• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB IV"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

3 Arsip Laporan Perkara Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, Laporan Perkara Permohonan, Pengadilan Agama Sidenreng Rappang. Kasus pembatalan perkawinan seperti tabel di atas, menurut hasil wawancara dengan panitera Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, menurutnya demikian. Menurut statistik, perkembangan hukum perkawinan di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Perkembangan pembatalan undang-undang, seperti yang dikemukakan oleh salah satu hakim yaitu Bpk. Mukhtaruddin Bahrum menjelaskan perkembangan perkara permohonan pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang sebagai berikut. Permohonan cerai nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama Sidenreng Rappang pada 2019 lalu dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Namun permohonan cerai yang diajukan ke Pengadilan Agama Sidenreng Rappang lebih banyak karena pengaruh budaya, orang tua sangat menginginkan anaknya menikah lebih awal.

Dilakukannya pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang karena adanya kekhawatiran pencemaran nama baik, kekhawatiran orang tua terhadap anaknya yang sudah lama berpacaran dan sering berkumpul, sehingga khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebelum memutus perkara yang diajukan ke Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, hakim wajib meneliti, mengikuti dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang ada di masyarakat, terutama fakta-fakta yang terjadi dan berkaitan dengan permohonan pembubaran. pernikahan. Sementara karena alasan hukum, Hakim Pengadilan Agama Sidenreng Rappang tetap mengacu pada Pasal dan 17 Perma Nomor 5 Tahun 2019 dalam memutus pengecualian untuk menikah.”20.

Untuk urusan dispensasi nikah, sebagian besar permohonan di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang akan dikabulkan karena hakim mempunyai pertimbangan yang kuat dalam mengabulkan permohonan tersebut.

Tabel  2.  Jumlah  Perkara  Dispensasi  Kawin  di  Pengadilan  Agama  Sidenreng Rappang
Tabel 2. Jumlah Perkara Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang

لحاصلما بلج ىلع مدقم دسافلما ءرد

Analisa Faktor-faktor yang melatarbelakangi diajukannya permohonan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang

  • Faktor Budaya
  • Faktor Ekonomi dan Faktor Pendidikan
  • Faktor Lingkungan
  • Faktor Hamil Diluar Perkawinan

Dari banyaknya permohonan dispensasi nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, terlihat bahwa setiap tahunnya permohonan dispensasi nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, khususnya pada tahun 2019, terdapat 224 permohonan dispensasi nikah yang diajukan. Dengan demikian, hakim akan menanyakan dalam proses persidangan apa alasan pengajuan gugatan cerai di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang pada tahun 2019. Permohonan cerai yang terjadi di kawasan Sidenreng Rappang sangat kuat dipengaruhi oleh budaya daerah Bugis, yaitu, adanya prinsip, kepercayaan atau pemahaman masyarakat bahwa jika seorang gadis melamar/melamar, itu adalah sebuah kebahagiaan, sebuah berkah.

Kasus ini merupakan salah satu kasus permohonan nikah terkini yang menjadi perbincangan dan menjadi pusat perhatian wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang, karena mengawinkan perkawinan yang perempuan tersebut berusia 13 (tiga belas) tahun 10 tahun. berumur beberapa bulan. , dengan calon suami berusia 41 (empat puluh satu) tahun. Namun Saharuddin bersabar dan terus menunggu hingga keputusan permohonan perceraiannya akhirnya diterima dan pemohon Ny. Cica Ibrahim kembali mengajukan permohonan perceraian pada tahun ini dengan nomor perkara: 45/Pdt.P/ 2021. /TIDAK. Meningkatnya angka perkawinan baru dan permohonan pembebasan di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan oleh rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat, buruknya kondisi perekonomian masyarakat menyebabkan orang tua tidak dapat menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi. pendidikan, para orang tua beranggapan bahwa mengawinkan anaknya adalah solusi untuk meringankan beban hidup berkeluarga, oleh karena itu para pemohon (orang tua) menikahkan anaknya padahal hal tersebut tidak diperbolehkan menurut peraturan perundang-undangan, sehingga pihak orang tua meminta pengecualian. Pengadilan setelah menerima penolakan dari KUA setempat.

