PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SAMUDRA
BAHAN SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN
JUDUL : ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA DODOL (Studi Kasus: Usaha Dodol Ziyad) DESA PEMATANG TENGAH KECAMATAN TANJUNG PURA
PEMRASARAN : HAMIZAN HIKMAH
NIM : 210302009
PEMBIMBING : 1. THURSINA MAHYUDDIN, S.Sos., MSP 2. Ir. MUHAMMAD JAMIL, M.MA
MODERATOR :
PEMBANDING : 1.
2.
HARI / TANGGAL :
WAKTU :
DOSEN UNDANGAN : 1.
2.
TEMPAT : RUANG SEMINAR FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SAMUDRA
OLEH:
HAMIZAN HIKMAH 21.03.02.009
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SAMUDRA
LANGSA 2024
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman suku, budaya, dan bahasa yang unik. Hal itu yang membuat Indonesia memiliki banyak jenis seni dan budaya yang berbeda tiap daerah yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki banyak jenis makanan khas di setiap daerah penjuru Indonesia, mulai dari ujung timur sampai barat banyak jenis oleh-oleh khas di setiap daerah. Indonesia memiliki berbagai ragam dan budaya di setiap provinsinya. Banyak ragam budaya yang ada di setiap wilayah, seperti pakaian daerah dan oleh-oleh khas suatu wilayah maupun pesona yang memanjakan mata (Made, et al., 2018).
Dodol merupakan salah satu makanan atau kuliner khas Indonesia yang banyak dijumpai di kota-kota besar, seperti dodol garut merupakan makanan khas Sunda dari kota Garut provinsi Jawa Barat dan dodol bali bisa di dapat di daerah pulau Dewata, bali. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur dodol disebut juga dengan jenang. Dodol dan jenang berbeda dalam tekstur nya saja, perbedaan yang dapat terlihat adalah pada tekstur jenang lebih lembek dari pada dodol, lebih basah dan lebih berminyak dan pada umumnya dijual dalam bentuk lempengan. Dodol dapat di buat dari buah-buahan dan tepung. Pada awalnya, perkembangan hanya memiliki varian rasa standar. Namun, saat ini ada beberapa pilihan rasa yang membuat kita untuk tertarik untuk membelinya, mulai dari rasa yang original, rasa durian, rasa kacang, pandan dan lainnya (Ardiansyah, 2023).
Kabupaten Langkat merupakan salah satu daerah terkenal yang memproduksi dodol sebagai oleh-oleh khas Sumatra Utara khususnya di Kecamatan Tanjung Pura dan ini tentunya dapat dibawa wisatawan ketika berkunjung ke Kabupaten Langkat (Afifah, S.2024). Dodol khas Tanjung pura ini diproduksi oleh UMKM yang tersebar di Desa Pematang Tengah, Desa Serapuh Asli dan Desa Perupuk. Mayoritas penduduk di wilayah ini memiliki keahlian dalam pembuatan dodol dan mendirikan usaha kecil menengah yang berfokus
1
pada pembuatan dodol. Hal ini jelas terlihat ketika melewati jalan Medan-Aceh yang dipenuhi dengan UMKM yang menjual dodol khas Tanjung pura.
Di Jl. Pangkalan Berandan-Tanjung Pura, Desa Pematang Tengah kabupaten Langkat memiliki potensi usaha dodol yang cukup bagus, permintaan akan dodol yang terus meningkat karena dodol telah menjadi ciri khas di daerah ini. Penjualan dodol yang meningkat setiap tahun menunjukkan prospek pertumbuhan karena bahan bakunya tersedia secara lokal (Yana, et.al 2018).
Usaha “Dodol Ziyad” meruapakan unit usaha perdagangan mikro dan kecil (UMK) dengan nomor Surat Izin Usaha: 503-1849/IUMK/TP/2015. Usaha
“Dodol Ziyad” merupakan unit usaha yang sudah beroperasi sejak tahun 2015 yang beralamat di jalan Pangkalan Brandan Dusun Fajar nomor 2 Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Usaha “Dodol Ziyad”
bergerak di bidang usaha penjualan dodol. Perkembangan industri usaha perdagangan dengan jenis dodol menjadi bagian penting yang harus diperhatian oleh seorang pelaku usaha/produsen guna memenuhi kebutuhan konsumennya.
Harga yang ditawarkan oleh “Dodol Ziyad” cukup bervariasi tergantung jenis dodol yang ingin dibeli. Dodol Ziyad menyediakan rasa durian, pandan, dan original dengan harga yang ditawarkan cukup terjangkau oleh masyarakat ataupun masyarakat biasa berkisar antara Rp 5.000 – Rp 20.000/ kemasan dan juga tersedia dalam bentuk kilogram dengan harga 40/kg. Namun, karna banyak yang menjual dodol sejenis dan hampir sama dengan yang dijual oleh Dodol Ziyad, sehingga konsumen lebih tertarik pada harga dodol yang lebih murah sehingga mengakibatkan persaingan harga antara sesama penjual dodol di wilayah Tanjung Pura sendiri. Berikut ini data tabel produksi dan penjualan Dodol Ziyad dari tahun 2021 s/d 2023.
Tabel 1.1 produksi dan penjualan Dodol Ziyad dari tahun 2021/2023
No. Tahun Produksi Penjualan
1. 2021 3.840 kg 153.600 kg
2. 2022 3.840 kg 153.600 kg
3. 2023 3.840 kg 152.400 kg
3
Perkembangan produksi dodol Ziyad pada tahun 2021 dan 2022 berkisar pada angka produksi dan penjualan tetap, sementara pada tahun 2023, angka produksi tetap, dan angka penjualan mengamalami penurunan dari penjualan pada biasanya.
Usaha dodol Ziyad ini sudah ada lebih kurang 9 tahun. UMK ini hanya melakukan pengolahan dan pemasaran hasil produksi berupa dodol. Usaha dodol Ziyad di Desa Pematang Tengah Kabupaten Langkat ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan menggerakkan ekonomi lokal di daerah ini.
Berdasarkan hasil survey, dodol Ziyad ini mampu melakukan produksi dodol dengan rata-rata 3.840 kg/Tahunnya. Tetapi, pemilik pemilik usaha belum mengetahui secara detail besarnya manfaat yang diperoleh atas biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha dodol ini.
