Dengan judul buku Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam ini, penulis berharap mampu menghadirkan sebuah wacana dalam memberikan pengetahuan dan informasi tentang perkembangan sejarah pemikiran ekonomi dalam dunia Islam. Buku ini diawali dengan pembahasan pengertian sejarah dan ekonomi Islam, pemikiran ekonomi Islam pada masa Rasulullah saw., masa pemerintahan al-Khulafa al-Rasyidun, pada masa Dinasti Muawiyah, Dinasti Abbasiyah dan pemikiran ekonomi beberapa cen- dekiawan Muslim.
SAMPLE
SEJARAH DAN EKONOMI ISLAM
- PENGERTIAN SEJARAH
- KEGUNAAN DAN PERAN SEJARAH
- PENGERTIAN EKONOMI ISLAM
- PRINSIP DASAR EKONOMI ISLAM
- SUMBER HUKUM EKONOMI ISLAM
- KONSEP EKONOMI ISLAM
- TUJUAN EKONOMI ISLAM
Ilmu ekonomi Islam adalah ilmu sosial yang tentu saja tidak bebas dari nilai- nilai moral. Menurut Muhammad Abdul Mannan dalam buku Teori Mikro Eko- nomi, ilmu ekonomi Islam adalah Ilmu sosial yang mempelajari masa- lah-masalah ekonomi masyarakat dalam perspektif nilai-nilai Islam.10 Adapun menurut Yusuf Qardhawi dalam buku Listiawati, ekonomi Is- lam adalah ekonomi yang berdasarkan ketuhanan, sistem ini bertitik tolak dari Allah, bertujuan akhir kepada Allah, dan menggunakan yang tidak lepas dari syariat Allah.11.
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA MASA
RASULULLAH SAW
- RIWAYAT HIDUP
- LEGALISASI HIJRAH
- PERIODE MEKKAH
- PERIODE MADINAH
- PERKEMBANGAN PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM
- Sumber Pendapatan Primer
- Sumber Pendapatan Sekunder
Maka upaya untuk mengentas kemiskinan merupakan bagian dari kebijakan-kebi- jakan sosial yang dikeluarkan Rasulullah saw.30. Pengeluaran rumah tangga Rasulullah saw. hanya sejumlah kecil; 80 butir kurma 80 butir gandum untuk setiap istrinya).
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN
KHALIFAH ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ 1. Riwayat Hidup
- Kebijakan Abu Bakar ash-Shiddiq pada Agama dan Pemerintahan
- Kebijakan Ekonomi Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq a. Pendirian Baitulmal
Sebelum Umar dan Abu Ubaidah membaiat Abu Bakar, Basyir bin Sa’ad mendahuluinya, kemudian secara bersamaan para sahabat yang hadir pun membaiat Abu Bakar.48. Keadaan politik dan pemerintahan yang kondusif mem- buat sistem perekonomian yang dibentuk Abu Bakar bekerja secara simultan.
KHALIFAH UMAR IBN AL-KHATHTHAB
- Kelahiran dan Strategi Pemerintahan Umar ibn a1-Khaththab Khalifah Umar ibn al-Khaththab tahun 583 M-644 M dengan me-
Khalifah Umar ibn al-Khaththab juga membuat peraturan bahwa pihak eksekutif tidak diperkenankan ikut campur dalam mengelo- la harta baitulmal. Khalifah Umar ibn al-Khaththab mengakui bahwa cara tersebut tidak tepat karena membawa dampak negatif bagi strata sosial dan kehidupan Masyarakat.
KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN 1. Kelahiran Utsman bin Affan
- Kebijakan Pemerintahan Utsman bin Affan
- Kebijakan Ekonomi Utsman bin Affan
Dengan demikian, dalam pendistribusian harta baitulmal, Khalifah Utsman ibn Affan menerapkan prinsip keutamaan, seperti halnya Umar ibn al-Khaththab. Oleh karena itu, Khalifah Utsman ibn Affan membuat beberapa peraturan administrasi tingkat atas dan pergantian beberapa gubernur.
