• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELAJAR TENTANG ABSORBSI TOKSIKAN

N/A
N/A
Nur Hirdayanti

Academic year: 2024

Membagikan "BELAJAR TENTANG ABSORBSI TOKSIKAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

http://www.free-powerpoint-templates-design.com

TOKSIKOLOGI

Apt. Mira Febriana, M.Sc.

(2)

KELOMPOK 3

ABSORBSI TOKSIKAN

Insert the Sub Tittle of Your Presentation

1. Benny Crisdianto 2001187 2. Citra Amalia 2001189

3. Dessy Novita Sari 1901007 4. Fitria Nuranisa 1901013 5. Miftahul Jannah 1901020 6. Nurul Aisyah 1901025

7. Nur Hirdayanti 2001197 8. Sarah Monika S. 1901032 9. Syifa Syauqina 1901036

(3)

Toksin adalah

sebuah zat beracun yang diproduksi

didalam sel atau organisme hidup, kecuali zat buatan manusia yang

diciptakan melalui proses artifisial

Toksikologi yaitu ilmu yang mempelajari seluk beluk tentang bahan berbahaya/ racun.

TOKSIKAN TOKSIN

TOKSITAS TOKSIKOLOGI

DEFINISI

Toksitas adalah keadaan yang

menandakan adanya efek racun/toksik pada suatu bahan.

Toksikan yaitu

senyawanya (segala sesuatu atau semua bahan yang dapat bersifat racun atau toksik).

(4)

(Akut, subkronik, kronik)

TOKSISITAS UMUM

01

(tetragenik, mutagenik, karsiogenik)

TOKSISITAS KHUSUS

02

EFEK TOKSIK FARMAKOLOGIS

03

EFEK TOKSIK PATOLOGIS

04

EFEK TOKSIK GENOTOKSIK

05

JENIS

TOKSISITAS

06

EFEK TOKSIK LOKAL dan SISTEMIK

EFEK TOKSIK LANGSUNG dan TIDAK LANGSUNG

EFEK TOKSIK REVERSIBLE dan IRREVERSIBLE

07

08

(5)

Proses Kerja Toksik

01

Fase Eksposisi

02

Fase

Toksokinetik

03

Fase

Toksodinamik

Proses ini umumnya dikelompokkan ke dalam tiga fase

yaitu:

(6)
(7)

Fase Eksposisi

Dalam fase ini terjadi kotak antara

xenobiotika dengan

organisme atau dengan lain kata, terjadi

paparan xenobiotika pada organisme.

merupakan kontak suatu organisme dengan

xenobiotika, pada umumnya, kecuali radioaktif, hanya dapat terjadi efek toksik/ farmakologi setelah xenobiotika terabsorpsi.

(8)

Eksposisi (pemejanan) yang paling mudah dan paling

lazim terhadap manusia atau hewan dengan segala xenobiotika, seperti

misalnya kosmetik, produk rumah tangga, obat

topikal, cemaran

lingkungan, atau cemaran industri di tempat kerja, ialah pemejanan sengaja atau tidak sengaja pada kulit.

Eksposisi jalur inhalasi

Xenobiotika yang berada di

udara dapat terjadi melalui

penghirupan xenobiotika

tersebut.

Eksposisi Jalur Cerna

Pemejanan tokson melalui saluran cerna dapat terjadi

bersama makanan, minuman, atau secara sendiri baik sebagai obat maupun

zat kimia murni.

Eksposisi melalui kulit

(9)

Fase Taksokinetik

disebut juga dengan fase farmakokinetik.

Setelah xenobiotika berada dalam

ketersediaan farmasetika

pada mana keadaan xenobiotika siap

untuk diabsorpsi

menuju aliran darah atau pembuluh limfe,

maka

xenobiotika tersebut akan bersama aliran

darah atau limfe

didistribusikan ke seluruh tubuh

dan ke tempat kerja toksik

(reseptor).

(10)

Mekanisme Transport Toksikan

Difusi pasif

Filtrasi lewat pori pori membran

Transfor dengan perantara molekul pengembab “carrier”

Pencaplokan oleh sel pinositosis

(11)

a. Difusi pasif

Difusi pasif merupakan bagian terbesar dari

proses transmembran bagi umumnya xenobiotika.

Tenaga pendorongnya yaitu perbedaan konsentrasi xenobiotika pada kedua sisi membran sel dan daya larutnya dalam lipid

tidak membutuhkan energi lebih.

Proses difusi dapat terjadi berdasarkan laju absorbsi dari tokson.

Tokson dapat melewati membran apabila dalam

bentuk non ion (molekul) karena memiliki sifat non

polar atau larut dalam lemak.

