81 Vol. 7 No. 1
PRARANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI SINGKONG DENGAN PROSES FERMENTASI KAPASITAS 35.000
TON/TAHUN
Natalia Sihombing, Rizky Noor Thala’ah *1
Program Studi S-1 Teknik Kimia , Fakultas Teknik, Universitas Lambung Mangkurat Jln.A . Yani KM 35, Kampus ULM Banjarbaru, Kalimantan Selatan
*Corresponding Author:[email protected] Abstrak
Pertumbuhan penduduk di dunia yang cukup tinggi berimbas pada peningkatan kebutuhan sarana transportasi dan akhirnya mempengaruhi jumlah kebutuhan bahan bakar. Untuk itu sumber energi alternatif yang digunakan sebagai bahan bakar adalah bioetanol. Bioetanol adalah salah satu bahan bakar alternatif yang dikenal sebagai bahan bakar ramah lingkungan dikarenakan bersih dari emisi. Kebutuhan bioetanol di Indonesia sendiri tiap tahunnya selalu mengalami kenaikan sehingga mendorong untuk dilakukannya inovasi untuk meningkatkan produksi bioetanol. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dirancang pabrik bioetanol yang direncanakan akan berdiri pada tahun 2026 dengan kapasitas 35.000 ton/tahun. Pabrik ini akan didirikan di Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
Pembuatan bioetanol relatif mudah, sederhana dan bahan baku nya juga mudah didapatkan.
Bahan baku utama pembuatan bioetanol adalah singkong. Proses produksi yang digunakan dalam prarancangan pabrik bioetanol ini adalah proses fermentasi dengan menggunakan saccharomyces cerevisiae. Proses fermentasi dilakukan dalam kondisi anaerob selama 34 jam pada suhu 45oC dan tekanan 1 atm. Bioetanol yang dihasilkan dari proses fermentasi ini berkadar 8-12%. Selanjutnya, untuk tahap pemurnian bioetanol menggunakan menara distilasi serta molecular sieve dengan menggunakan zeolite sebagai unit dehidrasi untuk mencapai konsentrasi bioetanol 99,5%.
Bioetanol berbahan baku singkong diproduksi dengan kapasitas 35.000 ton/tahun dengan 330 hari kerja dalam 1 tahun dan dioperasikan mulai tahun 2026. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line dan staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift dan non-shift dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 151 orang. Selain itu diperoleh juga nilai Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 28,11 % dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 18,3 %. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 2,624 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak yaitu 3,537 tahun Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 47% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 30%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik bioetanol kapasitas 35.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan.
Kata kunci: Bioetanol, Fermentasi, Singkong, Saccharomyces cerevisiae
1. Pendahuluan
Pertumbuhan penduduk di dunia yang cukup tinggi dari tahun ke tahun dan bertambahnya jumlah penduduk berimbas dengan peningkatan kebutuhan sarana transportasi yang pada akhirnya mempengaruhi jumlah kebutuhan bahan bakar. Bahan bakar fosil merupakan bahan bakar terbanyak yang digunakan saat ini. Namun ketersediaan bahan bakar tidak terbarukan ini semakin menipis dan sudah tidak bisa diandalkan di masa yang akan datang. Untuk itu pencarian sumber energi alternatif untuk bahan bakar harus dikembangkan sehingga dapat diaplikasikan untuk penggunaan massal. Saat ini sumber energi bahan bakar dari sumber alam sudah banyak dikembangkan. Salah satu sumber energi tersebut adalah Bioetanol (Arlianti, 2018).
Bioetanol adalah salah satu bahan bakar alternatif yang sedang dikembangkan dan dikenal sebagai bahan bakar ramah lingkungan dikarenakan bersih dari emisi. Pembuatan Bioetanol prosesnya relatif mudah, sederhana dan bahan bakunya juga mudah didapatkan. Pembuatan Bioetanol ini dapat dikembangkan untuk industri skala kecil atau menengah sehingga dapat membantu perekonomian masyarakat dalam mencukupi kebutuhan Bioetanol di Indonesia (Pratiwi, 2011). Bioetanol dapat dibuat dari berbagai macam bahan baku, salah satunya adalah singkong.
