• Tidak ada hasil yang ditemukan

BANK DAN INDUSTRI KEUANGAN NON BANK

N/A
N/A
101@IDAH RAHMAWATI

Academic year: 2024

Membagikan "BANK DAN INDUSTRI KEUANGAN NON BANK"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

GURU PENGGERAK KURIKULUM MERDEKA

BANK DAN INDUSTRI KEUANGAN NON BANK KELAS X SEMESTER GANJIL

Disusun Oleh:

ARINAYA AL FATAH, S.Pd, M.Pd NIM : 226101140698

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN EKONOMI KATEGORI 1 GELOMBANG 2

UNIVERSITAS PGRI KANJURUHAN MALANG

2022

(2)

LEMBAR KERJA

PENJABARAN CP MENJADI TP DAN ATP A. IDENTITAS

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Tanggul Mata Pelajaran : Ekonomi

Tahun Pelajaran : 2022/2023

Fase : E

Kelas : X

Penyusun : Arinaya Al Fatah, S.Pd, M.Pd B. CAPAIAN PEMBELAJARAN AKHIR (CP AKHIR)

CAPAIAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN KEPUTUSAN KEPALA BSKAP:

033/H/KR/2022

Peserta didik mampu merefleksikan kembali konsep kelangkaan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu membedakan dengan jelas antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Peserta didik mampu menyusun skala prioritas kebutuhan mulai dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Peserta didik memahami bahwa kegiatan ekonomi adalah suatu siklus yang terjadi dalam rangka upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Peserta didik memahami uang sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan dan dikelola guna memenuhi kebutuhan saat ini dan merencanakan kebutuhan yang akan datang melalui perencanaan keuangan yang berbasiskan pemahaman atas berbagai manfaat produk keuangan perbankan maupun non-perbankan.

C. CAPAIAN PEMBELAJARAN ELEMEN (CP ELEMEN)

ELEMEN CAPAIAN ELEMEN

Pemahaman

Konsep Pada akhir fase ini peserta didik mampu memahami kelangkaan sebagai inti dari masalah ilmu ekonomi. Peserta didik memahami skala prioritas sebagai acuan dalam menentukan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Peserta didik memahami pola hubungan antara kelangkaan dan biaya peluang. Peserta didik memahami sistem ekonomi sebagai cara dalam mengatur berbagai kegiatan ekonomi guna memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Peserta didik memahami konsep keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk tabel dan kurva.

Peserta didik memahami konsep sistem pembayaran dan memahami konsep uang sebagai alat pembayaran. Peserta didik memahami berbagai bentuk alat pembayaran nontunai yang berlaku di Indonesia serta memahami penggunaannya. Peserta didik memahami konsep bank dan industri keuangan non-bank dan memahami berbagai produk yang dihasilkan guna mendukung tercapainya keterampilan literasi keuangan.

Ketrampilan

Proses Pada akhir fase ini, peserta didik mampu melakukan kegiatan penelitian sederhana dengan menggunakan teknik atau metode yang sesuai untuk mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan hasil penelitian mengenai berbagai fenomena ekonomi berdasarkan konsep-konsep ekonomi. Peserta didik mampu merefleksikan dan merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif. Peserta didik mencari dan menggunakan

(3)

berbagai sumber belajar yang relevan terkait konten ilmu ekonomi, keseimbangan pasar, serta bank dan industri keuangan non-bank.

Peserta didik mampu menyusun skala prioritas kebutuhan dasar sesuai dengan kondisi di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mengolah dan menyimpulkan berdasarkan data hasil pengamatan atau wawancara tentang terbentuknya keseimbangan pasar. Peserta didik menyimpulkan hubungan antara sistem pembayaran dengan alat pembayaran. Peserta didik membuat pola hubungan antara Otoritas Jasa Keuangan dan lembaga jasa keuangan serta menyimpulkan tentang lembaga jasa keuangan dalam perekonomian Indonesia. Peserta didik menyusun rencana investasi pribadi.

D. KOMPONEN CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)

KOMPETENSI INTI MATERI ESENSIAL

1. Memahami 1. Kelangkaan 2. Biaya Peluang 3. Skala Prioritas

4. Hubungan Antara Kelangkaan Dan Biaya Peluang 5. Sistem Ekonomi

6. Konsep Keseimbangan Pasar 7. Uang dan Sistem Pembayaran

8. Konsep Bank Dan Industri Keuangan Non-Bank

E. MATERI PEMBELAJARAN (MP)

MATERI PEMBELAJARAN 1. Kelangkaan sebagai inti dari masalah ilmu ekonomi

2. Skala prioritas sebagai acuan dalam menentukan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi

3. Hubungan antara kelangkaan dan biaya peluang.

4. Sistem ekonomi sebagai cara dalam mengatur berbagai kegiatan ekonomi 5. Konsep keseimbangan pasar serta pemodelannya dalam bentuk tabel dan kurva 6. Uang sebagai alat pembayaran

7. Alat pembayaran tunai dan non tunai 8. Sistem pembayaran

9. Bank dan industri keuangan non bank

10. Produk perbankan dan industri keuangan non bank

F. TUJUAN PEMBELAJARAN (TP) DAN ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)

NO. TUJUAN PEMBELAJARAN DAN ALUR TUJUAN

PEMBELAJARAN ALOKASI

WAKTU 10.7.1.1 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis

dalam mempresentasikan produk dan layanan bank serta industri keuangan non bank

3 JP

(4)

10.7.1.2 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis dalam memaknai konsep bank dan industri keuangan non bank dan produk yang dihasilkan

3 JP

10.7.1.3 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis

dalam mendeskripsikan peran OJK dalam perekonomian 2 JP 10.7.1.4 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis

dalam mempresentasikan pola hubungan OJK dan lembaga keuangan serta peranan OJK dalam mengatasi permasalahan lembaga keuangan

2 JP

10.7.1.5 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis

dalam menyusun rencana investasi pribadi 2 JP

Jember, 4 Desember 2022

Guru Ekonomi

Arinaya Al Fatah, S.Pd, M.Pd NIP. 19920225 202221 1 009

(5)

ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : SMA Negeri 2 Tanggul

Mata Pelajaran : Ekonomi Tahun Pelajaran : 2022/2023

Fase : E

Kelas : X

Penyusun : Arinaya Al Fatah, S.Pd, M.Pd

ELEMEN CAPAIAN ELEMEN TUJUAN

PEMBELAJARAN MATERI INDIKATOR KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN

PROFIL PELAJAR

PANCA SILA

ASSESMEN ALOKASI WAKTU

1 2 3 4 5 6 7 8

Pemahaman

Konsep Pada akhir fase ini peserta didik mampu memahami kelangkaan sebagai inti dari masalah ilmu ekonomi.

Peserta didik memahami skala prioritas sebagai acuan dalam menentukan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Peserta didik memahami pola hubungan antara kelangkaan dan biaya peluang. Peserta didik memahami sistem ekonomi sebagai cara dalam

mengatur berbagai kegiatan ekonomi guna memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Peserta didik

1.0.7 Melalui pembelajaran tatap muka dengan menggunakan model

pembelajaran Problem Based

Leaning (PBL) peserta didik dapat

memahami konsep bank dan industri keuangan non-bank dan memahami berbagai produk yang dihasilkan

Bank dan Industri Keuangan Non Bank

1.0.7.1 Pengertian, fungsi, jenis bank dan Industri keuangan non bank :

1) Asuransi 2) Dana

Pensiun 3) Lembaga

Pembiayaan 4) Lembaga

jasa keuangan khusus 5) Lembaga

Keuangan Mikro

Pada akhir pembelajaran peserta didik dapat:

1.0.7.1.1 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis dalam

memahami produk bank

1.0.7.1.2 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis dalam

memahami layanan bank

1.0.7.1.3 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis dalam

memahami produk industri keuangan non bank

- Mandiri - Bergotong

royong - Bernalar

Kritis - Kreatif

Sumatif:

- Tes PG - Tes Essay Formatif

- Observasi - Penugasan - Diskusi

kelompok - Presentasi

12 JP

(6)

Ketrampilan proses

memahami konsep

keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk tabel dan kurva. Peserta didik memahami konsep sistem pembayaran dan memahami konsep uang sebagai alat pembayaran. Peserta didik memahami berbagai bentuk alat pembayaran non- tunai yang berlaku di Indonesia serta memahami

penggunaannya. Peserta didik memahami konsep bank dan industri keuangan non-bank dan memahami berbagai produk yang dihasilkan guna mendukung tercapainya keterampilan literasi keuangan.

