A. Identitas Modul
Mata Pelajaran : KIMIA Kelas : XI
Judul Modul : LARUTAN PENYANGGA
B. Kompetensi Dasar
3.12 Menjelaskan prinsip kerja, perhitungan pH, dan peran larutan penyangga dalam tubuh makhluk hidup
4.12 Membuat larutan penyangga dengan pH tertentu
C. Deskripsi Singkat Materi
Agar modul dapat digunakan secara maksimal maka kalian diharapkan melakukan langkah- langkah sebagai berikut :
1. Prasyarat pada materi ini adalah pemahaman mengenai konsep asam dan basa serta garam juga penghitungan pH-nya
2.
D.Materi Pembelajaran
1. Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya terdapat uraian materi, contoh soal, soal latihan dan soal evaluasi.
2. Pertama : Pengertian, Jenis dan Prinsip Kerja Larutan Penyangga 3. Kedua : Perhitungan pH dan Peran Larutan Penyangga
LARUTAN PENYANGGA
1. Pengertian Larutan Penyangga
Kalian sudah paham konsep asam dan basa pada materi sebelumnya.
Nah, bisakah kalian bayangkan bila tubuh manusia dimasuki zat yang mengandung asam atau basa? Tentu saja jika tubuh manusia pH-nya tiba- tiba naik atau turun drastis akibat masuknya larutan asam atau basa maka akan sangat berbahaya. Sehingga, tubuh manusia harus selalu tetap dijaga keseimbangan keasamannya atau pH-nya. Untuk menjaga keseimbangan asam tersebut maka tubuh manusia harus memiliki sifat sebagai larutan penyangga atau buffer
.Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH Ketika ditambahkansedikit asam, basa, ataupun pengenceran. Dengan kata lain, pH larutan penyangga tidak akan berubah walaupun pada larutan tersebut ditambahkan sedikit asam, basa atau larutan tersebut diencerkan.
Suatu larutan yang bersifat asam atau basa memiliki nilai pH yang bergantung pada perbandingan konsentrasi ion H
+dengan konsentrasi ion OH
–dalam larutannya. Sedangkan larutan penyangga merupakan larutan yang mengandung suatu komponen asam dan komponen basa yang tidak saling bereaksi, sehingga larutan penyangga dapat bereaksi dengan ion H
+maupun ion OH
–.
2. Prinsip Kerja Larutan Penyangga
Larutan penyangga bekerja sesuai konsepnya bahwa larutan ini dapat mempertahankan pH awal larutan meskipun ke dalam larutan ditambahkan asam kuat maupun basa kuat atau air dalam jumlah tertentu. Bagaimana prinsip kerja larutan penyangga?
Perhatikan gambar berikut ini!
Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa lemah, dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik ion H
+ataupun ion OH
-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat serta sedikit pengenceran tidak bisa mengubah pH-nya secara
Pada larutan bukan penyangga Ketika ditambahkan sejumlah mol asam terjadi perubahan pH secara drastis dari 7 menjadi 2
Pada larutan penyangga Ketika ditambahkan sejumlah mol asam pH larutan tidak berubah secara signifikan
signifikan.
Terdapat dua jenis larutan penyangga yaitu larutan penyangga yaitu larutan penyangga Asam dan larutan penyangga basa.
A.Larutan Penyangga Asam
Larutan Penyangga yang bersifat asam dapat berupa asam lemah dengan basa konjugasinya, asam lemah berlebih dengan basa kuat, dan bisa berupa asam lemah dengan garamnya.
Prinsip kerja larutan penyangga asam sebagai berikut : 1) Pada Penambahan Asam
Pada penambahan asam, ion H+ dari asam akan menambah konsentrasi H+ pada larutan dan menyebabkan kesetimbangan bergeser ke kiri. Sehingga reaksi mengarah pada pembentukan CH3COOH. Artinya, ion H+ yang ditambahkan akan bereaksi dengan ion CH₃COO– membentuk molekul CH₃COOH. Dengan kata lain, asam yang ditambahkan akan dinetralisasi oleh komponen basa konjugasi (CH3COO−).