Singkong (Manihot utilissima) sering juga disebut sebagai ubi kayu atau ketela pohon, merupakan tanaman yang sangat populer di seluruh dunia, khususnya di negara-negara tropis. Di Indonesia, singkong memiliki arti ekonomi terpenting dibandingkan dengan jenis umbi-umbian
82
Jurnal Tugas Akhir Teknik Kimia
Vol. 7 No. 1
yang lain. Selain itu kandungan pati dalam singkong yang tinggi sekitar 25-30% sangat cocok untuk pembuatan energi alternatif Potensi singkong di Indonesia cukup besar maka dipilihlah singkong sebagai bahan baku utama (Rikana and Adam, 2010). Berikut data kebutuhan bioetanol di Indonesia dari Badan Pusat Statistik tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 pada Tabel 1.
Tabel 1. Data Impor dan Ekspor Bioetanol diIndonesia
Berdasarkan data diatas perkiraan jumlah kebutuhan bioetanol tahun 2026 dihitung menggunakan metode discountedi berikut ini (Ulrich, 1986):
F = P (1+i)n Keterangan:
F = Jumlahproduk pada tahun terakhir P = Jumlah produk pada tahun pertama I = Pertumbuhan rata-rata per tahun n = Selisih tahun yang diperhitungkan
Berdasarkan perhitungan diatas, kebutuhan bioetanol di Indonesia tahun 2026 diperkirakan sebesar 35.000 ton/tahun. Dengan mempertimbangkankebutuhan bioetanol tahun 2026, kapasitas pabrik bioetanol yang telah berdiri di Indonesia dan ketersediaan bahan baku, maka pabrik yang akan didirikan memiliki kapasitas 35.000 ton/tahun.
2. Deskripsi Proses 2.1 Jenis-Jenis Proses
Ada 2 jenis proses pada pembuatan bioetanol yaitu proses fermentasi, hidrolisis secara kimiawi dan hidrolisis secara enzimatik.
2.1.1 Proses Fermentasi
Proses fermentasi terjadi pemecahan senyawa induk, dimana 1 molekul glukosa akan menghasilkan 2 molekul Bioetanol, 2 molekul CO2 dan pembebasan energi (HADI, 2013).
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 2.1.2 Hidrolisis Secara Kimiawi
Hidrolisis secara kimiawi biasanya menggunakan asam. Asam yang sering dipergunakan adalah asam sulfat, asam klorida dan asam fosfat.
2.1.3 Hidrolisis Secara Enzimatik
Hidrolisis pati dapat menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase. Enzim α-amilase merupakan endo-enzim yang dapat memecah ikatan α-1,4 glikosidik secara acak dibagian dalam molekul baik pada amilosa maupun pada amilopektinnya.
Perbedaan antara ketiga proses tersebut dapat diuraikan pada Tabel 2. berikut:
Tabel 2. Perbedaan Proses Pembuatan Bioetanol
Berdasarkan proses pembuatan Bioetanol yang telah diuraikan di atas maka dipilih proses secara fermentasi. Pertimbangan pemilihan proses ini adalah:
1. Aspek teknis, dimana menggunakan temperatur dan tekanan operasi yang rendah dengan suhu 30oC dan tekanan 1 atm serta menghasilkan konversi sebesar 96%.
2. Aspek ekonomi, dimana biaya investasi relative lebih murah serta waktu pengembalian modal dan laju pengembalian lebih cepat.
3. Limbah lingkungan, limbah (produk samping) yang dihasilkan hanya sedikit berupa limbah padat berupa kulit singkong serta dapat dikelola lagi menjadi pakan ternak.