Setiap usaha tentunya membutuhkan modal dalam menjalankan usahanya begitu juga dengan Dodol Ziyad di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura ini. Seorang pengusaha harus teliti dalam memperhitungkan apakah usaha yang dijalankan memberikan keuntungan ataupun tidak. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan finansial usaha Dodol Ziyad Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura.
Analisis kelayakan finansial adalah analisis yang bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial (keuangan) dari suatu proyek dengan mempertimbangkan keuntungan dan manfaat yang diharapkan dari pelaksanaannya (Widana, 2020). Analisis kelayakan finansial penting dilakukan untuk mempertimbangkan keuntungan dan manfaat yang akan diperoleh individu atau lembaga pemerintah dari pelaksanaan proyek. Untuk melakukan analisis perhitungan kelayakan finansial menggunakan alat: Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit cost (Net BC), Payback period, dan Profitabillity Index (PI).
Pada umumnya, analisis kelayakan mencakup aspek finansial dan non finansial. Namun, elemen terpenting ialah bagian keuangan yang harus diperhatikan agar bisnis dodol ziyad tidak mengalami masalah keuangan yang merugikan untuk keberlanjutan usaha ini.
Oleh karena itu, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul Analisis Kelayakan Finansial Usaha Dodol (Studi Kasus: Usaha Dodol Ziyad) di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan informasi bagi pemilik usaha untuk mengembangkan usahanya.
1.2 Rumusan masalah
Apakah usaha Usaha Dodol Ziyad di Desa Pematang Tengah di Kecamatan Tanjung Pura layak untuk dijalankan dan dikembangkan ditinjau dari aspek finansial?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis kelayakan usaha dodol Ziyad di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat layak untuk dijalankan dan dikembangkan ditinjau dari aspek finansial.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Salah satu syarat untuk menyelesaikan Pendidikan Strata Satu (S1) pada Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra.
2. Bagi pemilik usaha penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha Dodol Ziyad.
3. Bagi masyarakat penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi atau menjadi sumber pertimbangan apabila ingin merintis usaha yang sama.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Usaha Mikro dan Kecil (UMK) 2.1.1 Defenisi Usaha Mikro dan Kecil
Usaha Mikro merupakan usaha produktif milik perorangan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro, yaitu:
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50.000.000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 300.000.000,00 Sedangkan usaha kecil merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan ataupun badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan ataupun bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang sudah memenuhi kriteria usaha kecil, yaitu:
1. Memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50.000.000,00 – Rp 500.000.000,00 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300.000.000,00 – Rp 2.500.000.000,00.
2.1.2 Kriteria Usaha Mikro dan Kecil (UMK)
Di dalam Undang-undang No. 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah, dijelaskan bahwa usaha mikro merupakan usaha produktif milik orang atau perorangan atau badan usaha perorangan (Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, 2015), sedangkan usaha kecil merupakan ekonomi produktif yang berdiri sendiri, dilakukan orang perorangan bukan merupakan anak perusahaan, cabang perusahaan yang dimiliki, dan bukan menjadi bagian langsung atau tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. UMKM dari segi omset mempunyai kriteria sebagai berikut:
5
Tabel 2.1 Kriteria Omzet UMKM Ukuran Usaha Aset (tidak termasuk
tanah dan bangunan tempat usaha)
Omzet (dalam satu tahun)
Usaha Mikro Maksimal Rp 50 juta Maksimal Rp 300 juta Usaha Kecil Lebih dari Rp 50 juta –
Rp 500 juta
Lebih dari Rp 300 juta – Rp 2,5 miliar
Usaha Menengah Lebih dari Rp 500 juta – Rp 10 miliar
Lebih dari Rp 2,5 miliar – 50 miliar
Usaha Besar Lebih dari Rp 10 miliar Lebih dari Rp 50 miliar (Hanim, 2018).
Secara umum UMK memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Karakteristik Usaha Mikro
a) Jenis barang/ komoditas: tidak tetap atau dapat berubah sewaktu-waktu b) Tempat usaha: tidak permanen atau bisa berpindah kapan saja
c) Administrasi keuangan: Belum ada administrasi keuangan yang sederhana, keuangan pribadi dan bisnis sering disatukan.
d) Akses keuangan: Umumnya tidak memiliki akses ke perbankan, tetapi sebagian memiliki akses ke lembaga keuangan non-bank
e) Legalitas usaha: Umumnya belum memiliki izin usaha atau persyaratan lainnya, termasuk NPWP.
2. Karakteristik Usaha Kecil
a) Jenis barang/ komoditas: Umumnya lebih stabil dan tidak mudah berubah.
b) Tempat usaha: Lokasi tetap dan tidak berpindah-pindah.
c) Administrasi keuangan: Tidak melakukan administrasi keuangan, meskipun masih sederhana, pemisahan antara keuangan keluarga dan bisnis mulai dilakukan.
d) Akses keuangan: Memiliki akses ke perbankan untuk tujuan modal usaha.
e) Legalitas usaha: Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan hokum, termasuk NPWP.
7
2.1.3 Peran UMK dalam Ekonomi
UMK berkontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, salah satu diantaranya yaitu dengan menyerap tenaga kerja dan menyediakan barang serta jasa dengan harga terjangkau. Meskipun banyak UMK yang berjalan dengan modal yang terbatas dan dengan teknologi sederhana, mereka tetap menjadi komponen vital dalam pegembangan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja. Dengan memahami definisi dan kriteria UMK, pelaku usaha akan lebih mudah mengakses dukungan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka di pasar kompetitif.
2.2 Dodol
Dodol Tanjung Pura adalah salah satu makanan dah oleh-oleh khas dari Tanjung Pura, sebuah Kecamatan di Kabupaten Langkat Sumatera Utara.