CH₃COO– (aq) + H+ (aq) ⇄ CH₃COOH (aq)
Oleh karena itu, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasi ion H+ , sehingga pH dapat dipertahankan.
2) Pada Penambahan Basa
Bila yang ditambahkan adalah suatu basa, ion OH- dari basa akan bereaksi dengan ion H+ dan membentuk air. Sehingga dapat menyebabkan keseimbangan bergeser ke kanan dan konsentrasi Ion H+ tetap dipertahankan. Selain itu, penambahan basa juga menyebabkan berkurangnya komponen asam (CH3COOH).
Berkurangnya komponen asam inilah yang menyebabkan reaksi bergeser ke kanan. Dengan kata lain, basa yang ditambahkan akan dinetralisasi oleh komponen asam lemah (CH3COOH). Basa yang akan ditambahkan tersebut bereaksi dengan asam CH3COOH dan membentuk Ion CH3COO- dan air.
CH3COOH(aq) + OH-(aq) ⇄ CH3COO-(aq) + H2O(l)
Oleh karena itu, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasi ion H+ , sehingga pH dapat dipertahankan.
3) Pengenceran
Pada penambahan air (pengenceran), derajat ionisasi asam lemah
CH₃COOH akan bertambah besar, yang berarti jumlah ion H+ dari
ionisasi CH₃COOH juga bertambah. Akan tetapi, karena volume
larutan juga bertambah, pengaruh penambahan konsentrasi H+
menjadi tidak berarti. Dengan demikian, nilai pH larutan tidak mengalami perubahan
Rumus menentukan pH : [H
+] = ka mol asamlemah
mol basa konjugasi pH = - log [H
+]
Tipe Soal:
Jika di soal diketahui asam lemah dan garamnya, caranya langsung masuk rumus.
Contoh Soal Tipe I :
1. pH larutan yang terbentuk dari campuran 10 mL larutan HCN 0,1 M dengan 10 NaCN 0,2 M adalah ... (Ka = 1 × 10
-5)
Jawab :
●
Pertama – tama, tentukan terlebih dahulu mol masing – masing larutan
Mol HCN = M × V
Mol HCN = 0,1 M × 10 mL = 1 mmol Mol NaCN = M × V
Mol NaCN = 0,2 M × 10 mL = 2 mmol
● Kedua, masukan mol masing – masing larutan yang telah
diketahui ke dalam rumus penyangga asam,
[H
+] = ka mol asamlemah mol basakonjugasi [H
+] = 1 X 10
-5.
1mmol
2
mmol [H
+] = 5 × 10
-6M
● Ketiga , tentukan pH larutan
pH = - log [H
+]
pH = - log [5 × 10
-6M]
pH = 6 – log 5
2. Hitunglah pH 100 mL CH3COOK 0,5 M dengan 200 mL CH3COOH 0,5 M (Ka CH3COOH = 1,7 x 10–5 ).
Jawab
mol CH3COOK = 100 mL x 0,5 M = 50 mmol mol CH3COOH = 200 mL x 0,5 M = 100 mmol
[H
+] = ka mol asamlemah mol basakonjugasi [H
+] = 1,7 x 10
-5x
100mmol
50
mmol [H
+] = 1,7 x 10
-5x 2
= 3,4 x 10
-5pH = - log [H
+] pH = - log 3,4 x 10
-5pH = 5 – log 3,4
3.