2.2 Uraian Proses
Uraian proses pembuatan Bioetanol sebagai berikut:
1. Tahap Persiapan Bahan Baku 2. Tahap Hidrolisa
3. Tahap Sterilisasi 4. Tahap Fermentasi 5. Tahap Pemurnian 6. Tahap Dehidrasi
2.2.1 Tahap Persiapan Bahan Baku
Paldal talhalp persialpaln balhaln balku, singkong dialngkut dalri gudalng menggunalkaln belt conveyor
Tahun
Kapasitas (Ton/Tahun) Impor
(Ton)
Ekspor (Ton)
% Per tumbuhan
Impor
% Per tumbuhan
Ekspor 2017
2018 2019 2020 2021
80.894,5600 85.548,9000 94.764,8800 108.567,4300 130.854,2400
45.785,8879 50.731,2400 56.799,0100 64.126,2800 73.146,2800
5,3275 5,4406 9,7251 12,7133 17,0318
7,4380 9,7480 10,6830 11,4260 12,3310
J umlah 50,2383 51,6260
Rata-r ata 10,0480 10,3250
83 Vol. 7 No. 1
ke crusher untuk dihalncurkaln dengaln ukuraln 100-150 mm. Selalnjutnyal dialngkut menggunalkaln belt conveyor ke balll mill untuk memperkecil ukuraln produk kelualraln balll mill dengaln ukuraln 10-20 mm. Kemudialn menyeregalmkaln ukuraln palrtikel. Kemudialn singkong dialngkut menggunalkaln pneumaltic conveyor ke dallalm mixer untuk dicalmpur dengaln alir hinggal membentuk lalrutaln palti 30% beralt.
Selalnjutnyal lalrutaln palti 30% beralt dipompalkaln menggunalkaln pompal mixer ke dallalm realktor liquifikalsi.
2.2.2 Tahap Hidrolisa
Lalrutaln palti kelualraln dalri mixer kemudialn dipompalkaln ke realktor liquifikalsi untuk memecalh palti menjaldi dekstrin dengaln konsentralsi 15% beralt daln konversi 96% paldal false calir dengaln kondisi operalsi 50oC selalmal 120 menit paldal tekalnaln 1 altm daln ralnge pH 6,9-7 dengaln menggunalkaln kaltallis enzim α-almylalse sebalnyalk 0,01% dalri malssal totall. Realksi yalng terjaldi aldallalh endotermis, sehinggal palnals yalng diperlukaln untuk menjalgal kondisi operalsi disuplali dalri injeksi stealm ke dallalm realktor.
Lalrutaln dekstrin 15% beralt kelualraln realktor liquifikalsi dipompalkaln ke dallalm realktor salkalrifikalsi daln ditalmbalhkaln enzim β-almylalse sebalgali kaltallis sebalnyalk 0,08% dalri malssal umpaln totall daln ditalmbalhkaln alir proses. Paldal realksi salkalrifikalsi, dekstrin dipecalh menjaldi gulal yalng lebih sederhalnal yalitu glukosal, berlalngsung selalmal 72 jalm dengaln konversi 97% dengaln balntualn kaltallis H2SO4. Penalmbalhaln H2SO4 alkaln menyebalbkaln balhaln balku memiliki ralnge pH 4-5 yalng digunalkaln untuk proses fermentalsi allkohol, sertal dibutuhkaln kondisi alnalerob paldal tekalnaln 1 altm daln suhu 100oC untuk mengubalh glukosal menjaldi allkohol. Paldal realksi ini membutuhkaln dingin, sehinggal dingin yalng diperlukaln untuk menjalgal kondisi operalsi disuplali dalri injeksi jalcket ke dallalm realktor. Realksi hidrolisis menjaldi gulal / sukrosal sebalgali berikut :
2.2.3 Tahap Hidrolisa
Setelalh palti dirubalh menjaldi glukosal, lalrutaln glukosal diallirkaln menuju talngki sterilisalsi. Proses sterilisalsi dilalkukaln sebelum memulali inkubalsi paldal setialp bio realctor (fermentor). Hall ini bertujualn untuk mencegalh
kontalminaln dalri mikroorgalnisme yalng hidup selalmal proses fermentalsi nalnti, malkal singkong dipalnalskaln memalkali ualp paldal suhu 120oC selalmal 60 menit , kalrenal paldal suhu tersebut balkteri- balkteri umunyal dalpalt malti. Kemudialn dibalgi menjaldi 2 alliraln.