Makanan ini di kenal sebagai jajanan tradisioonal yang terbuat dari bahan-bahan sederhana, namun kaya akan cita rasa dan nilai budaya. Dodol Tanjung Pura uumnya dibuat dari ketan, gula, dan santan. Proses pembuatannya memerlukan ketelatenan, di mana ketan dimasak dan dicampur dengan santan serta gula, kemudian diaduk secara terus-meneru hingga menjadi adonan yang kental. Proses pengadukan ini bias memakan waktu berjam-jam, sehingga dodol memiliki tekstur yang kenyal dan rasa yang manis (Budaraga, I. K., & Sri Devi, W, 2021)
Meskipun dodol pada umumnya memiliki rasa manis, dodol tanjung pura sering kali ditambahkan dengan berbagai rasa, seperti pandan, coklat, atau durian yang membuatnya semakin menarik. Penambahan bahan alami ini tidak hanya memberikan varian rasa, tetapi juga memperkaya aroma yang menggugah selera.Dodol Tanjung Pura tidak hanya sekedar makanan, tetapi juga memiliki makna budaya yang mendalam.Makanan ini sering disajikan dalam berbagai acara, seperti perayaan tradisional, syukuran, dan pernikahan. Kehadirannya dalam acara- acara tersebut menunjukkan symbol dan rasa syukur.
Dengan cita rasa yang khas dan proses pembuatan yang memerlukan keterampilan, Dodol Tanjung Pura merupakan salah satu warisan kuliner yang patut dilestarikan. Selain menjadi hidangan yang lezat, dodol ini juga
mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat Tanjung Pura.Melalui dodol, generasi muda diharapkan dapat lebih mengenal dan menghargai makanan tradisonal sebagai bagian dari identitas daerah mereka (Kadir, S., & Kes, M.
2022).
2.3 Biaya Produksi
Menurut Supriyono (2018:19), Biaya Produki didefinisikan sebagai
“semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai.” Artinya, biaya- biaya yang dikeluarkan selama keseluruhan proses produksi barang, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produk siap pakai oleh konsumen. Biaya produksi dalam jangka pendek dapat dibagi menjadi tiga kategori: biaya tetap ( biaya tetap), biaya variabel (biaya variabel ), dan biaya total (Kurniawan 2017).
1. Biaya Tetap (fixed cost)
Menurut (N. Rusnaeni, 2021), biaya tetap merupakan biaya yang secara total tetap, tetapi biaya per unit berubah, seperti: biaya sewa kantor, gaji karyawan, penyusutan, asuransi, dan pajak bumi bangunan.
2. Biaya Variabel (variabel cost)
Menurut (Darya, 2019), biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume aktivitas atau kegiatan, misalnya: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.
Biaya Variabel (Variabel Cost) adalah Biaya yang jumlahnya berubah sebanding dengan perubahan aktivitas bisnis.Apabila tingkat aktivitas meningkat 10%, maka jumlah biaya variable akan ikut meningkat sebesar 10% (Simamora, 2013).
3. Biaya Total (total cost)
Menurut ilmu ekonomi, biaya total dapat di defenisikan sebagai jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam memproduksi barang dan jasa pada tingkat output tertentu. Nilai dari total cost biasanya diperoleh dari penjumlahan semua biaya tetap dan biaya variabel.
9
2.4 Penerimaan
Penerimaan (Revenue) ialah total pendapatan yang diterima produsen dan diperoleh dari hasil penjualan produk yang diproduksi. Dengan kata lain, total penerimaan adalah hasil perkalian antara harga dan jumlah produk yang diproduksi. Dengan kata lain penerimaan total (Revenue) merupakan hasil perkalian antara harga dengan jumlah barang yang diproduksi (Zaenuddin Kabai, 2015). Produksi biasanya berdampak negatif pada harga, yang berarti ketika ada produksi berlebihan, harga akan turun. Jika jumlah produk yang dihasilkan lebih besar dan harga per unit produksi yang bersangkutan lebih tinggi, total penerimaan yang diterima produsen akan lebih besar. Sebaliknya, jika jumlah produk yang dihasilkan lebih sedikit dan harganya lebih rendah, total penerimaan yang diterima produsen akan lebih sedikit (Rangkuti et al., 2020).
2.5 Pendapatan
Pendapatan adalah jumlah uang atau nilai yang diterima seseorang atau sekelompok organisasi sebagai imbalan atas jasa, penjualan barang, investasi, atau aktivitas ekonomi lainnya selama periode tertentu.Pendapatan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti gaji, dividen, sewa, atau keuntungan usaha.Dalam istilah ekonomi, pendapatan juga dapat diartikan sebagai aliran masuk yang meningkatkan kekayaan seseorang atau entitas.
Pendapatan didefinisikan sebagai hasil yang diperoleh suatu perusahaan dari kegiatan usaha yang dilakukan .Pendapatan usaha yang diperoleh dari kegiatan yang berkaitan dengan bisnis atau hasil bisnis perusahaan, sedangkan pendapatan di luar usaha adalah pendapatan yang diperoleh dari kegiatan di luar bisnis seperti bunga, sewa, dan komisi (Bachtiar dan Nurfadila 2019).
2.6 Analisis Kelayakan Usaha
Analisis kelayakan usaha adalah proses mempelajari bisnis secara menyeluruh untuk menentukan apakah bisnis tersebut layak dilakukan atau tidak (Rangkuti et al., 2020). Dengan kata lain, analisis ini menentukan apakah bisnis tersebut memberi manfaat lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan. Analisis
kelayakan usaha harus dilakukan oleh pelaku usaha sebelum usaha benar-benar dimulai, selama tahap perencanaan, dan sangat penting dalam pengambilan keputusan strategi.Hal ini dilakukan agar pengusaha dapat mengurangi risiko dan kegagalan, mencapai tujuan usaha, dan memperoleh keuntungan maksimal.
Adapun beberapa metode yang biasa digunakan untuk menilai aliran kas investasi, antara lain: Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Break Even Point (BEP).
2.6.1 Net Present Value (NPV)
Menurut (Khotimah and Sutiono 2015), Net Present Value atau NPV adalah selisih antara nilai arus kas yang masuk dengan nilai arus kas keluar pada sebuah periode waktu tertentu. NPV merupakan hasil pengurangan dari biaya yang didiskontokan. (NPV) digunakan untuk mengukur kapasitas dan peluang perusahaan untuk mengelola investasi selama perubahan nilai mata uang yang berdampak pada arus kas perusahaan.
Adapun indikator kelayakan dari hasil perhitungan NPV ialah:
i. Jika NPV > 0, maka suatu usaha menguntungkan dan layak untuk dijalankan.
ii. Jika NPV < 0, maka suatu usaha merugikan dan tidak layak untuk dijalankan.
iii. Jika NPV = 0, maka suatu usaha tersebut mampu mengembalikan modal.
