PENDAHULUAN
MANAJEMEN KEUANGAN DAN
Keuangan Daerah
Menurut Prana (2016), pemberlakuan produk hukum tentang pemerintahan daerah membawa angin segar dalam pelaksanaan desentralisasi. Salah satu implementasinya bergantung pada kemampuan ekonomi, antara lain: pertama, bagaimana pemerintah daerah dapat menghasilkan pembiayaan untuk menjalankan organisasi, termasuk memberdayakan masyarakat; kedua, bagaimana pemerintah daerah melihat fungsinya dalam pengembangan kapasitas ekonomi daerah. Gambaran keuangan pemerintah daerah akan tercermin dari besarnya PAD yang diperoleh dan bagaimana keuangan daerah dialokasikan untuk membiayai kegiatan pemerintah daerah untuk kesejahteraan rakyatnya.
Untuk meningkatkan pendapatan PAD, pemerintah daerah harus menganalisis potensi yang ada di daerahnya.
Potensi Keuangan Daerah
Kedua, struktur ekonomi dan sosial daerah juga menentukan kemampuan masyarakat untuk membayar semua pungutan yang dikenakan oleh pemerintah daerah. Semakin tinggi kontribusi sektor industri terhadap BRDP daerah, maka semakin besar pula potensi pendapatan daerah. Sebaliknya, semakin besar kontribusi sektor pertanian terhadap BRDP daerah, semakin rendah potensi pendapatan daerahnya.
Dengan kata lain, semakin tinggi PDRB riil per kapita suatu daerah (provinsi/kabupaten), maka semakin besar potensi sumber pendapatan daerah tersebut.
Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah . 17
Variabel PAD dalam penelitian ini dimaknai sebagai penerimaan PAD dari Badan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Majene tahun 2014-2018. Hipotesis pertama diduga pendapatan per kapita berpengaruh positif terhadap PAD di Kabupaten Majene Tahun 2014-2018 Kesimpulan dari hasil pengujian menunjukkan bahwa pendapatan per kapita per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Majene Tahun 2014-2018.
Hipotesis kedua menyatakan bahwa jumlah perusahaan diduga berpengaruh positif terhadap PAD di Kabupaten Majene tahun 2014-2018. Kesimpulan dari hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan awal perkapita daerah. Kabupaten Majene tahun 2014-2018. Hipotesis keempat menyatakan bahwa pendapatan per kapita diyakini sebagai faktor dominan PAD di Kabupaten Majene tahun 2014-2018.
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Majene tahun 2014-2018. Secara year on year pendapatan perkapita mengalami pertumbuhan dalam 5 tahun terakhir sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Majene tahun 2014-2018. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa jumlah perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Majene tahun 2014-2018.
Dari pihak swasta, pemerintah daerah Kabupaten Majene mendapatkan pendapatan asli daerah dari pajak yang dibayarkan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Majene tahun 2014-2018. Begitu pula dengan penelitian Nani Sari et al (2013) menemukan bahwa jumlah penduduk produktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Morowali.
Laju pertumbuhan pendapatan per kapita menunjukkan tren positif dalam 4 tahun terakhir, tren positif tersebut tentunya mendukung pertumbuhan sumber pendapatan daerah Kabupaten Majena tahun 2014-2018. Pendapatan per kapita merupakan faktor terpenting yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Majena tahun 2014-2018. Pengaruh pendapatan per kapita, jumlah usaha dan jumlah penduduk terhadap pendapatan utama daerah di Kabupaten Nabira Papua tahun 2004-2013.
Faktor Yang Berpengaruh Terhadap PAD 35
Gambaran Umum Objek Penelitian
Berdasarkan bentuk kabupaten sebagai wilayah daratan yang terbentang dari selatan ke utara, tentunya akan berimplikasi pada kebijakan dan program pembangunan. Peninjauan karakteristik wilayah merupakan langkah awal dalam realisasi rencana, dimana data aspek fisik dasar Kabupaten Majene terdiri dari; Letak geomorfologi, jenis tanah, hidrologi, geologi, topografi dan kemiringan lereng, iklim dan curah hujan serta penggunaan lahan. Kabupaten Majene merupakan salah satu dari 5 kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat yang terletak di pesisir barat Provinsi Sulawesi Barat yang membujur dari Selatan ke Utara.