Dalam perkara permohonan dispensasi nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, salah satu faktornya adalah orang tua selalu merasa khawatir terhadap anaknya. Dalam perkara permohonan dispensasi nikah yang diajukan di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, salah satu faktornya adalah orang tua selalu merasa khawatir terhadap anaknya karena lingkungan sosial yang tidak sehat. Akibat interaksi sosial di lingkungan anak mempengaruhi pola pikir dan pola hidup anak, hal ini terjadi pada permohonan dispensasi nikah nomor: 322/Pdt.P/2019/PA.

Hamil di luar nikah menjadi salah satu faktor pemicu diajukannya permohonan pengecualian nikah di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang. Hal ini tidak lepas dari pengaruh pengaruh lingkungan pergaulan bebas, karena dengan semakin majunya seseorang maka semakin mudah dalam menjalin suatu hubungan dan semakin bebasnya hubungan antar lawan jenis sehingga mengakibatkan terjadinya kehamilan diluar. Permohonan mengabulkan perkawinan di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang tergolong rendah, hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa hakim di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, berdasarkan pengalaman hakim saat mendengarkan permohonan mengabulkan perkawinan di beberapa Pengadilan Agama kemudian dibandingkan di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, antara lain. Perkara pengabulan tersebut terjadi di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, karena angka kehamilan di luar nikah sangat sedikit dibandingkan di Pengadilan Agama Kendari, Barru, Parepare.

“Hampir semua permohonan dispensasi nikah yang masuk karena adanya kehamilan, sedangkan di Sidenreng Rappang pengaruh budaya sangat kuat, karena keinginan orang tua yang ingin melihat anaknya cepat menikah, faktor ekonomi dan pendidikan.”30 . Jumlah permohonan dispensasi nikah karena hamil di luar nikah di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pengadilan agama tempat saya bekerja sebelumnya, termasuk Pengadilan Agama di Irian dan Jeneponto yang semuanya meminta dispensasi nikah. karena hamil di luar nikah, berbeda dengan kasus pengecualian karena menikah. Di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang faktor budaya Bugis mendominasi, antara lain karena faktor pendidikan dan pengaruh media sosial.” 31. Permohonan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, pengalaman di Sidenreng Rappang sangat jarang yang bertanya. tentang dispensasi nikah karena anaknya hamil di luar nikah. Hal ini berbeda dengan kasus di Pengadilan Agama yang sebelumnya ditempati oleh komunitas Sidenreng Rappang sangat dipengaruhi oleh budaya Bugis yaitu asas malu jika anaknya terlambat untuk menikah. menikah, sebaliknya dia akan sangat bahagia jika bisa melihat anaknya menikah atau mencari pasangan secepatnya." 32.

Faktor kehamilan di luar nikah yang terjadi dan menjadi alasan masyarakat Sidenreng Rappang meminta cerai nikah di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang, walaupun jumlahnya sedikit namun tidak dapat dipungkiri bahwa faktor tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya kehamilan di luar nikah. alasan perlunya undang-undang tersebut. pemberhentian di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang. Pertimbangan Hakim dan Dasar Hukum dalam Memutuskan Perceraian di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang.

Pertimbangan Hakim dan Dasar Hukum dalam Penetapan Putusan Dispensasi Kawin di Pengadilan Agama Sidenreng Rappang

  • Pengertian dan Dasar Pertimbangan Hukum

Perkara perceraian merupakan perkara perdata yang diajukan secara sukarela (permohonan), perkara sukarela mempunyai ciri-ciri yang membedakan dengan perkara contentios (gugatan). Permohonan cerai hendaknya disusun dengan memperhatikan ciri-ciri perkara sukarela tersebut di atas, baik dari segi identitas pihak, posita atau fundamentum petendi dan petitum petitum. Berdasarkan Pasal 6 angka (1) Perma nomor 5 Tahun 2019, pihak yang disebut sebagai pemohon atau pihak yang berhak mengajukan permohonan pembatalan dalam hal permohonan pembatalan adalah orang tua dari anak yang dimohonkan pembatalan secara sah.