(12)

b. Filtrasi lewat pori-pori membran

umumnya kebanyakan sel memiliki pori dengan

diameter 4 Å. Saluran pori umumnya terisi air, sehingga hanya

memungkinkan dilewati

oleh tokson yang larut air dengan berat molekul

kurang dari 200 Da.

Umumnya

senyawa dengan molekul kecil, contoh ion Ca memanfaatkan lubang pori ini untuk melintasi membran.

(13)

c. Transfor dengan perantara molekul pengembab “carrier”

Transport dengan perantaraan carieer termasuk ke dalam difusi terfatilitasi. Difusi terfatilitasi terjadi melalui

carrier spesifik. Difusi ini merupakan difusi dengan perantara protein pembawa

Proses ini melibatkan pembentukan kompleks zat kimia dan carrier makromolekuler di satu sisi membran.

Kompleks ini lalu berdifusi ke sisi lain, tempat zat kimia itu dilepaskan. Sesudah itu carrier kembali ke permukaan

semula untuk mengulangi proses transpor.

(14)

c. Transfor dengan perantara molekul pengembab “carrier”

Contoh : Calbindin pada usus halus dimana ia

menangkap molekul seperti Kalsium pada usus halus untuk dibantu menembus dinding vili pada usus halus

Yang dibawa oleh Carier : ion , molekul atau

senyawa – senyawa dari luar dan dalam sel yang memelukan energi karena melawan gradien

konsentrasi.

(15)

d) Pencaplokan oleh sel pinositosis

Mekanisme Pinositosis:

Molekul mendekati membran sitoplasma

Molekul mulai

melekat pada plasma

Mulai terbentuk invagasi pada

membran sitoplasma Pinositosis adalah peristiwa

masuknya sejumlah kecil cairan yang membentuk lekukan – lekukan

membran.

Pinositas terjadi dalam sel (vesikula kecil ) yang

merupakan suatu ruangan pada sel yang dikelilingi oleh membran sel.

(16)

Invagasi semakin ke dalam sitoplasma

Terbentuk kantong dalam sitoplasma dan saluran pinositik

Kantong mulai lepas dari membran plasma dan membentuk gelembung – gelembung kantong

Gelembung – gelembung kantong mulai mempersiapkan diri untuk fragmentasi (pemecahan menjadi fragmen –

fragmen)

Gelembung pecah menjadi gelembung lebih kecil

(17)

Contoh cairan pada pinositosis : Asam Amino

Protein

Ion – ion tertentu

Yang melakukan pinositosis :

Penyerapan nutrisi oleh sel – sel embrio

Penyerapan pada epitel usus

(18)

Alur Proses Absorbsi Toksikan

Melalui saluran cerna Faktor yang

mempengaruhi

terjadinya absorbsi

adalah sifat kimia dan fisik bahan tersebut serta karakteristiknya seperti tingkat

keasaman atau kebasaan

(19)

Alur Proses Absorbsi Toksikan

Absorbsi disaluran cerna

Terutama untuk asam-asam lemah yang akan berada

dalam bentuk ion-ion larut lipid dan mudah berdifusi.

Kemudian akan diserap

melalui pembuluh darah yang ada didinding lambung

(20)

Alur Proses Absorbsi Toksikan

Melalui Saluran Pernafasan Melalui saluran napas

Tempat utama bagi absorbsi di saluran

napas adalah alveoli paru-paru, terutama

berlaku untuk gas (seperti karbon monoksida

”CO”, oksida nitrogen, dan belerang oksida) dan juga uap cairan (seperti benzen dan

karbon tetraklorida).

(21)

Contoh Tokson yg melewati rute Pernapasan

Toksin : Arsen, jika terhirup dapat

menyebabkan gejala muntaber , disertai darah disusul dengan koma dan kematian

Toksikan: Bakteri Bacillus anthracis , jika terhirup / masuk ke tubuh manusia dapat

menimbulkan penyakit antraks. Gejala berupa menyerupai flu yang menyebabkan kematian

alveoli paru-paru sebagai tempat utama terjadinya absorbsi

(22)

Alur Proses Absorbsi Toksikan

Absorbsi Perkutan

Agar dapat terabsorpsi ke dalam kulit, xenobiotika harus melintasi membran

epidermis dan dermis, diserap melalui

folikel, lewat melalui sel-sel keringan, atau kelenjar sebasea. Jalur melintasi membran epidermis dan dermis merupakan jalan utama penetrasi xenobiotika dari permukaan kulit menuju sistem sistemik, karena jaringan tersebut merupakan bagian terbesar dari permukaan kulit

(23)

Thank You

Insert the Sub Title of Your Presentation

Referensi

Dokumen terkait