• Tidak ada hasil yang ditemukan

Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)

N/A
N/A
Lutfi Ferdinand

Academic year: 2024

Membagikan "Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

Maka untuk menjamin kecepatan peminjaman uang dan perjanjian pinjam meminjam atau penyaluran kredit dari bank, maka mutlak diperlukan adanya lembaga penjaminan yang memberikan jaminan atas pelunasan pinjaman tersebut. Penjelasan UU Perbankan telah dengan jelas menjabarkan pertimbangan-pertimbangan yang harus dijadikan landasan bagi bank untuk memperoleh keyakinan terhadap kesanggupan dan kesanggupan debitur dalam membayar utangnya, termasuk karakternya. Pemberian Kredit (BMPK) atau batas maksimal pemberian kredit, yaitu perbandingan persentase batas maksimal pemberian dana terhadap modal dengan besaran batas maksimal pemberian kredit (BMPK).

Apabila kredit diberikan kepada pemilik bank, pemegang saham 10 persen atau lebih anggota direksi; anggota keluarga pemilik bank, komisaris atau direksi; pejabat lain dari bank yang bersangkutan serta perusahaan yang mempunyai kepentingan pihak-pihak tersebut di atas, batas maksimal pemberian kredit (BMPK) adalah 10 persen dari modal bank (Pasal 11 UU Perbankan). Penyediaan dana adalah penyediaan fasilitas kredit, surat berharga, penempatan antar bank, investasi dan transaksi rekening. Batas maksimum kredit adalah jumlah maksimum yang dapat dipinjamkan oleh suatu bank kepada peminjam tertentu.

Bisa dibayangkan, hanya dengan menginvestasikan 8 persen dananya untuk memenuhi rasio kecukupan modal (Capital Adequacy nati) yang ditetapkan Bank Indonesia, para bankir berhasil menarik dana masyarakat sebesar triliunan rupiah. Pelanggaran batas maksimal pemberian kredit (BMPK) kerap dilakukan oleh bank-bank besar, baik bank swasta maupun bank pemerintah. Jumlah ini setara dengan 80 persen dari seluruh bank di Indonesia. Jika bank kolaps akibat pelanggaran batas maksimal pemberian kredit (BMPK), maka masyarakat ikut menanggung kerugian.

Maka, untuk mengantisipasi pelanggaran Batas Maksimum Pemberian Kredit (MLP) dan kecenderungan perbankan yang mengharapkan cash cow, Pemerintah menetapkan batasan legal pemberian kredit yang harus dipenuhi oleh perbankan pada saat menyalurkan kredit.

BATAS MAKSIMUM

Keluarga sampai derajat kedua pada garis lurus atau menyamping dari pihak a, c dan d. F. Orang perseorangan sebagai pemegang saham perusahaan sebagaimana dimaksud pada huruf b yang memiliki saham lebih dari 25% atau mempunyai pengaruh terhadap perusahaan. G. Anak perusahaan bank yang kepemilikan banknya lebih dari 25% modal perseroan atau apabila bank tersebut mempunyai pengaruh terhadap perseroan.

CAKUPAN DAN DASAR PERHITUNGAN BMPK

Perhitungan BMPK atas pembelian surat berharga dengan nota pembelian (NPA) dan pengambilalihan untuk anjak piutang didasarkan pada harga perolehan yaitu harga nominal dikurangi diskonto yang diterima (seperti SBPU). Penanaman Modal pada Lembaga Keuangan Lain Perhitungan pelanggaran BMPK atas penanaman modal antar lembaga keuangan atau dengan lembaga keuangan lain didasarkan pada nilai nominal, kecuali sertifikat deposito dan surat berharga dinilai berdasarkan harga perolehan. Pencantuman kelebihan pelanggaran BMPK pada pos ini didasarkan pada jumlah dana yang ditanam bank dan berdasarkan nilai investasi yang tercatat pada neraca.

Transaksi off-balance sheet untuk posisi ini terdiri dari jaminan yang ditempatkan dan risiko kredit dari transaksi derivatif. Jaminan yang diberikan berupa surat jaminan, penerbitan, akseptasi atau endosemen, L/C atau SKBDN yang tidak dapat dibatalkan, akseptasi wesel impor, penjualan surat berharga dengan syarat repo, standby L/C dan jaminan lainnya.

POS-POS PENGECUALIAN DALAM PERHITUNGAN BMPK

PENENTUAN BMPK

PELAMPAUAN BMPK

Suatu bank dianggap melebihi BMPK apabila bank tersebut menyediakan dana melebihi persentase maksimum karena adanya perubahan yang terjadi setelah pemberian dana terealisasi. Melebihi BMPK yang terjadi akibat fluktuasi nilai tukar dan/atau berkurangnya modal bank untuk mengamankan dana yang telah diamankan, tidak dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap BMPK.

