PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Adakah pengaruh antara kemampuan pegawai, motivasi dan kepemimpinan secara bersama-sama terhadap kinerja ASN di kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takala. Variabel manakah yang paling berpengaruh terhadap kinerja ASN di kantor kelurahan PolongBangkeng Selatan Kabupaten Takalar.
Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis pengaruh kemampuan, motivasi dan kepemimpinan secara bersama-sama terhadap kinerja ASN di Kantor Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Untuk menganalisis pengaruh variabel apa yang paling dominan mempengaruhi kinerja ASN di kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takalar.
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Kemampuan
Berdasarkan karakteristik tersebut, pegawai yang memiliki keterampilan adalah pegawai yang memiliki rasa ingin tahu yang dimanfaatkan secara maksimal; mau bekerja keras; berani mengambil keputusan;. Tujuan penguatan yang diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap sikap karyawan adalah: a) Meningkatkan perhatian karyawan terhadap konsentrasi kerja, b) Menstimulasi dan meningkatkan motivasi kerja, c) Meningkatkan semangat kerja dan mendorong produktivitas perilaku karyawan.
Motivasi
Kebutuhan harga diri (respect needs), yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain. Kebutuhan yang mengaktualisasikan diri (self actualization needs), yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, keterampilan, dan potensi.
Kepemimpinan
Sementara itu, seorang pemimpin adalah seseorang yang memiliki kekuasaan atas orang lain yang menjalankan otoritas untuk tujuan mempengaruhi perilaku mereka (pemimpin adalah orang yang memiliki kekuasaan atas orang lain yang menggunakan kekuasaan ini untuk tujuan mempengaruhi perilaku mereka). Sementara itu, Kartini Kartono (2013) memberikan pengertian kepemimpinan dan manajemen sebagai berikut: pemimpin adalah orang yang memiliki keahlian dan kelebihan, terutama keahlian dalam bidang tertentu, sehingga dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan kegiatan tertentu secara bersama-sama, untuk mencapai tujuan. satu atau lebih tujuan, sedangkan kepemimpinan adalah kualitas tertentu, terutama diperlukan untuk situasi tertentu, yang harus sesuai dan dapat diterima oleh kelompok, juga relevan dan sesuai dengan situasi saat ini. Dari beberapa pendapat para ahli tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin disebut jika seseorang dapat mempengaruhi orang lain.
Sedangkan kepemimpinan adalah suatu proses yang mengarahkan dan mempengaruhi serta melibatkan/menggerakkan orang atau kelompok orang lain untuk mencapai tujuan seseorang atau kelompok dalam situasi tertentu. Ada orang atau pihak yang dipengaruhi atau didorong untuk mencapai tujuan tertentu (yang dipimpin/bawahan). Artinya dapat terjadi di luar organisasi/perusahaan tanpa dibatasi oleh aturan, birokrasi dan cara-cara organisasi, yaitu ketika seseorang mampu mempengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan.
Siagian (2013) menyatakan bahwa fungsi manajemen esensial adalah: lima fungsi manajemen esensial secara singkat sebagai berikut.
Kinerja
Berdasarkan pendapat berbagai ahli dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui hasil kerja pegawai dan kinerja organisasi. Tujuan penilaian kinerja adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja organisasi sumber daya manusia organisasi. Agar bermanfaat, langkah-langkah ini harus mudah digunakan, dapat diandalkan, dan melaporkan perilaku kritis yang menentukan kinerja pekerjaan.
Yang dimaksud dengan prestasi kerja adalah prestasi yang dicapai oleh seorang pekerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Proses penilaian prestasi kerja menghasilkan suatu evaluasi atau prestasi kerja pegawai di masa lalu dan atau prediksi tentang prestasi kerja di masa yang akan datang. Proses penilaian ini memiliki nilai yang kecil jika karyawan tidak menerima umpan balik atas prestasi kerja mereka.
Hani Handoko (2010), wawancara eksklusif adalah proses penilaian kinerja pekerjaan yang memberikan umpan balik kepada karyawan tentang kinerja pekerjaan masa lalu dan potensi mereka.
