Perubahan Budaya Kerja Modul 1
Komunikasi Efektif dalam Perubahan Budaya Kerja Kemenkes
Cultural Transformation Office Kementerian Kesehatan
2025
Mengkomunikasikan Perubahan
Transformasi membutuhkan komunikasi yang efektif. Dalam hal ini membutuhkan pendekatan komunikasi yang mendorong perubahan perilaku dengan pendekatan Behavioral Change Model.
The 3A Behavioral Change Model
Konsep Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif adalah proses penyampaian pesan yang jelas dan tepat, bertujuan menciptakan pemahaman bersama, dengan mempertimbangkan konteks dan budaya untuk menghindari miskomunikasi.
Pentingnya Komunikasi Efektif
Pentingnya komunikasi
Tujuan Komunikasi
Komponen-Komponen Utama
komunikasi
Hambatan Komunikasi
❖ Hambatan fisik (fasilitas, teknologi, jarak geografis). Contoh:
Keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil, kepadatan pasien di fasilitas Kesehatan
❖ Hambatan psikologis (persepsi, kepercayaan, stres, bahasa tubuh). Contoh: Ketakutan pasien terhadap prosedur medis, kesulitan memahami informasi medis, stres akibat beban kerja yang tinggi, dll.
❖ Hambatan budaya (perbedaan bahasa, nilai, dan norma).
Contoh: Hambatan komunikasi akibat perbedaan budaya antara pasien dan tenaga medis, perbedaan pendidikan Kesehatan.
Prinsip Komunikasi Efektif
❖ Kejelasan: Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Hindari jargon medis.
❖ Empati: Tunjukkan rasa peduli dan empati terhadap pasien dan keluarganya.
❖ Akurasi: Pastikan informasi yang disampaikan akurat dan lengkap.
❖ Keterbukaan: Dorong pasien untuk untuk bertanya dan berpartisipasi dalam proses perawatan.
Prinsip Komunikasi Efektif
❖ Kesabaran: Berikan waktu yang cukup bagi pasien untuk memahami informasi.
❖ Keterampilan mendengarkan aktif: •Dengarkan dengan saksama dan berikan umpan balik yang konstruktif.
❖ Koordinasi Tim: Pastikan komunikasi yang efektif antar tim kesehatan (dokter, perawat, fisioterapis, apoteker) dan dengan pihak terkait lainnya
(asuransi, rumah sakit rujukan)
Membangun Budaya komunikasi dalam Organisasi
● Komunikasi dalam Organisasi
● Komunikasi dalam Organisasi
Contoh: Sikap saling menghormati dan menghargai.
Contoh: Sikap untuk menempatkan diri pada situasi dan kondisi yang dihadapi oleh orang lain.
Contoh: Penekanan agar komunikasi dilakukan secara optimal agar informasi bisa disampaikan dengan baik.
Contoh: Menyampaikan informasi dengan jelas agar lawan bicara tidak bingung dengan informasi yang disampaikan.
Contoh: Memberi ruang pada lawan bicara kita untuk berbicara, dan juga mendengarkan apa yang mereka sampaikan secara seksama.
Manfaat Komunikasi Dalam
Membangun Budaya Kerja
Bentuk dan Jenis
Komunikasi Organisasi
Peran Kepemimpinan dalam
Komunikasi
Meningkatkan Keterampilan
Berbicara dan Mendengarkan Aktif
❖ Mendorong Transparansi dan keterbukaan dalam komunikasi
Transparansi memungkinkan akses informasi penting, mendorong diskusi terbuka dan meningkatkan rasa kepemilikan serta tanggung jawab tim.
❖ Menghargai masukan dan kritik konstruktif dari anggota tim.
Menghargai masukan dan kritik menciptakan budaya pembelajaran, dan menjadikan kesalahan peluang untuk berkembang.
Membangun Budaya
Komunikasi Dalam Organisasi
Mengelola Konflik Melalui Komunikasi
Resolving Workplace Conflict
In this video, you’ll learn strategies for resolving conflict at work. Visit https://edu.gcfglobal.org/en/jobsuccess/resolving-workplace-conflict/1/ for our text-based lesson.
We hope you enjoy!