Pembuatan bedengan
Bedengan merupakan gundukan tanah yang terdapat pada lahan budidaya tanaman hortikultura. Bedengan luasnya 3x1m dan drainase 50 cm
Fungsi dari bedengan sendiri antara lain yaitu sebagai media tumbuh untuk tanaman sayuran, mempermudah sistem irigasi, serta mempermudah petani dalam melakukan perawatan tanaman.
Pengandalian hama penyakit
Ulat jengkal
Pengendalian Secara Fisik Dan Mekanik dengan metode pengumpulan langsung atau manual Pemasangan lampu perangkap
Pengendalian secara biologi dengan menggunakan predator, semut rangrang parasitoid pada stadia larva Apanteles sp. dan parasitoid pada stadia telur Telenomus sp. Serta penggunaan pestisida nabati daun nimba
Pengendalian secara kimia dengan menggunakan insektisida Karbanil
Halmus chalybeus yaitu predator dapat dijadikan sebagai pengendali populasi serangga kutu daun, kutu putih, tungau dan kumbang tepung.
Belalang
1. Pengendalian secara kultur teknis dengan melakukan pengolahan tanah dengan membajak lahan, agar telur belalang terpapar sinar matahari dan mati.
Melakukan sanitasi gulma dan membakar sampah.
2. Pengendalian hayati dengan memanfaatkan predator alami (tawon, semut, burung, katak, laba-laba, dll), yang efektif memangsa kantung telur belalang yang ada di dalam tanah. Patogen (Metarhizium acridum, Beauvatia bassiana, Leefmansia bicolor, dll )
3. Pengendalian kimiawi dengan cara menggunakan insektisida berbahan aktif asepat, diazinon, karbosulfan untuk mengendalikan belalang.
BCMV
kemungkinan tanaman terserang penyakit Bean Common Mosaic Virus (BCMV). BCMV adalah virus umum yang menyerang kacang panjang dan kacang-kacangan lainnya, ditularkan oleh vektor kutu daun (Aphis spp.).
Fisika mekanis dengan Eradikasi, yaitu memusnahkan dan membakar tanaman atau bagian tanaman yang terserang penyakit untuk mengurangi sumber inokulum (sumber penyakit) di pertanaman.
Penggunaan pestisida nabati, yaitu dengan menggunakan pestisida nabati seperti ekstrak nimba dan ekstrak bawang putih untuk mengendalikan hama.
menggunakan agens hayati seperti Beauveria bassiana dan Metarhizium sp.
yang dapat membantu mengendalikan populasi kutu daun.
Penggunaan pestisida sintetik. Salah satu pilihan adalah insektisida dengan bahan aktif imidaklopid 5 persen. Penting untuk melakukan rotasi bahan aktif pestisida untuk mencegah terbentuknya biotipe baru dari hama.