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu melakukan kegiatan penelitian sederhana dengan menggunakan

teknik atau metode yang sesuai untuk mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, pengorganisasikan informasi, menarik kesimpulan,

guna mendukung tercapainya keterampilan literasi keuangan dengan baik dan benar.

1.1.7 Membuat pola hubungan antara Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga jasa

keuangan serta

menyimpulka n tentang lembaga jasa keuangan dalam

perekonomian Indonesia.

6) Teknologi Finansial 7) Pasar Modal

1.1.7.1 Otoritas Jasa Keuangan

1.0.7.1.4 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis dalam

memahami layanan industri keuangan non bank

1.1.7.1.1 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis dalam

mendeskripsikan peran OJK dalam

perekonomian 1.1.7.1.2 Melalui kegiatan

pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis dalam

mempresentasikan pola hubungan OJK dan lembaga keuangan serta peranan OJK dalam mengatasi permasalahan lembaga keuangan

1.1.7.1.3 Melalui kegiatan pengamatan, peserta didik dapat bernalar kritis dalam menyusun rencana investasi pribadi

(7)

dan mengomunikasikan hasil penelitian mengenai berbagai fenomena ekonomi

berdasarkan konsep-konsep ekonomi. Peserta didik mampu merefleksikan dan

merencanakan projek lanjutan secara kolaboratif. Peserta didik mencari dan

menggunakan berbagai sumber belajar yang relevan terkait konten ilmu ekonomi, keseimbangan pasar, serta bank dan industri

keuangan non-bank.

Peserta didik mampu menyusun skala prioritas kebutuhan dasar sesuai dengan kondisi di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mengolah dan menyimpulkan berdasarkan data hasil pengamatan atau wawancara tentang terbentuknya

keseimbangan pasar. Peserta didik menyimpulkan

hubungan antara sistem pembayaran dengan alat pembayaran. Peserta didik membuat pola hubungan antara Otoritas Jasa Keuangan dan lembaga jasa keuangan serta menyimpulkan tentang lembaga jasa

keuangan dalam

Glosarium:

1. Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.

2. Gadai adalah suatu hak yang diperoleh seorang berpiutang atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang berutang atau oleh seorang lain atas namanya, dan yang memberikan kekuasaan kepada yang

berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan daripada orang-orang berpiutang lainnya; dengan kekecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang itu digadaikan, biaya-biaya mana yang harus didahulukan (Pasal 1150 BW 3. ). Investasi adalah kegiatan membeli produk keuangan dengan harapan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi dan

bagi hasil pada masa mendatang. Jaminan Fidusia : Pasal 1 Angka 2 Und

4. Pegadaian adalah Perusahaan BUMN yang mempunyai misi ikut membantu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah ke bawah melalui kegiatan utama berupa penyaluran kredit gadai dan fidusia (konvensional maupun syariah), jasa titipan, jasa taksiran, sertifikasi dan perdagangan logam mulia dan batu adi, serta kegiatan usaha lain yang menguntungkan (jasa transfer uang, jasa transaksi pembayaran, jasa administrasi pinjaman, dan optimalisasi aset).

5. Polis adalah tanda bukti perjanjian pertanggungan yang merupakan bukti tertulis yang memuat hak dan kewajiban dan ketentuan lainnya

6. Premi adalah Iuran yang dibayar secara sekaligus atau berkala oleh tertanggung kepada penanggung berdasarkan suatu polis asuransi.

7. Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasi pada portofolio efek yang terdiri atas pasar uang, obligasi, dan saham oleh Manajer

Investasi.

8. Saham (Stock) adalah bukti penyertaan modal di suatu perusahaan, atau bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.

Dengan berinvestasi pada saham, kita akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen dan kenaikan harga apabila kinerja perusahaan meningkat.

(8)

perekonomian Indonesia.

Peserta didik menyusun rencana investasi pribadi.

9. Wadiah adalah titipan nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat nasabah yang bersangkutan menghendaki

Jember, 4 Desember 2022

Guru Ekonomi

Arinaya Al Fatah, S.Pd, M.Pd

NIP. 19920225 202221 1 009

(9)

MODUL AJAR EKONOMI 1. INFORMASI UMUM

Nama Sekolah SMA Negeri 2 Tanggul Penyusun Arinaya Al Fatah, S.Pd, M.Pd Tahun Penyusunan 2022

Fase / Kelas / Semester E / X / SEMESTER 2

Alokasi Waktu 4 JP @ 45 menit (2 Pertemuan) Elemen Pemahaman Konsep Ekonomi

Keterampilan Proses Ekonomi

Capaian Pembelajaran 1. Elemen Pemahaman Konsep Ekonomi

Pada akhir fase ini peserta didik mampu memahami kelangkaan sebagai inti dari masalah ilmu ekonomi.

Peserta didik memahami skala prioritas sebagai acuan dalam menentukan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Peserta didik memahami pola hubungan antara kelangkaan dan biaya peluang. Peserta didik

memahami sistem ekonomi sebagai cara dalam mengatur berbagai kegiatan ekonomi guna memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Peserta didik memahami konsep keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk tabel dan kurva. Peserta didik memahami konsep sistem pembayaran dan memahami konsep uang sebagai alat pembayaran. Peserta didik memahami berbagai bentuk alat pembayaran non- tunai yang berlaku di Indonesia serta memahami penggunaannya. Peserta didik memahami konsep bank dan industri keuangan non-bank dan memahami berbagai produk yang dihasilkan guna mendukung tercapainya keterampilan literasi keuangan.

2. Elemen Keterampilan Proses Ekonomi

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu melakukan kegiatan penelitian sederhana dengan menggunakan

teknik atau metode yang sesuai untuk mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, pengorganisasian informasi, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan hasil penelitian mengenai berbagai fenomena ekonomi berdasarkan konsep-konsep ekonomi. Peserta didik mampu merefleksikan dan merencanakan proyek lanjutan secara kolaboratif. Peserta didik mencari dan menggunakan berbagai sumber belajar yang relevan terkait konten ilmu ekonomi, keseimbangan pasar, serta bank dan industri keuangan non-bank.

Peserta didik mampu menyusun skala prioritas kebutuhan dasar sesuai dengan kondisi di lingkungan

sekitarnya. Peserta didik mengolah dan menyimpulkan berdasarkan data hasil pengamatan atau wawancara

(10)

tentang terbentuknya keseimbangan pasar. Peserta didik menyimpulkan

hubungan antara sistem pembayaran dengan alat pembayaran. Peserta didik membuat pola hubungan antara Otoritas Jasa Keuangan dan lembaga jasa keuangan serta menyimpulkan tentang lembaga jasa.

Tujuan Pembelajaran Melalui pembelajaran tatap muka dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Leaning (PBL) peserta didik dapat memahami konsep bank dan industri keuangan non-bank dan memahami berbagai produk yang dihasilkan guna mendukung tercapainya keterampilan literasi keuangan dengan baik dan benar.

