Dalam menerapkan pendekatan konstruktivisme, peneliti mengacu pada kegiatan pembelajaran awal yang menunjukkan adanya konsepsi dan motivasi siswa. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti, guru dalam kegiatan alpha zone ini sering melakukan kegiatan mengkondisikan kondisi kelas, membaca doa bersama dan absensi siswa. Kedua, lebih panas, lebih panas adalah kegiatan mengulang materi yang disampaikan oleh guru fiqih kepada siswa kelas yang telah disampaikan sebelumnya.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan selama kegiatan pemanasan ini, siswa ditanya kembali mengenai materi yang telah disampaikan sebelumnya, dimana terlihat sebagian masih ingat dan paham, sebagian lagi tidak. Saya ingat sama sekali. Ketiga, pra-mengajar, pra-mengajar adalah kegiatan bertanya kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari, yaitu materi kurban. Kegiatan ini berfungsi sebagai pengantar untuk menjelaskan materi sebelum diberikan secara langsung, tetapi juga menanyakan kepada siswa apakah mereka pernah mempelajari materi kurban ini sebelumnya.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 2 Maret 2023 pada aktivitas persepsi dan motivasi siswa dalam penerapan pendekatan konstruktivisme pada pembelajaran fikih, guru menyelesaikan beberapa tahapan. Lebih hangat, mempersoalkan kembali materi yang telah disampaikan sebelumnya dengan tujuan agar siswa mengingat kembali materi yang telah disampaikan. Pra-mengajar, dalam kegiatan ini guru bertanya sebelum memasuki materi ini apakah siswa sudah mempelajarinya sebelum guru menjelaskan dengan tujuan merangsang proses pembelajaran bagi siswa.
Tahap setting, guru memotivasi siswa sesuai dengan RPP yang dibuatnya dengan tujuan agar siswa aktif dan antusias mengikuti proses pembelajaran. Guru menuliskan judul besar di papan tulis dan siswa diminta membuka halaman di buku yang berisi materi kurban. Kemudian siswa mengangkat tangan namun tidak semua maju ke depan, hanya beberapa yang dipilih oleh guru.
Setelah dijelaskan di depan kelas, guru mengajak siswa secara bersama-sama untuk menarik kesimpulan tentang materi yang dipelajari, dengan tujuan agar siswa mengingat dan memahaminya. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, penerapan pendekatan konstruktivisme membuat siswa aktif, sumber belajar tidak hanya dari guru. Siswa juga lebih mudah memahaminya karena materi yang disampaikan berhubungan langsung dengan pengalaman mereka sehari-hari, hal inilah yang membuat siswa mengingatnya.
Dan dengan pendekatan ini siswa lebih antusias karena guru langsung melibatkan mereka dalam pembelajaran. Hal ini juga meningkatkan minat siswa dalam mempelajari fikih karena konstruktivisme dapat berhubungan langsung dengan kehidupan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan guru dalam beberapa evaluasi pada tahap evaluasi diperoleh poin baik dari pertanyaan maupun aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan pada tanggal 7 April 2023, peneliti melihat bahwa faktor guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses pendekatan konstruktivisme, karena sebagian guru kurang kreatif, sehingga hal ini juga dilakukan. motivasi belajar siswa menurun.
Pembahasan
Implementasi Pendekatan Konstruktivisme Pada Pembelajaran Fikih Materi Kurban Di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang peneliti lakukan pada tanggal 09 Maret 2023 waktu yang diberikan pihak sekolah untuk menyampaikan materi sudah cukup. pembelajaran di sekolah berdasarkan teori konstruktivis, seperti pada fase mengutamakan peran siswa dalam pembentukan pengetahuannya, sedangkan guru cenderung berperan sebagai fasilitator yang membentuk aktivitas siswa tersebut dalam konstruksi pengetahuannya. Selain itu penerapan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran fikih materi kurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin meliputi beberapa tahapan yaitu. RPP dengan pendekatan konstruktivis pada pembelajaran fikih materi kurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin.
Perencanaan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis pada pembelajaran fikih materi kurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah pembelajaran. Mengenai kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum 2013 yang menuntut siswa lebih berperan aktif dalam membangun pengetahuannya sendiri. dialog multikultural, humanistik, kritis, konstruktivis, reflektif, progresif. Perencanaan pembelajaran dengan pendekatan konstruktivis pada pembelajaran fikih materi kurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah pembelajaran.
Mengenai kurikulum yang digunakan yaitu kurikulum 2013 yang menuntut siswa lebih berperan aktif dalam membangun ilmunya. Jadi dapat dikatakan perencanaan pembelajaran sangat penting karena mempengaruhi suatu tujuan pembelajaran dan perencanaan yang dilakukan harus sesuai dengan kurikulum 2013 agar siswa aktif dalam pembelajaran. Menerapkan pendekatan konstruktivis dalam pembelajaran materi Fiqh Kurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin.
Penerapan pendekatan konstruktivis pada pembelajaran materi fiqih qurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmas Dalam penerapan pendekatan konstruktivis ini menjadikan siswa aktif, sumber belajar tidak hanya dari guru. mengajukan soal di papan tulis, di kertas transparansi, atau di kertas pajangan Guru bertanya kepada siswa Guru meminta siswa mengerjakan tugas yang diberikan. Berikut adalah contoh pra-mengajar: menanyakan kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari, apakah ada yang pernah mempelajarinya sebelumnya. Hal ini sejalan dengan teori Van Vui bahwa penerapan pendekatan konstruktivis dalam pembelajaran merupakan filosofi belajar berdasarkan pengalaman sendiri.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pembelajaran konstruktivisme dalam pembelajaran fikih materi kurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin menjadikan siswa aktif berpartisipasi dalam pembelajaran karena memahami bahwa materi tersebut berkaitan dengan pengalaman masing-masing. Evaluasi keterlaksanaan pembelajaran konstruktivisme pada pembelajaran materi fiqh qurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin. Evaluasi pembelajaran penerapan pendekatan konstruktivis pada pembelajaran materi fiqh qurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin pada tahap evaluasi guru memberikan penilaian yang berbeda-beda, memperoleh skor yang diperoleh baik dari soal maupun dari keaktifan siswa selama pembelajaran berlangsung. .
Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan pendekatan konstruktivis dalam pembelajaran materi fiqh qurban di kelas X Madrasah Aliyah Irtiqaiyah Banjarmasin. Dalam proses belajar mengajar, kreativitas dalam mengajar merupakan bagian dari sistem yang tidak terpisahkan dari pendidik dan peserta didik.