KHALIFAH ALI BIN ABI THALIB 1. Kelahiran Ali bin Abi Thalib
- Pengangkatan Ali bin Abi Thalib
- Kebijakan Pemerintahan
- Sistem Ekonomi Pemerintahan Ali bin Abi Thalib
Ali bin Abi Thalib dibaiat oleh mayoritas rakyat dari Muhajirin dan Anshar serta para tokoh sahabat, seperti Thalhah dan Zubair. Di sebuah riwayat, Aqil saudaranya pernah menda- tangi Khalifah Ali bin Abi Thalib untuk memohon bantuan keuang- an dari baitulmal. Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, biaya pengeluaran sama dengan masa pemerintahan Khalifah Umar.
Mulai dari masa Abu Bakar sampai kepada Ali bin Abi Thalib dina- makan periode Khilafah Rasyidah.
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA MASA BANI UMAYYAH
- SEJARAH BERDIRINYA DINASTI UMAYYAH
- KHALIFAH-KHALIFAH DINASTI UMAYYAH
- PEREKONOMIAN MASA KEKHALIFAHAN BANI UMAYYAH
- KEJAYAAN DINASTI BANI UMAYYAH
- KEHANCURAN DINASTI UMAYYAH
Hisyam bin Abdul Malik 105 H/724 M-125 H/743 M merupakan raja Bani Umayyah yang paling terkenal di bidang ilmu pengetahuan dengan meletakkan perha- tian besar pada ilmu pengetahuan.114. Selanjut- nya pada masa Dinasti Umayyah dikembangkan sehingga menjel- ma menjadi cabang ilmu syariat yang sangat penting. Guna kepentingan penyelenggaraan dakwah islamiah, pada masa Dinasti Umayyah dilakukan juga penerjemahan berbagai macam buku ilmu pengetahuan dari semua bahasa lain ke bentuk bahasa Arab.
Pada masa Khalifah Bani Umayyah, pergeseran etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qais) dan Arab Selatan (Bani Kalb) yang sudah terjadi sejak zaman kejayaan khalifah Bani Umayyah.
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA MASA ABBASIYAH
- PENDIRIAN BANI ABBASIYAH
- KHALIFAH-KHALIFAH DINASTI ABBASIYAH
- FAKTOR-FAKTOR BERDIRINYA DINASTI ABBASIYAH
- SUMBER PEMASUKAN NEGARA
- ANGGARAN PENGELUARAN NEGARA
- KEMAJUAN DINASTI ABBASIYAH
- Lembaga dan Kegiatan Ilmu Pengetahuan
- Corak Gerakan Keilmuan
- Perkembangan dalam Bidang Agama
- Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Sains dan Teknologi
- Perkembangan di Bidang Politik, Ekonomi, dan Administrasi Dinasti Abbasiyah telah mengukir sejarah bahwa pada masa itu
- KEMUNDURAN DAN HANCURNYA SISTEM KEKHALIFAHAN
Pada masa Dinasti Abasiyah berkali-kali terjadi pergantian khali- fah dan para khalifah Bani Abbasiyah berjumlah 37 khalifah.124 Namun masa keemasan Dinasti Abbasiyah terletak pada 10 khalifah. Pengembangan dalam bidang ilmu pengetahuan pada masa Bani Abbas merupakan iklim pengembangan wawasan dan disiplin keilmuan. Masa di mana pemerintahan ini merupakan golden age dalam perjalanan sejarah peradaban umat Islam, terutama pada masa pemerintahan Khalifah al-Makmun.
Pada masa awal mula pemerintahan Abbasiyah, pertumbuhan dalam bidang ekonomi dapat juga dikatakan cukup stabil dan juga menunjukkan grafik angka vertikal.
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA MASA TIGA KERAJAAN BESAR
KERAJAAN USMANI
- Bidang Kemiliteran dan Pemerintahan
- Bidang Pengetahuan dan Budaya
- Bidang Keagamaan
Setelah Sultan Sulaiman tutup usia, terjadilah perebutan kekuasa- an antara putra-putranya, yang menyebabkan Kerajaan Turki Usmani mundur. Ang- katan Laut pun dibenahi, karena ia mempunyai peranan yang besar dalam perjalanan ekspansi Turki Usmani. Kekuatan militer Turki Usmani yang tangguh itu dengan cepat dapat menguasai wilayah yang sangat luas, baik di Asia, Afrika, maupun Eropa.
Bagaimanapun, Kerajaan Turki Usmani banyak berjasa, terutama dalam perluasan wilayah kekuasaan Islam ke Benua Eropa.