Pengetahuan/

Keterampilan Prasyarat Peserta didik memiliki pengetahuan awal tentang Bank dan Industri Keuangan Non Bank

Dimensi Profil Pelajar

Pancasila • Mandiri : Mampu belajar mandiri dan bertanggung jawab akan hal-hal yang terjadi selama proses mencari data dan belajar tanpa pengawasan

• Bergotong-royong : Mampu bekerja sama dalam proses pembelajaran dan penyelesaian tugas

• Bernalar kritis : Mampu berpikir kritis terhadap manfaat belajar sejarah

• Kreatif : Mampu menghasilkan gagasan yang orisinal Target Peserta Didik Reguler (Kognitif) :

• Peserta didik low

• Peserta didik middle

• Peserta didik high

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Moda Pembelajaran Tatap muka

Metode Pembelajaran Ceramah, diskusi, presentasi dan tanya jawab

2. KOMPONEN INTI PERTEMUAN PERTAMA Pertemuan Ke Pertama

Bahan Ajar Buku :

1. Buku Paket Ekonomi Kelas X

2. Buku Sekolah Digital Ekonomi – Kelas X

https://drive.google.com/file/d/1Z8JMDwlZ4akY875ABU- Bi8tMVysUCc2e

Tautan materi:

1. Video Pembelajaran :

(11)

Video “Bank” pada link

https://www.youtube.com/watch?v=H7N1_s1LZaw&ab_chan nel=toko

2. Media PowerPoint :

Bank dan Industri Keuangan Non Bank

https://docs.google.com/presentation/d/1g4WEF5NJ2ApOtKr 4msXyDPUepgryb6I9

Pemahaman

Bermakna Suatu hari Andi diminta untuk mengantarkan Ibunya ke Bank terdekat yaitu Bank BNI. Ibu Andi akan menabung sejumlah Rp.

5.000.000,- secara cash. Hal apa yang dapat Andi dan Ibunya lakukan?

NO PERTANYAAN PILIHAN

YA TIDAK 1 Haruskah Ibu Andi membawa

Buku Tabungan?

2 Apakah Ibu Andi tidak perlu mengantri?

3 Apakah lebih aman jika uang disimpan di Bank BNI

dibandingkan di rumah?

4 Perlukah slip bukti transaksi menabung disimpan?

Pertanyaan

Pemantik Menumbuhkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis 1. Pernahkah kalian menabung di Bank?

2. Jika kamu memiliki uang, apakah akan menyimpannya di Bank?

3. Keuntungan apa yang akan kamu dapatkan jika menyimpan uang di Bank dibandingkan di rumah?

Asesmen Formatif :

1. Asesmen Sikap (Observasi yang dicatat dalam Jurnal) 2. Asesmen Pengetahuan (Tes tertulis meliputi PG dan Essay) 3. Asesmen Keterampilan (Praktik/kinerja yang diambil saat

presentasi kelompok) Sarana dan

Prasarana Media: PPT dan Video

Alat: Laptop, proyektor, papan tulis, lembar kerja Lingkungan belajar: Ruang kelas

Bahan bacaan: Modul/ buku/ artikel/ internet

(12)

Kegiatan Pembelajaran Materi : Bank

Tahapan Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan Orientasi

1. Peserta didik menjawab salam guru

2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan dipimpin salah satu peserta didik 3. Peserta didik menjawab presensi guru

Apersepsi

1. Peserta didik memperhatikan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya serta mengajukan pertanyaan tentang perkembangan pengalaman selama belajar dari rumah Motivasi

1. Peserta didik menyimak motivasi dari guru

2. Peserta didik memperhatikan gambaran yang diberikan guru mengenai manfaat materi yang akan dipelajari

Pemberian acuan

1. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru

2. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan

10 menit

Kegiatan Inti Model

Pembelajaran

Sintak 1 Mengorientasi peserta didik pada masalah) 1. Peserta didik memperhatikan guru yang sedang

menampilkan PowerPoint dan video pembelajaran dari youtube tentang Bank melalui link:

• PowerPoint:

https://docs.google.com/presentation/d/1g4WEF5NJ2A pOtKr4msXyDPUepgryb6I9

• Youtube:

https://www.youtube.com/watch?v=H7N1_s1LZaw&ab channel=toko

2. Peserta didik memperhatikan guru yang merumuskan masalah terkait materi Bank (HOTS)

(Sintak 2 Mengorganisasikan peserta didik)

3. Mengelola pembelajaran dengan membagi kelompok menjadi 6 kelompok (4 sampai 5 peserta didik) secara heterogen berdasarkan kompetensi yang dimiliki peserta didik.

4. Peserta didik menerima tugas dari guru yang bentuknya unjuk kerja yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menjelaskan kepada peserta didik tentang cara menyelesaikan permasalahan yang ada di LKPD

70 menit

(13)

(Sintak 3 Membimbing peserta didik pada masalah) 5. Peserta didik memperhatikan guru dalam menyelesaikan

masalah di LKPD

6. Peserta didik termotivasi dan terfasilitasi oleh guru dalam berdiskusi dengan kelompoknya untuk menyelesaikan LKPD

(Sintak 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya)

7. Peserta didik berdiskusi dalam menyelesaikan LKPD secara berkelompok

8. Peserta didik mendapatkan bimbingan secara individual maupun berkelompok yang mengalami kesulitan

9. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

(Sintak 5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah)

10. Kelompok lain memberi masukan atau tanggapan kepada kelompok yang selesai presentasi (Communication, mengkomunikasikan-saintifik)

11. Peserta didik berkesempatan untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami oleh peserta didik

(Communication, menanya-saintifik)

12. Peserta didik diberikan penguatan materi pembelajaran 13. Peserta didik mendapat apresiasi bagi yang sudah

berpartisipasi aktif selama kegiatan pembelajaran Penutup Penutup

1. Peserta dididk mendapatkan pertanyaan lisan secara acak dari guru yang sifatnya umpan balik atas pembelajaran yang sudah dilakukan

2. Peserta didik bersama-sama dengan guru untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari

3. Peserta didik menyimak rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

4. Peserta didik bersama-sama menutup pembelajaran dengan berdoa hening sejenak sebagai bentuk mensyukuri karunia Tuhan, sesuai keyakinan masing- masing

5. Salam.

10 menit

(14)

3. LAMPIRAN PERTEMUAN PERTAMA A. MATERI PEMBELAJARAN

1. Buku Sekolah Digital Ekonomi – Kelas X

https://drive.google.com/file/d/1Z8JMDwlZ4akY875ABU-Bi8tMVysUCc2e 2. Video Pembelajaran :

Video “Bank” pada link

https://www.youtube.com/watch?v=H7N1_s1LZaw&ab_channel=toko 3. Media PowerPoint :

Bank dan Industri Keuangan Non Bank

https://docs.google.com/presentation/d/1g4WEF5NJ2ApOtKr4msXyDPUepgryb6I9

B. LEMBAR AKTIVITAS SISWA/ LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) LEMBAR KERJA EKONOMI

Nama Ketua : Nama Anggota :

Kelas :

TUGAS

A. Tugas Pertemuan 1

Kerjakan soal studi kasus di bawah ini sesuai dengan perintah 1. Simak kutipan artikel

2. Silahkan berdiskusi dengan kelompok masing-masing 3. Tulislah hasil kerja dalam bentuk laporan sederhana.

4. Presentasikan hasil kerja kelompok (dilakukan secara acak) 5. Selanjutnya hasil pekerjaan dikumpulkan kepada guru 6. Selamat mengerjakan

(15)