Hitungah pH larutan yang terbentuk dari campuran 100 mL larutan HCN 0,1 M dengan 50 mL larutan NaCN 0,2 M; Ka HCN = 4 x 10-5Jawab
mol HCN = 100 mL x 0,1 M = 10 mmol mol NaCN = 50 mL x 0,2 M = 10 mmol [H
+] = ka mol asamlemah
mol basakonjugasi [H
+] =
4 x 10-5x
10mmol
10
mmol [H
+] =
4 x 10-5x 1
[H
+] = 4 x 10
-5pH = - log [H
+] pH = - log 4 x 10
-5pH = 5 – log 4
Jika di soal diketahui asam lemah dan basa kuat direaksikan dengan menggunakan metode m, r, s. Jika yang bersisa adalah asam lemah, berarti larutan buffer
Contoh soal :
1. Bila 0,06 mol CH3COOH (Ka = 2 × 10
–5) dan 0,01 mol NaOH
dilarutkan dalam air, sehingga diperoleh larutan penyangga
dengan volume 1 liter, maka pH larutan penyangga tersebut adalah ...
Jawab
CH3COOH +
NaOH
→
CH3COON a +
H2O Mula-mula : 0,06 mol 0,01 mol - - Bereaksi : 0,01 mol 0,01 mol
-
0,01 mol 0,01 mol +
Kesetimbanga n
: 0,05 mol - 0,01 mol 0,01 mol
[H
+] = ka mol asamlemah mol basakonjugasi [H
+] =
2 x 10-5x
0,05mol
0,01
mol [H
+] =
2 x 10-5x 5
[H
+] = 1 x 10
-4pH = - log [H
+] pH = - log 1 x 10
-4pH = 4 – log 1 = 4
B. Larutan Penyangga Basa
Larutan Penyangga yang bersifat basa dapat berupa basa lemah dengan asam konjugasinya, basa lemah berlebih dengan asam kuat, dan bisa berupa basa lemah dengan garamnya.
Prinsip kerja larutan penyangga basa sebagai berikut : 1) Pada penambahan asam
Bila yang ditambahkan suatu asam, maka Ion H+ dari asam akan mengikat Ion OH-.
Hal itu akan dapat menyebabkan keseimbangan dan akan bergeser ke kanan, sehingga konsentrasi Ion OH- dapat dipertahankan. Suatu sisi penambahan ini dapat menyebabkan sehingga berkurangnya komponen basa (NH3), bukannya Ion OH-.
Asam yang ditambahkan akan bereaksi dengan basa NH3 akan membentuk Ion NH4+.
NH3 (aq) + H+(aq) ⇄ NH4+ (aq)
Oleh karena itu, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasi ion OH- , sehingga pH dapat dipertahankan.
2) Pada penambahan basa
Bila yang ditambahkan adalah suatu basa, maka keseimbangan bergeser ke kiri, sehingga konsentrasi ion OH- dapat dipertahankan. Basa yang ditambahkan itu bereaksi dengan komponen asam (NH4+), membentuk komponen basa (NH3) & air.
NH4+ (aq) + OH-(aq) ⇄ NH3 (aq) + H2O(l)
Oleh karena itu, pada kesetimbangan baru tidak terjadi perubahan konsentrasi ion OH- , sehingga pH dapat dipertahankan.
3) Pengenceran
Pada penambahan air (pengenceran), derajat ionisasi basa lemah akan bertambah besar, yang berarti jumlah OH– dari ionisasi NH₃ bertambah.
Akan tetapi, karena volume larutan juga bertambah, pengaruh penambahan konsentrasi OH– menjadi tidak berarti. Dengan demikian, nilai pH larutan tidak mengalami perubahan.
Rumus Menentukan pH : [OH
-] = kb mol basalemah
mol asam konjugasi
pOH = - log [OH
-] pH = 14 - pOH
Tipe Soal:
Jika di soal diketahui basa lemah dan garamnya, caranya langsung masuk rumus.Contoh soal :
1. pH larutan yang terbentuk dari campuran 50 mL larutan NH3 0,1 M dengan 25 mL NH
4Cl,2 M adalah ... (Kb = 1 × 10
-5)
Jawab
● Pertama – tama, tentukan terlebih dahulu mol masing – masing
larutan
mol NH3 = M × V
mol NH3 = 0,1 M × 50 mL = 5 mmol Mol NH4Cl = M × V
Mol NH4Cl = 0,2 M × 25 mL = 5 mmol
● Kedua, masukan mol masing – masing larutan yang telah
diketahui ke dalam rumus penyangga basa
[OH
-] = kb mol basa lemah mol asam konjugasi [OH
-] = 1 x 10
-5.