2.6.2 Benefit Cost Rasio (B/C Ratio)
Benefit Cost Ratio merupakan perbandingan antara benefit ataupun pendapatan dengan total biaya produksi yang dikeluarkan ataupun total cost.
Net B/C Ratio merupakan nilai manfaat yang bisa didapatkan dari proyek atau usaha setiap kita mengeluarkan biaya sebesar satu rupiah untuk usaha tersebut.
Menurut (Nadia et al. 2021), Net B/C Ratio dapat diartikan sebagai rasio antara manfaat bersih yang bernilai positif dengan manfaat bersih yang bernilai negatif.
Dengan kata lain, manfaat bersih yang menguntungkan bisnis yang dihasilkan terhadap setiap satu satuan kerugian dari bisnis tersebut.
11
2.6.3 Internal Rate of Return (IRR)
Nilai Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang menunjukkan bahwa nilai bersih sekarang (NPV) sama dengan total investasi perusahaan (Agustin 2020). Nilai IRR menunjukkan nilai aktual pengembalian bisnis.
2.6.4 Payback Period (PP)
Payback period merupakan metode sederhana dalam suatu bisnis investasi yang digunakan untuk mengevaluasi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan kembali modal yang diinvestasikan pada suatu bisnis ataupun proyek. Metode ini digunakan untuk membantu ataupun menilai tingkat risiko dan likuiditas suatu investasi dengan mengidentifikasi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas.
Payback period adalah jangka waktu yang diperlukan perusahaan untuk mengembalikan modal investasinya dari cash flow. Semakin cepat dana investasi dapat diperoleh kembali, semakin kecil risiko yang ditanggung oleh perusahaan.
Selain itu, dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan lain.
2.7 Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang dilakukan peneliti sebelumnya yang berhubungan dengan penelitian ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh(Kathleen Iin Grace Sagay, Agnes Estephina Loho, dan Melissa Lady Gisela Tarore 2019) dengan judul “Analisis Finansial Usaha Dodol Salak(Studi Kasus: UD Mandiri Di Desa Pangu Satu Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara)”.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis tingkat kelayakan finansial dodol salak “UD Mandiri” di Desa Pangu Satu Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara.Metode Penelitian Studi Kasus. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan pemilik usaha UD Mandiri. Sedangkan data sekunder diperoleh dari perusahaan, buku-buku yang tersedia di toko buku lokal dan di internet seperti google cendekia untuk mengakses artikel dari berbagai jurnal ilmiah dan skripsi dari perguruan tinggi lain yang berkaitan dengan topik
penelitian ini terutama menyangkut analisis finansial. Analisis yang digunakan Analisis Deskriptif dilakukan untuk mengetahui karakteristik usaha dodol yang disajikan pada aspek-aspek non finansial seperti aspek proses/produksi, aspek pemasaran, aspek hukum, aspek lingkungan, aspek lingkungan.Untuk mengetahui aspek finansial digunakan Analisis Kuantitatif mengenai kelayakan finansial seperti Net Present Value (NPV), Net B/C Ratio, Internal Rate Return (IRR), Payback Period (PP). Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa dengan menggunakan modal sendiri, Usaha dodol salak UD Mandiri dinyatakan layak dilaksanakan dengan nilai NPV sebesar Rp103.045.440, IRR (Internal Rate Return) atau tingkat pengembalian investasi sebesar 60% , lebih dari tingkat suku bunga UKM (6%) dan Net B/C Ratio sebesar 1,012 lebih besar dari satu dan payback period selama dua tahun.
Penelitian yang dilakukan oleh (Muhammad Deaprama Aydra, Retna Astuti Kuswardani, dan Mitra Musika Lubis, 2020) dengan judul “Analisis Kelayakan Usaha Tahu Mandiri Desa Kotangan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang”.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan dari aspek finansial dan non finansial Usaha Tahu Mandiri. Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif (aspek hukum, lingkungan, pasar dan pemasaran, teknis dan manajemen dan sumber daya manusia) dan kuantitatif untuk menganalisis aspek finansial melalui empat kriteria investasi, yaitu NPV, IRR, Net B/C, payback period.Aspek non finansialaspek hukum belum layak karena izin kepemilikkan tanah Usaha hanya memiliki Surat Penyerahan Penguasaan Tanah Dengan Cara Ganti Rugi.aspek manajemen kurang layak karena usaha ini belum memiliki pencatatan finansial yang baik dan belum memiliki struktur organisasi.Aspek lingkungan kurang layak karena membuang air limbahnya langsung ke kali terdekat tanpa perlakukan khusus.Analisis finansial digunakan Nilai NPV diperoleh sebesar Rp 109.897,985, Net B/C sebesar 2,02, IRR sebesar 49,26%, dan payback period selama tiga tahun sepuluh bulan sebelas hari pada investasi pertama dan Nilai NPV diperoleh sebesar Rp 66.127,532, Net B/C sebesar 1,25, IRR sebesar 34,06%, dan payback period selama dua tahun sepuluh bulan tigabelas hari pada investasi kedua. Aspek finansialmaupun non finansial
13
menyatakan Usaha Tahu Mandiri layak untuk dijalankan kecuali pada aspek hukum, manajemen dan lingkungan.
Penelitian yang dilakukan oleh (Ibnu Sajari, Elfiana, dan Martina, 2017) dengan judul “Analisis Kelayakan Usaha Kerripik Pada UD.Mawar Di Gampong Batee Iee Liek Kecamatan Samalangka Kabupaten Bireuen”.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kelayakan usaha keripik UD.Mawar di Gampong Batee Ie Liek Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Rumus analisis biaya dan keuntungan. Sementara untuk menghitung Kelayakann Usaha, rumus yang digunakan adalah, Revenue Cost (R/C), Benefit Cost Ratio (B/C), dan Return On Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata penerimaan pada agroindustri keripik UD.Mawar adalah Rp. 60.750.000,00/ bulan dengan biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 38.508.054,00/ bulan.Biaya produksi tersebut terdiri dari biaya tetap sebesar Rp. 628.054,00 dan biaya variabel sebesar Rp. 37.880.000,00/ bulan.Dari hasil analisa data, didapatkan bahwa keuntungan yang diperoleh pada agroindustri keripik UD.Mawar sebesar Rp. 22.241.946,00/ bulan. Berdasarkan perhitungan kelayakan usaha (R/C) Ratio yaitu perbandingan antara penerimaan dengan total biaya diperoleh nilai (R/C) Ratio 1,57 atau 1,57 >
1. (B/C) Ratio yaitu perbandingan keuntungan dengan total biaya produksi yang lebih besar dari nol yaitu memiliki angka perbandingan 0,57 atau 0,57 > 0.