A. Tugas Pertemuan 1

Internasional

Kabar Buruk dari Bank Dunia, Resesi Global 2023

NEWS - sef, CNBC Indonesia 16 September 2022 11:24

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar buruk datang dari World Bank (Bank Dunia). Lembaga itu mengatakan dunia mungkin bergerak menuju resesi global di 2023.Kenaikan suku bunga bank-bank sentral secara bersamaan menjadi penyebab. Suku bunga dinaikkan untuk memerangi inflasi yang terus-menerus melonjak. "Tiga ekonomi terbesar dunia-Amerika Serikat, Cina, dan kawasan Eropa- telah melambat tajam," tulisnya dalam sebuah studi baru, dikutip Jumat (16/9/2022)."Bahkan pukulan moderat terhadap ekonomi global selama tahun depan dapat mendorongnya ke dalam resesi," tambah Bank Dunia. Secara rinci, Bank Dunia melihat kenaikan suku bunga akan terus dilakukan hingga tahun depan. Tapi itu, diyakini, tak akan cukup mampu membawa inflasi kembali ke tingkat sebelum pandemi Covid-19. Bank Dunia mengatakan untuk mendorong inflasi lebih rendah, bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga dengan tambahan 2 poin persentase. Ini di atas kenaikan 2 poin yang sudah terlihat di atas rata-rata tahun 2021. Tetapi peningkatan sebesar itu, bersama dengan tekanan pasar keuangan, akan memperlambat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) global. Di mana di 2023, PDB dunia akan menjadi 0,5%. Bakal ada kontraksi 0,4%. Menurut Bank Dunia, ini akan memenuhi definisi teknis dari resesi global. Studi tersebut menyarankan bank sentral untuk bisa mengomunikasikan keputusan kebijakan mereka dengan jelas. Sementara pembuat kebijakan harus menerapkan rencana fiskal jangka menengah yang kredibel dan terus memberikan bantuan yang ditargetkan kepada rumah tangga yang rentan. Situasi ini diyakini akan sangat menganggu emerging markets dan negara berkembang.

Pernyataan dipertegas Presiden Bank Dunia dan Wakilnya di laporan yang sama. "Pertumbuhan global melambat tajam, dengan kemungkinan perlambatan lebih lanjut karena lebih banyak negara jatuh ke dalam resesi," ujar Presiden Bank Dunia David Malpass. "Tren ini akan bertahan, dengan konsekuensi yang menghancurkan bagi pasar negara berkembang dan ekonomi berkembang," tegasnya lagi. "Para pembuat kebijakan di negara emerging markets dan berkembang harus siap mengelola potensi dampak dari pengetatan kebijakan yang sindrom secara global," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Pertumbuhan, Keuangan dan Industri Berkeadilan, Ayhan Kose. Sebelumnya di Juli, IMF juga memberikan ramalan tak sedap soal ekonomi global. Di mana ekonomi dunia hanya akan tumbuh 3,2% di 2022 dan 2,9% di 2023. Jika gangguan pasokan dan tekanan pasar tenaga kerja mereda, tingkat inflasi inti global (tidak termasuk energi) tetap akan bertahan di sekitar 5%

pada 2023. Itupun masih hampir dua kali lipat rata-rata lima tahun sebelum pandemi.

Baca selengkapnya di artikel

https://www.cnbcindonesia.com/news/20220916104707-4-372632/kabar-buruk-dari-bank- dunia-resesi-global-2023

Setelah membaca kutipan artikel di atas, silahkan kalian diskusikan tentang:

1. Data dari world bank (Bank Dunia)

2. Analisislah resesi global 2023 tersebut menurut pendapat kalian, kemudian diskusikan dan buatlah kesimpulan hasil diskusinya

(16)

2. KOMPONEN INTI PERTEMUAN 2 Pertemuan Ke Kedua

Bahan Ajar Buku :

1. Buku Paket Ekonomi Kelas X

2. Buku Sekolah Digital Ekonomi – Kelas X

https://drive.google.com/file/d/1Z8JMDwlZ4akY875ABU- Bi8tMVysUCc2e

Tautan materi:

3. Video Pembelajaran :

Video “Industri Keuangan Non Bank” pada Tautan https://www.youtube.com/watch?v=VlOiGK289r4&ab_chann el=RidwanDjabar

4. Media PowerPoint :

Bank dan Industri Keuangan Non Bank

https://docs.google.com/presentation/d/1g4WEF5NJ2ApOtKr 4msXyDPUepgryb6I9

Pemahaman

Bermakna Waktu itu Pak Fatah akan memiliki anak pertama, kami menyiapkan semua kebutuhan termasuk biaya karena ternyata anak pertama Pak Fatah harus di rujuk ke RSUD Jember untuk menjalani Operasi Caesar. Setelah anak pertama Pak Fatah lahir dengan selamat akhirnya diminta oleh petugas untuk mengurus administrasi dan ternyata tertulis Rp 10.000.000,-. Kaget! tetapi petugasnya tersenyum karena biaya tersebut telah ditanggung oleh BPJS atau Gratis karena selama ini Pak Fatah menjadi pengguna aktif BPJS.

Pertanyaan

Pemantik Menumbuhkan rasa ingin tahu dan berpikir kritis

1. Menurut kalian, pentingkah memiliki BPJS dan apa alasannya?

2. Jika kalian tidak memiliki Jaminan Sosial hal apa yang akan kalian lakukan jika keadaan darurat terjadi kepadamu?

Asesmen Formatif :

1. Asesmen Sikap (Observasi yang dicatat dalam Jurnal) 2. Asesmen Pengetahuan (Tes tertulis meliputi PG dan Essay) 3. Asesmen Keterampilan (Praktik/ kinerja yang diambil saat

presentasi kelompok) Sarana dan

Prasarana Media: PPT dan Video

Alat: Laptop, proyektor, papan tulis, lembar kerja Lingkungan belajar: Ruang kelas

Bahan bacaan: Modul/ buku/ artikel/ internet

(17)

Kegiatan Pembelajaran

Materi : Industri Keuangan Non Bank

Tahapan Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan Orientasi

1. Peserta didik menjawab salam guru

2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan dipimpin salah satu peserta didik 3. Peserta didik menjawab presensi guru

Apersepsi

2. Guru mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi sebelumnya serta mengajukan pertanyaan tentang perkembangan pengalaman selama belajar dari rumah Motivasi

1. Peserta didik menyimak motivasi dari guru

2. Peserta didik memperhatikan gambaran yang diberikan guru mengenai manfaat materi yang akan dipelajari

Pemberian acuan

1. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru

2. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan

10 menit

Kegiatan Inti Model

Pembelajaran

Sintak 1 Mengorientasi peserta didik pada masalah) 1. Peserta didik memperhatikan guru yang sedang

menampilkan PowerPoint dan video pembelajaran dari youtube tentang Industri Keuangan Non Bank melalui Tautan:

• PowerPoint:

https://docs.google.com/presentation/d/1g4WEF5NJ2A pOtKr4msXyDPUepgryb6I9

• Youtube:

https://www.youtube.com/watch?v=VlOiGK289r4&ab_

channel=RidwanDjabar

2. Peserta didik memperhatikan guru yang untuk

merumuskan masalah terkait materi Industri Keuangan Non Bank (HOTS)

(Sintak 2 Mengorganisasikan peserta didik)

3. Mengelola pembelajaran dengan membagi kelompok menjadi 6 kelompok (4 sampai 5 peserta didik) secara heterogen berdasarkan kompetensi yang dimiliki peserta didik.

