Kedokteran Universitas Gadjah Mada memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar dan menggunakan fasilitas yang ada. 1, Segenap pimpinan S-taf dogen F'Pasca Sariana Universitas Gadjah Mada yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk menempuh pendidikan Pascasarjana. Seluruh pimpinan IKIP Pad.ang, pimpinan I'POK-IKIP Pad.ang bersama staf dosen FPOK-IKIP dan mahasiswa.
David, Rike dan Aadi yang telah memberikan banyak semangat dan pengorbanan sehingga penulis dapat menyelesaikan studinya di program Pascasarjana (SE) ini. Penulis berdoa semoga semua pihak mendapat rahmat dan hidayah Tuhan Yang Maha Esa. Koefisien korelasi dan hasil garis regresi antara kriteria kinerja tolak peluru dan prediktornya.
Pelempar pukulan terbaik di seluruh dunia - mempunyai berat badan melebihi 90 dan lebih. Manakala penolakan peluru tidak ditentukan oleh kekuatan otot, tetapi juga ditentukan oleh teknik penolakan peluru.
ATIETIK
Jarak benda yang dilempar dari tempat tinggi lebih jauh dibandingkan benda yang dilempar dari tempat rendah. Hal ini disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan benda yang dilempar dari tempat tersebut.
Jack I
KBI(UAIAN OIOT
Kekuatan otot ditentukan oleh luas penampang batang otot, panjang otot dan kecepatan kontraksinya. Oleh karena itu, otot-ototnya panjang dan memiliki pe-. Diameter lebar terdapat pada otot besar dan tulang panjang. semakin efektif kerjanya tetapi kekuatan maksimum ditentukan oleh panjang optimal; panjang optirnal- ditentukan. Bagi orang-orang yang mempunyai tinggi badan dan tinggi badan yang berbeda-beda. Perbedaan berat badan yang signifikan menurut uraian di atas juga menunjukkan perbedaan kekuatan otot diantaranya.
Berdasarkan pemikiran awam, tinggi badan seseorang ternyata lebih tepat dijadikan sebagai. berdasarkan proporsi tubuh yang terdefinisi dengan baik, bukan tidak. termasuk perbandingan panjang bagian tubuh yang lain, panjang 3_lengan atau 6;an atas sebanding dengan pan-. Semakin panjang otot, semakin efektif kerjanya. Kekuatan maksimum ditentukan oleh panjang optimal. Ya. Adanya hubungan antara lingkar lengan dengan kekuatan lengan, sehingga lingkar lengan dapat memprediksi kekuatan. Lingkaran otot dapat dicairkan menggunakan lipatan kulit c&-Iiper. Ternyata gaya kontraksi tiap luas penampang fisiologis .. cm' adalah sama jika berat saya 10 kg (5 - 12 kg).
Faktor ini menjadi penting dalam latihan untuk meningkatkan kekuatan otot dan menekankan perlunya belajar menggunakan kekuatan sesuai dengan latihan. Oleh karena itu, konsep mengukur kekuatan untuk setiap kg berat badan memiliki lebih banyak arti daripada 'mengukur'.
IoLAK PELIIRU
Dalam teknik melencongkan peluru, baik melencongkan peluru mengikut gaya Baya Iarua atau Ortodoks dan OrBrien serta melencongkan peluru tanpa amaran, sebenarnya banyak perkara yang perlu dilakukan. Menolak peluru tanpa mara, atJ-ia cuba membongkokkan badannya ke belakang, tetapi selepas cuba memegang pinggul kanan dan tidak.
ErPOBESrS
- Satu set pengukur anthroponetrik Yoyoit
- Meteran baja untuk nengukur ling-
- IIINGGT BADAN
- IINGKARAN PAHA
- fi,. ANArrsa DAIA
- 1 = prediktor 1
- Z = prediktor 2
Panjang bahagian atas kaki, diukur dengan alat pengukur panjang yang mengukur ketinggian badan, kedudukan bahagian atas kaki dan bahagian bawah kaki ialah 9Oo fleksi. Mengukur lilitan lengan atas dilakukan dengan tolok keluli yang ditandakan di tengah lengan atas. Pelajar cuba berdiri dengan badan seimbang dengan kedua-dua belah kaki (Hasnan Saidt 1974).
Pada jarak 1 cm di atas klip tangan, cubit lipatan kulit scaler Eange dan baca sampai selesai. Pregrasi tolak peluru diperoleh dengan ketentuan sebagai berikut : Pada penelitian ini tolak peluru adalah tembakan tanpa permulaan dalam posisi berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu, kaki kiri berada di depan dekat tiang. Peluru biasanya dipegang pada pangkal ketiga jari tengah, sedangkan ibu jari dan kelingking diletakkan agak ke depan peluru.