Apabila orang tua bercerai, maka permohonan pembatalan perkawinan tetap diajukan oleh kedua orang tua atau oleh salah satu orang tua yang berdasarkan putusan pengadilan mempunyai hak asuh dan pengasuhan anak. Permohonan perceraian harus dijabarkan secara jelas, sistematis dan konsisten dalam pokok permohonan sebagai berikut. Setelah diundangkannya Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019, dalam mempertimbangkan hukum penetapan perceraian, hakim harus mempertimbangkan pokok-pokok hukum yang diatur dalam PERMA Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 5 Tahun 2019 yaitu.

Aturan yang juga harus dijadikan bahan analisis hakim dalam mempertimbangkan permohonan dispensasi perkawinan adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Ahmad Zaenal Fanani, S.HI., M.H., Dispensasi Perkawinan dalam Hukum Keluarga di Indonesia, Kajian Norma dan Praktek Hukum Acara Pasca Pengesahan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 dan Perma Nomor 5 Tahun 2019, (Surabaya: PTA Surabaya, 2019) h Namun, setelah berlakunya PERMA Nomor 5 pada tahun 2019, gugatan dispensasi nikah hanya disidangkan oleh hakim tunggal.

Dengan kondisi Pengadilan Agama Sidenreng Rappang yang mengadili perkara dispensasi nikah cukup besar, maka hakim dalam rangka penyidikan dan putusan dispensasi nikah terkadang mengabaikan beberapa syarat administrasi permohonan, seperti pemohon tidak menyertakan keterangan dari tenaga kesehatan, tidak ada bantuan atau informasi dari tim medis mengenai keadaan psikologi anak, tidak ada akibat dari putusan hakim yang berdampak besar terhadap kelangsungan hidup anak yang dimintakan dispensasi nikah. Dispensasi nikah mempunyai beberapa dampak negatif, pertama, suami istri yang menikah di bawah umur rawan perceraian.

Dari sekian banyak dampak negatif perceraian, ternyata hakim terkadang kurang memberikan perhatian sehingga tidak diperhitungkan dalam memutus permohonan cerai. Dalam mengambil keputusan, hakim hanya mempertimbangkan beberapa hal yaitu alasan prosedural yang berkaitan, pertama hakim akan memeriksa di persidangan apakah pemohon meminta cerai atau tidak. Kedua, mengenai alasan pengajuan permohonan pembatalan perkawinan, alasan-alasan pembatalan perkawinan tidak diatur dalam undang-undang, namun hakim harus menanyakan kepada anak dan orang tua tentang alasan mengajukan permohonan pembatalan perkawinan, apakah alasannya. untuk pembatalan perkawinan apakah anak dan orang tuanya dengan bukti-bukti yang ada sama atau tidak.

Dalam menetapkan dispensasi nikah, hakim Pengadilan Agama Sidenreng Rappang harus memeriksa keterangan dari bukti-bukti dan keterangan para saksi kemudian membandingkan keterangan para saksi tersebut dengan keterangan pemohon. adalah dua orang. Dan dengan memperhatikan pertimbangan hakim dalam perkara dispensasi nikah, maka majelis hakim akan mengutamakan atau mempertimbangkan kemaslahatan dan menghindari zina dan dosa yang lebih dalam.

Gambar

Tabel  2.  Jumlah  Perkara  Dispensasi  Kawin  di  Pengadilan  Agama  Sidenreng Rappang

Referensi

Dokumen terkait

The general policy of the lamb trading operation was to purchase store lambs in autumn at 35 kg liveweight, rotationally graze through winter and early spring and draft for slaughter at