5mmol
5
mmol [OH
-] = 1 x 10
-5. 1 = 1 x 10
-5● Ketiga , tentukan pH larutan
pOH = - log [OH-]
pOH = - log [1 × 10-5 ] pOH = 5
pH = pKw – pOH
pH = 14 – 5 pH = 9
2. Hitungah pH larutan yang terbentuk dari campuran 50 mL larutan NH3 0,2 M dengan 100 mL larutan NH4Cl 0,1 M; Kb NH3 = 1 x 10-5
Jawab
mol NH
3= 100 mL x 0,1 M = 10 mmol mol NH
4Cl = 50 mL x 0,2 M = 10 mmol
[OH
-] = kb mol basa lemah mol asam konjugasi [OH
-] = 1 x 10
-5 10mmol
1 0
mmol [OH
-] = 1 x 10
-5pOH = - log 1 x 10
-5= 5 – log 1
= 5
pH = 14 – pOH
= 14 – 5
= 9
Jika di soal diketahui basa lemah dan asam kuat direaksikan dengan menggunakan metode m, r, s. Jika yang bersisa adalah basa lemah, berarti larutan buffer
Contoh soal :
1. Hitungah pH larutan yang terbentuk dari campuran 200 mL larutan NH3 0,1 M dengan 100 mL larutan HCl 0,1 M; Kb NH3 = 1 x 10-5 Jawab
NH3 +
HCl → NH4Cl Mula-mula : 20 mmol 10 mol -
Bereaksi : 10 mol 10
mmol -
10 mmol +
Kesetimbanga n
: 10 mmol - 10 mol [OH
-] = kb mol basa lemah
mol asam konjugasi
[OH
-] = 1 x 10
-5 10mmol
1 0mmol [OH
-] = 1 x 10
-5pOH = - log 1 x 10
-5= 5 – log 1
= 5
pH = 14 – pOH
= 14 – 5
= 9
Langkah-langkah Menghitung pH Larutan Penyangga 1. Tentukanlah mol asam atau basa lemah
2. Tentukanlah mol asam atau basa konjugasi (garam) 3. Hitunglah ion H+ atau ion OH-
4. Hitunglah pH Contoh Soal 1
Suatu larutan terdiri dari campuran antara NH3 dengan kosentrasi 0,1 M sebanyak 50 mL dan 100 mL larutan NH4Cl 0,5 M. Tentukanlah
a. Apakah larutan tersebut merupakan larutan penyangga?
b. Apabila larutan tersebut termasuk larutan penyangga maka tentukanlah harga pH-nya? (Kb = 10–5)
Jawab Pembahasan:
Diketahui :
Konsentrasi NH3 = M NH3 = 0,1 M Volume NH3 = V NH3 = 50 mL
Konsentrasi NH4Cl = M NH4Cl = 0,1 M Volume NH4Cl = V NH4Cl = 100 mL
LATIHAN SOAL
1. Campuran larutan berikut merupakan larutan penyangga basa adalah ....
A. CH3COOH dan CH3COONa B. NH4OH dan CH3COONa C. CH3COOH dan NH4OH D. NaOH dan HCl
E. NH4OH dan NH4Cl Penyelesaian
Langkah awal yang perlu kalian lakukan adalah mengetahui syarat suatu komponen dapat membentuk penyangga yang terbentuk dari dua jenis campuran yaitu:
asam/ basa lemah dengan konjugasinya, contoh: HF dan NaF
asam/basa lemah dengan asam/basa kuat (asam + basa), untuk campuran kedua ini harus memenuhi syarat mol lemah > dari mol kuat
Sebagai bahan referensi berikut beberapa daftar asam dan basa kuat. Jika terdapat komponen ini dan dicampurkan dengan garam tidak akan terbentuk larutan penyangga.