Berdasarkan perbandingan laba dan modal produksi diperoleh nilai ROI sebesar 57%.Maka dapat disimpulkan bahwa usaha agroindustri UD.Mawar dapat dikatakan menguntungkan dan layak dijalankan.
Penelitian yang dilakukan oleh (Bopalyon Pedi Utama, 2020) dengan judul
“Analisis Finansial Usaha Peternakan Sapi Potong”. Penelitian ini bertujuan menganalisa pendapatan dan kelayakan usaha peternakan sapi potong ditinjau dari aspek finansial melalui perhitungan Benefit Cost Ratio (BCR) dan Return Of Investmen (ROI). Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan cara pengamatan dan wawanca langsung. Pengambilan peternak sebagai responden penelitian yaitu secara Purposive Sampling, responden yang diambil 15 KK di
Desa Tebing Tinggi dan 15 KK di Desa Pematang Panjang. Lokasi ini dipilih dikarenakan desa ini merupakan salah satu sentral peternakan sapi diwilayah Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo.Data di analisis dengan menggunakan model analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial.Kemudian data ditabulasi dan diolah secara matematis, melalui penjumlahan, rataan dan persentase kemudian diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan/thn di Desa Tebing Tinggi dan Desa Pematang Panjang Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo sebesar Rp.174.461.000 atau pendapatan/bln Rp.14.538.417 atau pendapatan/bln/peternak sebesar Rp.484.614. Berdasarkan kelayakan usaha peternakan sapi potong di Desa Tebing Tinggi dan Desa Pematang Panjang Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo layak dikembangkan secara finansial dikarenakan nilai BCR >1 yaitu sebesar 1,24 dan nilai ROI sebesar 27,30% artinya nilai ROI > suku bunga bank yaitu sebesar 6,30%.
Penelitian yang dilakukan oleh (Dian Novitasari dan Risqa Naila Khusna Syarifah, 2020) dengan judul “Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Selada Dengan Hidroponik Sederhana Skala Rumah Tangga”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya selada secara hidroponik dalam skala rumah tangga dengan menggunakan Net Present Value (NPV), nilai Payback Periode (PP), serta B/C ratio.Penelitian ini telah dilaksanakan di kelurahan Grendeng, kecamatan Purwokerto Utara, kabupaten Banyumas pada bulan September hingga Desember 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPV yang didapatkan sebesar Rp. 24.130.112,00; nilai B/C rasio sebesar 3,51; serta PP sebesar 2 bulan 28 hari, sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha tersebut layak untuk dilaksanakan.
2.8 Kerangka Pemikiran
Usaha Dodol pada Dodol Ziyad adalah salah satu Usaha Mikro Kecil (UMK) yang berada di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura dan sudah dijalankan lebih kurang selama 9 tahun. Usaha ini memerlukan modal yang cukup dalam menjalankannya, masih diperlukan analisis untuk kelayakan secara
15
Aspek Finansial
Total Penerimaan TR= P × Q Biaya Tetap dan Biaya
Variabel TC= FC+VC
Tidak Layak Layak
Analisis Kelayakan Finansial : 1. Net Present Value (NPV) 2. Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) 3. Internal Rate Of Return (IRR) 4. Payback Period (PP)
Pendapatan I= TR-TC
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Dodol PadaUsaha Dodol Ziyad Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura
finansial Usaha Dodol Ziyad. Analisis usaha secara finansial dihitung dengan menggunakan analisis kelayakan investasi yaitu Net Present Value (NPV), B/C Ratio, Internal Rate Of Return (IRR), dan Payback Period (PP). Berdasarkan hasil perhitungan dari keseluruhan indeks dapat ditetapkan layak atau tidak layak usaha.
Berikut Skema Kerangka Pemikiran Penelitian ini:
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Keterangan :
: Alur Pemikiran
: Variabel Yang Dianalisis
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini direncanakan pada bulan Februari 2025. Tempat yang menjadi daerah penelitian yaitu usaha Dodol Ziyad Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura. Penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive). Hal ini dilakukan karena Usaha Dodol Ziyad ini merupakan usaha Mikro Kecil (UMK) yang berada di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura dan sudah dijalankan lebih kurang selama 9 tahun.
3.2 Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan adalah Studi Kasus. Studi Kasus ialah kegiatan ilmiah yang dilakukan secara mendalam tentang suatu peristiwa, dan aktivitas, baik pada tingkat perorangan, sekelompok orang, lembaga, atau organisasi untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang peristiwa tersebut.
Unit yang menjadi masalah di analisis secara mendalam baik dari segi yang berhubungan dengan kasusnya sendiri maupun tindakan dan reaksi dari kasus terhadap suatu perlakuan atau pemaparan tertentu, meskipun yang diteliti dalam kasus tersebut hanya berbentuk unit tunggal, namun dianalisis secara mendalam (Setiadi 2013).
Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan metode kuantitatif adalah penelitian yang datanya bersifat numerik atau angka. Angka yang dimaksud ialah untuk meneliti permasalahan yang bisa diukur dengan angka. Maka pendekatan ini digunakan untuk mengkaji aspek finansial yaitu aspek keuangan. Hasil dari pengolahan data akan diterapkan secara deskriptif untuk menggambarkan tentang studi kelayakan usaha.
3.3 Metode Penentuan Populasi dan Sampel
Penentuan sampel dilakukan dengan sengaja (Purposive Sampling).
Riyanto dan Hatmawan (2020:17) berpendapat bahwa Purposive Sampling adalah
16
17
pemilihan sampel yang didasarkan atas ciri-ciri dan sifat-sifat tertentu yang di pandang mempunyai keterkaitan yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya.