KERAJAAN SAFAWI DI PERSIA
- Bidang Ekonomi
- Bidang Ilmu Pengetahuan
Kerajaan Safawi berasal dari sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil, sebuah kota di Azerbaijan. Kerajaan Safawi terselamatkan dengan pulangnya Sultan Usmani ke Turki karena terjadi perpecahan di kalangan militer Turki di negerinya. Di samping sektor perdagangan, Kerajaan Safawi juga mengalami kemajuan di sektor pertanian terutama di daerah Bulan Sabit Subur.
Dalam bidang ini, Kerajaan safawi mungkin dapat dikatakan lebih ber- hasil dari dua kerajaan besar Islam lainnya pada masa yang sama.157 3.
KERAJAAN MUGHAL DI INDIA
Pada tahun 1530 M, Babur meninggal dunia dalam usia 48 tahun setelah memerintah selama 30 tahun, dengan meninggalkan kejayaan-kejayaan yang cemerlang. Bairam Khan menyambut kedatangan pasukan tersebut, sehingga ter- jadilah peperangan yang dahsyat, yang disebut Panipat II pada tahun 1556 M. Hasil pertanian Kerajaan Mughal yang ter- penting ketika itu adalah biji-bijian, padi, kacang, tebu, sayur-sayuran, rempah-rempah, tembakau, kapas, nila, dan bahan-bahan celupan.163.
Pada masa Aurang Zeb, muncul seorang sejarawan bernama Abu Fadl dengan karyanya Akhbar Nama dan Aini Akhbari, yang me- maparkan sejarah Kerajaan Mughal berdasarkan figur pemimpinnya.164.
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PARA CENDEKIAWAN MUSLIM
- Riwayat Hidup
- Pemikiran Ekonomi
Berkat bantu- an dari juru cambuk Abu Hanifah berhasil meloloskan diri dan kabur dari penjara serta langsung pindah ke Mekkah. Abu Hanifah juga mengkritisi metode kontrak tersebut yang cenderung mengakibatkan terjadinya perselisihan antara pembeli barang dan cara membayar lebih dahulu dengan orang yang menjual barang. Keahlian Abu Hanifah dalam bidang perdagangan membuatnya dapat memutus- kan suatu mekanisme yang lebih adil dalam transaksi murabahah dan transaksi yang sejenisnya.
Abu Hanifah sangat perhatian terhadap orang-orang lemah, Abu Hanifah juga tidak membebaskan harta perhiasan dari nisab zakat dan membebaskan kewajiban membayar zakat bagi pemilik harta yang ma- sih mempunyai utang.
- Teori Perpajakan
- Mekanisme Pasar
Abu Yusuf juga tiada berhenti belajar kepada pen- diri Mazhab Hanafi tersebut sekitar tujuh belas tahun. Salah satu karya Abu Yusuf yang sangat terkenal adalah Kitab al- Kharaj (Buku Membahas tentang Perpajakan). Namun kitab karya Abu Yusuf ini merupakan bukan kitab yang pertama membahas persoalan al-Kharaj (Perpajakan).
Yang dilakukan oleh Abu Yusuf ialah menga- dopsi metode Muqasamah dengan menerapkan persentase negara yang tidak terlalu membebankan para petani.178.
- Karya-karya
- Pemikiran Ekonomi
Setelah memperoleh ilmu yang memadai, al-Syaibani kembali ke Baghdad yang pada saat itu telah berada dalam kekuasaan Daulah Bani Abbasiyah. Al-Syaibani mendefinisikan al-kasb (kerja) sebagai mencari pero- lehan harta melalui berbagai cara yang halal. Di antara keempat usaha per- ekonomian tersebut, al-Syaibani lebih mengutamakan usaha pertanian daripada usaha yang lain.
Dari segi hukum, al-Syaibani membagi usaha-usaha perekonomian menjadi dua, yaitu fardu kifayah dan fardu ‘ain.
- Latar Belakang Kehidupan dan Corak Pemikiran
Abu Ubaid merupakan seorang ahli Hadis (muhaddits) dan ahli fikih (fuqaha) terkemuka di masa hidupnya. Singkatnya, di samping keadilan Abu Ubaid membangun suatu ne- gara Islam berdasarkan administrasi, pertahanan, pendidikan, hukum,. Lebih lanjut, Abu Ubaid mengakui adanya hak dari para budak perkotaan terhadap arzaq (jatah), yang bukan untuk tunjangan.
