• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENDEKATAN DAN LANDASAN ... - Unika Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "BAB VI PENDEKATAN DAN LANDASAN ... - Unika Repository"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

49

BAB VI

PENDEKATAN DAN LANDASAN PERANCANGAN

6.1. Pendekatan konsep menurut pernyataan masalah

Pengimplementasian akan perencanaan design dilakukan sesuai dengan pernyataan masalah yang telah ditemukan dan disimpulkan.

Tabel.11

Pendekatan Konsep Berdasar Pernyataan Masalah

Masalah Design Teori Uraian Teori

bagaimana cara untuk menciptakan sirkulasi yang baik agar dapat terhindarnya kemacetan pada area luar tapak ?

Sirkulasi

pencapaian tidak langsung

Jalur diarahkan lebih dari sekali untuk melamakan sekuen pencapaian Pencapaian menekannkan effect perspektif akan fasad bangunan.

Sirkulasi

pencapaian spiral

Jalur spiral untuk melamakan sekuen pencapaian

Entrance dan exit rute yang dibedakan Lebar jalan yang luas untuk mencegah kemacetan

hal apa saja yang dapat dilakukan untuk dapat menciptakan bangunan stasiun MRT/LRT yang hemat energi dengan konsep Ekologi ?

Green Architecture

Menerapkan reuse,recycle,reduce Menggunakan energi alternatif dengan bantuan alat konversi energi (solar panel , turbin)

Ekology Arsitektur

Menerapkan penggunaan material yang limbahnya sedikit

mempengaruhi lingkungan Perencanaan pembuangan limbah untuk diolah terlebih dahulu

(2)

50 sebelum di buang ( sanitasi)

Penerapan sirkulasi udara dengan design ruang hijau pada tapak bagaimana

pengaturan program ruang agar

pengunjung dapat merasa nyaman, aman dan mudah dalam aksesbilitasnya

?

Standard Nasional Indonesia

Kejelasan symbol dan informasi pada seluruh area stasiun

Pos patrol diposisikan pada view yang dapat memantau ruang Struktur design jarak antara peron dan area tunggu diberi jarak tambahan dan reeling untuk keamanan

Penggunaan sirkulasi udara alami untuk area sekitar peron, dengan tambahan penggunaan AC untuk area Unpaid concourse dan paid concourse

Kelengkapan penggunaan sprinkles, smoke detector dan hydrant pada area stasiun Sirkulasi disesuaikan dengan kondisi kedatangan dan

keberangkatan untuk meminimalisir ketidak nyamanan akan berdesak desakan.

6.2. Pendekatan Design secara Green Architecture

Identitas atau personality dari bangunan khususnya yang menerapkan pendekatan Green Architecture memerlukan ciri yang khas atau gamabaran yang menonjol, sehingga pengenalan akan konsep bangunan perlu di tinjau dengan penggunaan konservatif energi

(3)

51 dan juga material yang hemat energi sangatlah penting. Studi kondisi tapak sekitar serta iklim adalah acuan penting bagi konsep ini untuk dapat dilaksanakan.

Pendekatan ini dapat meningkatkan stasiun MRT/LRT di kota bandung lebih terkenal dan dapat menarik perhatian masyarakat untuk menggunakan transportasi yang dapat menurunkan polusi yang ada. Hal ini dapat di realisasikan dengan menerapkan peralatan konversi energi pada bangunan layaknya Panel surya yang sangat cocok untuk bangunan yang berada pada iklim tropis seperti Indonesia yang menerima pancaran matahari selama satu tahun penuh, dan juga penggunaan material yang hemat energi juga dapat memberi kesan alami dan juga menonjolkan gaya seni modern kontemporer dengan penggunaan material alam seperti kaca , kayu dan juga batuan alam yang dapat meningkatkan kesan alami sesuai dengan kondisi pada tapak.

6.3. Pendekatan Design Secara Ecology

Penggunaan material yang hemat energi adalah salah satu ciri khas bangunan ekologi yang menyatu dengan alam sesuai dengan kondisi tapak yang telah di pilih.

Material yang dimaksud untuk di jadikan bahan untuk digunakan adalah kayu dan juga batu untuk menjadi penambah ornament di bangunan.

6.3.1. Batu

Batu berdasarkan (Anas Hidayat; 2019) merupakan pembentukan magma yang dihempass keluar oleh permukaan bumi. Batu merupakan lava panas yang telah dingin.

Material ini memiliki ketahanan yang sangat lama dan terbentuk melalui proses yang anorganik sehingga menjadikan batu sebagai material bangunan ini yang resposif terhadap cuaca. Batu sebagai material dikarenakan kemampuan kondusif thermal yang tingkatannya sangat baik dan stabil di taraf yang tinggi.

Jenis Batu

Secara kategori pada tahap pembentukannya, batu dibagi menjadi : 1. Igneous Rock (melalui tahap pembekuan)

a. Salah satu contoh adalah batu Granit 2. Sedimentary Rock (melalui tahap pengendapan)

a. Salah satu contoh adalah batu kapur dan batu pasir 3. Metamorph Rock (melalui tahap kimia)

(4)

52 a. Contohnya adalah batuan yang di sebut clay shale.

6.3.2. Kayu

Bagi Anas Hidayat, kayu adalah material yang bermula dari tanaman yang bernyawa jadi pada setiap bagiannya yang dipakai menyimpan suatu energi kehidupan.

Kayu merupakan material yang memiliki kesan hangat (psychology). Material ini seringkali digunakan untuk keseharian di Indonesia.

Sifat Kayu

Kayu mempunnyai sifat yang dapat di perbaharui, hal ini dikarenakan proses memprolehnya bermula dari bentukan biomassa sederhana. Kayu juga dapat mudah di proses, tahan lama, kuat dan juga padat. Serta kualitasnya yang terjaga meskipun dimakan waktu yang lama.

Jenis Kayu

Sebagian besar kayu yang ada di Indonesia adalah Merbau, Ulin, Mahoni, Jati, dan sebagainya.

Referensi

Dokumen terkait

dari bangunan panti ini adalah mengenai kenyamanan dan keamanan bagi lansia. Maka dari itu selain kenyamanan bangunan yang berdasarkan arsitektur

Dalam bangunan apartemen mahasiswa ini, sumber listrik yang. digunakan berasal dari PLN,Solar Panel dan

Outdoor Concept dalam City Walk Dihadapkan dengan Iklim Tropis Basah di Indonesia.. Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana

Selain intensitas radiasi matahari, temperatur panel juga sangat mempengaruhi daya konversi energi matahari dari sel surya jenis polycristaline seperti yang telah

Secara garis besar metode pendekatan konservasi energi melibatkan tiga langkah utama untuk mencapai tujuan, yaitu prediksi respon iklim tropis lembab dalam bangunan, yang terdiri

Selubung bangunan (building envelope) memiliki peran penting dalam menjawab masalah iklim dan penghematan energi, seperti radiasi matahari, hujan,

Penggunaan model Jaringan Syaraf Tiruan backpropagation JST-BP untuk memprakirakan kebutuhan energi listrik di bangunan kampus hijau UNNES berdasarkan data eksternal iklim dan okupansi

Pulungan, “Tracker Tiga Posisi Panel Surya untuk Peningkatan Konversi Energi dengan Catu Daya Rendah,” Jurnal Nasional Teknik Elektro, vol.. Nazir, “Performance and energy saving