• Tidak ada hasil yang ditemukan

(BAZNAS) Kabupaten Madiun SKRIPSI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "(BAZNAS) Kabupaten Madiun SKRIPSI "

Copied!
84
0
0

Teks penuh

Penelitian dilakukan di BAZNAS Kabupaten Madiun dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan di BAZNAS Kabupaten Madiun melalui teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan wawancara. Sedangkan dampak pendistribusian zakat terhadap kesejahteraan mustahik di BAZNAS Kabupaten Madiun kurang efektif karena sebagian mustahikh mampu mengembangkan usahanya sedangkan sebagian lainnya tidak.

MOTTO

لاَ ق

HALAMAN PERSEMBAHAN

KATA PENGANTAR

Kepada saudara, sahabat, dan kenalan yang telah memberikan dukungan moril dan materiil dalam penyusunan skripsi ini. Kepada rekan-rekan Manajemen Zakat dan Wakaf 'A' yang telah berjuang bersama selama kuliah sehingga penulis dapat menjalani perkuliahan di IAIN Ponorogo sampai akhir dan lulus. Febri Lorenza, Roudlotul Husna, Ryan Fergi Zakaria, Ervin Wisda, Titah Gusti Prasasti dan keluarga besar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) aL-Milla IAIN Ponorogo, saya ucapkan terima kasih atas semangat dan motivasi penulis.

DAFTAR TABEL

Pendahuluan

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian 1. Bagi Akademisi
  • Studi Penelitian Terdahulu
  • Metode Penelitian
    • Pendekatan dan Jenis Penelitian a. Pendekatan Penelitian
    • Kehadiran Peneliti
    • Tempat Penelitian
    • Sumber Data a. Data Primer
    • Teknik Pegumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
    • Sitematika Pembahasan

Apa faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan pendistribusian zakat untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik di BAZNAS Kabupaten Madiun. Untuk mengetahui dan menganalisis faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksanaan pendistribusian zakat untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik di BAZNAS Kabupaten Madiun. Untuk mengetahui dan menganalisis dampak pendistribusian zakat terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik di BAZNAS Kabupaten Madiun.

Optimalisasi Pendistribusian Zakat. Faktor Pendorong, Faktor Penghambat dan Dampaknya

  • Zakat
    • Pengertian Zakat
  • Optimalisasi Pendistribusian Zakat
  • Faktor Pendorong dan Penghambat
  • Dampak

38 tentang Pengelolaan Zakat Tahun 1999. Ayat 1 Pasal 1 Keputusan Menteri tersebut menyatakan bahwa yang dimaksud dengan amil zakat adalah organisasi pengelola zakat yang dibentuk oleh pemerintah, terdiri dari unsur masyarakat dan pemerintah yang bertugas menghimpun, menyalurkan, dan membelanjakan zakat. sesuai dengan aturan agama. Mustahiq menurut bahasa adalah orang atau badan yang berhak menerima Zakat, Infaq dan Sadaqah. Mustahiq menurut bahasa adalah orang yang berhak menerima Zakat. Orang miskin adalah orang yang memiliki pekerjaan tetapi tidak dapat menggunakan penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Amil adalah orang yang mengelola zakat mulai dari menerima zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan. Budak adalah Muslim yang menjadi korban perdagangan manusia, yang ditawan oleh musuh Islam, atau orang yang dijajah dan dianiaya. Mereka adalah orang-orang yang memiliki hutang, baik hutang itu untuk dirinya sendiri maupun tidak, baik hutang itu digunakan untuk kebaikan maupun untuk maksiat. kecuali dia adalah orang yang dianggap miskin.

Orang yang bepergian adalah orang yang bepergian (musafir) untuk berbuat kebaikan (tha'ah) tidak termasuk maksiat. Untuk mencapai zakat yang optimal, dengan mengoptimalkan zakat agar dikelola secara sistematis dan terstruktur dan kemudian digunakan secara tepat, maka diperlukan suatu lembaga yang berperan sebagai penghubung yang dapat menjadi mediator antara penerima zakat dengan pihak yang menerima zakat. wajib mengeluarkan zakat. Zakat dapat disalurkan langsung kepada orang yang berhak, baik kepada satu atau lebih penerima zakat atau kepada organisasi sosial yang melayani fakir miskin.