Alliraln yalng pertalmal terdiri dalri 10% medial steril yalng diumpalnkaln menuju seed talnk daln sisalnyal 95
% dalri medial steril menuju fermentor. Paldal seed talnk ditalmbalhkaln lalrutaln glukosal 15.05% (Halmballi dkk., 2007), (NH4)2SO4, ureal, pepton sebalgali sumber nutrient daln malkalnaln balgi yealst salcchalromyces cerevisiale. Proses dallalm seed talnk berlalngsung paldal suhu 45oC selalmal 24 jalm. Setelalh diinkubalsi selalmal 24 jalm, malkal alkaln terbentuk biomalssal. Kemudialn biomalssal yalng terbentuk paldal seed talnk dimalsukkaln ke dallalm fermentor. Untuk mencegalh terbentuknyal buih dallalm fermentor alkibalt aldalnyal pengaldukaln yalng dalpalt menggalnggu terjaldinyal proses mixing di dallalm fermentor tersebut, malkal di dallalm fermentor ditalmbalhkaln alntifoalm. Lalrutaln glukosal sialp untuk melalkukaln proses fermentalsi.
2.2.4 Tahap Fermentasi
Lalrutaln glukosal yalng dimalsukkaln ke dallalm talngki pembibitaln altalu seeding talnk sebalgali medial tumbuh. Ureal, Almmonium fosfalt daln pepton sebalgali sumber nutrien balgi yealst Salcchalromyces cerevisiale daln ditalmbalhkaln alir proses. Proses pembibitaln berlalngsung selalmal 24 jalm paldal suhu 45oC daln ralnge pH 4-4,5 daln lalrutaln glukosal lalinnyal diumpalnkaln menuju fermentor. Yealst yalng telalh dikulturkaln dallalm seeding talnk jugal dimalsukkaln ke dallalm fermentor. Lalrutaln glukosal yalng dimalsukkaln ke dallalm talngki fermentor bertujualn untuk mengubalh glukosal menjaldi bioetalnol daln kalrbon dioksidal dengaln menggunalkaln salcchalromyces cerevisiale. Proses fermentalsi Bioetalnol dengaln menggunalkaln salcchalromyces cerevisiale dilalkukaln dallalm kondisi alnalerob, sehinggal tidalk membutuhkaln udalral. Proses dallalm talngki fermentalsi terjaldi selalmal 34 jalm di dallalm fermentor paldal kondisi operalsi 45oC tekalnaln 1 altm ralnge pH 4-4,5 dengaln konversi 96%. Bioetalnol yalng dihalsilkaln dalri proses fermentalsi ini berkaldalr 8-12% sehinggal perlu dilalkukaln proses pemurnialn daln dehidralsi untuk mencalpali kemurnialn 99,5%.
Gals CO2 sebalgali halsil salmping lalngsung dibualng ke udalral bebals. Fermentalsi gulal oleh ralgi, misallnyal Salcchalromyces cerevisiale dalpalt menghalsilkaln etil allkohol (Bioetalnol) daln CO2 melallui realksi sebalgali berikut :
84
Jurnal Tugas Akhir Teknik Kimia
Vol. 7 No. 1
2.2.5 Tahap Pemurnian
Halsil fermentalsi berupal Bioetalnol dengaln kaldalr 8-12% daln kemudialn dipompalkaln ke daly talnk untuk menyimpaln sementalral kemudialn dipompalkaln ke rotalry drum valcuum filter untuk memisalhkaln dalri calke. Bioetalnol kemudialn dipompalkaln ke menalral distilalsi dengaln tekalnaln 1 altm untuk menalikkaln kaldalr Bioetalnol menjaldi 96%. Halsil altals menalral distilalsi berupal bioetalnol 96% emudialn dipompalkaln ke moleculalr sieve untuk mencalpali kemurnialn 99,5% malkal dilalkukaln proses dehidralsi.
2.2.6 Tahap Dehidrasi
Proses ini dalpalt menghilalngkaln alir hinggal kaldalr Bioetalnol menjaldi 99,5% daln dihalsilkaln Bioetalnol murni. Bioetalnol 96% dipompalkaln ke moleculalr sieve paldal suhu 79.25oC untuk mengallalmi proses dehidralsi. Paldal proses dehidralsi Bioetalnol ini digunalkaln metode aldsorbsi dengaln moleculalr sieve tipe zeolite. Di unit ini terjaldi pemurnialn Bioetalnol kalrenal kalndungaln alir yalng terdalpalt dallalm Bioetalnol 96% ini alkaln diseralp oleh zeolite moleculalr sieve dengaln jenis 3Al kalrenal dialmeter pori dalri moleculalr sieve ini tidalk bisal ditembus oleh molekul Bioetalnol talpi molekul alir dalpalt terseralp.
