• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

49

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

6.1.1. Madu Manuka dan Madu Rahmi memenuhi persyaratan organoleptis bau, rasa dan warna yang ditentukan oleh SNI dan United States Standards for Grades of Extracted Honey.

6.1.2. Madu Manuka dan Madu Rahmi tidak memenuhi persyaratan keasaman karena memiliki keasaman diatas standar SNI.

6.1.3. Madu Manuka memiliki indeks bias dan kadar air yang memenuhi persyaratan, sementara untuk Madu Rahmi tidak memenuhi persyaratan indeks bias dan kadar air SNI.

6.1.4. Hasil uji potensi antibiotik kloramfenikol dan Madu Manuka dengan bakteri Staphylococcus aureus diperoleh nilai kesetaraan yaitu 9958,598 ppm.

6.1.5. Hasil uji potensi antibiotik kloramfenikol dan Madu Manuka dengan bakteri Bacillus subtilis diperoleh nilai kesetaraan yaitu 7449,624 ppm, sedangkan nilai kesetaraan Madu Rahmi yaitu 15162,164 ppm.

6.1.6. Hasil uji potensi antibiotik kloramfenikol dan Madu Rahmi dengan bakteri Escherichia coli diperoleh nilai kesetaraan yaitu 14837,3 ppm.

6.1.7. Hasil uji potensi antibiotik tetrasiklin HCl dan Madu Manuka dengan bakteri Staphylococcus aureus diperoleh nilai kesetaraan yaitu 36,2 ppm.

repository.unisba.ac.id

(2)

50

6.1.8. Hasil uji potensi antibiotik tetrasiklin HCl dan Madu Manuka dengan bakteri Bacillus subtilis diperoleh nilai kesetaraan yaitu 341 ppm, sedangkan nilai kesetaraan Madu Rahmi yaitu 430,4 ppm.

6.1.9. Hasil uji potensi antibiotik tetrasiklin HCl dan Madu Rahmi dengan bakteri Escherichia coli diperoleh nilai kesetaraan yaitu 1977,3 ppm.

6.2. Saran

Dari hasil penelitian ini dapat disarankan untuk melakukan penelitian uji potensi terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa, penelitian lebih lanjut mengenai aktivitas antibakteri pada merk Madu Manuka dengan UMF (Unique Manuka Factor) yang yang lainnya dan penelitian mengenai komposisi dan aktivitas kandungan senyawa antibakteri pada Madu Manuka dan Madu Rahmi.

repository.unisba.ac.id

Referensi

Dokumen terkait

Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kloroform Limbah Padat Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Dan Staphylococcus aureus. Universitas Atma

Sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai aktivitas antibakteri ekstrak daun pepaya ( Carica papaya L. ) terhadap Pseudomonas aeruginosa secara in vitro

Uji Aktivitas Antibakteri Dari Ekstrak Daun Prasman (Eupatorium Triplinerve Vahl.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus dan Pseudomonas

Uji aktivitas antibakteri dilakukan untuk mengetahui kombinasi antibiotik gentamisin pada bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus dengan ekstrak kulit biji

Sedangkan perolehan uji aktivitas antibakteri pada bakteri Escherichia coli ATCC 25922, Klebsiella pneumoniae, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853,

Hasil Pengujian Aktivitas Antibakteri Fraksi Pohpohan Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Uji aktivitas antibakteri metode mikrodilusi terhadap fraksi n-heksan, etil asetat dan

Saran Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait kadar hemoglobin sebelum dan sesudah post operasi dengan jumlah sampel yang lebih besar dan metode penelitian yang berbeda, hal

5.2 Saran 5.2.1 Saran Akademis Disarankan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh latihan ergocycle terhadap hasil uji jalan 6 menit dengan sampel yang cukup.. Disarankan juga