• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB V - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

61 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, yang berjudul “Perbedaan Pengaruh Teknik Relaksasi Modifikasi Dan Napas Dalam Terhadap Fungsi Ventilasi Pulmonal Pada Pasien PPOK Di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu” yang dilaksanakan pada bulan juni hingga juli 2018 dapat disimpulkan bahwa :

1) Kemampuan ventilasi pasien sebelum dilakukan teknik relaksasi napas dalam dan teknik relaksasi modifikasi mengalami kenaikan setiap harinya hal ini di sebabkan terapi relaksasi yang di berikan pada pasien dapat di lakukan dengan baik oleh pasien sehingga kemampuan ventilasi pulmonalnya dapat membaik yang berarti kedua relaksasi dapat mempengaruhi kemampuan ventilasi dengan baik untuk mempertahankan kemampuan ventilasi pulmonal pada pasien PPOK. Dengan kenaikan nilai sebesar 0.14 l/detik pada kelompok relaksasi napas dalam dan 0.5 l/detik pada kelompok relaksasi modifikasi yang didapatkan dari selisih dari hasil pengukuran observasi pertama dan ke enam.

2) Kemampuan ventilasi pasien sesudah dilakukan teknik relaksasi napas dalam dan teknik relaksasi modifikasi mengalami kenaikan setiap harinya hal ini di sebabkan terapi relaksasi yang di berikan pada pasien dapat di lakukan dengan baik oleh pasien sehingga kemampuan ventilasi pulmonalnya dapat membaik. Hal ini berarti kedua relaksasi dapat mempengaruhi kemampuan ventilasi dengan baik untuk mempertahankan kemampuan ventilasi pulmonal pada pasien PPOK. Dengan kenaikan nilai

(2)

62

sebesar 0.16 l/detik pada kelompok relaksasi napas dalam dan 0.51 l/detik pada kelompok relaksasi modifikasi yang didapatkan dari selisih dari hasil pengukuran observasi pertama dan ke enam.

3) Hasil analisis menunjukkan kedua teknik relaksasi dapat digunakan untuk mempertahankan kemampuan ventilasi pulmonal. Ada selisih pembeda pada hasil peningkatan nilai kemampuan ventilasi parunya yang di interpretasi dengan nilai PEF yaitu sebesar 0.35 liter/detik yang didapatkan dari selisih peningkatan pada teknik relaksasi napas dalam (0.16 l/detik) dan peningkatan teknik relaksasi modifikasi (0.51 l/detik). Pada kelompok teknik relaksasi napas dalam dapat di lihat kemampuan ventilasi pulmonalnya dapat lebih tinggi dari pada kelompok teknik relaksasi modifikasi. Hal ini menandakan bahwa teknik relaksasi napas dalam lebih mudah di aplikasikan secara mandiri oleh pasien dan berpengaruh terhadap kemampuan ventilasi pumonalnya.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian Perbedaan Pengaruh Teknik Relaksasi Modifikasi dan Napas Dalam Terhadap Fungsi Ventilasi Pulmonal pada Pasien PPOK di Rumah Sakit Umum Karsa Husada Batu di atas peneliti ingin memberikan beberapa saran sebagai berikut :

5.2.1 Bagi Perawat Paru RSUD Karsa Husada Batu

a. Diharapkan dapat dijadikan referensi bagi perawat khususnya perawat yang merawat pasien PPOK untuk menggunakan relaksasi modifikasi sebagai alternative penatalaksanaan pasien dengan PPOK.

(3)

63

b. Diharapkan Relaksasi modifikasi dapat menjadi salah satu intervensi yang didokumentasikan dalam bentuk standart operasional prosedur keperawatan mandiri untuk seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.

5.2.2 Bagi Responden

Diharapkan klien dapat melakukannya ketika dirumah dan menjadikan terapi teknik relaksasi Modifikasi ataupun teknik relaksasi napas dalam untuk sehari-hari dalam meningkatkan dan mempertahankan kemampuan ventilasi pulmonalnya.

5.2.3 Bagi Institusi Pendidikan

a. Diharapkan dapat dijadikan salah satu aplikasi keterampilan mahasiswa dalam praktek klinik dalam hal pemberian tindakan keperawatan pada pasien PPOK, sehingga mahasiswa dapat memahami dan terampil dalam memberikan asuhan keperawatan klien khususnya klien dengan PPOK.

b. Diharapkan teknik relaksasi modifikasi dijadikan sebagai bahan pelatihan dan seminar sehingga dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnnya terapi non-farmakologis bagi klien PPOK.

5.2.4 Bagi Peneliti Selanjutnya

Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan memberi perlakuan pada pasien non PPOK seperti lansia ataupun pasien batuk dalam penelitian asuhan keperawatan lansia atau keluarga, karena terapi teknik relaksasi modifikasi ini selain mampu

(4)

64

mempertahankan kemampuan ventilasi pulmonal juga mampu memberikan efek terapeutik seperti yoga dan meditasi yang cocok untuk meningkatkan energy positif dalam diri dan menurunkan tingkat stress yang di alami oleh individu.

Referensi

Dokumen terkait

121 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan pemaparan hasil studi kasus dan pembahasan kedua subyek mengenai gambaran kemampuan ibu tentang pencegahan pneumonia

28 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang pengaruh penyimpanan darah terhadap kadar hemoglobin pada komponen whole blood di UDD

BAB V PENUTUP Pada bab ini akan disampaikan beberapa kesimpulan dan saran dari hasil penelitian tentang “Gambaran Strategi Pelaksanaan Keluarga Dalam Membantu Mengontrol Halusinasi

51 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan studi kasus dan pembahasan kedua subjek studi kasus penelitian yang telah dilakukan mengenai

86 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 kesimpulan Berdsarkan hasil wawancara dan hasil observasi dalam penelitian pada tanggal 17 Januari – 25 Januari 2019 tentang dukungan keluarga

99 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Hasil penelitian pada subjek dari 7 pencegahan fraktur yang diobservasi, 4 pencegahan sudah dilakukan subjek dengan cukup baik

79 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Perilaku vulva hygiene sebelum pendidikan kesehatan dari aspek pengetahuan adalah kurang ditandai dengan hasil wawancara yang

48 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peran keluarga pada lansia dengan penyakit hipertensi di Desa Butun