Dalam posisinya sebagai kitab petunjuk, Al-Qur'an tidak akan pernah menjadi tua dan lapuk. Sedangkan kitab-kitab sebelumnya hanya ditujukan untuk satu kelompok saja, Al-Qur'an sendiri menekankan hal tersebut. Yang menjadi tujuan kajian Living Qur'an adalah fenomena di mana Al-Qur'an “hidup” di masyarakat.
17 Kementerian Agama RI, Tafsir Tematik Al-Qur'an (Membangun Keluarga Harmonis), Jakarta: Aku Bisa, 2015, hlm. Resepsi Al Quran sebelum pernikahan di Desa Muara Lintang Baru, Kecamatan Pendopo Barat, Kabupaten Empat Lawang (Living Quran Study).
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Sebagai salah satu syarat untuk menyiapkan tugasan akhir dalam memperoleh ijazah akademik dalam bidang Al-Quran dan Tafsir.
Tinjauan Pustaka
Betamat al-Qur'a>n dapat dilakukan dengan hafalan (bi al-Ghaib) atau dengan membaca teks (bi al-Nazar). Betamat al-Qur'a>n dapat dilakukan dengan hafalan (bi al-Ghaib) atau dengan membaca teks (bi al-Nazar).
Sistematika Pemabahasan
LANDASAN TEORI
Pengertian Living Qur'a>n
Dengan kata lain, kajian ini tidak lagi menyimpang dari keberadaan tekstualnya, melainkan pada fenomena sosial yang berkembang sebagai respon atas kehadiran al-Qur'an di wilayah geografis tertentu dan pada waktu tertentu. Metode yang dapat digunakan untuk meneliti fenomena respon muslim atau bacaan berulang di wilayah masyarakat muslim adalah dengan menggunakan metode Living Qur’a>n. Berbeda halnya dengan penelitian terhadap teks al-Qur’an yang sudah lama berkembang dan menghasilkan literatur yang sangat beragam.
1 Lihat Muhammad Yusuf, ‚Pendekatan Sosiologis dalam Menghayati Al-Qur'a>n Pendekatan dalam Menghayati Al-Qur'a>n dan Metode Penelitian Hadits”, (Yogyakarta: Teras, 2007) hal. ayat-ayat al-Qur'a>n yang hidup di tengah-tengah masyarakat 25. Living Qur'a@n adalah model kajian al-Qur'a@n yang menjadikan fenomena hidup di tengah masyarakat muslim yang berkaitan dengan al-Qur'a>n 'an sebagai obyek kajiannya, pada dasarnya tidak lain adalah ilmu sosial dengan keragamannya.
Hanya karena fenomena sosial ini muncul karena kehadiran al-Qur'an, kemudian diinisiasi ke dalam bidang kajian al-Qur'an. Kedua, ungkapan tersebut juga bisa merujuk pada masyarakat yang kesehariannya menggunakan Al-Qur'an sebagai kitab rujukannya. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam meneliti model Living Qur'an yang dicari bukanlah kebenaran agama melalui Al-Qur'an atau penilaian kelompok agama tertentu dalam Islam, melainkan prioritas penelitian. tentang tradisi yang bersifat gejala (fenomena) dalam masyarakat dilihat dari persepsi kualitatif.
Meskipun Al-Qur'an terkadang dijadikan sebagai simbol keimanan (symbolic faith) yang dihayati, kemudian diekspresikan dalam bentuk perilaku keagamaan.
Arti Penting Kajian Living Qur'a>n
Ketiga, ungkapan ini juga dapat diartikan bahwa Al-Qur'an bukan sekedar kitab, melainkan kitab yang hidup, yaitu perwujudannya dalam kehidupan sehari-hari bersifat nyata dan nyata, serta bervariasi tergantung bidang kehidupan. Oleh karena itu, cara pemutakhiran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sangat beragam tergantung dari makna yang diberikan kepada Al-Qur’an itu sendiri sebagai kumpulan firman Allah SWT, Firman Tuhan, yang tidak lepas dari pemahaman manusia akan Allah sendiri, dari Allah SWT. Dalam pengertian ini, al-Qur'a@n dapat eksis di tengah masyarakat yang tidak semua warganya beragama Islam, sedangkan manifestasinya dalam kehidupan umat Islam sangat bervariasi.