Jarak antara Kabupaten Majene dengan ibu kota Provinsi Sulawesi Barat (Kabupaten Mamuju) kurang lebih 146 km. Sub kabupaten di Kabupaten Majene adalah Kecamatan Banggae, Kecamatan Banggae Timur, Kecamatan Pamboang, Kecamatan Sendana, Kecamatan Tammerodo Sendana. Pada dasarnya wilayah Kabupaten Majene sangat berpengaruh terhadap wilayah sekitarnya, hal ini terlihat dari letak administratif Kabupaten Majene.
Kecamatan Ulumanda merupakan wilayah kecamatan yang paling luas dibandingkan dengan luas kecamatan lainnya yaitu; 456,06 km² atau 48,10%, kemudian kabupaten Malunda dengan luas 187,85 km2 atau 19,81%, sedangkan wilayah kecamatan dengan luas terkecil adalah kabupaten Banggae dan Banggae Timur, dengan luas masing-masing adalah Kabupaten Banggae 25. 15 km² atau 2,65% dan Kabupaten Banggae Timur 3,17% dari luas wilayah Kabupaten Majene. Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Majene merupakan unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten Majene yang bertugas melaksanakan kewenangan Otonomi Daerah dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Majene. Untuk itu daerah harus menyediakan sumber pendanaan dan kreatifitas daerah yang memadai dan kemampuan aparatur daerah dituntut untuk berusaha menggali potensi daerah sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah yang menjadi kewenangan Badan Daerah Pendapatan Utama Kabupaten. dalam Pendapatan Daerah yaitu pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dan pendapatan lain yang sah.
Berangkat dari dan menyadari pentingnya PAD dalam struktur dan belanja dalam APBD dan juga merupakan kriteria terpenting bagi kapasitas daerah dalam mewujudkan otonomi daerah. Pendapatan Daerah Kabupaten Majene, menyusun buku profil, dimana buku profil ini menggambarkan potret PAD Kabupaten Majene dan pengelolaannya.
Deskripsi Data Variabel
Hal ini belum dapat menjelaskan apakah pertumbuhan PAD menunjukkan hasil yang baik atau sebaliknya bagi pemerintah kabupaten. Ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk suatu wilayah/wilayah adalah PDRB per kapita. Nilai PDRB per kapita diperoleh dari hasil bagi antara PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun, sehingga besar kecilnya jumlah penduduk suatu daerah sangat mempengaruhi tinggi rendahnya pendapatan per kapita daerah tersebut. harga konstan dibagi jumlah penduduk pada pertengahan tahun.
Tabel 3.3 menunjukkan berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh mengenai jumlah perusahaan yang diperoleh dari BPS Kabupaten Majene selama tahun berjalan, pertumbuhan jumlah pertumbuhan sangat tinggi. Variabel jumlah penduduk dalam penelitian ini didefinisikan sebagai jumlah keseluruhan warga negara Indonesia dan warga negara asing yang bertempat tinggal tetap sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Uji Asumsi Klasik
Heteroskedastisitas diuji menggunakan uji Glejser dengan meregresi residual absolut dengan masing-masing variabel independen. Dengan ketentuan bahwa jika hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi antara variabel independen dan absolute residual lebih dari 0,05, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Dari hasil analisis dengan melakukan uji Glejser terlihat bahwa nilai signifikansi masing-masing variabel independen diatas 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas antar variabel dalam model regresi.
Metode ini disebut juga uji Kolmogorov Smirnov, dengan kriteria jika hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05 maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal, sedangkan jika hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih dari 0,05 menunjukkan , data dinyatakan berdistribusi normal. Hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas pada salah satu variabel dependen dan independen, sehingga memenuhi salah satu syarat uji asumsi klasik.
Analisis Regresi Linear Berganda
Nilai koefisien pendapatan perkapita sebesar 3.530 artinya setiap terjadi kenaikan pendapatan perkapita sebesar 1 poin maka akan diikuti dengan peningkatan pendapatan asli daerah sebesar 3.530 satuan. Nilai koefisien jumlah perusahaan adalah 1,095 artinya setiap terjadi kenaikan 1 poin jumlah perusahaan maka akan diikuti dengan peningkatan pendapatan asli daerah sebesar 1,095 satuan. Nilai koefisien populasi adalah 2,37 yang berarti bahwa setiap terjadi kenaikan jumlah penduduk sebesar 1 poin maka akan diikuti dengan peningkatan pendapatan asli daerah sebesar 0,380 satuan.