Pengelolaan zakat juga dapat didukung dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk memudahkan pengelolaan dan pengorganisasian dana zakat.

Optimalisasi Pelaksanaan, Faktor Pendorong, Faktor Penghambat dan Dampak Pendistribusian Zakat

Di BAZNAS Kabupaten Madiun

Data Umum BAZNAS Kabupaten Madiun

  • Sejarah Singkat Berdirinya BAZNAS Kabupaten Madiun
  • Struktur BAZNAS Kabupaten Madiun
  • Visi dan Misi BAZNAS Kabupaten Madiun Visi dan Misi BAZNAS Kabupaten Madiun 3
  • Program BAZNAS Kabupaten Madiun
  • Standar Operasional Prosedur BAZNAS Kabupaten Madiun Ada 6 tahap Standart Operasional Prosedur (SOP) proses

Visi misi BAZNAS Kabupaten Madiun Visi misi BAZNAS Kabupaten Madiun3 Visi misi BAZNAS Kabupaten Madiun3 Visi Standar Operasional Prosedur BAZNAS Kabupaten Madiun Proses Standar Operasional Prosedur (SOP) ada 6 tahapan. Standar Operasional Prosedur (SOP) proses pengajuan ada 6 tahapan.

Optimalisasi Pelaksanaan Pendistribusian Zakat Dalam meningkatkan Kesejahteraan Mustahik

Penyaluran zakat di Kabupaten Madiun sudah menyeluruh karena tahun 2020 ini ada program paket sembako. Optimalisasi penyaluran zakat di BAZNAS Kabupaten Madiun secara umum menjadi prioritas bagi masyarakat di Kabupaten Madiun yang tergabung dalam 8 asnaf. Penyaluran zakat diberikan dengan dua cara yaitu konsumtif dan produktif yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Madiun dengan dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung.

Secara langsung berencana mengajak BAZNAS Kabupaten Madiun untuk menyalurkan zakat secara langsung tanpa perantara sedangkan secara tidak langsung berencana menjalin kerjasama dengan lembaga lain. Menurut Novita Sarda Mai selaku staf keuangan BAZNAS Kabupaten Madiun mengatakan sumber dana BAZNAS Kabupaten. Madiun berasal dari zakat, infaq dan sedekah.9 Berikut data penerima dana zakat produktif di BAZNAS Kabupaten Madiun.

BAZNAS Kabupaten Madiun membentuk program BAZNAS Keuangan Mikro yaitu pembentukan kelompok 10 orang, dengan dukungan modal per orang Rp. Upaya BAZNA Kabupaten Madiun untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui program Makmur Madiun dengan bantuan modal usaha, alat usaha dan pendidikan kewirausahaan. Berdasarkan wawancara dengan Bpk. Sarno telah memberikan petunjuk dan bimbingan kepada BAZNAS Kabupaten Madiun agar Sdr. Bisnis Sarno semakin maju, namun belum ada pengawasan lebih lanjut dari BAZNAS.

BAZNAS Kabupaten Madiun memberikan pembinaan dan arahan, namun pemantauan tidak dilakukan secara berkala.