Untuk meningkatkan grip, atlet diminta untuk mengambil peluru yang berada di tanah dan biasanya grip tersebut akan efektif (CretznoXerr 1969). Penempatan peluru di bahu sebenarnya tidak ditempatkan tepat di atas bahu, melainkan agak ke bawah di depan. Setelah seluruh data terkumpul, dihitung koefisien korelasinya dengan menggunakan grafik korelasi, kemudian dianalisis menggunakan kode produk Pearson untuk menghitung koefisien korelasi antara variabel yang diteliti dengan kinerja angkat besi.
Koefisien korelasi dan hasil garis regresi antara kriteria kinerja tolak peluru dan regresi antara kriteria kinerja tolak peluru dan prediktornya. Koefisien korelasi antara performa tolak peluru dan tinggi badan (berat dalam [kekuatan F) s.
- L.A = Panjqn8 lengan Atas
- E Panjang Paha
Scatter plot hubungan antara performa tolak peluru (t) pertambahan tinggi badan dan berat badan (x) performa tolak peluru (t) pertambahan tinggi badan (x).
Galobar 7. Scattered Diagram hubungan antara prestasi to-
- ak peluru (Y) dengan lingkaran otot engan atas (x)
- Penolak peluru.yang berprestasi di dunia memprlygrsi
- llungkai atac yang panjang terd.apat pad.a orang yang
- ruas penampang melintan8 menentukaa kekuatan kon-'
- Ketinggian yang berbeda untuk tempat menol-ak Btra=
- Koefisien korel-asi antara kriteriua prestasi toral<
- Koefisien koreLasi antara kriterium prestasi to- lak peluru dengan prediktor,panjang paha dan ling_
Ketinggian suatu benda berada menentukan jarak yang ditempuh (finn, 19?O). Ketinggian deflektor peluru juga menentukan jarak tembak peluru. dalam penelitian ini, rekan-. korelasi efisien antara kinerja tor.alr peruru d.e-. terdapat hubungan ya:rg yang signifikan yang artinya body.an. Yang tertinggi mencapai lebih banyak prestasi angkat besi. 515 kg dengan koefisien korelasi antara performa angkat besi dengan berat badan, artinya tubuh yang lebih berat mempunyai performa angkat besi yang lebih baik. MusLin dan AbdulLah, 1g?B). Dalam hal ini panjang tungkai atas berbanding lurus dengan tinggi badan, yaitu orang yang berbadan tinggi lebih tinggi dari puncak paaj&rgo. Pada penelitian ini rata-rata panjang lengan atas siswa adalah 77rG i 116.
Koefisien korelasi antara performa pej-uru dengan panjang lengan. Di sisi lain, yang penting adalah lengan atas yang panjang mampu mengusir peluru lebih jauh. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas, maka peneliti-. Hal ini mengarah pada koefisien korelasi antara kinerja kolom toraks dan lingkaran otot. signifikan, artinya lingkaran -otot lengan. Bagian atasnya yang besar dapat mengusir peluru lebih jauh. Anggota badan atac yang panjang ditemukan pada orang yang. Ini adalah rata-rata panjang anggota tubuh bagian atas siswa yang mencoba M12. Siswa mencoba yang pahanya lebih panjang dan akan mendorong peluru lebih jauh karena pan-. Panjang paha merupakan ukuran tinggi badan. penampang8 menentukan kekuatan con-'. penampang )-4kg.
Koefisien korelasi antara kriteria prestasi dan prediktor tolak peluru, panjang paha dan tolak peluru serta prediktor, panjang dan lingkar paha. Ada hubungan yang signifikan antara performa tolak peluru dengan tinggi dan berat badan. Terdapat hubungan yang bermakna antara tolak peluru dengan panjang lengan atas dan lingkar otot lengan atas. = O.5719.
Terdapat hubungan yang signifikan antara performa tolak peluru dengan panjang paha dan lingkar hamstring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara performa atlet kaki dengan tinggi dan berat badan, panjang lengan atas, lingkar otot tengah dan atas, serta panjang dan lingkar paha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kinerja piston ball dengan pengukuran antropometri adalah signifikan.
Icnpiran 1
MeaghituDg garis regresi persaoaaa antara performa tolak peluru (X) dan tinggi badan (y) dengan radius: Y=aX + k.
Lanpiran 5
Ianpiran 4. 56
761- BOO 721- 760
Iampirar 6. 62
Dengan kata lain, semakin besar f.ing}:e=.an otot paha/kaki bagian atas, maka semakin besar pula performa sprint yang dapat dicapai.
- itu adaLah signifikan
- Republik fndonesia. Jakarta
Analisis varians garis regresi untuk menentukan harga F garis regresi, l,: maka dapat diuji berapa harganya.