3.4 Metode dan Teknik Pengumpulan Data
Metode yang digunakan adalah studi kasus, karena mengungkap kebenaran yang berfokus hanya pada satu objek penelitian, yaitu Usaha Dodol Ziyad di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura.
Data yang digunakan ialah data primer dan data sekunder, dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Data Primer dalam Penelitian ini didapatkan dari:
a. Observasi adalah Proses mengamati, mencatat fenomena, perilaku atau kejadian tertentu secara efisien. Dalam konteks penelitian, observasi digunakan untuk mengumpulkan data secara objektif dan mendalam tentang subjek yang sedang diteliti.
b. Wawancara ialah Proses interaksi antara dua pihak, biasanya antara pihak pewawancara an narasumber, dengan tujuan mengumpulkan informasi, data, dan pendapat. Dalam penelitian, wawancara digunakan untuk mendalami pandangan, pengalaman, dan informasi khusus dari narasumber. Untuk memperoleh informasi mengenai usaha dodol yang sedang dijalankan, peneliti mewawancarai pemilik usaha kerupuk dodol dan orang- orang yang terlibat dalam usaha.
c. Kuisioner adalah alat pengumpulan data yang terdiri dari beberapa pernyataan atau pertanyaan yang dirancang untuk untuk mendapatkan informasi dari responden.
2. Data Sekunder bersumber dari instansi-instansi terkait dengan penelitian ini baik instansi pemerintah, swasta maupun perpustakaan yang mendukung penelitian ini.
3.5 Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode analisis kuantitatif. Analisis data kuantitatif dilakukan pengolahan data menggunakan alat bantu berupa software komputer melalui program Microsoft Excel.
3.5.1 Analisis Finansial 1. Biaya Produksi
Menurut Mulyadi (2015:14) biaya produksi merupakan biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Dapat di hitung dengan:
TC = TFC + TVC Keterangan:
TC (Total Cost) : Total Biaya (Rp/Tahun)
TFC (Total Fixed Cost) : Total Biaya Tetap (Rp/Tahun) TVC (Total Variable Cost) : Total Biaya Variabel (Rp/Tahun) 2. Penerimaan
Peneriman adalah total pendapatan yang diperoleh produsen produsen dari penjualan produk yang diproduksi (Zaenuddin Kabai 2015). Dapat di hitung dengan rumus:
TR = P × Q Keterangan:
TR (Total Revenue) : Penerimaan P (Price) : Harga Jual Dodol Q (Quantity) : Jumlah Produksi Dodol 3. Pendapatan
Menurut (Anisa et ai., 2020) pendapatan ialah arus kas aset atau pelepasan yang timbul dari penyediaan jasa, penyediaan produksi barang, atau kegiatan usaha lainnya. Dapat di hitung dengan rumus:
I = TR – TC Keterangan:
I (Profit) : Pendapatan (Rp/Tahun)
19
TR (Total Revenue) : Pemerimaan (Rp/Tahun) TC (Total Cost) : Total Biaya (Rp/Tahun) 3.5.2 Analisis Kelayakan Usaha
1. Net Present Value (NPV)
NPV adalah metode yang digunakan dalam analisis investasi untuk menentukan nilai sekarang dari arus kas masa depan yang diharapkan dari suatu proyek atau investasi. NPV dapat dihitung dengan rumus:
Keterangan:
Bt : Penerimaan pada tahun ke-t Ct : Biaya pada tahun ke-t n : Umur ekonomis proyek
i : Tingkat suku bunga yang berlaku
Indikator kelayakan ialah :
a. Jika NPV > 0 maka usaha layak untuk dijalankan b. Jika NPV < 0 maka usaha tidak layak untuk dijalankan
c. Jika NPV = ) maka usaha tersebut mengembalikan sama besarnya dengan nilai uang yang diinvestasikan.
2. Benefit Cost Ratio (B/C Ratio)
Digunakan untuk dalam menentukan usaha yang dijalankan dapat menguntungkan atau tidak mnguntungkan. Dapat dirumuskan dengan:
Indikator B/C Ratio ialah:
a. Jika B/C Ratio > 1, maka keuntungan usaha lebih besar dari pada pengeluaran sehingga usaha tersebut dapat dijalankan
b. Jika B/C Ratio < 1, maka keuntungan usaha lebih kecil dari pada pengeluarannya usaha tidak layak dan perlu di tinjau ulang
c. Jika B/C Ratio = 1, maka keuntungan dan pengeluarannya dikatakan seimbang
3. Internal Rate of Return (IRR)
Internal rate of return disebut juga sebagai metode analisis untuk menilai tingkat pengembalian internal berdasarkan nilai NPV dan tingkat suku bunga yang berlaku (Primyastanto, 2016).
IRR Dapat dihitung denga rumus:
Keterangan:
i1 : Tingkat Bunga i1 (dimana NPV positif) i2 : Tingkat Bunga i2 (dimana NPV negatif)
NPV1 : Nilai NPV pada tingkat bunga i1 (positif menuju nol) NPV2 : Nilai NPV pada tingkat bunga i2 (negatif menuju nol) Dengan ketentuan:
a. Apabila IRR > Tingkat bunga, maka usaha tersebut dapat layak untuk Diusahakan atau dijalankan
b. Apabila IRR < Tingkat bunga, maka usaha tersebut tidak layak untuk diusahakan.
4. Payback Period (PP)
Payback period (PP) merupakan suatu jangka waktu (periode) kembalinya keseluruhan jumlah investasi yang ditanamkan, dihitung mulai dari permulaan proyek sampai dengan arus netto produksi tambahan, sehingga mencapai jumlah keseluruhan investasi modal yang ditanamkan dengan menggunakan aliran kas (Saebani, 2018). Untuk menentukan periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya berbeda menggunakan rumus payback period sebagai berikut :
Payback Period = n+(a-b)/(c-b) x 1 tahun Keterangan:
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutupi investasi di awal
21
a = Jumlah investasi awal
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke-n c = kumulatif arus kas pada tahun ke n-1
Untuk menentukan periode pengembalian jika arus kas pertahun sama dapat menggunakan rumus:
𝑁i𝑙𝑎i 𝐼𝑛𝑣e𝑠𝑡𝑎𝑠i
𝑃𝑎𝑦𝑏𝑎𝑐k 𝑝e𝑟i𝑜𝑑 = 𝐾𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑢k 𝑏e𝑟𝑠iℎ x 1 tahun
Keterangan:
a. Periode pengembalian lebih cepat : Layak b. Periode pengembalian lebih lama : Tidak layak
c. Jika usulan proyek lebih dari satu maka periode pengembalian lebih cepat yang dipilih.
