• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Pembuatan Peta Garis Kontur Menggunakan Data DEMNAS

N/A
N/A
SITI AULYA

Academic year: 2025

Membagikan "Cara Pembuatan Peta Garis Kontur Menggunakan Data DEMNAS"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM

TATA CARA PEMBUATAN PETA GARIS KONTUR MENGGUNAKAN DATA DEMNAS

Diajukan untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Statistik Data Geopasial yang diampu oleh:

Dr. Iwan Setiawan, S.Pd.,M.Si Maya Indah Sari, S.Pd., M.Sc

Disusun oleh :

Siti Aulya Nurjannah (2403803) Zen Irzan Hasyadinan (2403851)

PROGRAM STUDI

SURVEI PEMETAAN DAN INFORMASI GEOGRAFIS FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

BAB I 1.1 Dasar Teori

Peta garis kontur adalah peta yang menggambarkan bentuk permukaan bumi dengan menggunakan garis yang menghubungkan titik-titik dengan ketinggian yang sama. Garis kontur ini penting untuk menggambarkan elemen topografi suatu wilayah, seperti bukit, lembah, dan dataran rendah, serta kemiringan atau lereng tanah. Dalam peta garis kontur, semakin rapat garisnya menunjukkan kemiringan yang lebih curam, sedangkan semakin jarang garis kontur menunjukkan area dengan permukaan yang lebih landai. Peta ini banyak digunakan dalam berbagai bidang, seperti perencanaan kota, geologi, pertanian, serta studi lingkungan dan bencana alam.

Data DEMNAS (Digital Elevation Model Nasional) merupakan representasi digital dari ketinggian permukaan bumi yang disajikan dalam bentuk grid. Setiap sel pada grid tersebut berisi nilai ketinggian yang menunjukkan elevasi permukaan tanah pada titik tersebut. Data DEMNAS dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti survei satelit atau lidar, dan sangat bermanfaat dalam menggambarkan detail topografi wilayah. Penggunaan data DEMNAS dalam pembuatan peta garis kontur memungkinkan pembuatan peta yang lebih akurat dan terperinci, serta dapat digunakan untuk berbagai analisis geospasial seperti pemodelan aliran air, analisis risiko bencana, dan perencanaan infrastruktur.

ArcGIS Pro adalah perangkat lunak SIG (Sistem Informasi Geografis) yang sangat efektif digunakan untuk memproses dan menganalisis data geospasial, termasuk data DEMNAS. Dengan menggunakan ArcGIS Pro, pengguna dapat mengolah data raster DEMNAS untuk menghasilkan peta garis kontur dengan berbagai interval ketinggian yang dapat disesuaikan. Perangkat lunak ini dilengkapi dengan berbagai alat analisis dan visualisasi yang memungkinkan pembuatan peta yang akurat, mudah dibaca, dan dapat digunakan untuk

(3)

berbagai aplikasi, seperti perencanaan wilayah, pengelolaan sumber daya alam, serta mitigasi dan pemantauan bencana alam.

1.2 Tujuan

Tujuan dari tata cara pembuatan peta garis kontur menggunakan data DEMNAS adalah untuk menyajikan informasi topografi yang menggambarkan bentuk dan relief permukaan bumi, seperti kemiringan dan elevasi, sehingga memudahkan pemahaman tentang karakteristik topografi suatu wilayah. Peta garis kontur yang dihasilkan dari data DEMNAS juga bertujuan untuk mempermudah analisis geografis, seperti drainase, kemiringan tanah, dan perencanaan penggunaan lahan secara akurat. Selain itu, penggunaan data DEMNAS diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan data geospasial nasional yang memberikan informasi elevasi yang dapat diandalkan. Peta garis kontur ini juga sangat berguna untuk mendukung perencanaan dan pengembangan wilayah, termasuk dalam pembangunan infrastruktur, pertanian, konservasi, dan mitigasi bencana dengan memperhatikan faktor topografi.

Selain itu, peta ini dapat menjadi alat penting dalam pendidikan dan penelitian di bidang geografi dan kartografi, serta dapat digunakan sebagai referensi dalam penelitian yang memerlukan data topografis yang presisi. Dengan tata cara pembuatan yang terstandarisasi, peta garis kontur yang menggunakan data DEMNAS dapat diakses dan diterapkan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga riset, dan masyarakat umum, sehingga meningkatkan aksesibilitas data geospasial untuk berbagai kepentingan analisis dan perencanaan.

1.3 Alat

- ArcGIS Pro - Data DEMNAS

(4)

BAB II

1. Buka aplikasi ArcGis klik map > ganti nama file

2. Klik add data pada bagan map > input data DEMNAS

(5)

3. Pilih geoprocessing pada bagian view > ketik define projection lalu klik pada bagian paling atas

4. Input data DEMNAS > pilih koor GCS_WGS_1984 > klik run

(6)

5. Ketik contour pada bagan geoprocessing lalu klik bagian paling atas

(7)

6. Input data DEMNAS > ketik 200 pada bagian contour interval lalu klik run

(8)

7. Ketik slope pada bagian geoprocessing lalu klik paling atas

(9)

8. Input data DEMNAS lalu klik run

9. Klik kanan counter pada jendeal contents > pilih label

(10)

10. Klik kanan slope DENMAS pada jendela contents > pilih symbology

11. Klik method > pilih Natural Breaks > ubah classes menjadi 5

(11)

12. Setting upper value dan label seperti dibawah ini

(12)

13. klik kanan counter pada jendela contents > klik labeling properties

14. klik countur 2 kali pada bagian fields > hapus $feuture.Id > klik tanda centang lalu klik apply

(13)

BAB III 3.1 Hasil dan Pembahasan

Laporan praktikum ini membahas tata cara pembuatan peta garis kontur menggunakan data DEMNAS (Digital Elevation Model Nasional) melalui perangkat lunak ArcGIS Pro. Laporan ini mencakup penjelasan dasar teori, tujuan, alat yang digunakan, serta langkah-langkah teknis pembuatan peta. Proses yang dijelaskan dimulai dari pengolahan data DEMNAS, penyesuaian proyeksi menggunakan koordinat GCS_WGS_1984, hingga menghasilkan peta garis kontur dengan interval tertentu. Visualisasi data dilakukan dengan metode klasifikasi Natural Breaks untuk mengelompokkan kemiringan tanah ke dalam lima kelas, yang sangat membantu dalam memahami karakteristik topografi suatu wilayah.