Tafsir bisa berupa tanggapan atau praktik perilaku masyarakat yang diilhami oleh kehadiran Al-Qur'an. Dalam bahasa al-Qur'an, hal ini disebut tajwid, yaitu bacaan yang berorientasi pada pengalaman (tindakan), dibedakan dengan qira'ah (pembaca yang berorientasi pada pemahaman). Signifikansi kajian Living Qur'an>n berikut ini adalah untuk memberikan paradigma baru bagi perkembangan kajian Al-Qur'an>n di era modern.
Dalam bidang Living Qur’an, kajian tafsir akan lebih menghargai respon dan tindakan masyarakat terhadap kehadiran al-Qur’an, sehingga penafsiran tidak hanya bersifat resilien tetapi juga emansipatoris yang mengajak partisipasi masyarakat.
Berbagai Contoh Research Living Qur'a>n
Al-Qur'a>n dan Berbagai Pemaknaannya
- Pengertian Al-Qur'a>n
- Beberapa Pemaknaan Al-Qur'a>n
Pengertian Tradisi dan Betamat Al-Qur'a>n
- Pengertian Tradisi
- Pengertian Betamat Al-Qur'a>n
45 Lihat Tesis, Himmatul Mufidah, Khotmul Qur'a>n dalam Tradisi Peleretan (Pengajian Al-Qur'an Hidup di Desa Bedanten, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur),..., hlm. Namun dalam penggunaannya, kata ini tidak diaplikasikan secara umum menurut makna asalnya, tetapi secara khusus kegiatan tertentu dalam masyarakat yang khatam membaca dalam (al-Koran>n). Kegiatan Betamat al-Qur'a>n bertujuan untuk beribadah kepada Allah semata-mata untuk mendapatkan keredhaan dan keselamatan di akhirat dan bukan untuk kepentingan dunia.
Betamat al-Qur'a>n adalah kegiatan membaca Al-Qur'an dari surah al-Fa>tihah sampai dengan surah al-N
Dalam Betamat al-Qur'an terdapat integrasi antara dzikir, shalawat, doa dan tilawah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah a.s. dan teman-temannya. Selain banyaknya kebutuhan terkait persoalan dunia dan akhirat, serta upaya untuk kejayaan agama dan negara, intensitas penerapan betamatul Qur'an harus lebih ditingkatkan lagi. 49 Lihat Skripsi, Devi Pratiwi, Khataman Al-Qur'a>n Jama'ah Yayasan Ja>-AlHaq Pondok Pesantren Salafiyah Sentot Alibasya Kota Bengkulu (Studi tentang Living Qur'an>n),…, hal.
Dalam hal ini dapat dijelaskan bahwa mereka yang memiliki banyak “kebutuhan hidup” maka lebih banyak melakukan Betamatul Qur’an.
Resepsi dan Pernikahan
- Pengertian Resepsi
- Pernikahan dan Eksistensinya
Di dalam Al-Qur'a>n setidaknya terdapat dua kata yang menunjukkan arti nikah atau nikah, yaitu kata nikah dan kata zauj. Dalam kitab tematik Tafsir Al-Qur'a>n berjudul ‚Membangun Keluarga Harmonis‛ dijelaskan bahwa perkawinan menurut Islam bukan hanya urusan keperdataan, bukan pula urusan keluarga dan budaya saja, tetapi juga dalam Berkaitan dengan masalah agama, karena pernikahan dilakukan untuk memenuhi dan mentaati aturan Allah dan sunnah Nabi. 58 Tihami & Sohari Sahrani, Fikih Munakahat,..., hal.. 37 . bulan, panas dan dingin, dunia dan akhirat, laki-laki dan perempuan.
Rub'al-mua>mala>t, yang mengatur hubungan manusia dalam gerak interaksi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rub'al-muna>kaha>t, yaitu yang mengatur hubungan manusia dalam lingkungan keluarga dan d). Rub'al-jinā>yat, yang mengatur keamanannya dalam suatu perkumpulan yang teratur yang memelihara ketentramannya. 62.
62 Tihami & Sohari Sahrani, Fikh Munakahat,..., hlm. dalam pendidikan anak-anak, terpulanglah kepada ibu bapa untuk menjaga peribadi anak-anak. 67 Perkahwinan yang diharamkan oleh undang-undang bermaksud perkahwinan itu dilarang sama sekali untuk dilangsungkan, jika dilakukan ia berdosa dan jika tidak dilakukan akan mendapat pahala. 68 Hukum nikah yang dikatakan sunnah bermaksud lebih baik berkahwin daripada meninggalkan, jika dilangsungkan akan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tiada dosa.