4. Peserta didik menerima tugas dari guru yang bentuknya unjuk kerja yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menjelaskan kepada peserta didik tentang cara menyelesaikan permasalahan yang ada di LKPD

70 menit

(18)

(Sintak 3 Membimbing peserta didik pada masalah) 5. Peserta didik memperhatikan guru dalam menyelesaikan

masalah di LKPD

6. Peserta didik termotivasi dan terfasilitasi oleh guru dalam berdiskusi dengan kelompoknya untuk menyelesaikan LKPD

(Sintak 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya)

7. Peserta didik berdiskusi dalam menyelesaikan LKPD secara berkelompok

8. Peserta didik mendapatkan bimbingan secara individual maupun berkelompok yang mengalami kesulitan

9. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

(Sintak 5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah)

10. Kelompok lain memberi masukan atau tanggapan kepada kelompok yang selesai presentasi (Communication, mengkomunikasikan-saintifik)

11. Peserta didik berkesempatan untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami oleh peserta didik

(Communication, menanya-saintifik)

12. Peserta didik diberikan penguatan materi pembelajaran 13. Peserta didik mendapat apresiasi bagi yang sudah

berpartisipasi aktif selama kegiatan pembelajaran Penutup Penutup

1. Peserta dididk mendapatkan pertanyaan lisan secara acak dari guru yang sifatnya umpan balik atas

pembelajaran yang sudah dilakukan

2. Peserta didik bersama-sama dengan guru untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari

3. Peserta didik menyimak rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya

4. Peserta didik bersama-sama menutup pembelajaran dengan berdoa hening sejenak sebagai bentuk mensyukuri karunia Tuhan, sesuai keyakinan masing- masing

5. Salam.

10 menit

(19)

3. LAMPIRAN PERTEMUAN 2 A. MATERI PEMBELAJARAN

1. Buku Sekolah Digital Ekonomi – Kelas X

https://drive.google.com/file/d/1Z8JMDwlZ4akY875ABU-Bi8tMVysUCc2e 2. Video Pembelajaran :

Video “ Lembaga Keuangan Non Bank” pada Tautan

https://www.youtube.com/watch?v=VlOiGK289r4&ab_channel=RidwanDjabar 3. Media PowerPoint :

Bank dan Industri Keuangan Non Bank

https://docs.google.com/presentation/d/1g4WEF5NJ2ApOtKr4msXyDPUepgryb6I9

B. LEMBAR AKTIVITAS SISWA/ LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) LEMBAR KERJA EKONOMI

Nama Ketua : Nama Anggota :

Kelas :

(20)

B. Tugas Pertemuan 2

Keuangan

Ratusan Mahasiswa Masih Terjerat Pinjol Cek Daftar Pinjol Legal yang Dirilis OJK

Selasa, 15 November 2022 / 05:00 WIB Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pinjaman online alias pinjol tidak hanya menjerat masyarakat umum, kalangan mahasiswa pun marak menjadi korban pinjol ini. Kabar terakhir ratusan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) terjerat pinjaman online (Pinjol) yang totalnya hingga mencapai miliaran rupiah. Karena itu masyarakat harus menjauhi layanan pinjaman online (pinjol) ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terbaru, Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK menertibkan 88 pinjol ilegal sepanjang Oktober 2022. Lalu, apa saja pinjol legal menurut OJK pada November 2022 ini? Perusahaan financial technology (fintech) lending atau pinjol ilegal masih marak beroperasi di sekitar masyarakat. Meskipun Satgas Waspada Investasi rutin menertibkan pinjol ilegal setiap bulan. Dilansir dari keterangan resmi, SWI OJK pada Oktober 2022 kembali menghentikan 88 platform pinjol ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat. Ketua Satgas Waspa da Investasi Tongam L. Tobing mengatakan temuan pinjol ilegal tersebut merupakan upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan SWI sebelum adanya aduan dari korban berdasarkan crawling data (pemantauan aktivitas penawaran investasi yang sedang marak di mas yarakat serta melalui media sosial, website, dan youtube) yang dilakukan melalui big data center aplikasi waspada investasi. Lebih lanjut Tongam menyampaikan bahwa SWI berusaha senantiasa hadir melindungi masyarakat agar terhindar dari kegiatan penawaran investasi atau pinjol yang tidak memiliki izin atau ilegal. Upaya pencegahan dan penanganan terhadap investasi dan pinjol ilegal dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota Satgas Waspada Investasi yang terdiri dari 12 Kementerian/Lembaga. SWI juga melakukan penghentian dan menyampaikan pengumuman kepada masyarakat terkait adanya investasi dan pinjol ilegal. SWO juga melakukan pemblokiran terhadap situs/website/aplikasi pinjol ilegal dan menyampaikan laporan informasi ke Bareskrim Polri. Khusus selama Oktober 2022, SWI menemukan 88 platform pinjol ilegal. Bulan sebelumnya pada September 2022 ada 105 pinjol ilegal. Dengan demikian, sejak tahun 2018 s.d. Oktober 2022 ini, jumlah platform pinjaman online ilegal yang telah ditutup menjadi sebanyak 4.352 pinjol ilegal. "Setiap hari SWI menerima pengaduan masyarakat korban pinjol ilegal. Meskipun beberapa pelaku telah dilakukan proses hukum, tampaknya beberapa dari mereka belum jera," kata Tongam. SWI mendorong penegakan hukum kepada para pelaku pinjol ilegal ini dengan terus menerus juga melaku kan pemblokiran situs dan aplikasi agar tidak diakses oleh masyarakat. Sebelumnya Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Selasa (15/11/2022) mengatakan jeratan Pinjol memang menyasar ke mana-mana termasuk ke kalangan mahasiswa. Hanya saja untuk kasus mahasiswa IPB ini menarik karena berawal dari keinginan untuk mencari sponsor kegiatan mahasiswa. "Pertanyaannya apakah tidak ada pendampingan dari pihak kampus agar mereka mencari sponsor kegiatan mahasiswa dari sumber-sumber yang aman. Kenapa ada proses pembiaran saat para mahasiswa ini mencari dana kegiatan dari proses usaha yang melibatkan pinjaman online," katanya. Dia menilai inisiatif mahasiswa dalam mencari sumber dana alternatif untuk kegiatan mereka layak diapresiasi. Kendati demikian harusnya mereka mencarinya dari sumb er-sumber yang jelas seperti badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, atau perusahaan swasta dengan rekam jejak teruji. "Maka di sini perlu peran dari kampus untuk melakukan pendampingan dan arahan sehingga kreativitas dan inisiatif mahasiswa dalam mencari sumber pendanaan kegiatan kemahasiswaan tidak mengarah ke hal yang bersifat destruktif,” katanya. Saat ini, lanjut Huda pihak kampus harus memberikan pendampingan terhadap mahasiswa yang terjerat pinjaman online ini. Apalagi jumlah mereka mencapai ratusan orang. “Kampus harus memberikan bantuan hukum agar para mahasiswa yang menjadi korban Pinjol ini tidak dikejar-kejar debt collector atau harus menanggung beban yang sebenarnya terjadi bukan murni kesalahan mereka,” katanya. Politisi PKB ini pun berharap agar pihak berwajib mengejar pelaku yang melakukan penipuan kepada mahasiswa IPB sehingga mereka terjerat Pinjol. Pengusutan juga harus dilakukan kepada penyelenggara Pinjol apakah mereka sengaja bekerja sama dengan pelaku untuk menjerat para mahasiswa. "Kami berharap kasus ini segera tuntas sehingga ratusan mahasiswa ini kembali fokus pada tugas belajar mereka dan tidak terganggu dengan kasus hukum yang sebenarnya tidak perlu terjadi," katanya. Ratusan mahasiswa IPB terjerat pinjaman online atau pinjol setelah tertipu investasi online shop. Mereka pun dikabarkan saat ini tengah dikejar-kejar para debt collector. Terkait kasus ini, Institut Pertanian Bogor (IPB) segera melakukan empat langkah terkait kabar tersebut. Rektor IPB Arif Satria menuturkan, pihak kampus telah mempelajari kasus ini dan telah mengambil langkah cepat untuk menangani kasus tersebut. Seperti dikutip dari Kompas.TV Senin (14/11/2022) Arif Satria menyatakan IPB melakukan beberapa hal ; Pertama, membuka posko pengaduan dari para mahasiswa yang menjadi korban.

Baca selengkapnya di artikel

https://keuangan.kontan.co.id/news/inilah-daftar-pinjol-ilegal-oktober-2022-cek-pinjol-legal- ojk-november-ini

(21)

Setelah membaca kutipan artikel di atas, silahkan kalian diskusikan tentang:

1. Data terkait dengan Pinjaman Online

2. Analisislah Pinjaman Online / Pinjol tersebut menurut pendapat kalian, kemudian diskusikan dan buatlah kesimpulan hasil diskusinya

PENUTUP

Bagaimana kalian sekarang?