Bioetalnol yalng kelualr dalri unit moleculalr sieve merupalkaln Bioetalnol berkaldalr 99,5% daln kelualr paldal suhu 79.25oC. Kemudialn Bioetalnol 99,5% tersebut didinginkaln kemballi dengaln menggunalkaln cooler sehinggal suhunyal menjaldi 30oC daln ditalmpung paldal talngki penyimpalnaln produk.
3. Utilitas
Sumber alir yalng digunalkaln paldal palbrik bioetalnol beralsall dalri Sungali Tulalng Balwalng.
Jumlalh alir yalng digunalkaln aldallalh 145.280,287 kg/jalm. Kebutuhaln energi listrik utalmal disedialkaln oleh PLN yalng telalh tersedial dikalwalsaln industri ini. Sedalngkaln kebutuhaln listrik caldalngaln alpalbilal PLN mengallalmi galnggualn diperoleh dalri generaltor yalng balhaln balkalrnyal diperoleh dalri Pertalminal. Jumlalh kebutuhaln utilitals untuk pengoperalsialn palbrik bioetalnol ditunjukkaln paldal Talbel 3 sebalgali berikut.
Tabel 3. Kebutuhan Utilitas Pabrik Bioetanol
Kebutuhan Jumlah
Unit Penyedial Stealm 2.620,289 kg/jalm Unit Penyedial Alir 23.742,422 kg/jalm Unit Penyedial Listrik 55.370,253 kW Unit Penyedial Balhaln
Balkalr
69.547,287 L/jalm
4. Analisa Ekonomi
Alnallisal ekonomi halrus dilalkukaln untuk mengetalhui kelalyalkaln palbrik ini untuk didirikaln sehinggal dalpalt diklalsifikalsikaln lalyalk altalu tidalk.
Alnallisal ekonomi paldal palbrik bioetalnol ini ditunjukkaln paldal Tabel 4. sebalgali berikut:
Tabel4.Alnallisal Ekonomi
Analisa Nilai Batasan Status
ROI 28,11% Minimal
11%
Layak POT 2,6 tahun Maksimal
5 tahun
Layak
BEP 47% 40-60% Layak
SDP 30% 20-40% Layak
Pengemballialn modall yalng diinvestalsikaln (ROI) aldallalh pengemballialn modall yalng diinvestalsikaln dibalgi dengaln pendalpaltaln. POT (Paly Out Time) aldallalh periode kemballinyal (ualng penalnalmaln modall) yalng dihalsilkaln berdalsalrkaln lalbal yalng didalpaltkaln. Titik impals (BEP) merupalkaln titik yalng mewalkili tingkalt pengelualraln daln pendalpaltaln yalng salmal. Titik dimalnal salalt kegialtaln produksi dihentikaln disebut Shutdown Point (SDP). Penyebalb SDP seringkalli aldallalh bialyal valrialbel yalng salngalt tinggi daln keputusaln malnaljemen yalng dihalsilkaln dalri operalsi produksi yalng tidalk menguntungkaln. Dialgralm alnallisis kelalyalkaln ekonomi untuk palbrik bioetalnol ditunjukkaln paldal galmbalr berikut:
Gambar 1. Brealk Even Point daln Shutdown Point 5. Kesimpulan
Halsil dalri perhitungaln daln halsil peralncalngaln palbrik Bioetalnol, malkal ditalrik kesimpulaln sebalgali berikut:
1. Kalrenal kebutuhaln bioetalnol yalng terus meningkalt, palbrik direncalnalkaln alkaln memproduksi dengaln kalpalsitals 35.000 ton per talhun. talhun untuk bertemu. permintalaln nalsionall.