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
Hopoteis Penelitian
Definisi Operasional Variabel
Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas (kemampuan, motivasi dan kepemimpinan) berpengaruh signifikan atau tidak terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takalar pada taraf signifikansi α = 5 persen tetapi secara terpisah atau parsial. Pada bagian ini akan dibahas mengenai pengaruh beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai di Kantor Kecamatan PolongBangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Hasil analisis pengaruh kemampuan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takalar menunjukkan nilai signifikansi 0,049 < 0,05 maka dapat disimpulkan H1 diterima yang artinya kemampuan berpengaruh positif dalam kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial untuk melihat pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan PolongBangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara parsial untuk melihat pengaruh manajemen terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan PolongBangkeng Selatan Kabupaten Takalar. Berdasarkan hasil nilai standardized beta diketahui bahwa variabel yang meliputi kemampuan, motivasi dan kepemimpinan secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Polong Bengeng Selatan Kabupaten Takalar.
Secara parsial menunjukkan bahwa variabel kemampuan berpengaruh terhadap kinerja pegawai, hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan pegawai maka akan semakin meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takalar.
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil, tetapi yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut untuk menemukan kejadian relatif, distribusi, dan hubungan antar variabel.
Variabel Penelitian
Jenis dan Sumber Data
- Data Primer
- Data Sekuder
Populasi dan Sampel
Metode Analisis Data
- Uji Kualitas Data
- Uji Asumsi Klasik
- Analisa Regresi
- Uji Hopotesis
- Koefisien Determinasi
Nilai koefisien regresi motivasi (X2) adalah -0,996 yang artinya ada pengaruh negatif motivasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Polong Bengeng Selatan Kabupaten Takalar sebesar 0,996, sehingga jika skor motivasi meningkat sebesar 1 poin. , akan diikuti dengan penurunan skor kinerja karyawan sebesar 0,996 poin. Koefisien regresi kepemimpinan (X3) sebesar 1,041 artinya ada pengaruh positif kepemimpinan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takalar sebesar 1,041, sehingga jika skor kepemimpinan naik 1 poin maka akan diikuti dengan peningkatan skor kinerja karyawan sebesar 1.041 poin. Berdasarkan Tabel 5.16, nilai F statistik adalah 64,008 dengan nilai signifikan 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dapat dilihat bahwa secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara penempatan pegawai, pengembangan karir dan motivasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takalar.
Berdasarkan hasil nilai standardized beta diketahui bahwa variabel kemampuan, motivasi dan kepemimpinan secara simultan berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Pada penelitian ini ditemukan bahwa kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takalar berada pada kategori tinggi yang artinya pegawai telah melaksanakan tugasnya dengan benar, yaitu terlaksana dalam pelaksanaan pekerjaan dan dapat dilaksanakan dengan baik. . Secara parsial menunjukkan bahwa variabel motivasi berpengaruh negatif terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takalar.
Secara sebagian menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan berpengaruh dominan terhadap kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Polong Bangkeng Selatan Kabupaten Takalar.
Karekteristik Responden
- Identifikasi Responden Berdasarkan Usian
- Identifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
- Identifikasi Responden Berdasarkan Masa Kerja
- Identifikasi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Deskripsi Variabel Pendidikan
- Kemampuan Aparat (X 1 )
- Motivasi (X 2 )
- Kepemimpinan (X 3 )
- Kinerja Pegawai (Y)
Uji Kualitas Data
- Uji Validitas
- Uji Realibilitas
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinealitas
- Uji Heteroskedistivitas
Dari instrumen yang diuji, ditentukan koefisien korelasinya dengan menggunakan analisis korelasi berbantuan komputer (SPSS-25), ternyata menunjukkan bahwa semua item instrumen dinyatakan valid (sig.rhit< dengan hasil kelengkapan sebagai berikut: Tabel 5.9. Dari instrumen yang di tes, ditentukan koefisien korelasinya dengan menggunakan analisis korelasi berbantuan komputer (SPSS-25), diperoleh hasil bahwa semua item instrumen dinyatakan valid (sig.rhit< dengan hasil selengkapnya sebagai berikut: Tabel 5.10. Dari instrumen yang diuji, koefisien korelasi ditentukan dengan menggunakan analisis korelasi berbantuan komputer (SPSS) -25, ternyata menunjukkan bahwa semua item instrumen dinyatakan valid (sig.rhit< dengan hasil selengkapnya sebagai berikut: Tabel 5.11.