Setelah kalian belajar bertahap dan berlanjut melalui kegiatan belajar 1 dan 2 Berikut diberikan tabel untuk mengukur diri kalian terhadap materi yang sudah kalian pelajari.

Jawablah sejujurnya terkait dengan penguasaan materi

Tabel refleksi diri dalam memahami materi pembelajaran

No Pernyataan Ya Tidak

1. Saya telah memahami Bank dan Industri Keuangan Non Bank 2. Saya dapat mengidentifikasi konsep yang berkaitan

dengan Bank dan Industri Keuangan Non Bank 3. Saya dapat memahami manfaat Bank dan Industri Keuangan Non Bank 4. Saya dapat memahami Bank dan Industri Keuangan

Non Bank

5. Saya dapat dapat mengidentifikasi Bank dan Industri Keuangan Non Bank

Jumlah

Jika menjawab “TIDAK” pada salah satu pertanyaan di atas, maka pelajarilah kembali materi tersebut ,yang sekiranya perlu kalian ulang dengan bimbingan Guru atau teman sejawat.

Jangan putus asa untuk mengulang lagi!. Dan apabila kalian menjawab “YA” pada semua pertanyaan, maka lanjutkan materi berikutnya.

C. ASESMEN

1. Kompetensi Sikap : A. Asesmen Observasi

Asesmen observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.

Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen Asesmen sikap

No Nama

Peserta didik

Aspek Perilaku yang

Dinilai Jumla

h Skor Skor

Sikap Kode Nilai BS JJ TJ DS

1 ... ... ... ... ... ... ...

2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :

• BS : Bekerja Sama

• JJ : Jujur

(22)

• TJ : Tanggung Jawab

• DS : Disiplin Catatan :

1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100 = Sangat Baik 75 = Baik

50 = Cukup 25 = Kurang

2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai 400

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai B. Jurnal Asesmen Kompetensi Sikap

Kelas : X

Mata Pelajaran : Ekonomi

No Hari/Tanggal Nama Peserta

didik Catatan

Perilaku Butir

Sikap Tindak

Lanjut Paraf 1

2 3 dst Catatan:

Guru menuliskan perilaku atau hasil pekerjaan peserta didik sesuai dengan aspek Asesmen kompetensi sikap spiritual dan kompetensi sikap sosial yang secara ekstrim ke arah perilaku yang positif maupun yang negatif.

C. Asesmen Diri

Catatan :

1. Skor Asesmen Ya = 100 dan Tidak = 50

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

Skor Skor

Sikap Kode Nilai 1 Selama diskusi, saya ikut

serta mengusulkan ide/gagasan.

2 Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan

kesempatan untuk berbicara.

3 Saya ikut serta dalam membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok.

4 ...

(23)

2. Nilai = (Skor Yang Diperoleh / Skor Maksimal) X 100 3. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) D. Asesmen Teman Sebaya

Asesmen ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri

Nama yang diamati : ...

Pengamat : ...

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

Skor Skor

Sikap Kode Nilai 1 Mau menerima pendapat teman.

2 Memberikan solusi terhadap permasalahan.

3 Memaksakan pendapat sendiri kepada anggota kelompok.

4 Marah saat diberi kritik.

5 ...

Catatan :

1. Skor Asesmen Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100 2. Nilai = (Skor Yang Diperoleh / Skor Maksimal) X 100

3. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) 2. Kompetensi Pengetahuan :

Asesmen Pengetahuan

a. Tes tulis – Pilihan ganda dan Essay

• (dikembangkan oleh guru melalui kisi-kisi penulisan soal)

• Skor : Setiap soal memiliki nilai 10 untuk PG dan 20 untuk essay

• Nilai akhir: Jumlah Skor X jumlah soal b. Tugas tertulis ; uraian

Soal dalam bentuk uraian bebas/terbuka.

Pedoman Penskoran.

Skor per item soal

Kriteria Skor

Jawaban lengkap dan tepat sesuai dengan konsep

ekonomi 5

Jawaban tepat tetapi kurang lengkap 4

Jawaban sebagian besar tepat 3

Jawaban sebagian kecil tepat 2

(24)

Kriteria Skor

Jawaban tidak tepat 1

Tidak ada jawaban 0

3. Kompetensi Keterampilan : Lembar Asesmen Presentasi Bentuk : Presentasi

No Nama

Lembar Asesmen Presentasi

Nilai ket Pengguna

an Bahasa Kemampuan menjelaskan hasil kerja

kelompok

Penampilan ketika presen

tasi 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1

1

2

3

dst.

Rubrik Asesmen Keterampilan N

o Aspek yang dinilai

Pedoman Penskoran

1 Penggunaan

Bahasa Skor 4: jika penggunaan bahasa sangat jelas Skor 3: jika penggunaan bahasa jelas

Skor 2: jika penggunaan bahasa cukup jelas Skor 1: jika penggunaan bahasa tidak jelas 2 Kemampuan

menjelaskan hasil kerja

Skor 4: jika menjelaskan pembuatan hasil kerja kelompok dengan sangat jelas

Skor 3: jika menjelaskan pembuatan hasil kerja kelompok dengan jelas

Skor 2: jika menjelaskan pembuatan hasil kerja kelompok dengan cukup jelas

Skor 1: jika menjelaskan pembuatan hasil kerja kelompok dengan tidak jelas

3 Penampilan sketika presentasi

Skor 4: jika sangat percaya diri Skor 3: jika percaya diri

Skor 2: jika cukup percaya diri Skor 1: jika tidak percaya diri

Nilai = (Skor Yang Diperoleh / Skor Maksimal) X 100

(25)

BAHAN BACAAN 1. Materi Buku Sekolah Digital Ekonomi – Kelas X

https://drive.google.com/file/d/1Z8JMDwlZ4akY875ABU-Bi8tMVysUCc2e 2. Video Pembelajaran Pertemuan 1 :

Video “Bank” pada Tautan

https://www.youtube.com/watch?v=H7N1_s1LZaw&ab_channel=toko 3. Media PowerPoint :

Bank dan Industri Keuangan Non Bank

https://docs.google.com/presentation/d/1g4WEF5NJ2ApOtKr4msXyDPUepgryb6I9 4. Artikel tentang Kabar Buruk dari Bank Dunia, Resesi Global 2023

https://www.cnbcindonesia.com/news/20220916104707-4-372632/kabar-buruk-dari- bank-dunia-resesi-global-2023

5. Video Pembelajaran Pertemuan 2 :

Video “Lembaga Keuangan Non Bank” pada Tautan

https://www.youtube.com/watch?v=VlOiGK289r4&ab_channel=RidwanDjabar

6. Artikel tentang Ratusan Mahasiswa Masih Terjerat Pinjol Cek Daftar Pinjol Legal yang Dirilis OJK

https://keuangan.kontan.co.id/news/inilah-daftar-pinjol-ilegal-oktober-2022-cek-pinjol- legal-ojk-november-ini

GLOSARIUM

Bank badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Gadai suatu hak yang diperoleh seorang berpiutang atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh seorang berutang atau oleh seorang lain atas namanya, dan yang memberikan kekuasaan kepada yang berpiutang itu untuk mengambil pelunasan dari barang tersebut secara didahulukan daripada orang-orang berpiutang lainnya; dengan kekecualian biaya untuk melelang barang tersebut dan biaya yang telah dikeluarkan untuk menyelamatkannya setelah barang itu digadaikan, biaya-biaya mana yang harus didahulukan (Pasal 1150 BW ).

Investasi kegiatan membeli produk keuangan dengan harapan mendapatkan nilai jual yang lebih tinggi dan bagi hasil pada masa mendatang.

Pegadaian Perusahaan BUMN yang mempunyai misi ikut membantu program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat golongan menengah ke bawah melalui kegiatan utama berupa penyaluran kredit gadai dan fidusia (konvensional maupun syariah), jasa titipan, jasa taksiran, sertifikasi dan perdagangan logam mulia dan batu adi, serta kegiatan usaha lain yang menguntungkan (jasa transfer uang, jasa transaksi pembayaran, jasa administrasi pinjaman, dan optimalisasi aset).

