• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

51 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian terdapat beberapa kesimpulan dalam Tugas Akhir ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Panjang antrian kendaraan dipengarui oleh volume lalu lintas yang tinggi serta panjang antrian yang tertinggi terjadi pada pukul 07.29 WIB pada Kereta Api BBM dengan panjang antrian kendaraan mencapai 127 meter untuk ruas Jalan Raya Waru Sedangkan untuk ruas Jalan Brigjen Katamso terjadi pada pukul 17.30 WIB pada Kereta Api Komuter dengan panjang antrian kendaraan mencapai 112 meter.

2. Tundaan yang terjadi akibat penutupan pintu perlintasan kereta api terjadi pada pukul 12.01 WIB pada Kereta Api Komuter dengan lama tundaan 1,47 menit, tundaan terkecil pada pukul 07.29 WIB pada Kereta Api BBM dengan lama tundaan 1,20 menit. Lamanya tundaan dipengaruhi oleh durasi penutupan pintu perlintasan Kereta Api dan volume lalu lintas

3. Level of service (LOS) pada saat penutupan pintu perlintasan kereta api yang terjadi pada ruas Jalan Raya Waru tingkatan LOS nya C sedangkan untuk ruas Jalan Brigjen Katamso tingkatan LOS B.Untuk Level Of Service (LOS) yang terjadi jika kondisi tidak ada penutupan pintu perlintasan kereta api untuk Jalan Raya Waru tingkat LOS nya B dan Jalan Brigjen Katamso tingkat LOS nya A.

5.2 Saran

Dari hasil penelitian dalam Tugas Akhir ini dapat disarankan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk studi kasus kemacetan yang sama dilokasi yang berbeda sehingga dapat diketahui nilai tundaan, panjang antrian serta dampak peringkat Level Of Service (LOS) kendaraan akibat penutupan pintu perlintasan kereta api.

2. Peneliti menyarankan untuk pelaksanaan survey minimal 3 hari pelaksanaan serta melibatkan minimal 6 orang.

3. Untuk tetap menjaga kondisi tingkat LOS B pada ruas Jalan Raya Waru dan tingkat LOS A pada ruas Jalan Brigjen Katamso peneliti menyarankan

(2)

52

untuk membuat alternatif jalan yaitu dengan membuat Flyover atau Underpass. Hal ini dilakukan agar perlintasan tersebut menjadi perlintasan tidak sebidang sehingga tidak menyebabkan tundaan serta panjang antrian kendaraan akibat penutupan pintu perlintasan Kereta Api pada ruas Jalan Raya Waru dan Jalan Brigjen Katamso.

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Lama Penutupan Pintu Perlintasan Kereta Api Terhadap Tundaan Dan Panjang Antrian Kendaraan (Studi kasus pada perlintasan kereta api di JPL No 24 Jl Raya Karangsono –

Saat kedatangan kereta api, dicatat durasi tundaan, dihitung perkiraan panjang antrian pada tundaan tersebut di pintu utara mauapun pintu selatan dengan menandai

Saat kedatangan kereta api, dicatat durasi tundaan, dihitung perkiraan panjang antrian pada tundaan tersebut di pintu utara mauapun pintu selatan dengan menandai

Diameter dalam paralon 8 centimeter Diameter luar paralon 9 centimeter Panjang paralon 30 centimeter Panjang pipa masuk 35 centimeter Panjang pipa keluar 6 centimeter

Tundaan dan Panjang Antrian kendaraan cukup panjang terlihat jelas pada saat penutupan pintu perlintasan kereta api di Kota Surakarta, seperti perlintasan Jebres

Kereta Api (Persero) untuk pelayanan kenyamanan diatas KA Parahyangan kelas Eksekutif sudah cukup baik, namun dalam pelaksanaanya sering tidak sesuai, sebaiknya sebelum KA berangkat

Kereta api berjalan dengan 30 km/jam meninggalkan kota A pada pukul 09.00 dan kereta api yang lain berangkat pukul 11.00 berjalan dengan kecepatan 50 km/jam dengan arah yang

Berdasarkan analisa untuk 5 tahun kedepan pada tahun 2026 didapatkan volume sebesar 294 sepeda motor dan 379 mobil, jumlah kendaraan parkir sebanyak 241 sepeda motor dan 343 mobil,