Cabang Olahraga PON FUTSAL
1. Definisi
Futsal atau Indoor Soccer merupakan permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, dan masing-masing regu beranggotakan lima orang. Prinsip bermain futsal ialah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola atau skill dengan kaki.
2. Sejarah
Awal mula permainan ini dimulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay oleh seorang pelatih Argentina yang bernama Juan Carlos Ceriani.
Sebutan futsal pertama kali disebutkan pada saat melangsungkan kompetisi remaja (YMCA) yang berbentuk mirip sepakbola yang terdiri lima lawan lima.
Permulaan permainan ini dilakukan oleh suatu sebab yaitu ketika terjadi hujan yang lebat yang mengakibatkan tergenangnya lapangan, kemudian Ceriani memiliki ide untuk memindahkan latihan didalam sebuah gedung olahraga seukuran lapangan basket. Dengan melihat dari asal katanya FUTSAL terdiri dari 2 kata yaitu futbol atau futebol yang maknanya sama dengan sepakbola dan kata Sala atau Salon yang berarti ruangan yang diambil dari bahasa Prancis dan Spanyol.
Dengan berkembangnya Futsal di berbagai negara juga merambah ke Indonesia. Futsal masuk ke Indoensia diperkirakan sekitar tahun 2000-2001. Pada tahun 2003 dibentuklah Induk Organisasi Futsal: POFI (Persatuan Olahraga Futsal Indonesia).
3. Informasi umum
Futsal merupakan permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuan permainan ini adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki dan
anggota tubuh lain selain tangan, kecuali posisi kipper (penjaga gawang). Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan.
Lapangan futsal berukuran panjang 25 – 42 meter dan lebar sekitar 15 – 25 meter yang dibatasi garis, bukan net atau papan. Adapun bentuk lapangan futsal tidak jauh berbeda dengan lapangan sepak bola yaitu persegi panjang dengan garis dan lingkaran di bagian tengahnya. Lapangan futsal juga memiliki dua gawang. Jika lapangan futsal mengenal kotak penalti, futsal disebut dengan circle yang berbentuk setengah lingkaran. Bola yang digunakan dalam futsal berbentuk bulat dan lingkaran bola memiliki ukuran minimal 62 cm dan maksimal 64 cm atau biasa dsebut ukuran 4. Lama permainan futsal adalah 40 menit yang terdiri dari 2 babak dengan setiap babak berlangsung selama 20 menit. Apabila skor dua tim sama setelah dua babak pertandingan, permainan berlanjut dengan perpanjangan waktu selama 5 menit setiap babak. Jika skor masih juga imbang setelah 50 menit, permainan berlanjut dengan adu penalti dengan jarak 6 meter dari gawang.
4. Potensi cedera
Cedera pada pemian futsal akibat kurangnya pemanasan dan ketidakefektifkan kondisi pemain saat latihan maupun bertanding, kotak fisik antar pemain saat berlatih ataupun bertanding juga dapat menimbulkan cedera.
Jenis cedera yang sering dialami pemian anatara lain: cedera memar, cedera ligamentum, cedera pada otot dan tendon (strain), cedera angkel (sprain) perdarahan pada kulit, dan pingsan.
5. Penanganan cedera
Menurut Wibowo (1994) bahwa ada 4 tahap dalam penanganan cedera yaitu:
Rest
Diistirahatkan, tujuannya supaya perdarahan lekas berhenti dan mengurangi pembengkakan.
Ice
Kompres dingin, tujuannya untuk menghentikan perdarahan (menyempit, vasokontriksi, sehingga memperlambat aliran darah).
Compression
Balut tekan, tujuannya yaitu untuk mengurangi pembengkakan sebagai akibat perdarahan serta mengurangi pergerakkan.
Elevation
Mengangkat bagian yang cedera lebih tinggi dari letak jantung. Tujuannya supaya perdarahan berhenti dan pembengkakan dapat segera berkurang.
Karena aliran darah arteri menjadi lambat sehingga perdarahan mudah berhenti. Sedangkan aliran vena menjadi lancer, sehingga pembengkakan berkurang dengan demikian hasil-hasil jaringan yang rusak akan lancer dibuang oleh aliran darah balik dan pembuluh darah limfe.