Berikut daftar asam dan basa kuat yang umum digunakan dalam soal:
Daftar asam kuat: HCl, HBr, HI, H₂SO₄, HClO₄, HNO₃
Daftar basa kuat : LiOH, NaOH, KOH, RbOH, CsOH, Mg(OH)₂, Ca(OH)₂, Sr(OH)₂, Ba(OH)₂
Berikut analisis dari beberapa pilihan jawaban yang disediakan:
A. NH₄OH dan NH₄Cl NH₄OH = basa lemah
NH₄Cl = garam konjugasi dari basa lemah Dapat membentuk penyangga basa
B. CH₃COOH dan CH₃COONa CH₃COOH = asam lemah
CH₃COONa = garam konjugasi dari asam lemah
Dapat membentuk penyangga asam C. Ca(OH)₂ dan CaCl₂
Ca(OH)₂ = basa kuat
CaCl₂ = garam dari komponen basa kuat dan asam kuat
Tidak dapat membentuk penyangga D. HCN dan KCN
HCN = asam lemah
KCN = garam konjugasi dari asam lemah Dapat membentuk penyangga asam E. H₂CO₃ dan KHCO₃
H₂CO₃ = asam lemah
KHCO₃ = garam konjugasi dari asam lemah Dapat membentuk penyangga asam
Jadi dapat disimpulkan larutan yang tidak capat membentuk penyangga adalah campuran dari Ca(OH)₂ dan CaCl₂ (option C).
2. Berikut adalah nilai pH beberapa larutan pada penambahan sedikit asam dan sedikit basa :
Larutan yang merupakan sistem penyangga adalah ….
A. I dan II B. III dan V C. II dan III D. IV dan V E. III dan IV
3. Pasangan larutan berikut yang menghasilkan larutan penyangga adalah….
A. 25 mL HCN 0,1 M + 25 mL NaOH 0,1M B. 25 mL HCN 0,1 M + 25 mL NaOH 0,2 M C. 25 mL NH4OH 0,1 M + 25 mL HCl 0,2 M
D. 25 mL NH4OH 0,1 M + 25 mL HCl 0,1 M E. 25 mL CH3COOH 0,4 M + 25 mL NaOH 0,2M
4. Asam asetat mempunyai Ka = 10–5 . Bila dibuat larutan buffer (penyangga) dengan melarutkan 0,2 mol Asam asetat dan 0,02 mol Natrium asetat dalam 1 liter air, maka larutan ini akan mempunyai pH
A. 3 B. 4 C. 5 D. 6 E. 7
5. Suatu larutan dibuat dengan mencampurkan 150 mL larutan asam format (HCOOH) 0,1M (Ka = 2 x10-4 ) dan 100 mL larutan natrium hidroksida (NaOH) 0,1 M. Setelah pencampuran tersebut pH larutan adalah ….
A. 3 B. 4 C. 5 D. 8 E. 9
6. Larutan NH4OH 0,1 M dicampur dengan larutan NH4Cl 0,1 M dengan volume yang sama, maka akan didapat larutan penyangga dengan pH …(kb NH3 = 1 x 10-5 )
A. 5 B. 6 C. 8 D. 9 E. 10
7. Pasangan komponen HF dan F- merupakan larutan penyangga karena mengandung asam lemah dan basa konjugasinya. Jelaskan prinsip kerja larutan penyangga tersebut apabila terdapat penambahan asam kuat (HCl) maupun basa kuat (NaOH)!