Dalam hal kepemilikan, pemikiran Abu Ubaid yang khas ada- lah mengenai hubungan antara kepemilikan dan kebijakan perbaikan.
- Penetapan Harga (al-Tas’ir)
- Kebebasan Ekonomi
- Mekanisme Harga dan Barang
- Penimbunan Barang (Ihtikar)
Yahya bin Umar diyakini mengajarkan kitab tersebut untuk pertama kalinya di Kota Sausah pada masa pascakonflik. Berkaitan dengan hal ini, Yahya bin Umar berpendapat bahwa al- tas’ir (penetapan harga) tidak boleh dilakukan. Di samping itu, pendapatnya yang melarang praktik tas’ir (penetapan harga) tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sesung- guhnya Yahya bin Umar mendukung kebebasan ekonomi, termasuk kebebasan memiliki.
Tentang, ihtikar Yahya bin Umar menyatakan bahwa timbulnya kemudaratan terhadap masyarakat merupakan syarat pelarangan pe- nimbunan barang.
- Karya-karya Ilmiahnya
Ibn Miskawaih belajar mendalami ilmu sejarah, terutama Kitab Tarikh ath-Thabari, kepada Abu Bakr Ahmad ibn Kamil al-Qadhi tahun 350 H/960 M. Adapun Iqbal, sebaliknya berpendapat bahwa Ibn Miskawaih adalah salah satu orang pemikir teistis, moralis, serta sejarawan. Setelah wafatnya Abu al-Fadhl tahun 360 H/970 M Ibn Miskawaih mengabdikan diri kepada putranya Abu al-Fath Ali ibn Muhammad ibn al-‘Amid dengan nama panggilan dari keluarga Dzu al-Kifayatain.
Ibn Miskawaih juga pernah mengabdi diri kepada Adud Ad-Daulah, yang merupakan salah seorang Buwaihiah, kemudian Ibn Miskawaih juga pernah mengabdikan diri kepada beberapa pangeran lain dari keluarga terkenal itu.
- Teori Keuangan Publik
- Konsep Perpajakan
Selanjutnya, al-Mawardi berpendapat bahwa negara harus menye- diakan infrastruktur yang diperlukan bagi perkembangan ekonomi dan kesejahteraan umum. Berdasarkan kategori yang dibuat oleh al-Mawardi tersebut, ka- tegori pertama dari tanggung jawab baitulmal terkait dengan penda- patan negara yang berasal dari sedekah. Di samping itu, al-Mawardi berpendapat bahwa zakat harus didistribusikan di wilayah tempat zakat itu diambil.
Lebih jauh, al-Mawardi menyatakan bahwa untuk menjamin pen- distribusian harta baitulmal berjalan lancar dan tepat sasaran, negara harus memberdayakan Dewan Hisbah semaksimal mungkin.
- PEMIKIRAN EKONOMI AL-GHAZALI (450 H/1058 M-505 H/1111 M)
- Pertukaran Sukarela dan Evolusi Pasar
- Permintaan dan Penawaran
- Etika Perilaku Pasar
- Aktivitas Produksi
- Produksi Barang-barang Kebutuhan Dasar sebagai Kewajiban Sosial
- Hierarki Produksi
- Tahapan Produksi, Spesialisasi dan Keterkaitannya
- Barter dan Evolusi Uang
- Uang yang Tidak Bermanfaat dan Penimbunan
- Pemalsuan dan Penurunan Nilai Uang
- Larangan Riba
- Peranan Negara dan Keuangan Publik
Al-Ghazali mengidentifikasi semua masalah baik yang berupa masalih (manfaat) maupun mafasid (kerusakan) dalam meningkatkan kesejahteraan so- sial. Lebih jauh, al-Ghazali menyatakan bahwa tujuan satu-satunya dari emas dan perak adalah untuk digunakan se- bagai uang (dinar dan dirham). Walaupun analisisnya tidak begitu spesifik, tampaknya al-Ghazali sudah menguasai dasar-dasar teori siklus ini.
Namun al-Ghazali mem- bahas transaksi selain pinjam-meminjam bunga mungkin timbul dalam bentuk yang terselubung.