(26)

Polis tanda bukti perjanjian pertanggungan yang merupakan bukti tertulis yang memuat hak dan kewajiban dan ketentuan lainnya

Premi Iuran yang dibayar secara sekaligus atau berkala oleh tertanggung kepada penanggung berdasarkan suatu polis asuransi

Reksa Dana wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat untuk selanjutnya diinvestasi pada portofolio efek yang terdiri atas pasar uang, obligasi, dan saham oleh Manajer Investasi.

Saham

(Stock) bukti penyertaan modal di suatu perusahaan, atau bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Dengan berinvestasi pada saham, kita akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen dan kenaikan harga apabila kinerja perusahaan meningkat.

Wadiah titipan nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat nasabah yang bersangkutan menghendaki

DAFTAR PUSTAKA

Akseleran.co.ic. (2020, 21 Maret). Lembaga Keuangan: Pengertian, Manfaat, Fungsi, dan Jenisnya di Indonesia. Diakses pada 5 Oktober 2020, dari

https://accurate.id/ekonomi-keuangan/pengertian-lembaga-keuangan/

Bank Indonesia. 2014. Buku Panduan Guru SMA/MA Muatan Kebanksentralan. Jakarta:

Bank Indonesia

Cermati.com. (2017, 3 Mei). Beda Fungsi antara Lembaga Keuangan dan Non-Bank.

Diakses pada 5 Oktober 2020, dari

https://www.cermati.com/artikel/beda-fungsi-antara-lembaga-keuangan-bank-dan- non-bank

Liputan6.com. (2019, 16 April). Fungsi OJK, Tujuan, dan Tugasnya yang Jarang Diketahui.

Diakses pada 5 Oktober 2020, dari

https://hot.liputan6.com/read/3942916/fungsi-ojk-tujuan-dan-tugasnya-yang-jarang- diketahui

OJK.go.id. Lembaga Jasa Keuangan Khusus. Diakses pada 5 Oktober 2020, dari

https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/Pages/Lembaga-Jasa-Keuangan-khusus.aspx Otoritas Jasa Keuangan. 2014. Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa

Keuangan Kelas X. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan

Nurhadi. 2018. Lensa Kegiatan Ekonomi SMA/MA Kelas X Kelompok Peminatan IPS. Jakarta:

Bailmu

(27)

Bahan Ajar

KELAS X

NAMA : ………..

KELAS : ………

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN EKONOMI KATEGORI 1 GELOMBANG 2

UNIVERSITAS PGRI KANJURUHAN MALANG

BANK DAN

INDUSTRI KEUANGAN NON BANK

(28)

1. IDENTITAS

Mata pelajaran : Ekonomi

Semester : 2

Sekolah : SMA Negeri 2 Tanggul

Materi : Bank dan Industri Keuangan Non Bank

KOMPETENSI DASAR PETAKONSEP

3.1 Memahami konsep Bank dan Industri Keuangan Non Bank 4.1 Menganalisis konsep Bank dan Industri Keuangan Non Bank

(29)

A. Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan merupakan badan usaha atau institusi di bidang jasa keuangan yang bergerak dengan cara menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya untuk pendanaan serta dengan mendapatkan keuntungan dalam bentuk bunga atau persentase. Meski demikian, kegiatan usaha lembaga ini dapat berupa penghimpunan dana saja, menyalurkan dana saja, atau keduanya sekaligus.

Lembaga keuangan (financial institution) dapat didefinisikan sebagai suatu badan usaha yang aset utamanya berbentuk aset keuangan (financial assets) maupun tagihan-tagihan (claims) yang dapat berupa saham (stocks), obligasi (bonds) dan pinjaman (loans), daripada berupa aktiva riil misalnya bangunan, perlengkapan (equipment) dan bahan baku.

B. Manfaat Lembaga Keuangan

Setiap lembaga yang bergerak di bidang keuangan memiliki peranan penting dan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian. Beberapa manfaat yang dapat ditemukan antara lain adalah:

(30)

1. Manfaat likuiditas

Manfaat pertama ini berhubungan dengan likuiditas, yaitu kemampuan mendapatkan uang tunai saat diperlukan. Sehingga tidak akan ada kekhawatiran akan kurangnya ketersediaan uang tunai yang beredar di masyarakat.

2. Pengalihan aset

Salah satu peran pentingnya adalah sebagai wadah untuk melakukan kegiatan pengalihan aset. Di sini, lembaga tersebut akan mengalihkan aset dengan cara meminjamkan dana kepada pihak lain untuk dikelola dalam masa waktu tertentu. Dana yang dialihkan ini berasal dari simpanan masyarakat yang menabung di lembaga tersebut.

3. Realokasi pendapatan

Manfaat selanjutnya adalah sebagai wadah untuk melakukan realokasi pendapatan.

Dengan demikian pendapatan yang masuk dan tersimpan di lembaga tersebut dapat digunakan di masa depan dengan mudah.

4. Kemudahan transaksi

Terakhir, juga memiliki manfaat besar dan peranan yang penting dalam penyediaan jasa yang mempermudah transaksi keuangan. Dengan adanya lembaga ini,

(31)

masyarakat bisa menghemat waktu dan tenaga dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan keuangan.

C. Fungsi Lembaga Keuangan

Setelah memahami definisi dan manfaat lembaga keuangan, maka dapat ditarik kesimpulan beberapa fungsi dan tujuan lembaga tersebut. Meski demikian, fungsinya juga cukup berbeda tergantung dari jenis lembaganya. Berikut ini beberapa fungsinya baik yang merupakan Bank maupun non-Bank.

1. Bank berfungsi

Sebagai lembaga yang menghimpun dana masyarakat dengan cara mengeluarkan dokumen berharga. Dengan cara ini, dana masyarakat akan lebih aman dan tersimpan dengan baik.

2. Selanjutnya Bank Menyalurkan

bank akan menyalurkan kembali dana yang sudah terhimpun tersebut dan menggunakannya untuk pembiayaan, baik di bidang ekonomi maupun pembangunan dalam jangka waktu tertentu. Dengan demikian, dana yang terhimpun tidak akan diam di tempat melainkan dikelola dan berpotensi menjadi berkembang.

3. Selain itu Bank Memberikan Bantuan Modal Usaha

Bank juga berfungsi untuk memberikan bantuan modal usaha kepada masyarakat atau perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya. Bantuan modal ini biasanya diberikan dalam bentuk kredit.

(32)

4. Ada pula pegadaian

Merupakan lembaga keuangan non-Bank. Pegadaian didirikan dengan tujuan agar dapat memberikan pinjaman kepada nasabah namun dengan jaminan berupa barang atau surat berharga.

5. Selanjutnya, ada pula koperasi

Memiliki fungsi dan tujuan yang mirip dengan bank. Koperasi memberikan jasa simpan- pinjam kepada anggotanya dengan bunga yang relatif rendah sehingga membebaskan masyarakat dari rentenir dan dapat mengelola uang secara lebih produktif.

D. Jenis dan Pengertian Lembaga Keuangan Bank 1) Bank Sentral

Jenis lembaga keuangan ini sangat berpengaruh pada perekomian negara dan sebagai lembaga penetapan instrumen kebijakan moneter di suatu negara.

Bertanggung jawab atas kebijakan moneter guna untuk mengatasi inflasi yang terjadi dengan melakukan pencadangan kas bank sentral agar bertambahnya perputaran uang pada masyarakat. Selain itu juga bank sentral bertugas untuk menjaga kestabilan nilai mata uang, kestabilan sektor industri, kestabilan sektor perbankan dan kestabilan sektor ekonomi secara menyeluruh. Contoh bank sentral di Indonesia

(33)

ini diberikan kepada Bank Indonesia dengan memiliki kewenangan khusus yang diatur dalam undang-undang.

