NEGOSIASI
BERNEGOSIASI UNTUK
SEBUAH SOLUSI DAMAI
Part 1
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Memahami Pengertian, Karakteristik, Tujuan dan Kebahasaan teks Negosiasi.
2. Mengidentifikasi Struktur Negosiasi
Kata Kunci
- Negosiasi: Negosiasi adalah proses dimana dua atau lebih
pihak dengan kebutuhan dan tujuan yang berbeda mendiskusikan suatu masalah untuk menemukan solusi yang dapat diterima
bersama.
- Win-win Solution : Memungkinkan kedua pihak merasa telah memperoleh sesuatu yang positif atau menguntungkan . - Kedamaian
- Tawar-menawar - Konflik
- Argumen
Negosiasi adalah Bentuk Interaksi sosial berfungsi
untuk mencapai kesepakatan diantara
pihak-pihak yang
mempunyai kepentingan yang berbeda-beda.
Tujuan Negosiasi untuk mengurangi
perbedaan posisi setiap pihak
.NEGOSIASI
Karakteristik
Alasan dan Karakteristik Negosiasi
· Terdapat beberapa perselisihan atau pertentangan
· Terdapat beberapa tahap saling ketergantungan di antara kelompok
· Situasi kondusif untuk mendapatkan kesempatan berinteraksi Karakteristik Negosiasi
Sebuah negosiasi memiliki karakteristik sebagai berikut:
· Melibatkan orang baik sebagai individu, perwakilan organisasi atau
perusahaan
·
Memiliki ancaman terjadinya atau di dalamnya ada konflik yang terjadi dari awal hingga didapatkan kesepakatan
· Terdapat cara-cara pertukaran sesuatu, baik berupa tawar-menawar maupun tukar menukar
· Berbentuk tatap muka dan menggunakan lisan, gerak tubuh dan ekspresi wajah
· Negosiasi bisa tentang hal-hal di masa depan atau sesuatu yang belum terjadi atau ingin terjadi
· Ujung dari sebuah negosiasi adalah kesepakatan antara kedua belah pihak
walaupun hasilnya adalah kedua belah pihak sama-sama untuk tidak sepakat
Negosiasi
Indonesia dengan Uni Eropa
r
“REPUBLIK INDONESIA LANJUTKAN
NEGOSIASI DENGAN UNI EROPA”
JAKARTA, KOMPAS
Pemerintah berkomitmen melanjutkan negosiasi perdagangan yang tertuang dalam Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Uni Eropa (EU-CEPA). Indonesia melihat, ada peluang positif pada kesepakatan tersebut jika pembicaraannya diteruskan. Salah satu harapan yang diinginkan adalah meningkatnya daya saing komoditas ekspor Indonesia di pasar Eropa.
Komitmen melanjutkan perundingan itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla seusai menerima Duta Besar UE untuk Indonesia dan Brunei Vincent Guerend di Kantor Wakil
Presiden, Kompleks Istana, Jakarta, Senin (15/2). "Perundingan ini terhenti dua kali. Pemerintah berencana melanjutkan kembali. Kami perlu meningkatkan hubungan perdagangan supaya
investasi berjalan lebih baik," kata Wapres Kalla. Kalla yakin pembicaraan mengenai perjanjian kerja sama EU-CEPA itu berdampak positif bagi perdagangan Indonesia. Bukan malah
sebaliknya, sejumlah komoditas ekspor Indonesia, seperti minyak sawit mentah dan kakao, kerap sulit masuk ke pasar Eropa. Kerja sama itu, katanya, dibuat untuk memudahkan masuknya
komoditas ekspor asal Indonesia ke negara-negara Eropa. Sebaliknya, 28 negara yang bergabung dalam UE meminta Pemerintah RI memudahkan investasi asing masuk. Menanggapi hal itu, Kalla mengatakan, pemerintah sedang terus-menerus melakukan pembenahan iklim investasi di dalam negeri melalui sejumlah paket deregulasi. "Saya bilang, semua sistem birokrasi sedang kami perbaiki," kata Wapres Kalla. Vincent Guerend mengatakan, UE sangat berkepentingan dengan Indonesia. Dia yakin, UE dan Indonesia dapat melanjutkan negosiasi pembicaraan sebelum CEPA resmi diluncurkan. Tahapan sekarang, kedua pihak sedang meneruskan hal-hal detail terkait
kesepakatan kerja sama perdagangan itu. UE mengapresiasi langkah Indonesia terus membenahi iklim investasi sejalan dengan pengumuman sejumlah paket deregulasi. Ia melihat ada keinginan kuat dari Indonesia untuk memperkuat sektor perdagangan, infrastruktur, dan membangun sektor pariwisata.