3.6 Defenisi dan Batasan Operasional 3.6.1 Defenisi Operasional
1. Kelayakan yaitu penelitian yang bertujuan untuk menentukan apakah Usaha Dodol Ziyad di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura ini layak dijalankan atau tidak.
2. Investasi adalah modal yang dikeluarkan si pemilik usaha Dodol Ziyad untuk mendirikan usahanyatersebut.
3. Nilai Produksi atau penerimaan (total revenue), yaitu pendapatan kotor atau hasil yang diperoleh dari hasil produksi dengan nilai yang berlaku.
4. Pendapatan (Rp), adalah nilai produksi Dodol Ziyad dikurangi dengan biaya- biaya yang dikeluarkan dalam Rp/tahun.
5. Aspek Finansial, adalah kajian keuangan yang digunakan dalam penelitian ini untuk melihat kelayakan investasi usaha Dodol Ziyad di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura, dengan menggunakan alat analisis B/C Ratio, NPV, PP, dan IRR.
6. Biaya Produksi (total cost), merupakan biaya-biaya yang digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi produk yang siap dijual.
7. Biaya Tetap (fixed cost), merupakan biaya yang secara total tidak berubah meskikupun aktivitas bisnis meningkat ataupun menurun.
8. Biaya Variabel (variable cost), merupakan biaya yang secara total meningkat sebanding dengan peningkatan dalam aktivitas dan menurun sebanding dengan penurunan dalam aktivitas.
9. Net Present Value (NPV), merupakan perbedaan antara nilai sekarang dari segi manfaat dan biaya.
10. Net benefit cost ratio (Net B/C Ratio), merupakan perbandingan antara keuntungan yang diterima dengan biaya yang dikelurkan.
11. Internal rate of return (IRR), merupakan nilai tingkat bunga (Discount Rate) yang membuat NPV sama dengan nol.
12. Payback Period (PP), digunakan untuk menghitung lama periode yang dibutuhkan untuk mengembalikan uang yang telah diinvestasikan.
3.6.2 Batasan Operasional
1. Periode usaha yang dihitung ialah selama 5 tahun
2. Penelitian ini dilakukan di Desa Pematang Tengah Kecamatan Tanjung Pura
3. Subyek dalam penelitian ini adalah Bang Alfin selaku pemilik usaha Dodol Ziyad.
4. Biaya produksi dihitung dengan menjumlahkan semua biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi usaha dodol Ziyad ini.
5. Pendapatan dihitung dengan mengalikan harga jual dodol dengan jumlah produksi.
23
DAFTAR PUSTAKA
Antara, Made, and Made Vairagya Yogantari. "Keragaman budaya Indonesia sumber inspirasi inovasi industri kreatif." SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi). Vol. 1.
2018.
Adriansyah, T. M., & Rahmayati, T. E. (2023). “Analisis Pengaruh Faktor Modal Kerja, Pemasaran, Lokasi Dan Kualitas Produk Terhadap Perkembangan Usaha Dodol di Jl. Pangkalan Berandan, Desa Paya Perupuk Kab.
Langkat.” Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(7).
Afifah,S.(2024). “Pengaruh Modal dan Pemasaran Terhadap Pendapatan UMKM Pedagang Dodol di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.”
(Doctoral dissertation, Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Sumatera Utara).
Yana, Irma. “Analisis Pengaruh Faktor Modal Kerja, Pemasaran, Lokasi Dan Kualitas Produk Terhadap Perkembangan Usaha Dodol Di Jl. Pangkalan Berandan, Desa Paya Perupuk Kab. Langkat.” Diss. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Meddan, 2018.
Haque-Fawzi, Marissa Grace, et al. Strategi Pemasaran Konsep, Teori dan Implementasi. Pascal Books, 2022.
Widana, I. Ketut. Buku Ajar Technopreneurship–Panduan Bisnis Berbasis Teknologi. Pantera Publishing, 2020.
Rifani, J. (2022). “Peranan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dalam Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Amuntai Kab. Hsu (Studi Kasus Pada UMKM Furniture Kayu Bpk. H. Majid).” Inovatif Jurnal Administrasi Niaga, 4(1), 27-34.
Tambunan, T. T. (2021). UMKM di Indonesia: perkembangan, kendala, dan tantangan. Prenada Media.
Halid, Amir, et al. Pengaruh PDRB Sektor Pertanian, “Daya Saing Umkm Pangan, Pengangguran Terhadap Penurunan Angka Kemiskinan di Provinsi Gorontalo.” SEIKO: Journal of Management & Business, 2023, 6.2.
Budaraga, I. K., & Sri Devi, W. (2021). “Pengabdian kepada Masyarakat Peningkatan Kualitas Usaha Keripik Talas Asyifa Oleh-oleh.”
Kadir, S., & Kes, M. (2022). Kuliner Bergizi Berbasis Budaya. Absolute Media.
Nugraha, S. (2020). “Pengaruh Biaya Kualitas Terhadap Harga Pokok Produksi
Dan Dampaknya Pada Laba Operasional Perusahaan (Studi Kasus pada PT.
Herlina Putra Pada Tahun 2011-2018).” (Doctoral dissertation, Universitas Siliwangi).
Putra, R. A., Arifin, Z., & Suliswanto, M. S. W. (2020). “Pendapatan dan Efisiensi Home Industri Tahu di Desa Kunir Kidul Kabupaten Lumajang.”
Jurnal Ilmu Ekonomi, 4(1), 32-41.
Samahati, Ricky Budiman. "Analisis Biaya, Volume, Laba Sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba Pada Hotel Sedona Manado." Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi 1.3 (2013).
Yanto, Efendi, Amir Halid, and Yanti Saleh. "Analisis Pendapatan Usaha Produksi Industri Olahan Tahu Di Desa Harapan Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo (Studi Kasus Industri Rumah Tangga “Bapak Nono Purnomo”)." AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis 6.3 (2022): 179-186.