Faktor pendorong dan Penghambat Dalam Pelaksanaan Pendistribusian Zakat di BAZNAS Kabupaten Madiun

Dari hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa BAZNAS Kabupaten Madiun telah mengelola dana zakat menjadi produktif yaitu dengan memberikan modal usaha dan alat usaha kepada penyandang disabilitas dan masyarakat yang membutuhkan modal usaha seperti memberikan gerobak, kaki palsu , mesin jahit, etalase dan lain-lain dengan tujuan agar masyarakat yang mendapatkan modal usaha dapat mengembangkan usahanya dan membuatnya maju sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraannya. Faktor yang menjadi kendala bagi BAZNAS adalah karena wilayah Kabupaten Madiun sangat luas, bahkan akses jalan (medan jalan) sudah bagus dan ada yang rusak sehingga sulit untuk mendistribusikan zakat. Dari hasil wawancara di atas dapat dilihat bahwa faktor penghambatnya adalah medan jalan yang rusak sehingga mempersulit pendistribusian zakat, koordinasi di lapangan antara BAZNAS Kabupaten Madiun dengan pemerintah desa atau relawan terkadang mengalami human error dimana ada yang masih bingung apa itu mustahik.

Faktor pendorongnya mungkin BAZNAS sudah memiliki nama di wilayah Kabupaten Madiun dan mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Madiun dan masyarakat. Dari hasil wawancara dengan Mbak Ine terlihat bahwa BAZNAS Kabupaten Madiun sudah cukup terkenal di wilayah Kabupaten Madiun dan telah mendapatkan dukungan dari pemerintah Kabupaten Madiun dan masyarakat untuk segala hal yang berkaitan dengan pendistribusian zakat selain itu Eksistensi BAZNAS semakin nyata. Dari wawancara dengan Bpk. Ashfin diketahui BAZNAS Kabupaten Madiun memiliki program yang jelas untuk menggugah minat masyarakat dalam menunaikan zakat.

BAZNAS Kabupaten Madiun menargetkan meraup 3,3 Miliar pada tahun 2023, sehingga diharapkan nantinya dengan dana zakat tersebut dapat menyalurkan zakat kepada mustahik lebih banyak dari tahun lalu. Dari wawancara dengan Bpk. Ibnu Jafar diketahui banyak orang yang memilih menunaikan zakat di BAZNAS Kabupaten Madiun. Sesuai dengan Ahmad Maghfur mengatakan bahwa koordinasi antara pemerintah desa dengan pengurus BAZNAS Kabupaten Madiun terjalin dengan baik guna memudahkan BAZNAS Kabupaten Madiun.

BAZNAS Kabupaten Madiun merupakan lembaga yang memiliki misi menghimpun dan menyalurkan zakat, infak dan shadaqah kepada mustahik yang berada di wilayah Kabupaten Madiun.

Analisis Pelaksanaan, faktor pendorong dan penghambat, dampak Pendistribusian Zakat dalam Meningkatkan

Kesejahteraan Mustahik

Analisis Faktor Pendorong dan Penghambat Pendistribusian Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik

Dengan adanya program-program yang dihasilkan oleh BAZNAS Kabupaten Madiun dapat menarik masyarakat yang sebelumnya tahu menjadi tahu, sekaligus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Madiun yang tidak mengetahui adanya lembaga Amil Zakat di Kabupaten Madiun mengetahui bahwa masyarakat tertarik dan memutuskan untuk menunaikan zakat di BAZNAS Kabupaten Madiun. Sama halnya dengan BAZNAS Kabupaten Madiun yang harus profesional dalam pekerjaannya dapat berjalan karena adanya kekompakan dan kerjasama yang baik sehingga program yang berjalan dapat berjalan dan terkoordinir.

Secara hukum, seluruh petugas BAZNAS di Kabupaten Madiun tidak akan ragu lagi untuk mendampingi atau melaksanakan program-program yang telah ditetapkan sebelumnya. BAZNAS Kabupaten Madiun berkoordinasi dengan pemerintah dalam pendataan calon mustahik untuk memudahkan BAZNAS Kabupaten Madiun dalam melakukan pendaftaran calon mustahik. Dari keterangan di atas terlihat bahwa BAZNAS Kabupaten Madiun masih kurang dalam pengawasan karena beberapa mustahika lainnya belum mendapatkan pengawasan dari BAZNAS Kabupaten Madiun baik melalui relawan maupun pengurus BAZNAS Kabupaten Madiun.