2. Berdalsalrkaln alspek sumber balhaln balku, distribusi balhaln balku daln lingkungaln, palbrik direncalnalkaln alkaln dibalngun di Telaldal, Kalbupalten Tulalng Balwalng, Provinsi Lalmpung.
3. Halsil Evallualsi Ekonomi Palbrik bioetalnol Kalpalsitals 35.000 Ton/Talhun Sebalgali berikut :
0 10 20 3040 50 60 7080 90 100 110120 130 140150 160 170 180190 200 210 220230 240 250 260270 280 290 300
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 95100
Rupiah/Tahun (1010)
Tingkat Pr oduksi Per Tahun (% ) Total Penjualan (Sa)
Biaya Tetap (Fa) Biaya Variabel (Va) Total Biaya (Ra) Total Biaya Produksi
BEP
SDP
Fa Sa Ra
Va
{
0,3 Ra
Gambar 2. Dialgralm Allir Proses Peralncalngaln Palbrik Bioetalnol dalri Singkong dengaln Proses Fermentalsi Kalpalsitals 35.000 Ton/Talhun
J-111 C-112
L-133 L-244
E-312 L-414
45 23 1
1 D-410
18 17
5 4 3 1 2 7 6 12 11
8 10 9 13 16 15 14
E-411 TIC
LIC PIC
E-412
FC
F-413
TIC J-113
C-120
Udara
M-132
WIC
LI C
FC
FC
F-243
FC
L-415 FC
150 1
43 1 1
1 1
1
45 20
CO2
2 1
3 1
30
30 21
C-112
H-130
L-224 L-226
150 1
150
1 150
1 43
1
150 1 150
1
150
1 150
1
4
1 7
D-420
2 9
1 7 9.2 5 31 G-131
100 13 1 LI C
R-220
FC
L-246 L-248 FC LIC
R-240 R-210
LIC
80 9
L-212 FC 1
150
1 43
1
30 23 1 1 1
1
43 1
CWR UPL S
WC WC
WC WC
Si ngkong
1 8
1 10
1 1 6
1 10 H-211
H-221
H-241 H-242
LIC
44 F-430 TANGKI PENYIMPANAN PRODUK 1 43 L-422 POMPA TANGKI PENYIMPANAN PRODUK 1
42 E-421 COOLER 3 1
41 D-420 MOLECULAR SIEVE 1
40 L-415 POMPA MOLECULER SIEVE 1
39 L-414 POMPA AKUMULATOR 1
38 F-413 AKUMULATOR 1
37 E-412 KONDENSOR 1
36 E-411 REBOILER 1
35 D-410 MENARA DISTILASI 1
34 E-312 HEATER 1
33 L-311 POMPA ROTARY DRUM VACUM FILTER 1 32 H-310 ROTARY DRUM VACUM FILTER 1
31 L-248 POMPA DAY TANK 1
30 F-247 DAY TANK 1
29 L-246 POMPA FERMENTOR 1
28 R-240 FERMENTOR 1
27 F-245 HOPPER ANTIFOAM 1
26 L-244 POMPA SEED TANK 1
25 F-243 SEED TANK 1
24 F-242 HOPPER NUTRIENT 1
23 F-241 HOPPER YEAST 1
22 E-227 COOLER 2 1
21 E-229 COOLER 1 1
20 L-226 POMPA 2 1
19 L-228 POMPA 1 1
18 F-225 TANGKI STERILISASI 1
17 L-224 POMPA REAKTOR SAKARIFIKASI 1
16 R-220 REAKTOR SAKARIFIKASI 1
15 L-223 POMPA TANGKI H2SO4 1
14 F-222 TANGKI H2SO4 1
13 F-221 HOPPER β-AMYLASE 1
12 L-212 POMPA REAKTOR LIQUIFIKASI 1
11 R-210 REAKTOR LIQUIFIKASI 1
10 F-211 HOPPER α-AMYLASE 1
9 L-133 POMPA MIXER LARUTAN SINGKONG 1
8 M-132 MIXER LARUTAN SINGKONG 1
7 G-131PNEUMATIC CONVEYOR SERBUK SINGKONG 1
6 H-130 SCREEN SERBUK SINGKONG 1
5 C-120 BALL MILL SINGKONG KECIL 1 4 J-113 BELT CONVEYOR SINGKONG KECIL 1
3 C-112 CRUSHERSINGKONG 1
2 J-111 BELT CONVEYOR SINGKONG 1
1 F-110 WAREHOUSE SINGKONG 1
NO KODE NAMA ALAT JUMLAH
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
2022 PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK KIMIA
Digambar Oleh:
