• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bebas Yang Disalahgunakan

N/A
N/A
Albertus Agung Nareshwara Pambudi

Academic year: 2024

Membagikan "Bebas Yang Disalahgunakan "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Bebas Yang Disalahgunakan

Pendidikan Debritto yang berbasis pendidikan bebas dikenal luas memiliki hasil yang sangat baik bagi perkembangan pemikiran maupun cara berpandang siswa-siswa Debritto.Pendidikan bebas pada dasarnya merupakan suatu pemikirian dimana anak bisa dengan bebas

mengekspresikan emosi,pikiran,maupun kreatifitasnya.Tentu hal ini menjadi hal yang sangat menarik karena tidak sekolah mau menerapkan system seperti ini,namun dibalik banyaknya anak-anak yang bisa menjadi sukses ada juga anak-anak yang menyalahgunakan kebebasan ini untuk suatu perilaku yang diluar batas norma dan merugikan orang lain.

Hal ini membuat saya berpikir bahwa kebiasaan buruk siswa-siswa seperti merokok dibawah umur,minum-minuman berakohol dibawah umur,dll.Menjadi sebuah gambaran buruk dari pendidikan bebas itu sendri.Padahal kita tahu bahwa maksud dan misi yang diinginkan sekolah ialah menjadikan pribadi-pribadi siswa yang bisa bertanggung jawab dan bisa berpikir dengan baik sebelum melakukan sebuah kegiatan namun malah disalahgunakan dengan menganggap bahwa mereka bisa bebeas dengan melakukan apapun yang mereka mau tanpa memikirkan norma-norma dan peraturan yang ada.Sekolah menurut saya juga terkadang kurang tegas untuk menindak murid-muridnya,seperti ada murid yang merokok namun sekolah tidak mau berbuat banyak,padahal seharusnya sekolah memberikan arahan yang benar bagi anak-anak yang sudah terjerumus ke dalam hal-hal yang kurang benar itu.

Kegiatan para siswa dalam melakukan hal-hal yang menyalahi norma ini dapat dengan mudah kita temukan di luar area sekolah,seperti di tempat makan,warmindo,dsb.Mereka biasanya melakukan kegiatan berupa merokok.Hal-hal seperti ini menjadi suatu normalisasi yang sangat melenceng dari hukum maupun norma-norma yang ada.Walaupun suatu kebebasan memanglah baik bagi remaja namun jika bebas sampai diluar batas dapat disebut dengan liar.

Kegiatan para siswa yang melenceng dari norma dan hokum yang ada ini juga di pengaruhi didikan orang tua.Saya mendengar bahwa ada beberapa orang tua yang mengatakan jika anak mereka ingin minum-minum ataupun merokok ya sudah,itu adalah kebebasan mereka,pendapat ini disampaikan langsung oleh orang tua tersebut saat sedang pertemuan orang tua dan wali kelas.Pendapat ini ia sampaikan karena dia juga merupakan alumni SMA Kolese Debritto dan

(2)

menganggap bahwa anak itu tidak suka dikekang dan mereka membiarkan anak itu untuk bertumbuh sesukanya.Memang tidak ada salahnya membebaskan anak,namun jika sudah terlewat batas apakah kebebasan itu masih bisa dikatakan sebagai semangat SMA Kolese

Debritto terlebih kita hidup sebagai manusia yang hidup tidak sendiri dan kita hidup dibatasi oleh norma dan hukum yang berlaku.

Pergaulan seperti ini dapat dengan mudah mempengaruhi para siswa-siswa baru yang masuk ke SMA Kolese Debritto.Kalimat ini saya katakan karena banyak dari teman-teman saya yang sebelumnya tidak pernah merokok menjadi lumayan sering merokok.Memang itu adalah pilihan dia, namun dia adalah salah satu korban dari pergaulan yang tergolong bebas yang ada di SMA Kolese Debritto.Hal seperti ini adalah salah satu hal yang sangat miris bagi kalangan

remaja.Sebuah sekolah yang dikenal baik oleh masyarakat namun banyak muridnya yang malah melakukan kebebasan tanpa ada batasan.

Hal ini membuat saya berpikir bahwa kebiasaan buruk siswa-siswa seperti merokok dibawah umur,minum-minuman berakohol dibawah umur,dll.Menjadi sebuah gambaran buruk dari pendidikan bebas itu sendri.Padahal kita tahu bahwa maksud dan misi yang diinginkan sekolah ialah menjadikan pribadi-pribadi siswa yang bisa bertanggung jawab dan bisa berpikir dengan baik sebelum melakukan sebuah kegiatan namun malah disalahgunakan dengan menganggap bahwa mereka bisa bebeas dengan melakukan apapun yang mereka mau tanpa memikirkan norma-norma dan peraturan yang ada.Sekolah menurut saya juga terkadang kurang tegas untuk menindak murid-muridnya,seperti ada murid yang merokok namun sekolah tidak mau berbuat banyak,padahal seharusnya sekolah memberikan arahan yang benar bagi anak-anak yang sudah terjerumus ke dalam hal-hal yang kurang benar itu.

Dengan masalah ini SMA Kolese Debritto diharapkan mampu menjaga siswanya untuk bisa terkontrol.Walaupun disebut sebagai pendidikan bebas,namun bebas itu masih di atur oleh hukum dan norma yang ada.Ini menjadi tugas SMA Kolese Debritto untuk bisa mengarahkan muridnya memanfaatkan kebebasan itu menjadi hal yang positif bagi dirinya dan masyarakat disekitarnya.

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, status pasangan, obesitas, konsumsi garam, merokok, stres, konsumsi alkohol, kebiasaan minum kopi, aktivitas

Gaya hidup merupakan faktor hipertensi selanjutnya, kebiasaan seperti merokok dan minum-minuman alkohol dapat menyebabkan hipertensi karena rokok dan alkohol mengandung zat

Didapatkan hasil kebiasaan minum-minuman keras diperoleh p value = 0,217 yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan minum-minuman keras dengan

8 fisik yang dapat dilakukan antara lain; (1) Menghentikan kebiasaan seperti merokok, minum minuman keras dan obat- obatan tertentu minimal dua minggu sebelum

Kapasitas paru, penggunaan APD, umur, masa kerja, lama kerja, kebiasaan merokok, dan kadar debu Subyek penelitian, variabel bebas, variabel pengganggu Desain

variabel faktor pola hidup yang terdiri dari subvariabel kebiasaan tidur siang, kebiasaan minum teh, kebiasaan minum kopi, konsumsi alkohol dan merokok didapatkan

Hal yang menjadi topik wawancara antara lain: Faktor risiko PTM antara lain: riwayat merokok, kebiasaan minum minuman manis, kopi dan beralkohol, kegiatan

Tetapi, empat perilaku seperti merokok, minum minuman beralkohol, pola makan yang buruk, dan kurang aktivitas merupakan faktor risiko yang berkaitan erat dengan empat penyakit utama