Jawab
Jika ke adalam larutan ditambahkan asam kuat (HCl) maka asam kuat ini akan dinetralkan oleh basa konjugasi dari larutan penyangga tersebut dengan menurut reaksi :
F- + HCl ⇄ HF + Cl-
Jika ke dalam larutan tersebut ditambahkan basa kuat maka basa kuat akan dinetralkan oleh asam lemah larutan penyangga tersebut menurut reaksi :
HF + NaOH ⇄ NaF + H2O
8. Diberikan campuran dari beberapa larutan sebagai berikut:
1. 200 mL CH3COOH 0,1 M dan 200 mL NaOH 0,1 M 2. 200 mL CH3COOH 0,2 M dan 200 mL NaOH 0,1 M 3. 200 mL NH4OH 0,1 M dan 200 mL HCl 0,1 M 4. 200 mL NH4OH 0,1 M dan 200 mL HCl 0,05 M
Campuran yang membentuk larutan penyangga adalah…
Jawab
Untuk menentukan larutan penyangga adalah campuran antara asam atau basa lemah dangan asam atau basa konjugasinya (garam) Maka asam atau basa lemah harus berlebih dari pada asam atau basa kuat
NaOH = basa kuat
CH3COOH = asam lemah NH4OH = basa lemah HCl = asam kuat
Untuk membandingkan jumlah senyawa maka carilah masing- masing mol dengan rumus
mol = Molaritas x Volume
Dari perhitungan maka percobaan 2 dan 4 yang merupakan larutan penyangga
Pada percobaan 2 menghasilkan sisa CH3COOH (asam lemah) dan Percobaan 4 menghasilkan sisa NH4OH (basa lemah)
9. Tentukan keasaman larutan penyangga berikut ini !
a. Campuran antara campuran dari larutan CH3COOH (asam lemah) dan larutan CH3COONa (basa konjugasi)
b. Campuran antara campuran dari larutan NaOH berlebih dengan CH3COOH
Jawab
a. Larutan penyangga bersifat asam karena CH3COOH (asam lemah) dan lautan CH3COONa (basa konjugasi/ garam)
b. Campuran tersebut bukan merupakan larutan penyangga
karena yang berlebihan adalah NaOH yang merupakan basa
kuat
C. Peranan Larutan Penyangga dalam Tubuh Makhluk Hidup dan Industri
Beberapa manfaat larutan penyangga di tubuh manusia maupun dalam aplikasinya pada kehidupan manusia sehari – hari, dapat dijabarkan sebagai berikut.
A. Peranan Larutan Penyangga dalam Tubuh Makhluk Hidup 1. Cairan Intraseluler dalam Darah
Sistem penyangga yang utama dalam cairan intra sel adalah pasangan asam basa konjugasi dihidrogen fosfat dan mono hidrogen fosfat (H2PO4– dan HPO42–). Sistem ini bereaksi dengan asam dan basa sebagai berikut :
HPO42-(aq) + H+(aq) ↔ H2PO4-(aq)
H2PO4-(aq) + OH-(aq) ↔ HPO42-(aq) + H2O(l) 2. Cairan Ekstraseluler dalam Darah
Pada cairan luar sel terdapat sistem penyangga pasangan asam basa konjugasi asam karbonat-bikarbonat (H2CO3 dan HCO3–). Sistem ini bereaksi dengan asam dan basa sebagai berikut :
HCO3-(aq) + H+(aq) ↔ H2CO3(aq)
H2CO3(aq) + OH-(aq) ↔ HCO3-(aq) + H2O(l) 3. Penyangga Asam Hemoglobin
Hemoglobin yang terikat dengan oksigen, akan melepas oksigen dan membentuk hemoglobin kembali. Hal ini disebabkan karena sifat hemoglobin yang merupakan salah satu dari sistem penyangga dalam tubuh
HbO2(aq) → Hb(aq) + O2(g)
Hemoglobin yang bersifat amfoter dapat bereaksi dengan asam dari H2CO3
Hb(aq) + H+(aq) → HHb(aq) (asam hemoglobin)
Asam hemoglobin yang terbentuk, kemudian berikatan dengan oksigen kembali. Ion H+ yang dihasilkan akan berikatan dengan hemoglobin lainnya.
