat bongkar muat yang dilaksanakan di MV. Kutai Raya Dua sebagai berikut:

1. Bagian Bagian Yang Dirawat a. Winch

b. Block c. wire

2. Peralatan Dan bahan merawat a. Grease

b. Compound c. Pump Grease d. Nipple

Adapun cara perawatannya sebagai berikut:

1. winch

Untuk bagian mrawat winch terbagi menjadi dua bagian yaitu perawatan yang dilaksanakan orang deck dan mesin. perawatan orang deck melipui pemberian grease yang menggunakan alat dengan nama pump grease guna untuk bisa melumasi bagian bagian dalam winch yang tidak bisa dengan tangan, dan pemeberian grease pada winch rutin dilakukan secara berkala dengan kurun waktu satu bulan sekali dan sesekali setiap proses bongkar muat di laksanakan winch di cek kelayakannya. utntuk perawatan yang dikerjakan orang mesin yaitu memberi compound pada gear yang berada pada winch sesekali mengecek dan memompa oli.

(9)

2. Block

Perawatan pada block cukup dengan memberikan grease setiap bulannya dan akan diganti bila kondisi sudah tidak untuk layak dipakai kembali. pemberian grease pada block sama seperti pmberian grease pada winch dengan menggunakan pump grease. dan pada waktu tertentu semasa saya ikut kerja harian bersama bosun dan kelasi block dibongkar dibersihkan dan diperbaiki agar memiliki fungsi bisa normal kembali. dan untuk penggantiaan top block atau block yang berada diatas diganti 1 tahun sekali. Gambar checklist maintenance tahun terlampir.

3. Wire

Wire sendiri dirawat dengan kurun waktu 2 miggu sekali, perawatan pada wire ini dilumasi dengan grease agar tidak mudah berkarat dan memperlancar gerak dri wire sendiri saat berjalan pada block tersebut, apabila selama penggunaan derek dan saat tu rantas maka akan di balik dengan yang berada di gulungan winch dan yang digulungan winch akan di gunakan sebagai yang utama jika semunya semua bagian wire rantas akan diganti dengan wire yang baru.

Gambar cheklist terlampir

(10)

BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN

Bongkar muat adalah kegiatan yang pada umumnya dilaksanakan oleh seluruh kapal untuk itu perawatan dan pemeliharaan di MV.Kutai Raya Dua berjalan dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan salama ada di kapal, derek yang bertugas untuk membantu proses bongkar muat laak untuk dipakai atau digunakan

1. Winch

Dirawat dengan kurun waktu sebulan sekali secara berkala dan perawatan pada winch di bagi enjadi dua orang deck dan orang mesin. Orang deck meliputi melumasi pada mesin winch dan orag mesin pemberian copound pada gear

2. Block

Dirawat dan diganti bila kondisi harus diganti diraat dengan memberikan grease setiap 1 bulan sekali dan dicek kelayakannya.

3. Wire

Dicek apabila ada yang rantas harus diganti atau ujung lainnya bias digunakan akan diputar.

B. SARAN

Setelah penulis melakukan pengamatan dan pembahasan mengenai perawatan alat bongkar muat di MV Kutai Raya Duaa maka penulis akan memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi

(11)

pembaca dan pihak-pihak yang bersangkutan. Adapun saran-saran sebagai berikut :

1. Untuk perawatan derek atau alat bongkar muat terutama perlu melaksanakan inspeksi rutin setiap 1 minggu sekali agar kondisinya tetap terkontrol

2. Perhatikan keadaan alat bongkar muat pastikan aman Semoga saran diatas bisa diterima dan dapat diterapkan di kapal

Referensi

Dokumen terkait

Dari ketiga jenis CNT yang dideposisi dengan tegangan hot wire berbeda, dihasilkan CNT terbaik pada tegangan hot wire 2,6 V dikarenakan posisi intensitas tertinggi