Dari instrumen yang diuji, koefisien korelasi ditentukan dengan menggunakan analisis korelasi berbantuan komputer (SPSS-25), tampaknya. Berdasarkan perhitungan hasil uji reliabilitas masing-masing variabel dengan menggunakan program SPSS Versi 25 menunjukkan bahwa semua variabel reliabel karena nilai crombacht alpha melebihi 0,60. Hasil uji heteroskedastisitas pada akuntan dengan menggunakan uji Glejser ditunjukkan pada Gambar 3 berikut ini.
Karena nilai Sig > 0,05 maka dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas dan hasil pengujian dapat dilanjutkan.
Pengujian Hipotesis
- Analisis Regresi Berganda
- Uji Statistik
Rumusan regresi linier berganda di atas diperoleh nilai konstanta sebesar 3,720, artinya jika skor meliputi kemampuan, motivasi dan kepemimpinan nilainya konstan/konstan, maka kinerja karyawan memiliki nilai sebesar 3,720. Nilai koefisien regresi kemampuan (X1) sebesar 0,691 yang berarti terdapat pengaruh positif terhadap kinerja pegawai sebesar 0,691, sehingga jika digunakan uji statistik t untuk menguji signifikansi secara parsial yaitu masing-masing variabel bebas. berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel dependen pada tingkat signifikansi α = 5 persen.
Uji F-statistik digunakan untuk menguji signifikansi secara simultan apakah variabel independen (lokasi karyawan, pengembangan karir dan motivasi) berpengaruh signifikan atau tidak signifikan terhadap kinerja karyawan dengan tingkat signifikansi α=5 persen. Pada tabel 5.16 dilakukan pengujian simultan (F-test) yang dihitung untuk mengetahui apakah variabel lokasi karyawan, pengembangan karir dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Pengujian beta harus menguji variabel dependen/independen (X) yang paling dominan pengaruhnya terhadap variabel dependen/independen (Y) dengan menunjukkan variabel yang memiliki koefisien beta terstandar tertinggi.
Berdasarkan Output SPSS pada Tabel 5.19 diatas, terlihat bahwa dari hasil perhitungan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,798 artinya koefisien determinasi pengaruh kemampuan, motivasi dan manajemen terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 0,798 atau 79,8% variansi kinerja karyawan (Y ) dipengaruhi oleh kemampuan, motivasi dan kepemimpinan.
Pembahasan Hasil Penelitian
- Pengaruh Kemampuan Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor
Hal ini dikarenakan nilai adjusted R2 dapat naik atau turun ketika satu variabel bebas ditambahkan ke dalam model. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Nur Hidayah (2012), Edy Sudiro (2012) yang menemukan bahwa ability berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya jika motivasi karyawan tinggi, maka hal tersebut menjadi jaminan bagi keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut di atas, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut. Secara bersamaan menunjukkan bahwa variabel kemampuan (X1), motivasi (X2) dan kepemimpinan (X3) berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y), artinya peningkatan ketiga variabel tersebut akan berpengaruh.
Saran
Bashaw, Edward dan Grant, Stephen, 2010, "Menjelajahi Sifat Khas Komitmen Kerja : Hubungannya Dengan Karakteristik Pribadi, Prestasi Kerja dan Kecenderungan Untuk Keluar", Jurnal Personal Selling &. Brooke, Russel, Price, 2013, "Validasi Diskriminan Ukuran Kepuasan Kerja, Keterlibatan Kerja, dan Komitmen Organisasi", Jurnal Psikologi Terapan. Pengaruh Motivasi dan Prestasi Kerja Individu terhadap Kepuasan Pegawai Kantor Wilayah Jasa Telekomunikasi Makassar.
Gibson, Ivancevich, Donelly, 2010, “Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses”, Edisi Keenam, Terjemahan: Djarkasih, Organisasi: Perilaku, Struktur dan Proses, Volume I, II, Erlangga, Jakarta. Pengaruh Kemampuan Paramedis dan Motivasi terhadap Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bulukumba.