1
Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 106 angka1 menyatakan bahwa “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi”. UU LLAJ dibuat untuk mengatur kelancaran, kenyamanan, keamanan dan keselamatan para pengguna jalan.
Dari data yang dimiliki RSA Indonesia, tercatat 10 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi setiap hari di Indonesia. Kecelakaan itu dipicu oleh aspek lengah karena terganggunya konsentrasi saat berkendara.
Bahkan, aspek lengah menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan dari faktor manusia yakni sebanyak 56 persen.
Berkonsentrasi ketika mengemudikan motor, wajib dilakukan para pengendara. Bahkan, kini tercetus larangan merokok saat berkendara.
Begitu juga dengan larangan mendengarkan musik. Larangan mendengarkan musik memang masih menjadi pro kontra di tengah masyarakat, ada yang setuju dan juga tidak setuju. Berbeda dengan larangan merokok, banyak masyarakat yang setuju namun masih saja melakukan hal tersebut.
Dijelaskan ketua umum Road Safety Association (RSA), Ivan Virnanda, dirinya kerap menerima keluhan dari sejumlah pengendara.
Khusunya roda dua, yang terdampak oleh kegiatan merokok yang
dilakukan pengendara lainnya saat di jalan. Abu rokok yang tertiup angin sering menerpa wajah pengendara lainnya. Bahkan, tidak hanya abu tapi bara api rokok yang masih menyala sangat berbahaya bagi pengendara lain.
Di jalan raya, kita tidak sendiri, ada banyak pengguna jalan lainnya yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Pengguna jalan perlu untuk saling menghargai dan menghormati. Bagi perokok, merokok dapat memberikan rasa nyaman, tapi jika dilakukan saat berkendara, bisa membahayakan baik bagi dirinya atau pengguna jalan lain. Untuk itu, masyarakat perlu diingatkan kembali tentang etika berkendara. (Virnanda, 2018)
Salah satu cara untuk mengingatkan pengendara motor yaitu melalui iklan layanan masyarakat. Iklan layanan masyarakat adalah jenis iklan yang bersifat non-profit. Jadi iklan ini tidak mencari keuntungan akibat pemasangan kepada khalayak. Sedangkan masyarakat adalah pengumuman tentang berbagai pelayanan masyarakat, tidak disebarluaskan melalui pembelian ruang dan waktu serta setiap kegiatan pelayanan masyarakat dilaksanakan oleh suatu kegiatan non-profit/
tidak mengejar keuntungan.
Iklan layanan masyarakat bisa disajikan secara audio, visual maupun audio visual. Namun iklan yang disajikan secara audio maupun secara visual memiliki banyak kekurangan. Iklan yang disajikan secara visual memiliki kekurangan sebagai berikut; 1) Lambat dan kurang
praktis, 2) Tidak adanya audio, 3) Visual yang terbatas, 4) Biaya produksi cukup mahal. Sedangkan kekurangan dari iklan secara audio yaitu hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berpikir abstrak.
Seiring dengan kemajuan teknologi serta perbaharuan kebijakan maka media untuk beriklan saat ini semakin beragam. Yang saat ini sedang digembor-gemborkan oleh pemerintah di Indonesia yaitu peralihan media iklan yang bersifat digital. Hal tersebut dikarenakan pemerintah ingin menciptakan tata keindahan kota yang lebih baik lagi dan terhindar dari sampah visual. Maka dapat disimpulkan bahwa pada era ini iklan bersifat digital lebih baik dan mudah untuk sampai kepada target dari iklan tersebut ditambah lagi dengan penyajian iklan secara audio visual atau video yang mudah untuk dipahami.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian serta membahas masalah ini dengan menjadikannya skripsi dengan judul “Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Bahaya Merokok Saat Berkendara Melalui Video Animasi di Kota Bandung”
1.2. Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana cara meyakinkan pengendara motor bahwa merokok saat berkendara itu berbahaya?
2. Bagaimana merancang konsep iklan layanan masyarakat yang efektif untuk mengkampanyekan tentang bahaya merokok saat berkendara?
