BPJS KESEHATAN (E-DABU)
Landasan Hukum:
1. Undang-Undang Dasar 1945
2. Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional 3. Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan
Nasional
BPJS Kesehatan merupakan jaminan kesehatan yang bersifat wajib dimiliki oleh setiap orang termasuk karyawan.
Perpres no 19 tahun 2016 pasal 11: pemberi kerja wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta jaminan Kesehatan kepada BPJS Kesehatan dengan membayar iuran bulanan.
Perpres no 64 tahun 2020 pasal 30: iuran BPJS Kesehatan ditetapkan sebesar 5% dengan ketentuan 4% ditanggung oleh pemberi kerja dan 1% ditanggung oleh pekerja.
Perpres no 64 tahun 2020 pasal 32: bahwa batas gaji/upah paling tinggi sebesar 12 juta rupiah sedangkan batas gaji/upah paling rendah adalah Upah Minimum Kabupaten atau Kota.
Pendaftaran karyawan menjadi peserta BPJS Kesehatan bisa dilakukan secara online oleh melalui aplikasi e-Dabu BPJS Kesehatan. Pembayaran iuran BPJS Kesehatan paling lambat dibayarkan tanggal 10 setiap bulannya.
Anggota Keluarga Yang Ditanggung Pekerja Penerima Upah:
1. Suami/Istri yang sah
Jika Istri dan Suami Sama-Sama Bekerja:
Suami istri yang merupakan pekerja, keduanya wajib di daftarkan sebagai peserta PPU oleh pemberi kerja masing-masing dan membayar iuran. Suami, istri dan anak dari peserta PPU berhak memilih kelas perawatan tertinggi
2. 3 Orang Anak
Tidak/Belum Pernah Menikah/Tidak Mempunyai Penghasilan Sendiri
Belum Berusia 21 tahun/25 tahun Yang Masih melanjutkan Pendidikan Formal Catatan: Apabila anak ke-1 s/d anak ke-3 sudah tidak ditanggung, maka status anak tersebut dapat digantikan oleh anak berikutnya sesuai dengan urutan kelahiran (jumlah maksimal tanggungan: 3 orang anak).
Benefit BPJS Kesehatan Pekerja Penerima Upah:
1. Iuran yang dibebankan hanya 1% dari gaji
2. Keluarga yg ditanggung maksimal 4 orang (Suami/istri & 3 anak) 3. Rawat inap kelas 1 (Jabodetabek)
4. Faskes Tingkat Pertama (FKTP) bisa dipilih sesuai dengan domisili pekerja
PPU PPU (Pindah Dari Perusahaan Lama ke Perusahaan Baru)
Peserta PPU dapat dialihkan menjadi PPU lainnya melalui E-Dabu tanpa harus menunggu di non-aktifkan oleh Badan Usaha/Perusahaan sebelumnya.
Keluarga peserta dapat dialihkan bersamaan dengan peralihan pekerja, jika keluarga ybs sudah masuk dalam anggota keluarga ybs di PPU sebelumnya. Jika belum, maka penambahan anggota keluarga bisa melalui E-dabu ketika ybs sdh aktif atau bisa menggunakan form 37.
Jika pemberi kerja/perusahaan sebelumnya menunggak iuran, maka perubahan jenis kepesertaan PPU tetap dapat dilakukan.
PBPU/BP PPU
Peserta PBPU/BP dapat dialihkan menjadi PPU melalui E-Dabu.
Keluarga peserta dapat dialihkan bersamaan dengan peralihan pekerja, jika keluarga ybs sudah masuk dalam anggota keluarga ybs di PBPU sebelumnya. Jika belum, maka penambahan anggota keluarga bisa melalui E-dabu ketika ybs sdh aktif atau bisa menggunakan form 37.
Jika peserta PBPU/BP menunggak iuran, maka perubahan jenis kepesertaan PPU tetap dapat dilakukan. Dan ybs diberi waktu 6 bulan setelah aktif sebagai PPU untuk melunasi tunggakan ybs. Jika tidak dilunasi s/d 6 bulan kedepan setelah aktif, maka kepesertaan PPU akan dinonaktifkan otomatis oleh pihak BPJS Kesehatan.
PBI & PEMDA PPU
Peserta PBI tidak dapat dialihkan melalui E-dabu oleh badan usaha.
Peserta PBI harus membuat surat pernyataan Non Aktif PBI bertanda tangan diatas materai.
Jika peserta PBI lebih dari 1 orang, maka surat pernyataan Non Aktif PBI dapat dibuat kolektif oleh HRD.
MISAL KERJA DI PERUSAHAAN
Pendaftaran peserta PBI dilakukan melalui form 37 dengan melampirkan surat pernyataan Non Aktif PBI dan Surat Permohonan (Kop Surat).
Belum Terdaftar PPU
Untuk karyawan dengan status “Belum Terdaftar” di E-dabu, maka dapat langsung dipindahkan menjadi PPU
Jika ybs memiliki keluarga, maka dapat ditambahkan setelah ybs aktif sebagai PPU melalui E-dabu atau Form 37
Catatan tambahan:
Deadline bayar iuran BPJS Kesehatan tanggal 5 setiap bulannya.
Jika telat bayar BPJS Kesehatan off selama 1 bulan kedepan