- Konsep Maqashid al-Syari’ah
- Objek Kepemilikan
- Pajak
Istilah harga yang adil telah dise- butkan dalam beberapa Hadis Nabi dalam konteks kompensasi seorang. Dalam hal ini, budak tersebut menjadi manusia merdeka dan pemiliknya memperoleh sebuah kompensasi dengan harga yang adil (qimah al-adl). Konsep Ibnu Taimiyah mengenai kompensasi yang setara (‘iwadh al-mitsl) tidak sama dengan harga yang adil (tsaman almitsl).
Dalam kasus pasar yang tidak sempurna, upah yang setara ditentukan dengan menggunakan cara yang sama sebagai harga yang setara.
Sebagai anggota dari keluarga aristokrat, Ibn Khaldun sudah di- takdirkan untuk menduduki jabatan tertinggi dalam administrasi ne- gara dan mengambil bagian dalam hampir semua pertikaian politik di Afrika Utara. Pada tahun 1378 M, karena ingin mencari bahan dari buku-buku di berbagai perpustakaan besar, Ibn Khaldun mendapatkan izin dari Pemerintah Hafsid untuk kembali ke Tunisia. Karya ini terdiri dari tiga buah buku yang terbagi ke dalam tujuh volume, yakni Muqaddimah (1 volume), al-Ibar (4 volume), dan al-Ta’rif bi Ibn Khaldun (2 volume).
Seper- ti kebanyakan penulis pada abad empat belas, Ibn Khaldun mencampur pertimbangan-pertimbangan filsufis, sosiologis, etis, dan ekonomis da- lam tulisan-tulisannya.
- Riwayat Hidup al-Maqrizi
- Karya-karya al-Maqrizi
- Korupsi dan Administrasi yang Buruk
- Pajak yang Berlebihan
- Peningkatan Sirkulasi Mata Uang Fulus
Sebagai seorang sejarawan, al-Maqrizi mengemukakan beberapa pemikiran tentang uang melalui penelaahan sejarah mata uang yang digunakan oleh umat manusia. Untuk men- capai tujuan ini, mata uang yang dipakai hanya terdiri dari emas dan perak. Maqrizi menyatakan bahwa penciptaan mata uang dengan kua- litas yang buruk akan melenyapkan mata uang yang berkualitas baik.
Lebih jauh, al-Maqrizi mengemukakan bahwa kebijakan pemerin- tah tersebut berimplikasi terhadap keberadaan mata uang lainnya.
- Biografi
Pada dasarnya al- Maqrizi membagi penyebab inflasi menjadi dua penyebab utama, yaitu penyebab alamiah (natural inflation) dan penyebab kesalahan manu- sia (humman error inflation). Pada tahun 1737 M, dia menerjemah Al-Qur’an ke bahasa Persia untuk pertama kalinya di India. Putranya, Abdul Qodir, menerjemah Al-Qur’an ke Urdu un- tuk pertama kali di India.
Pada sisi lain, Shah Waliullah menyiapkan Muslim India untuk sebuah jihad sejati guna mendirikan pemerintahan Islam di India.
- Sistem Ekonomi Islam
- Tujuan Berekonomi dalam Islam a. Kebebasan Individu
- Prinsip-prinsip Dasar Sistem Ekonomi Islam a. Kepemilikan pribadi dan batasannya
- Teori Bunga
Maka melalui hal yang global tersebut akan terlihat jelas tujuan dan maksud dari Al-Qur’an dan Hadis yang mengatur segala aspek kehidupan sebagaimana mesti- nya.Dalam aspek kehidupan, mulai dari urusan pribadi sampai budaya dan masalah sosial, Islam menentukan landasan yang sama untuk pe- doman manusia dan menggunakannya juga ke dalam sistem ekonomi. Karena itulah Islam tidak bersandar seluruhnya kepada hukum untuk menegakkan keadilan sosial, tetapi memberikan otoritas utama kepada pembentukan moral manusia se- perti iman, takwa, pendidikan, dan lainnya.Jika pembentukan moral mengalami kegagalan, maka masyarakat Muslim harus menggunakan tekanan yang kuat kepada individu untuk menjaga mereka kepada ba- tasan yang ditentukan. Untuk kelas yang seperti ini Islam tidak menghapusnya secara paksa, atau mengubahnya manjadi kelas dan membuatnya saling memusuhi.
Dalam hal ini, Islam tidak membagi harta kepemilikan kepada pro- duksi dan konsumsi atau menghasilkan atau tidak menghasilkan.
PEMIKIRAN EKONOMI AFZALURRAHMAN 1. Riwayat Hidup