Pengujian Hipotesis
Untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas pendapatan per kapita, jumlah perusahaan dan sebagian jumlah penduduk terhadap variabel terikat pendapatan asli daerah, hal ini dapat dilakukan dengan melihat t-score > t-tabel (2,015) dan α ≤ 0,05. Dari hasil pengujian pada variabel pendapatan perkapita menunjukkan koefisien jalur (B) sebesar 3,530, maka nilai t-score sebesar 4,674 > t-tabel 2,018 dengan tingkat signifikansi 0,003 < 0,05. Hasil pengujian pada variabel jumlah perusahaan menunjukkan koefisien jalur (B) sebesar 1,095, maka nilai t-score sebesar 2,102 < t-.
Hasil pengujian terhadap variabel populasi menunjukkan koefisien jalur (B) sebesar 2,374, maka nilai t hitung sebesar 2,579 > t tabel 2,018 dengan tingkat signifikansi 0,009 < 0,05. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa nilai koefisien non-standar (b) paling tinggi dari ketiga variabel yaitu variabel pendapatan perkapita mencapai 3.530, sehingga diasumsikan mempunyai pengaruh paling besar terhadap pendapatan asli daerah. Kabupaten Majene tahun 2014 -2018. Kesimpulan dari hasil pengujian menunjukkan bahwa pendapatan per kapita merupakan faktor yang paling dominan memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli.
Koefisien Determinasi
Pembahasan Hasil Penelitian
Pemerintah daerah diharapkan mampu menggali sumber keuangan daerah, terutama melalui pendapatan asli daerah (Sidik, 2002). Jumlah perusahaan adalah kumpulan perusahaan swasta yang telah berdiri di wilayah Kabupaten Majene selama tahun dalam satuan perusahaan per tahun. Setiap terjadi penambahan 1 poin jumlah perusahaan, maka akan diikuti dengan peningkatan pendapatan daerah sebesar 1095 unit.
Semakin besar jumlah perusahaan yang didirikan di Kabupaten Majene, maka semakin besar pula kontribusi pajak kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Majene. Kontribusi jumlah perusahaan terhadap pendapatan asli daerah dapat dilihat dari peningkatan pendapatan asli daerah dalam 5 tahun terakhir, sektor korporasi pasti memberikan kontribusi pendapatan pajak daerah secara teratur, semakin besar jumlah perusahaan , semakin banyak lapangan kerja yang tercipta bagi masyarakat sebagai subjek pajak sehingga membangun mata rantai positif bagi pendapatan daerah yang berkelanjutan. Perekonomian di Kabupaten Majene dikategorikan berkembang karena telah menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan penduduk.
Perusahaan di Kabupaten Majene dapat dikategorikan menjadi 2 sektor yaitu perusahaan milik daerah dan perusahaan milik swasta. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa diantara ketiga variabel faktor pendapatan asli daerah, variabel pendapatan per kapita memiliki koefisien unstandardized mencapai 3,530. Pendapatan per kapita Kabupaten Majene meningkat dari tahun 2014 ke tahun 2016, pendapatan tertinggi pada tahun 2018 dan pendapatan terendah pada tahun 2014.
Lokang, Yustina Lastri (2016) Pengaruh Jumlah Perusahaan, Jumlah Penduduk dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 1985-2014. Peran Sektor Industri Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten Tahun Skripsi Universitas Islam Indonesia Fakultas Ekonomi Yogyakarta.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Demitianus Murib Pengaruh jumlah penduduk, pendapatan per kapita, PDRB terhadap PAD di Kabupaten Mimika Provinsi Papua, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Administrasi Bisnis, Universitas Sam Ratulangi, Manado. Strategi peningkatan PAD melalui intensifikasi dan perluasan penerimaan pajak Daersh dan pembalasan daerah di Kabupaten Enrekang. Pengaruh pertumbuhan ekonomi, migrasi masuk terhadap pertumbuhan penduduk dan pengalihan fungsi bangunan kepada penduduk asli kota.
Ordonansi Nasional nomor 106 tahun 2000 tentang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan dalam pelaksanaan pelimpahan dan tugas pembantuan.