1.3. Tujuan Perancangan
Adapun tujuan dari proses perancangan skripsi yang ingin dicapai oleh penulis sebagai berikut:
1. Memberikan informasi kepada pengendara motor tentang bahaya merokok saat berkendara.
2. Meningkatkan kesadaran pengendara motor tentang bahaya merokok saat berkendara.
3. Memberikan gambaran secara audio visual tentang bahaya merokok saat berkendara bagi pengendara motor.
1.4. Batasan Lingkup Perancangan
Untuk menghindari meluasnya permasalahan dalam penyusunan skripsi, maka penulis membatasi dalam konsep video animasi perancangan iklan layanan masyarakat yang berisi informasi tentang bahaya merokok saat berkendara.
1.5. Manfaat Perancangan
Sesuai dengan tujuan yang telah dikemukaan, adapun manfaat penulisan perancangan skripsi, antara lain:
1.5.1. Manfaat Bagi Penulis
a. Menambah wawasan untuk dapat memahami dan menyajikan informasi mengenai perancangan komunikasi visual mengenai bahaya merokok saat berkendara.
b. Mengaplikasikan dan mensosialisasikan teori yang telah diperoleh selama kuliah pada saat penelitian kedalam kehidupan sehari-hari.
1.5.2. Manfaat Bagi Institusi
a. Menambah pustaka dalam bidang keamanan berlalulintas mengenai bahaya merokok saat berkendara.
b. Sebagai referensi akademis dalam merancang sebuah iklan layanan masyarakat dengan menggunakan ilmu Desain Komunikasi Visual.
1.5.3. Manfaat Bagi Pengendara Motor
a. Menjadi referensi bagi pengendara motor untuk dapat menerapkan kesadaran bahaya merokok saat berkendara.
b. Memperluas pengetahuan serta wawasan tentang bahaya merokok saat berkendara.
c. Dengan adanya iklan layanan masyarakat ini diharapkan dapat menimbulkan kesadaran bagi pengendara motor bahwa merokok saat berkendara itu sangat berbahaya.
1.6. Metode Perancangan
Proses untuk melakukan penelitian menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif menurut David Williams (1995) yang dikutip Moleong (2007:5) adalah pengumpulan data pada suatu latar alamiah, dengan menggunakan metode alamiah, dan dilakukan oleh orang atau peneliti yang tertarik secara alamiah
1.6.1. Metode Pengumpulan Data
Proses perancangan iklan layanan masyarakat ini menggunakan metode pengumpulan data yang di bedakan berdasarkan sumbernya.
1.6.1.1. Metode Wawancara
Menurut (Gunawan, 2013) wawancara adalah suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu dan merupakan proses tanya jawab lisan dimana dua orang atau lebih berhadapan secara fisik.
Metode wawancara maka berarti percakapan dengan tujuan tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (yang mengajukan pertanyaan) dan diwawancarai (yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut).
Penulis menggunakan metode wawancara yang terstruktur dengan melakukan tanya jawab yang didasarkan atas pertanyaan yang telah di persiapkan sebelumnya.
1.6.1.2. Metode Observasi
Menurut Nawawi dan Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala dalam objek penelitian.
1.6.2. Metode Analisa Data
Suatu metode atau cara untuk mengolah sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan, yang terutama adalah masalah yang tentang sebuah penelitian. Atau analisis data juga bisa diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk merubah data hasil dari sebuah penelitian menjadi informasi yang nantinya bisa dipergunakan untuk mengambil sebuah kesimpulan.
1.7. Skematika Perancangan
Sistematika perancangan merupakan suatu penjabaran secara deskriftif tentang hal-hal yang akan ditulis, yang secara garis besar terdiri dari bagian, bagian isi dan bagian akhir. Bagian awal format sistematika penulisan ini berisikan beberapa unsur yang mengandung gambaran dari isi skripsi, kemudian untuk bagian isi merupakan penjelasan detail mengenai konten dari skripsi dan untuk bagian terakhir merupakan data- data pelengkap dan pendukung pembuatan skripsi.
Adapun kerangka skematika perancangan yang penulis buat agar mempermudah proses perancangan skripsi ini, sebagai berikut:
Gambar I.1 Skematika Perancangan Pendahuluan
Latar Belakang Rumusan
Masalah Tujuan Perancangan
Pengumpulan Data Identifikasi
Data
Analisa Data
Usulan Pemecahan Konsep Perancangan
Perancangan Media
Perancangan Kreatif Aplikasi Ide Pada Karya Utama dan Media Pendukung
Eksekusi Perancangan
Karya Final