NATALIA SIHOMBING (1810814120003) RIZKY NOOR THALA'AH (1810814120009)
Diperiksa Oleh:
KAPASITAS 35.000 TON/TAHUN Dr. ABUBAKAR TUHULOULA, S.T., M.T (19750820 200501 1 001)
FLOWSHEET PRARANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI SINGKONG DENGAN PROSES FERMENTASI L-223
FC
1 2
1
F-225
SC
TIC
TIC
LC E-227
TIC
7 9,2 5
WC 1 21
H-245
LI F-247
L-311 H-310 FIC
FC FC
No
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34
1 10935.887610935.8876 10935.8876 - 10935.8876 - - 437.4355 - - - 437.4355 21.8718 415.5637 - - - - 21.8718 - - 437.4355 - 437.4355 - - - - - - - - -
2 21645.331821645.3318 - 21645.3318 - 21645.3318 - - 61386.7825 - - - 61985.10513099.255358885.8499 - - - - 3099.2553 - - 61985.105113881.4827 1517.3318 74349.256176569.15322963.3897 73605.76352963.38972219.8971743.4926 - 22.0960
3 249.7538 249.7538 - 249.7538 - 249.7538 - - 249.7538 - - - 249.7538 12.4877 237.2661 - - - - 12.4877 - - 249.7538 - 249.7538 - - - - - - - - -
4 99.9015 99.9015 - 99.9015 - 99.9015 - - 99.9015 - - - 99.9015 4.9951 94.9065 - - - - 4.9951 - - 99.9015 - 99.9015 - - - - - - - - -
5 143.1922 143.1922 - 143.1922 - 143.1922 - - 143.1922 - - - 143.1922 7.1596 136.0326 - - - - 7.1596 - - 143.1922 - 143.1922 - - - - - - - - -
6 226.4435 896.8920 670.4485 17.9378 - 17.9378 - - 17.9378 - - - 17.9378 0.8969 17.0409 - - - - 0.8969 - - 17.9378 - 17.9378 - - - - - - - - -
7 - - - - - - - 3.6964 3.6964 - - - 3.6964 0.1848 3.5116 - - - - 0.1848 - - 3.6964 - 3.6964 - - - - - - - - -
8 - - - - - - - - - - 58.7363 - 58.7363 2.9368 55.7995 - - - - 2.9368 - - 58.7363 - 58.7363 - - - - - - - - -
9 - - - - - - - - 11081.6995 - - - 332.4510 16.6225 315.8284 - - - - 16.6225 - - 332.4510 - 332.4510 - - - - - - - - -
10 - - - - - - - - - - - - 11314.9984 565.7499 10749.2485 - - - - 565.7499 - - 452.5999 - 452.5999 - - - - - - - - -
11 - - - - - - - - - - - 73.4204 73.4204 3.6710 69.7494 - - - - 3.6710 - - 73.4204 - 73.4204 - - - - - - - - -
12 - - - - - - - - - - - - - - - 1.0756 - - - 1.0756 - - 1.0756 - 1.0756 - - - - - - - - -
13 - - - - - - - - - - - - - - - - 0.1132 - - 0.1132 - - 0.1132 - 0.1132 - - - - - - - - -
14 - - - - - - - - - - - - - - - - - 0.0453 - 0.0453 - - 0.0453 - 0.0453 - - - - - - - - -
15 - - - - - - - - - - - - - - - - - - 0.0566 0.0566 - - 0.0566 - 0.0566 - - - - - - - - -
16 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 0.0005 - 0.0005 - 1110.3785 - - - - - - - - -
17 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5551.8925 - 0.0005 4397.0989 17570.236217525.821 44.4151 17525.82113128.7224397.0989 - 4397.0989
18 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 5310.5059 - - - - - - - - - - - -
19 - - - - 3871.7393 3871.7393 36452.9587 - - 1164.0726 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