Selain itu, BAZNAS Kabupaten Madiun juga memberikan pelatihan seperti kursus menjahit, komputer, pelatihan dasar ternak dan sebagainya. Dari keterangan di atas terlihat bahwa BAZNAS Kabupaten Madiun telah memberikan pembinaan dalam penyediaan modal dan sumber daya usaha, selain itu juga telah memberikan pelatihan-pelatihan seperti kursus menjahit, komputer, kursus pelatihan dasar dan lain sebagainya. Sedangkan untuk penilaian mustahik, BAZNAS Kabupaten Madiun telah melakukan evaluasi terhadap beberapa mustahik namun beberapa mustahik lainnya bukan karena kekurangan SDM.

Jika koordinasi menemui human error, BAZNAS Kabupaten Madiun harus bekerja dua kali untuk mendaftarkan calon mustahik.

Analisis Dampak Pendistribusian Zakat Terhadap Kesejahteraan Mustahik Di BAZNAS Kabupaten Madiun

Jalan menuju rumah mustahik yang jauh dan rusak menjadi salah satu kendala dalam pendistribusian zakat. 1000.000. Sebelumnya Ibu Rasmiati hanya bisa menyetor rok kacang tanah di satu kios, kini sudah bisa menyetor rok kacang tanah di beberapa kios di kawasan Tulung, Saradan. Dari uraian di atas diketahui bahwa penyaluran dana zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Madiun memberikan dampak yang baik bagi mustahik. Modal usaha dan alat usaha dapat membantu sebagian mustahik untuk memenuhi kebutuhan finansial mustahik agar mustahik dapat hidup layak.

Namun fakta di lapangan berbeda, beberapa mustahik belum mampu mengembangkan usahanya dengan baik dan menguras usahanya dari pelanggan.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

DAFTAR PUSTAKA

Transkip Wawancara

Zakat apa saja yang disalurkan oleh BAZNAS Kabupaten Madiun kepada mustahik. Penyaluran zakat dilakukan secara konsumtif dan produktif, yaitu diberikan kepada penyandang cacat dan pemilik usaha kecil. BAZNAS Kabupaten Madiun memberikan zakat konsumtif yang diberikan kepada orang tua yang tidak mampu bekerja. Sedangkan zakat produktif diberikan kepada orang yang tidak mampu. mustahik), yang ingin membuka usaha.

Akhirnya saya minta bantuan dengan membawa fotokopi KK dan KTP.Beberapa saat kemudian rumah saya di survey. Dulu saya langsung apply, saya datang ke kantor BAZNAS dengan membawa fotocopy KK dan KTP. Dari masyarakat yang belum begitu paham tentang zakat, masyarakat masih belum paham tentang BAZNAS.

Meski demikian, masih banyak masyarakat yang mengetahui BAZNAS dan memilih membayar zakat di BAZNAS. Faktor penghambat BAZNAS karena wilayah di Kabupaten Madiun sangat luas, bahkan akses jalan (medan jalan) bagus bahkan ada yang rusak. Pendorongnya mungkin karena BAZNAS sudah memiliki nama di wilayah Kabupaten Madiun dan mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Madiun dan masyarakat untuk segala hal yang menyangkut pendistribusian zakat, selain itu keberadaan BAZNAS semakin nyata.

Hal ini berdampak baik, BAZNAS Kabupaten Madiun tidak lagi tergerak untuk mensosialisasikan dan melaksanakan program-program yang telah disusun. Dengan sosialisasi ini kami berharap masyarakat yang mengetahui tentang BAZNAS akan lebih mengetahui, sedangkan yang belum mengetahui bahwa nantinya masyarakat akan membayar atau membayar zakat kepada BAZNAS.

Dokumentasi

RIWAYAT HIDUP

Gambar

Tabel  Judul  Halaman

Referensi

Dokumen terkait

Cara Mengatasi Kendala Pendistribusian Dana Zakat Produktif Pada Badan Amil Zakat Nasional di Kecamatan IV Jurai Dalam mengatasi kendala yang dihadapi Baznas