6. Latihan cabang futsal
Dalam melakukan teknik futsal harus didapatkan dengan latihan yang keras dan dilakukan secara rutin karena olahraga futsal membutuhkan skill yang tinggi dan pengalaman yang banyak. Teknik yang dilakukan dalam bermain futsal hampir sama dengan permainan sepak bola, namun ada perbedaannya seperti faktor lapangan yang relatif lebih kecil dan permukaan lantai yang keras. Faktor fisik pemain juga harus diperhatikan karena bermain futsal dengan lapangan kecil harus melakukan gerakan-gerakan yang lincah sehingga menguras fisik maupun emosi pemain. Berikut ini adalah beberapa teknik dasar dalam bermain futsal
Teknik Kiper (Penjaga Gawang)
Tugas seorang kiper yaitu posisi siaga di area sendiri, menghalau bola, menghentikan bola, menangkap bola melempar bola dan masih banyak yang lainya.
Teknik Menendang Bola
Pergerakan cepat atau lambatnya bola ditentukan oleh seberapa kuat kaki dalam menendang bola. Dalam melakukan tendangan bola baik dalam mengoper bola ke teman satu tim ataupun dengan tendangan langsung ke arah gawang harus memperhatikan posisi kepala, posisi kaki, dan posisi bola.
Teknik Passing (Mengumpan Bola)
Dalam melakukan permainan bola futsal teknik yang paling sering digunakan saat bermain adalah teknik passing. Karena lapangan futsal yang berukuran kecil, saat pemain melakukan passing kepada teman satu tim jangan terlalu pelan ataupun terlalu cepat.
Teknik Dasar Controling (Mengontrol Bola)
Pada teknik dasar ini merupakan gambaran kemampuan pemain saat menerima bola, apakah dapat menghentikan bola dengan baik dan benar. Ada beberapa bagian tubuh yang bisa digunakan untu untuk mengontrol bola, yaitu bagian kaki, paha, dada dan kepala. Apabila bola sudah dikuasai maka kamu harus menjaga dan mempertahankan bola supaya tidak direbut oleh pemain lawan.
Teknik Dasar Dribling (Membawa Bola)
Pada teknik dasar ini membutuhkan ketahanan kaki yang kuat. Dalam permainan futsal pemain tidak boleh terlalu lama dalam membawa bola, karena hal ini bisa menyebabkan pemain lawan dapat merebut bola dari kaki kita. Ada beberapa contoh teknik dalam menggiring bola, yaitu teknik dribbling menggunakan kaki bagian luar, menggunakan kaki bagian dalam, dan menggunakan bagian punggung kaki.
Teknik Dasar Shooting (Menembak Bola)
Teknik shooting adalah menendang bola dengan pelan ataupun keras ke dalam gawang lawan, agar mendapatkan poin demi poin. Setiap pemain dapat melakukan teknik ini termasuk kiper, namun hal ini biasanya dilakukan oleh pemain penyerang dalam tim. Supaya bola dapat masuk kedalam gawang lawan, kamu harus mencari area kosong yang tidak bisa dijangkau oleh kiper.
Berikut beberapa teknik dalam melakukan tendangan ke gawang.
Teknik Dasar Chipping (Melambungkan Bola)
Untuk bisa melakukan teknik chipping kamu harus melambungkan bola dengan ujung kaki dengan memperhatikan tingkat akurasi, bukan pada kecepatan bola. Sama halnya dengan melakukan teknik passing, pada teknik chipping menggunakan ujung kaki dan posisi saat menendang harus mengenai bagian paling bawah pada bola futsal. Teknik chipping dipakai ketika pemain
lawan melakukan pressing dan tidak memungkinkan pemain untuk melakukan umpan dengan mendatar. Kita dapat melakukan teknik chipping jika berada disisi kanan atau kiri lapangan untuk memberikan bola ke teman satu tim yang berada di tengah atau bisa juga dengan memasukan bola ke dalam gawang lawan apabila kiper dalam posisi membantu penyerangan dan berada terlalu jauh dari gawang.
7. Daftar Pustaka
Saryono. (2006). Futsal sebagai Salah Satu Permainan Alternatif untuk Pembelajaran Sepakbola dalam Pendidikan Jasmani. Universitas Negeri Yogyakarta.
Febri, Aji Stiawan. (2018). Gambaran Jenis Cedera pada Pemain Futsal.
Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Sari RM, Pulungan WN. (2018). Identifikasi Penanganan Cedera Pada Atlet Futsal Putri Fik Unimed. Jurnal Ilmiah Ilmu Keolahragaan.
Julianur. 2020. Modul Mata Kuliah Futsal. Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Mahasiswa:
1. Hanifah Fadilah Putri (04011382025206) 2. Maya Trinanda (04011382025203)