70. Hukum nikah adalah makruh, artinya lebih baik meninggalkan nikah daripada melakukannya, jika meninggalkannya mendapat pahala dan jika melakukannya tidak mendapat dosa.
METODE PENELITIAN
- Penjelasan Judul Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Informan Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Keabsahan Data
- Teknik Analisa Data
Betamat al-Qur'an merupakan fenomena upacara sosial keagamaan di kalangan umat Islam di desa Muara Lintang Baru. Maka dalam hal ini tradisi Betamat al-Qur'an menjadi pemicu terbesar bagi masyarakat Muara Lintang Baru untuk mempelajari Al-Qur'an. 34; Resepsi Prewedding Betamat Al-Qur'a>n di Desa Muara Lintang Baru, Kabupaten Empat Lawang (Kajian Quran tentang Kehidupan>n)".
Pelaksanaan Betamat al-Qur'a>n dapat dilakukan dengan hafalan (bi al-Ghaib) atau dengan membaca teks (bi al-Nazar). Menurut kedua mempelai, ada kesan spiritual tersendiri yang dirasakan setelah melakukan tradisi Betamat al-Qur'an. DOKUMENTASI PENELITIAN RESEPSI PRA-NIKAH BETAMAT AL-QUR'A Menurut legenda, nama kabupaten ini berasal dari kata Empat Lawangan yang dalam bahasa setempat berarti. Sementara itu, kata Lintang sendiri berasal dari pusaran air antara 2 sungai yang bertemu di satu titik yang bertepatan di kecamatan Pendopo dan Muara Pinang. Kabupaten Empat Lawang diresmikan pada 20 April 2007 setelah sebelumnya disetujui DPR dengan pengesahan RUU pada 8 Desember 2006 tentang pembentukan Kabupaten Empat Lawang bersama 15 Kabupaten/Kota baru lainnya. Pendopo Barat sendiri memiliki beberapa desa antara lain Air Kandis, Karang Caya, Lingge, Muara Lintang Lama, Nungkilan, Padang Bindu, Rantau Dodor, Tanjung Raya, Tebat Payang dan Muara Lintang Baru, desa-desa yang dibahas dalam penelitian ini. Sehingga Desa Muara Lintang terbagi menjadi dua yaitu Desa Muara Lintang lama dan Desa Muara Lintang baru. Letak Geografis Visi dan Misi Desa Desa Muara Lintang Baru berpenduduk 1203 jiwa terdiri dari 459 laki-laki, 744 perempuan dan 148 KK yang terbagi menjadi 4 desa. Di bidang kesehatan Desa Muara Lintang Baru memiliki 1 fasilitas kesehatan yang digunakan yaitu Fasilitas Kesehatan Posyandu. Ihsan adalah nama sebuah panti asuhan di desa Muara Lintang Baru yang telah berdiri sejak lama dan dikelola oleh yayasan Ustadz Iskandar serta dibantu oleh Ibu Siti sebagai pengasuh. Biasanya arisan untuk perempuan, namun berbeda dengan arisan di Desa Muara Lintang Baru yang memiliki perkumpulan bapak-bapak di rumah saipul hajat yang dikenal dengan arisan materi. Rapat ini dititipkan sejak 2 minggu sebelum pernikahan atau sedekah lainnya dilaksanakan. lampu dan rokok. Sama halnya dengan arisan bapak-bapak, arisan yang dimaksud disini juga dilakukan pada saat ada pernikahan atau acara syukuran lainnya, yang dititipkan 2 minggu sebelum acara mengambil minyak sayur, gula, tepung, sayuran, tomat, cabe, bawang dll. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak materi yang dikeluarkan oleh saipul hajat dan kegiatan ini juga dapat memudahkan saipul hajat dalam melakukan suatu acara. Ta'lim di desa Muara Lintang Baru diadakan seminggu sekali, pada hari Jumat pukul 14:30. TPA di desa Muara Lintang Baru diadakan setiap hari kecuali hari Jumat dan Minggu yang dijalankan oleh beberapa guru dan dewan guru. Berdasarkan informasi yang diberikan penulis, pelaksanaan kegiatan Betamat al-Qur'a>n dapat dilakukan dengan hati (bi al-Ghaib) atau dengan membaca teks (bi al-Nazar). Pembahasan Hasil PenelitianHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah Desa Muara Lintang Baru
Kondisi Sosial-Demografi
Temuan Penelitian