20 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 721.3966
33300.510433970.9589670.448533092.0048 3871.7393 36963.744136452.9587 3.6964 73420.3992 1164.0726 58.7363 73.4204 74716.62853735.831470980.79711.0756 0.1132 0.0453 0.0566 3737.1221 0.0005 5310.5059 69407.413713881.4827 4498.1263 78746.355094139.3894 20489.21 73650.1787 20489.2115348.6195140.5915721.3966 4419.1949 Karbondioksida
WP Adsorben Total
(NH4)2SO4 Urea Pepton Antifoam Bioetanol β-amylase Dekstrin Glukosa H2SO4 S. Cerevisiae
Serat Protein Lemak Impurities α-amylase
Aliran Neraca Massa (kg/jam)
Komposisi Pati (Karbohidrat)
Air F- 430 LI
F-222
FC
WC
LI Flow Control Weight Control Level Indicator
LICLevel Indicator Control PC
TIC Pressure Control Temperature Indicator Control SC
CWR UPL
Steam Condensate Cooling Watern Return Unit Pengolahan Limbah
Bahan Baku Produk
E-422 TIC
L-423 30 34 1
FC
F-430 LI
F-430
FC
L-228 E-229 TIC
D-420 D-420
LIC
53 25
2 8
9 9.6 6 1 26 9 9.2 5 1
9 9.6 6 27
7 9.2 5 32 1 7 9,2 5
30 1
50 6 1 5 1
1 1 1
150 1
150 1
150 1 28
1
22
30 14 1
30 15 1
120 1
30 24
FC Flow Indicator ControlTCTemperature Control
WI
WC
TI C
WC PC, WC
TI C
LIC TIC
TI C
TIC
86
Jurnal Tugas Akhir Teknik Kimia
Vol. 7 No. 1
• Raltal-raltal keuntungaln sebelum paljalk: Rp 180.783.656.814
• Raltal-raltal keuntungaln setelalh paljalk: Rp 117.509.376.929
• ROI (Return Of Infestment) sebelum paljalk: 28,11 %
• ROI (Return Of Infestment) setelalh paljalk:
18,3 %
• POT (Paly Out Time) sebelum paljalk: 2,6 talhun
• POT (Paly Out Time) setelalh paljalk: 3,5 talhun
• BEP (Brealk Even Point) : 47 %
• SDP (Shut Down Point): 30%
Dalri alnallisis halsil ekonomi di altals, dalpalt disimpulkaln balhwal pralralncalngaln palbrik bioetalnol paldal kalpalsitals 35.000 ton/tahun dapat dipertimbangkan kembali untuk dibangun.
Daftar Pustaka
Alrtalti, e. k. & Alndik, p. 2006. Pengalruh Konsentralsi Alsalm Terhaldalp Hidrolisis Palti Pisalng. Ekuilibrium, 5, 8-12.
Altikalh, al. 2018. Efektifitals Bentonit Sebalgali Aldsorben Paldal Proses Peningkaltaln Kaldalr Bioetalnol. Jurnall Distilalsi, 2, 23-32.
Baldaln Pusalt Staltistik. (2021): Ekspor daln Impor Bioetalnol 2017-2021. Jalkalrtal
Falchry, al. r., Alstuti, p. Daln Puspitalsalri, t. g.
(2013): Pembualtaln Bietalnol Dalri Limbalh Tongkol Jalgung Dengaln Valrialsi Konsentralsi Alsalm Kloridal Daln Walktu Fermentalsi. Jurnall Teknik Kimial. 19.
Haldi, f. n. (2013): Pengalruh Dosis Ralgi Daln Walktu Fermentalsi Terhaldalp Kaldalr Glukosal Daln Etalnol Tepung Umbi Kalnal (Calnnal Indical l.). University Of Muhalmmaldiyalh Mallalng.
Rikalnal, h. & Aldalm, r. 2010. Pembualtaln Bioetalnol Dalri Singkong Secalral Fermentalsi Menggunalkaln Ralgi Talpe. Universitals Diponegoro, Semalralng.