2) Bank Umum

Menurut undang-undang no 10 tahun 1998, apakah yang dimaksud dengan bank umum adalah bank yang melakukan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dalam meningkatkan perekonomian negeri bank umum melakukan berbagai jenis kegiatan seperti menghimpun dana dalam bentuk tabungan, memberikan kredit kepada pebisnis, menerbitkan surat pengakuan utang, menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga atau pihak ketiga lainnya. Selain itu bank umum terbagi dalam 2 jenis jenis bank yakni bank umum devisa dan bank umum non devisa. Bank umum devisa seperti Bank BRI Agroniaga, Bank BNI Syariah, Bank Bukopin, Bank Bumi Artha, Bank BCA, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon Indonesia dan lain-lain. Sedangkan bank umum non devisa seperti Bank BCA Syariah, Bank Bisnis International, Bank Fama International, Bank Sahabat Sampoerna, Bank Mayora, Bank Panin Syariah, Bank Pundi Indonesia dan masih banyak lainnya.

(34)

3) Bank Perkreditan Rakyat

Bank perkreditan rakyat berawal dari zaman kolonial Belanda yakni awal abad 19 dan pada saat itu dikenal dengan istilah Lumbung Desa, Bank Desa, Bank Tania tau Bank Dagang Desa. Hingga 27 Oktober 1988 pemerintah mengeluarkan regulasi perbankan Undang-undang no 07 tahun 1988 menetapkan bank perkreditan rakyat adalah bank yang memaksimalkan kegiatan usaha secara konvensional atau berprinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Sehingga dalam kegiatannya bank perkreditan rakyat hampir sama dengan kegiatan bank umum seperti menghimpun dana dan menyalurkan dana dari kepada masyarakat. Akan tetapi bank perkreditan rakyat tidak diperbolehkan memberikan jasa keuangan dan menerima simpanan giro, kegiatan valuta asing dan perasuransian. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ada sekitar 1545 macam BPR yang tersebar di seluruh Indonesia. Adapun beberapa contoh BPR yang ada di kota Jakarta seperti PT. BPR Pesona Letris Pratama, PT. BPR Dana Usaha, PT.

Daya Artha, PT. BPR Nusantara Bona Pasogit dan masih banyak lagi.

E. Jenis dan Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank/Non-Bank 1) Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank/Non-Bank

Lembaga Keuangan Bukan Bank, atau yang biasa disingkat sebagai LKBB sangat berperan penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia. LKBB dengan

(35)

semua karakternya, mendorong pergerakan ekonomi, dengan mengoptimalisasi pola konsumsi. Dengan demikian, tidak ada masalah stagnansi karena pola konsumsi yang rendah.

LKBB sebenarnya adalah badan usaha atau lembaga yang memiliki aktivitas terkait keuangan, yang secara langsung maupun tidak, mengumpulkan dana masyarakat.

Sesuai SK Menteri Keuangan RI, LKBB berhak menerbitkan surat berhaga serta menyalurkan dana yang telah dihimpun untuk berinvestasi pada berbagai usaha atau perusahaan.

2) Fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank/Non-Bank

Dengan pengertian yang telah dijelaskan di atas, dapat kita simpulkan bahwa LKBB memiliki banyak aktivitas keuangan. Berbagai aktivitas ini, jika dikembangkan dengan baik, akan dapat memberikan banyak manfaat untuk berbagai sektor. Berikut ini adalah fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank yang ada di Indonesia.

1. Tempat Menyimpan Uang

Beberapa jenis LKBB menjadi alternatif tempat menyimpan uang bagi orang yang tak ingin membuka rekening di bank, atau sekedar ingin memisahkan uang untuk berbagai kepentingan. Dengan adanya alternatif ini, masyarakat memiliki cara lain untuk menabung dan mengatur keuangan mereka.

(36)

2. Menyediakan Modal

Sama seperti bank yang menyediakan uang untuk dapat dipinjam sebagai modal, LKBB juga memiliki fasilitas penyediaan modal. Modal ini dapat diakses perseorangan untuk usaha kecil dan menengah, atau perusahaan-perusahaan swasta. Tiap lembaga punya kebijakan masing-masing terkait syarat dan ketentuan penyediaan modal.

3. Pengadaan Kredit

Sebagian LKBB juga menyediakan jasa untuk pembelian barang-barang tertentu seperti motor, handphone, laptop, mobil dan masih banyak lagi. Dengan kontrak kredit yang jelas di awal, Anda bisa mengetahui jumlah yang perlu Anda cicil setiap bulan untuk barang yang dibeli. Pengadaan kredit ini dapat dimanfaatkan sesuai dengan kesanggupan membayar.

Untuk pengajuan kredit, biasanya para petugas LKBB akan melakukan survey terlebih dulu. Disetujui atau tidaknya pengajuan Anda, sangat tergantung pada nominal kesanggupan membayar, jumlah tanggungan, serta reputasi Anda dalam mencicil kredit sebelumnya.

4. Pengajuan Pinjaman

LKBB juga ada yang memberikan pinjaman, disertai dengan jaminan. Dengan demikian, Anda dapat menjaminkan harta berharga untuk dinilai, kemudian dicairkan pinjamannya. Yang patut diperhatikan adalah adanya bunga yang dikenakan, serta denda bila terlambat membayar. Jika Anda menggunakan fasilitas ini, baca dengan baik ketentuannya.

5. Pelaksana Kegiatan Keuangan

LKBB dapat melakukan berbagai kegiatan keuangan selain yang telah disebutkan

(37)

di atas. Meskipun demikian, semua jenis aktivitasnya harus sesuai dengan persetujuan dari menteri keuangan Indonesia. Kegiatan keuangan ini nantinya diharapkan dapat mendorong pembangunan industri dan perkembangan perekonomian Indonesia.

3) Jenis atau Contoh Lembaga Keuangan Bukan Bank/Non-Bank di Indonesia

1. Pasar Modal

Definisi pasar modal sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

2. Pasar Valuta Asing

Gambar

Tabel refleksi diri dalam memahami materi pembelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang sama diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh Marathani (2013) dan Kurniawati (2015) yang menyatakan bahwa likuiditas suatu perusahaan

• Terkait dengan hal tersebut, pada tanggal 12 Agustus 2014 OJK telah mengundang perwakilan pemerintah daerah dan anggota DPRD dari 24 (dua puluh empat) provinsi tersebut

KISI-KISI SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER 1 Jenis Sekolah : Sekolah Dasar Kelas : II Dua Mata Pelajaran : Matematika Alokasi waktu : 90 menit Tahun Pelajaran : 2023/2024 No, Capaian

Panas dan Perpindahannya Waktu : 90 menit Bentuk soal : Pilihan ganda 20 Isian singkat 20 Uraian 10 No Muatan KD Indikator soal No SOAL PILIHAN GANDA 1 PPKn 3.2 Memahami

1 Tamantirto, Yogyakarta JURNAL MENGAJAR DOSEN SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2022/2023 Mata Kuliah : LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH NON BANK Dosen Pengampu : Novi Febriyanti, S.E.,

KISI-KISI PENYUSUNAN SOAL UJIAN SEKOLAH US 2022/2023 Jenis Sekolah : SMK Farmasi Yamasi Makassar Mata Pelajaran : Farmakognosi Alokasi Waktu : 90 menit Bentuk Soal : PG nomor 1 s.d..

KISI-KISI DAN KARTU SOAL PENILAIAN AKHIR SEMETER PAS GANJIL MTs N 1 KOTA MALANG TAHUN AJARAN 2020/2021 Mata Pelajaran : BAHASA INGGRIS Alokasi Waktu : 60 Menit Kelas : IX

Asesmen sumatif akhir pelajaran matematika tahun ajaran 2023-2024 berupa pilihan ganda untuk dikerjakan dalam waktu 90