Langkah-langkah yang dijelaskan dalam laporan ini sudah sesuai dengan standar pengolahan data geospasial. ArcGIS Pro dipilih karena kemampuan analisisnya yang canggih dan antarmuka yang ramah pengguna, sebagaimana juga dijelaskan dalam literatur GIS seperti dalam buku Principles of Geographical Information Systems oleh Burrough & McDonnell (1998). Penggunaan data DEMNAS memberikan keakuratan dalam representasi topografi, meskipun beberapa sumber menyatakan bahwa data ini mungkin kurang memadai untuk analisis skala lokal yang membutuhkan resolusi lebih tinggi, seperti data LiDAR.

Pemanfaatan DEMNAS untuk pembuatan peta garis kontur juga relevan dengan penelitian-penelitian sebelumnya, seperti dalam jurnal "Topographic Analysis Using Digital Elevation Models," yang menunjukkan bahwa DEM berperan penting dalam berbagai analisis geospasial, termasuk pemodelan aliran air dan mitigasi bencana. Langkah visualisasi kemiringan tanah dengan Natural Breaks juga sejalan dengan rekomendasi praktik terbaik dalam analisis SIG, karena menghasilkan distribusi data yang lebih representatif. Meski begitu, laporan ini kurang mendetailkan potensi kendala yang mungkin muncul, seperti kualitas data input atau pengaruh parameter yang berbeda pada hasil akhir.

(14)

BAB IV 4.1 Kesimpulan

Laporan ini menunjukkan bahwa pembuatan peta garis kontur menggunakan data DEMNAS melalui ArcGIS Pro adalah metode yang efektif dan akurat untuk menggambarkan topografi suatu wilayah. Dengan memanfaatkan data DEMNAS yang memiliki resolusi cukup baik untuk skala nasional, peta garis kontur yang dihasilkan dapat memberikan informasi yang penting tentang kemiringan, elevasi, dan bentuk permukaan bumi. Metode klasifikasi Natural Breaks yang diterapkan dalam visualisasi kemiringan tanah memberikan hasil yang representatif, mempermudah analisis lebih lanjut, seperti perencanaan wilayah dan mitigasi bencana. Langkah-langkah yang rinci dan sistematis dalam laporan ini dapat diikuti untuk menghasilkan peta yang bermanfaat dalam berbagai bidang, seperti geologi, perencanaan tata ruang, dan penelitian lingkungan.

4.2 Saran

Meskipun prosedur yang diuraikan sudah cukup lengkap, laporan ini dapat lebih ditingkatkan dengan menambahkan analisis terhadap hasil akhir, termasuk kendala yang mungkin muncul, seperti kualitas dan resolusi data DEMNAS untuk skala lokal. Selain itu, pengujian terhadap berbagai interval kontur dan parameter lain dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang fleksibilitas metode ini. Disarankan pula untuk membandingkan perangkat lunak lain seperti QGIS atau Global Mapper, guna mengevaluasi kelebihan dan kekurangan ArcGIS Pro dalam konteks pembuatan peta garis kontur. Dengan tambahan tersebut, laporan ini dapat menjadi panduan yang lebih komprehensif dan bermanfaat bagi pengguna di berbagai sektor.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Burrough, P. A., & McDonnell, R. A. (1998). Principles of Geographical Information Systems. Oxford University Press.

Jensen, J. R. (2007). Remote Sensing of the Environment: An Earth Resource Perspective. Pearson Prentice Hall.

Badan Informasi Geospasial. (2020). DEM Nasional: Pengembangan Data Elevasi Digital Indonesia. BIG Publication.

ESRI. (2021). ArcGIS Pro Documentation. Retrieved from https://pro.arcgis.com.

Referensi

Dokumen terkait

penggambaran dengan menggunakan garis kontur yang agak jarang namun memiliki angka penunjuk kontur yang besar pada peta kontur menunjukkan relief muka bumi berbentuk .....

Kontur batimetri hasil interpolasi data awal (DA) yang ditumpang susun dengan titik perumnya: a) metode Kriging , b) metode inverse distance to power, c)

Kemudian disajikan dalam bentuk peta kontur anomali medan magnet dengan cara memasukan data lintang, bujur, dan nilai anomali magnet yang diperoleh dari hasil pengolahan

Karena dasar pembuatan peta pendaftaran adalah dari peta dasar pendaftaran (baik berupa peta garis atau peta foto), serta pelaksanaannya dapat dilakukan dengan

Metode yang digunakan dalam perhitungan sumberdaya dan cadangan yang dilakukan menggunakan metode kerucut terpancung dan metode garis kontur, karena kedua metode

Dokumen ini menjelaskan cara mengimport data ke R menggunakan dua cara

Dokumen ini berisi tentang cara membuat peta satuan lahan untuk identifikasi bentang lahan berdasarkan penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan batuan induk menggunakan

Hasil pengukuran detil diolah menggunakan Autodesk Civil 3D dan menghasilkan peta kontur digital yang menggambarkan keadaan detil situasi pada area Gedung Pertamabangan atau AL- C..