Sari, D. M. (2022). Skripsi: “Analisis Pendapatan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kuliner Pengguna Layanan Online Food Delivery di Kota Bandar Lampung (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Lampung).”
Hasan, Asyari, et al. "Pendapatan Nasional Dalam Perspektif Ekonomi Islam."
Eco- Iqtishodi: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Keuangan Syariah 5.1 (2023):
19-34.
Aprilyan, Yusvita, et al. Pengaruh E-Commerce Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Di Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 2022, 2.2: 292-306.
Muhammad, Deas Felice. "Analisis Kelayakan Investasi Usaha Biodegdarable Foam Berbasis Jerami Padi dan Tepung Ketan." (2023).
Velina Okta, D. N. (2022). “Anslisis Kelayakan Investasi dengan Aspek Finansial dan Sensivitas Pada UMKM PT. Sukses Sejati Ameneties” (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Ponorogo).
Kasmir, and Jakfar. 2012. Studi Kelayakan Bisnis, Edisi Revisi. Jakarta:
Prenadamedia Group.
Yolanda, V. (2021). Analisis Kelayakan Pengembangan Ternak Ayam Ras Petelur Pada Usaha Bapak Fitriadi Di Kenagarian Sei. Antuan Kec. Mungka Kab.
50 Kota (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
Yurian, S. R., Manik, T., & Adel, J. F. (2020). Analisis Revenue Cost Ratio, Payback Period dan Break Even Point Untuk Menilai Kelayakan Usaha Pada Usaha Kerupuk di wilayah Kelurahan Sei. Lekop Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan. Student Online Journal, 1(2), 342-34.
Maruta, Heru, 2018. “Analisis Break Even Point (BEP) Sebagai Dasar Perencanaan Laba Bagi Manajemen.” Jurnal Akuntansi Syariah 2(1): 9-28.
Kathleen Iin Grace Sagay, Agnes Estephina Loho, dan Melissa Lady Gisela Tarore 2019. “Analisis Finansial Usaha Dodol Salak(Studi Kasus: UD Mandiri Di Desa Pangu Satu Kecamatan Ratahan Timur Kabupaten Minahasa Tenggara)”.
25
Muhammad Deaprama Aydra, Retna Astuti Kuswardani, dan Mitra Musika Lubis, 2020. “Analisis Kelayakan Usaha Tahu Mandiri Desa Kotangan Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang”.
Ibnu Sajari, Elfiana, dan Martina, 2017. “Analisis Kelayakan Usaha Kerripik Pada UD.Mawar Di Gampong Batee Iee Liek Kecamatan Samalangka Kabupaten Bireuen”.
Bopalyon Pedi Utama, 2020. “Analisis Finansial Usaha Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Tanah Kabupaten Bungo.”
Dian Novitasari dan Risqa Naila Khusna Syarifah, 2020) dengan judul “Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Selada Dengan Hidroponik Sederhana Skala Rumah Tangga.”
Saebani, Ahmad Beni, and Afifuddin 2018. Meteodologi Penelitian Kualitatif.
Bandung: Pustaka Setia.
Setiadi, 2013. Konsep Dan Praktek Penulisan Riset Keperawatan (Ed.2).
Yogyakarta: Graha Ilmu
Soekartawi. 2016. Analisis Usahatani. Jakarta: UI – Press.
Suci, Mulya Wijayanti Darminto, and Muhammad Saifi, 2018. “Analis Break Even Point Seabagai Salah Satu Alat Perencanaan Penjualan Dan Laba.” Jurnal Ilmu Akuntansi … 26(1): 1-7.
Turner, Dana P. 2020. “Sampling Research Design.” Headache: The Journal of Head and Face Pain 60(Methods in 1): 8–12.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS SAMUDRA
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS KUESIONER PENELITIAN
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Dodol (Studi Kasus : Dodol Zitad) Desa Pematang Tengah
Kecamatan Tanjung Pura No. Responden :
Hari/Tanggal :
A. Identitas Responden/Informan
1. Nama :
2. Umur :
3. Jenis Kelamin :
4. Pendidikan Terakhir :
5. Alamat :
6. Jumlah Anggota Keluarga : 7. Pekerjaan Utama : 8. Pekerjaan Sampingan :
9. Lama Usaha :
B. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Kapan awal mula berdirinya usaha usaha dodol Ziyad?
2. Apa alasan abang memilih usaha dodol ini ? 3. Dari mana sumber modal usaha dodol Ziyad ini ?
4. Bagaimana abang mendapatkan bahan baku untuk pembuatan dodol ini
?
5. Bagaimana penggunaan lahan usaha dodol Ziyad ini ? a. Milik sendiri :
b. Sewa :
6. Jika sewa, berapa harga sewa setiap bulan/tahun ? 7. Berapa harga dodol ini /kg ?
8. Kemanakah produksi dodol Ziyad ini dipasarkan ?
9. Berapa produksi dodol Ziyad ini/kg yang terjual dalam per hari/ bulan/
tahun?
27
C. Biaya Investasi
No Uraian Satuan Jumlah (unit)
Harga beli (Rp/satuan)
Nilai Total (Rp)
Total
D. Penerimaan (TR)
No Harga Produksi Kg/Bulan
Produksi Kg/Tahun
Total Biaya/Bulan
Total Biaya/Tahun
E. Biaya Tetap (FC) Biaya penyusutan alat :
No Uraian Jumlah (unit)
Harga beli (Rp/satuan)
Nilai Sisa(Rp)
Umur Ekonomis
Penyusutan (Rp/Tahun)
Total
F. Biaya Variabel (VC) 1. Bahan baku
No Uraian Satuan Jumlah (unit) Harga (Rp)
2. Tenaga Kerja
No Kegiatan Tenaga Kerja Dalam Keluarga
(TKDK)
Total HKP/
Hari
Total HKW/
Hari
Upah Rp/Hari
Biaya Tenaga
Kerja Rp/Bulan Laki
-laki
Wanita t h J t h j 1. Pengolahan
Dodol Ziyad Keterangan :
t : Jumlah Tenaga Kerja (Orang)
h : Jumlah Hari Kerja (Hari)
j : Jumlah Jam Kerja (Jam)HKP : 1
HKW : 0,75
Upah yang dibayarkan : Rata-rata jam kerja perhari :