• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V

N/A
N/A
Nofrian Indra Purnomo

Academic year: 2025

Membagikan "BAB V"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V Penutup A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Penggunaan kendaraan bermotor dinilai efektif, baik untuk keberangkatan maupun kepulangan dari sekolah. Banyak narasumber menyebutkan bahwa kendaraan pribadi bisa menghemat waktu, membuat mobilitas lebih mudah, dan lebih nyaman digunakan setiap hari.

2. Tingkat efektivitas penggunaan kendaraan pribadi di lingkungan SMA Insan Rabbany terbilang cukup tinggi. Hal ini karena sebagian besar guru, siswa, dan petugas keamanan merasa kendaraan pribadi, terutama motor matic, sangat membantu untuk datang ke sekolah dengan cepat, praktis, dan tidak memerlukan waktu tunggu seperti kendaraan umum.

3. Namun, tetap ada hambatan atau tantangan dalam penggunaan kendaraan bermotor, seperti risiko kecelakaan jika tidak berhati-hati, cuaca buruk yang bisa mengganggu perjalanan kita dan orang lain, kemacetan di sekitar sekolah, polusi udara, polusi suara, serta lahan parkir yang terbatas. Selain itu, beberapa warga sekitar juga merasa terganggu karena padatnya lalu lintas saat jam masuk dan pulang sekolah.

4. Mereka umumnya sudah memenuhi syarat berkendara dan memahami aturan lalu lintas.

Namun, meskipun kendaraan pribadi memberikan banyak kemudahan, penggunaannya juga menimbulkan dampak negatif seperti kemacetan, polusi, lahan parkir yang penuh, serta risiko kecelakaan. Oleh karena itu, penggunaan kendaraan pribadi harus disertai dengan kesadaran, tanggung jawab, dan kehati-hatian agar tidak mengganggu

keselamatan maupun kenyamanan lingkungan sekitar sekolah.

(2)

B. SARAN

Meskipun menggunakan kendaraan pribadi seperti motor matic terasa lebih praktis dan

menghemat waktu, penting bagi pihak sekolah, orang tua, dan siswa untuk mempertimbangkan dampak negatifnya. Untuk mengurangi kemacetan, polusi udara, dan keterbatasan lahan parkir di sekitar sekolah, disarankan agar sekolah mulai mendorong penggunaan transportasi umum, sepeda, atau program antar-jemput bersama.

Untuk penggunaan kendaraan pribadi khususnya bagi guru, siswa, dan petugas keamanan, mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, seperti motor listrik atau kendaraan dengan emisi gas yang rendah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak polusi udara di lingkungan sekolah.

Para pengguna kendaraan sebaiknya rutin melakukan servis dan perawatan motor, terutama pada bagian knalpot dan mesin, di usahakan asesoris motor masih standar, guna meminimalisir emisi gas buang berlebihan serta menjaga keselamatan berkendara.

Peningkatan Kesadaran Akan Keselamatan Berkendara Penting bagi pihak sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswi terkait keselamatan berkendara di lalu lintas, termasuk pentingnya penggunaan helm, mematuhi rambu lalu lintas, serta berkendara dalam kondisi kendaraan yang layak pakai. Untuk menjaga kesehatan dan keselamatan, pengguna motor juga harus diimbau memakai helm, masker, dan jas hujan saat cuaca tidak mendukung.

Penyediaan dan Pengaturan Lahan Parkir, Sekolah dan pihak terkait sebaiknya menyediakan dan mengatur lahan parkir secara optimal agar tidak mengganggu aktivitas warga sekitar dan tidak menimbulkan kemacetan. Pihak sekolah juga bisa bekerja sama dengan pemerintah atau warga sekitar untuk mencari solusi agar lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan tertib.

Para guru-guru,siswa-siswi dan security yang menggunakan kendaraan pribadi harus

bertanggung jawab dengan kendaraanya sendiri, dan sikap bijak agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi keselamatan dan kenyamanan lingkungan sekitar sekolah.

Para guru-guru, siswa-siswi dan security yang rumahnya dekat dari sekolah sebaik nya menggunakan sepeda atau sepeda Listrik yang dapat menghindarkan kemacetan dan memperdikit lahan parkir di lingkungan sekolah.

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 2.13 Faktor penyesuaian tipe lingkungan jalan, hambatan samping dan kendaraan tak bermotor F RSU.. Sumber :

Mengetahui tingkat hubungan antara faktor-faktor penyebab kecelakaan lalu lintas dengan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan bermotor wajib uji

Perhitungan tingkat hubungan antara faktor-faktor penyebab kecelakaan pada kendaraan bermotor wajib uji dengan kecelakaan lalu lintas atau proporsi kecelakaan lalu lintas

▪ Mengurangi jumlah kecelakaan pada pemakai jalan lainnya ▪ Mengurangi benar kerusakan pada kendaraan bermotor. Dalam membahas kecelakaan lalu lintas, perlu dibedakan

948 / XI / 2018 tanggal 19 November 2018 tentang Perhitungan dan Alokasi Dana Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar

(2) “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan

Pria A-type di Jepang memiliki kecenderungan untuk menahan perasaan mereka hingga pada tingkatan yang ekstrim dan sangat berhati- hati untuk tidak menciptakan konflik

 Kecelakaan pada saat perjalanan maupun pada saat sedang melakukan kegiatan Pengawasan Setting Out Persiapan Pelaksanaan Fisik  Kesehatan memburuk akibat..