PELANGGARAN BMPK

A yaitu Rp tiga ratus juta rupiah) terhadap Modal BPR per akhir Agustus 2017 Rp satu miliar lima ratus juta rupiah) dikurangi persentase BMPK pihak tidak terkait (20% (dua puluh persen)), diperoleh hasil sebagai berikut :. Dengan demikian, BMPK terlampaui sebesar 3,75% (tiga koma tujuh lima persen). kepada peminjam individu dan pelanggaran persetujuan kredit kepada sekelompok peminjam yang tidak terkait. A yaitu Rp empat ratus juta rupiah) terhadap Modal BPR per akhir Juni 2017 Rp satu miliar lima ratus juta rupiah) dikurangi persentase BMPK pihak tidak berelasi (20%), diperoleh hasil sebagai berikut :.

Atas realisasi atau pencairan pinjaman Debitur B tahap II sebesar Rp 100 juta rupiah) sehingga saldo debet menjadi Rp dua ratus juta rupiah) maka persentase saldo debet ke BPR Capital pada akhir bulan Agustus 2017 adalah sebesar Rp. satu miliar lima ratus juta rupiah) dikurangi persentase BMPK Pihak Terkait (10%), diperoleh hasil sebagai berikut :. Berdasarkan perhitungan BMPK individu dan BMPK Kelompok Peminjam di atas, maka pemberian kredit kepada masing-masing Peminjam yaitu Debitur A dan PT B tidak melanggar BMPK, namun secara kelompok Peminjam, BMPK dilanggar sebesar 6,67%. (enam koma enam tujuh persen). Asuransi perkreditan dan penempatan dana antar bank pada BPR lain dimana Peminjam perseorangan melebihi BMPK, namun secara kelompok Peminjam tidak melebihi BMPK BPR “Y” menempatkan dananya pada BPR “Z” dan memberikan fasilitas kredit kepada debitur PT A (Pihak yang tidak berkaitan dengan hal tersebut). memiliki saham BPR “Z” sebesar 40%) dengan ketentuan :.

Mengingat debitur PT A dan BPR “Z” memenuhi kriteria Kelompok Peminjam, maka perhitungan BMPK juga dihitung berdasarkan Kelompok Peminjam. Penempatan dana BPR “Y” pada BPR “Z” melanggar BMPK penempatan dana Antar Bank pada BPR lain sebesar 4%. Pemberian kredit kepada debitur BPR “Z” dan PT A sebagai kelompok Pemberi Pinjaman Pihak Tidak Terkait juga tidak melanggar BMPK.

Pemberian kredit yang secara individu dan kelompok Peminjam melebihi BMPK BPR “B” menawarkan fasilitas kredit kepada debitur Pihak Tidak Terafiliasi PT lima persen).

PELAPORAN AKUNTANSI PELANGGARAN BMPK

ACTION PLAN DAN PELAKSANAANNYA

Target waktu penyelesaian pelanggaran BMPK adalah dalam waktu 1 bulan, sedangkan pelampauan BMPK diselesaikan dalam waktu 9 bulan.

Contoh Soal

Penutup

Referensi

Dokumen terkait

nesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit. Untuk Laporan Keuangan Publikasi Bulanan, pos-pos tersebut tidak dikelompokkan terkait dan tidak terkait. Kredit UMKM

o Penyediaan dana kepada puhak terkait yang mengatur mengenai BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit) o Hal- Hal yang ditetapkan dalam perundang undangan; Setiap anggota

untuk pemberian ganti rugi, pendaftaran para penggarap, pemberian ijin untuk mengerjakan tanah-tanah pertanian yang melebihi batas maksimum, dan yang terakhir adalah

“Bank Indonesia menetapkan ketentuan mengenai batas maksimum pemberian kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, pemberian jaminan, penempatan investasi surat

Sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) maka dalam penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam memberikan Penyediaan

Penyediaan dana kepada Pihak Terkait harus memenuhi Ketentuan Bank Indonesia tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) dan memperhatikan prinsip kehati‐hatian

(2) Dalam hal terdapat kekeliruan dan/atau kesalahan atas laporan BMPK yang telah disampaikan kepada Bank Indonesia, BPR wajib menyampaikan koreksi atas laporan BMPK

Batas Maksimum Pemberian Kredit BMPK Pasal 11 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan, memuat ketentuan bahwa Bank Indonesia sebagai Bank Sentral menetapkan ketentuan