Ilustrasi Teks
Negosiasi Indonesia
dengan Uni Eropa.
• SOLUSI :
Perjanjian kerjasama dari perdagangan bebas (Free Trade Agreement) , dengan Uni Eropa , harus segera
diselesaikan. Indonesia dan Eropa harus segeramembahas lingkup (Scoping) yang masuk dalam perjanjian ini ,
tujuannya untuk pembangunan yang berkelanjutan antar
kedua belah pihak
UNI EROPA
Uni Eropa (EU) adalah organisasi antar-pemerintah dan supra-
nasional yang beranggotakan negara-negara Eropa. Uni Eropa
mempunyai 28 negara anggota , antara lain :
Sejak 1 Juli 2013 telah memiliki 28 negara anggota.
Persatuan ini didirikan atas nama tersebut di bawah Perjanjian Uni Eropa (yang lebih dikenal dengan Perjanjian Maastricht pada 1992. Namun, banyak aspek dari UE timbul sebelum tanggal
tersebut melalui organisasi sebelumnya, kembali ke tahun 1950-an. Organisasi internasional ini bekerja melalui gabungan sistem supranasional dan
antarpemerintahan. Di beberapa bidang, keputusan-keputusan ditetapkan melalui
musyawarah dan mufakat di antara negara-negara anggota, dan di bidang-bidang lainnya lembaga- lembaga organ yang bersifat supranasional menjalankan tanggung jawabnya tanpa perlu persetujuan anggota-anggotanya. Lembaga organ penting di dalam UE adalah Komisi Eropa, Dewan Uni Eropa ,Dewan Eropa Mahkamah Eropa ,
dan Bank Sentral Eropa. Di samping itu, terdapat pula Parlemen Eropa yang anggota-anggotanya dipilih langsung oleh warga negara anggota. Pada tanggal 12 Oktober 2012, Uni Eropa ditetapkan sebagai penerima Penghargaan Perdamaian Nobel tahun 2012.
Awal dan Sejarah
Percobaan untuk menyatukan negara Eropa telah dimulai sebelum terbentuknya negara-negara modern; mereka telah terjadi beberapa kali dalam sejarah Eropa. Tiga ribu tahun lalu, Eropa
didominasi oleh bangsa Celt , dan kemudian ditaklukan dan diperintah Kekaisaran Roma yang berpusat di Mediterania. Awal penyatuan ini diciptakan dengan cara paksa.
Kekaisaran Franksdari Charlemagne dan Kekaisar an Suci Roma menyatukan wilayah yang luas di bawah administrasi yang longgar selama beberapa ratus tahun. Belakangan pada 1800-an customs union di bawahNapoleon Bonaparte, dan
penakhlukan pada 1940-an oleh Nazi
Jerman hanya terjadi sementara saja. Dikarenakan koleksi bahasa Eropa dan budayanya, percobaan penyatuan ini biasanya
melibatkan pendudukan dari negara yang tidak bersedia, menciptakan ketidakstabilan. Salah satu percobaan penyatuan secara damai melalui
kerjasama dan persamaan anggota dibuat oleh pasifis Victor Hugo pada 1851.
Setelah Perang Dunia I dan Perang Dunia II , keinginan untuk mendirikan Uni Eropa semakin meningkat,.
Didorong oleh keinginan untuk membangun kembali Eropa dan
menghilangkan kemungkinan perang lainnya. Oleh karena itu
dibentuklah European Coal and Steel Community oleh Jerman, Perancis, Italia, dan negara-negara Benelux. Hal ini terjadi oleh Perjanjian Paris (1951),
ditandatangani pada April 1951 dan dimulai pada Juli 1952. Setelah itu terbentuk juga European Economic Community didirikan oleh Perjanjian Roma pada 1957 dan diimplementasikan pada 1 Januari 1958. Kemudian komunitas tersebut berubah menjadi Masyarakat
Eropa yang merupakan 'pilar pertama' dari Uni Eropa. Uni Eropa telah ber-evolusi dari sebuah badan perdagangan menjadi sebuah kerja sama ekonomi dan politik.
European Coal and steel adalah suatu aliansi regional yang didirikan
pada tahun 1951 untuk mempromosikan perdagangan bebas komoditi batu bara dan
besi baja.