HHb(aq) + O2(g)↔ HbO2-(aq) + H+(aq)
4. Penyangga dalam reaksi Enzim
Salah satunya adalah reaksi enzim peptidase yang akan bekerja dengan baik pada cairan lambung yang memiliki pH
5. Penyangga pada Cairan Air Liur
Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat yang dapat menetralisir asam yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan.
D. Peranan Larutan Penyangga dalam Industri
1. Manfaat Penyangga dalam Bidang KosmetikaSalah satu manfaat penerapan larutan penyangga dalam bidang kosmetika adalah pembuatan toner wajah, sabun, dan shampoo.
2. Manfaat Penyangga dalam Bidang Pertanian
Penggunaan larutan penyangga diterapkan dalam pemberian pupuk tanaman dan pemilihan kualitas tanah untuk tumbuh kembang tanaman.
3. Manfaat Penyangga dalam Bidang Obat – obatan dan Kesehatan Penerapan prinsip larutan penyangga dilakukan dalam pembuatan obat tetes mata, obat aspirin, dan pemberian obat dengan suntikan ke dalam aliran darah.
4. Manfaat Penyangga dalam Bidang Pengolahan Limbah
Penyangga ditambahkan dalam limbah cairan agar tetap memiliki pH yang konstan Ketika dilepaskan ke lautan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran perairan.
UJI PEMAHAMAN
1. Untuk membuat larutan penyangga dengan pH = 9,maka ke dalam 40 mL larutan NH 3 0,5 M (Kb = 10-5 ) harus ditambahkan larutan HCl 0,2 M sebanyak. . .
2. Jika 100 mL larutan HCl 0,1 M dicampurkan dengan 50 mL larutan NH3 0,3 M (Kb = 10-5 ),maka pH larutan pH larutan yang terja yang terjadi adala di adalah. . .
3. Suatu larutan yang mengandung 0,1 mol asam asetat (Ka = 10-5 ) dan 0,01 mol natrium asetat mempunyai pH sebesar. . .
4. Kedalam larutan basa lemah LOH ditambahkan padatan garam L2SO4 sehingga konsentrasi LOH menjadi 0,1 M dan konsentrasi L2SO4 0,05 M.Bila Kb basa LOH = 10-3 maka pH campurannya. . .
5. Asam asetat mempunyai Ka = 10-5.Bila dibuat larutan buffer (penyangga) dengan melarutkan 0,2 mol asam asetat dan 0,02 mol natrium asetat dalam 1 liter air,maka larutan ini akan mempunyai pH. . .
6. Tentukan PH larutan apabila 200 mL larutan NH4OH 0,5 M dicampurkan 50 mL larutan NH4Cl 0,5 M ! (K b NH4OH(Aq) = 1,8 x 10-5)
7. Tentukan pH campuran jika 100 mL larutan CH3COOH 0,8 M dengan 100 mL larutan NaOH 0,2 M ! ( K a CH3COOH = 1,8 x 10-5)
8. Dalam 1 liter larutan terdapat 0,4 mol CH3COOH dan 0,2 mol
CH3COONa.(K a CH3COOH = 1,8 x 10-5).Tentukan pH larutan tersebut. .
9. Tentukan mL larutan HCl 0,2 M harus ditambahkan ke dalam 100 mL
larutan NH4OH0,2 M untuk membuat untuk membuat larutan
penyangga larutan penyangga dengan harga dengan harga Ph= 9 ?
(K b NH4OH(Aq) = 1,8 x 10-5)
10. Tentukan pH larutan jika 800 mL larutan CH3COOH 0,1 M
dicampurkan dengan 400 mL larutan CH3COONa 0,1 M (Ka CH3COOH =
10-5) !