• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV - Unika Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB IV - Unika Repository"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

64 BAB IV

PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, kemudian dapat disimpulkan bahwa:

1. Pelaksanaan kewenangan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah dalam mencegah peredaran dan penggunaan narkotika di kalangan remaja kota semarang yaitu dengan melaksanakan program pembinaan, bimbingan dan konseling di kalangan remaja, aksi anti penyalahgunaan narkotika, pengarahan tentang rincian narkotika, edukasi dan training golongan setingkat serta mengawal dan mengatur produksi serta distribusi narkotika di masyarakat.

2. Hambatan yang dialami oleh BNNP serta jajarannya melakukan pengawasan dan pemberantasan sehingga narkotika dan bahan pembuatnya tidak beredar sembarangan di dalam masyarakat namun melihat keterbatasan jumlah dan kemampuan petugas, program ini masih belum dapat berjalan optimal disebabkan kurangnya anggaran BNNP yang diperoleh dari tahun ke tahun. BNNP Semarang merasa kurang adanya dukungan dari pemerintah sehingga adanya kewenangan yang tidak maksimal dalam praktiknya dalam mewujudkan Indonesia bebas dari Narkotika

(2)

65 B. Saran

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, penulis bertujuan untuk memberikan saran yang semoga bermanfaat untuk instansi, yaitu sebagai berikut :

1. Perlu adanya penyusunan perubahan undang-undang narkotika untuk memperkuat landasan hukumnya untuk upaya pemberantasan, pencegahan, penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan prekursor.

2. Adanya keseriusan pemerintah dalam menangani narkotika bahwa narkotika merupakan kejahatan serius dengan adanya pemberian anggaran yang mumpuni serta sarana dan prasarana yang memadai guna menciptakan Indonesia bebas Narkoba.

3. Perlindungan terhadap pengguna narkotika yang ingin direhabilitasi agar kedepannya pengguna tersebut tidak hanya diberikan efek jera terhadap narkotika melainkan ikut mengkampanyekan Anti Narkoba

4. Memperbanyak jumlah anggota dalam pemberantasan narkotika, oleh sebab itu jumlah anggota hampir selalu dikeluhkan oleh instansi yang terkait dalam hal kepolisian dan BNN Semarang. Dengan kurangnya personil mereka, membuat mereka kewalahan dalam menangani kasus narkotika yang ada.

5. Melengkapi alat-alat/sarana dan prasarana bagi kepolisian dan BNN untuk dapat dengan mudah mengidentifikasi suatu kasus yang ada.

6. Memperbanyak memberikan informasi/penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya menggunakan narkoba.

(3)

66 7. Membuat proposal anggaran yang sesuai agar performa dalam pencegahan,

pemberantasan dan rehabilitasi semakin optimal

Referensi

Dokumen terkait

Dengan sistem administrasi kepegawaian Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah catatan laporan mutasi dan kenaikan pangkat pegawai dapat dilihat pada sistem

Di Lampung terdapat Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung dengan tugas melakukan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba

peredaran narkotika, alkohol, psikotropika, zat adiktif dan kenakalan remaja serta guna pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2007 tentang Badan Narkotika Nasional, Badan

Badan Narkotika Nasional, 2011, Jurnal Data Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba , BNN, Jakarta.. Badan Narkotika Nasional, 2011,

16 Menurut Bapak Susanto bagian dari Pemberdayaan Masyarakat di Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Sanksi yang diberikan kepada Orang tua atau wali pecandu

Kota Semarang adalah ibu kota dari provinsi Jawa Tengah, sekaligus merupakan kota Metropolitan terbesar kelima di Indonesia. Secara geografis, kota Semarang terbagi

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas penanggulangan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Badan Narkotika Nasional

Para birokrat garis depan Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah melakukan kepatuhan pengawasan tahanan sesuai dengan peraturan yaitu Peraturan Kepala BNN RI Nomor 6 Tahun 2016