100 BAB VI
PENUTUP
Berdasarkan hasil dan pembahsan penelitian yang telah di paparkan dalam BAB IV, maka dalam BAB VI ini akan diuraikan kesimpulan dan saran yang peneliti dapatkan dari hasil wawanacara yang diajukan kepada informan serta dijadikan objek penelitian dengan judul Pelestarian aksara Hanacaraka Sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Cireundeu (studi kasus mengenai Pelestarian Kearifan Lokal untuk meningkatkan Literasi budaya aksaraHanacaraka di Kampung Cireundeu Cimahi Selatan).
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari data – data yang peneliti kumpulkan dapat disimpulkan bahwa :
1. Masyaraakat kampung Cireundeu melestarikan aksara Hanacaraka hingga saat ini karena ingin menjaga eksistensi kebudayaannya, tertama dalam budaya tulis. Mereka mempercayai aksara Hanacaraka adalah aksara peninggalan leluhur yang perlu dilestarikan salah satunya terdapat beberaapa naskah kuno yang berisikan petunjuk hidup untuk masyarakat Cireundeu.
2. Pelestarian aksara Hanacaraka yang dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan karena ingin dapat membaca naskah kuno warisan leluhur yang ada di kampung tersebut. Pelestarian tersebut juga menjadikan kampung Cireundeu lebih kaya akan kebudayaan, bukan hanya kebudayaan seni yang dilestarikan tapi juga budaya tulis yakni dengan aksara Hanacaraka.
101
3. Adapun metode yang ditetapkan dalam proses belajar dan mengajar aksara Hanacaraka dikampung Cireundeu sama seperti dalam kegiatan belajar dan mengajar di sekolah formal yang terdapat seorang guru da sejumlah murid. Hal yang berbeda ditemukan dalam proses belajar aksara Hanacaraka yang didominasi oleh anak – anak usia sekolah, yakni berbagai pendekatan serta pemahaman psikologis anak.
4. Kemampuan membaca dan menulis aksara Hanacaraka masyarakat kampung Cireundeu digunakan untuk membuat tulisan karangan berupa cerita, menulis serta mengukir ornament – ornament yang ada di kampung tersebut serta digunakan sebagai penanda warga adat pada batu nisan.
6.2 Saran
Pada kesimpulan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka peneliti mengemukakan saran untuk menjadi perbaikan dari hasil penelitian sebagai berikut:
1. Bagi masyarakat kampung Cirendeu dalam melestarikan aksara H anacaraka untuk lebih mengajak masyarakat diluar Cirendeu mempelajari aksara hanacaraka agar semakin banyak masyarakat yang tingkat literasi budaya aksaraHanacarakanya tinggi dapat berkarya ketahapan lebih luas seperti karya ilmiah dan lainnya. Selain itu pula kearifan lokal khususnya di tanah Sunda akan semakin kuat dan tidak akan sampai di rebut oleh bangsa lain.
2. Tersedianya dokumen dan naskah kuno sebaiknya diterjemahkan agar tuntunan bersosialisasi yang diberikan orang-orang terdahulu mereka, baik
102
bersosialisasi dengan sesama manusia, menghargai kekayaan alam, dan sebagainya.
3. Bagi pengajar aksara Hanacaraka disarankan untuk menggunakan media dan teknologi yang sedang berkembang saat ini dalam mempelajari aksara hanacaraka kepada anak-anak agar memberikan sentuhan yang lebih menarik dan modern. Masyarakat Cirendeu yang tidak menolak adanya teknologi dapat memanfaatkan teknologi yang ada dan meningkatkan rasa ketertarikan bukan hanya anak-anak tapi juga orang dewasa.
4. Perlu adanya program khusus jika memang masyarakat kampung Cireundeu serius untuk mengajak serta memperkenalkan aksara Hanacaraka yang secara tidak langsung telah menjadi identitas kampung Cireundeu agar pengunjung dapat mempelajari aksara Hanacaraka lebih terprogram. Selain itu disarankan untuk pengelola kampung Cireundeu membuat situs web mengenai potensi – potensi yang ada di kampung Cireundeu serta sarana untuk mengabadikan momen yang berperan sebagai dokumentasi kegiatan kampung Cireundeu di bidang kebudayaan serta kearifan lokal masyarakatnya.