PERHITUNGAN SUMBERDAYA TERUNJUK BATUBARA MENGGUNAKAN METODE KERUCUT TERPANCUNG (FRUSTRUM) DAN METODE GARIS KONTUR (ISOLINE)
CV. AFRINDO TECHNICAL.
Khairul1, Refky Adi Nata1, Alfi Sabri1
1Jurusan Teknik Pertambangan, Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang
Abstract
Estimation of resources is an important work and great responsibility in evaluating a mining project. Can provide an estimated quantity (tonnage) of coal resources, provide an estimate of the shape of the resource dimension and distribution of the level of space, as well as the amount of resources determining the age of the mine and the boundaries of mining activities based on this resource estimate. CV. Afrindo is conducting exploration activities detailed in the site permit areas PT. BAS, on the CV. Afrindo there is no calculation of coal's designated resources in CV. Afrindo Technical, North Bengkulu. The purpose of this study is to determine the amount of coal indicated resources using the cone and the contour line method in the CV. Afrindo Technical. Based on the research results obtained coal indicated resources using the method of cone beheaded (frustrum) in the CV. Afrindo Technical obtained coal volume of 276,155,676.90 m3 and coal tonnage of 359,002,379.97 tons / m3. And coal-directed resources use the contour line method (isoline) in the CV. Afrindo Technical obtained coal volume of 26,086,670.78 m3 and coal tonnage of 33,912,672.01 tons / m3.
Keywords: pointed resources, exploration, frustrum, isoline
Abstrak
Estimasi sumberdaya merupakan suatu pekerjaan yang penting dan besar tanggung jawabnya dalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan. Dapat memberikan taksiran kuantitas (tonase) dari sumberdaya batubara, memberikan perkiraan bentuk dimensi sumberdaya dan distribusi ruang kadarnya, serta jumlah sumberdaya menentukan umur tambang dan batas-batas kegiatan penambangan dibuat berdasarkan taksiran sumberdaya ini. CV. Afrindo sedang melakukan kegiatan eksplorasi rinci di site wilayah IUP PT. BAS, pada CV. Afrindo belum adanya perhitungan sumberdaya terunjuk batubara di CV. Afrindo Technical, Bengkulu Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah Menentukan jumlah sumberdaya terunjuk batubara menggunakan metode kerucut terpancung dan metode garis kontur di CV. Afrindo Technical. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh sumberdaya terunjuk batubara menggunakan metode kerucut terpancung (frustrum) di CV. Afrindo Technical didapatkan volume batubara 276.155.676,90 m³ dan tonnase batubara 359.002.379,97 ton/m³. Dan sumberdaya terunjuk batubara menggunakan metode garis kontur (isoline) di CV. Afrindo Technical didapatkan volume batubara 26.086.670,78 m³ dan tonnase batubara 33.912.672,01 ton/m³.
Kata kunci: sumberdaya terunjuk,eksplorasi, frustrum, isoline
PENDAHLUAN
Investasi dibidang pertambangan batubara memerlukan jumlah dana yang sangat besar, mengingat biaya yang dikeluarkan pada tahap eksploitasi besar maka setelah tahapan eksplorasi maka tahapan selanjutnya adalah memutuskan apakah kegiatan akan dilanjutkan ke tahap eksploitasi. Untuk itu perlu perhitungan (estimasi) sumberdaya yang akurat, guna memperoleh tonase batubara sehingga nanti dapat dijadikan acuan kebijakan investasi perusahaan untuk tahap berikutnya.
Estimasi sumberdaya merupakan suatu pekerjaan yang penting dan besar tanggung jawabnya dalam mengevaluasi suatu proyek pertambangan. Dapat memberikan taksiran kuantitas (tonase) dari sumberdaya batubara, memberikan perkiraan bentuk dimensi sumberdaya dan distribusi ruang kadarnya, serta jumlah sumberdaya menentukan umur tambang dan batas-batas kegiatan penambangan dibuat berdasarkan taksiran sumberdaya ini.
CV. Afrindo sedang melakukan kegiatan eksplorasi rinci di site wilayah IUP PT. BAS, kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data bawah permukaan dari setiap kedalaman sumuran bor, data bawah permukaan yang dimaksud adalah meliputi kedalaman dan litologi batuan, data-data inilah yang akan menjadi acuan untuk perusahaan agar dapat mengestimasi berapa besar kuantitas (tonnase) batubara dari data yang mereka punya serta memberikan perkiraan geometri 3 dimensi dari endapan batubara serta distribusi (spasial) dari nilainya (Badan standarisi nasional-BSN, 2011).
Eksplorasi rinci ini dimaksud untuk mengetahui kuantitas dan kualitas serta model tiga-dimensi endapan batubara secara lebih rinci. Kegiatan yang harus dilakukan adalah pemetaan geologi dan topografi dengan skala minimal 1:2.000, pemboran dan pemercontoan yang dilakukan dengan jarak yang sesuai dengan kondisi geologinya, logging geofisika, serta pengkajian geohidrologi dan geoteknik, (Badan standarisasi nasional-BSN.2011).
Kegiatan eksplorasi batubara diperoleh titik-titik yang diketahui koordinatnya,
misalnya titik-titik singkapan batubara, titik- titik referensi topografi, titik-titik lokasi bor, titik-titik perpotongan pemboran dengan bidang perlapisan batubara,serta data-data pendukung lainnya. Titik-titik tersebut umumnya tidak ditangani dan dinyatakan dalam bentuk ekspresi yang sistematik dalam bentuk model konseptual endapan batubara
Metode yang digunakan dalam perhitungan sumberdaya dan cadangan yang dilakukan menggunakan metode kerucut terpancung dan metode garis kontur, karena kedua metode ini cocok digunakan untuk menghitung sumberdaya dan cadangan yang akan diestimasi adalah batubara yang pada umumnya pelamparanya horizontal berbentuk perlapisan (tabular) dan metode ini cocok digunakan untuk ketebalan maupun kualitas yang relatif seragam (Notosiswoyo. 2005).
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada wilayah pengeboran eksplorasi Aftech, dari hasil kegiatan pengeboran eksplorasi penulis melakukan teknik pengumpulan data agar dapat menghasilkan data yang akurat dan berhubungan dengan perhitungan sumberdaya terunjuk batubara yaitu:
1. Mengikuti kegiatan pengeboran eksplorasi batubara yang dilakukan oleh CV. Afrido Technical.
2. Mengumpulkan koordinat titik pengeboran eksplorasi batubara menggunakan GPSMAP 62s.
3. Mengambil dokumentasi serta menganalisa cutting pengeboran yang keluar dari kegiatan eksplorasi batubara.
Data yang didapatkan dari lapangan akan diinput kedalam software tambang sesuai dengan kebutuhan pengolahan data untuk mendapatkan berapa besar tonnase batubara serta mengetahui nilai.
A. Metode Kerucut Terpancung (isoline) Metode kerucut terpancung merupakan salah satu metode perhitungan sumberdaya
maupun cadangan batubara dengan cara konvensional. Metode ini dapat digunakan apabila volume endapan mempunyai bentuk seperti kerucut terpancung dengan L1/L2 lebih kecil 0,5. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
Gambar 1 Kerucut Terpancung
Adapun persamaan untuk mengestimasi volume batubara dengan menggunakan persamaan kerucut terpancung (Frustum) adalah sebagai berikut:
V = √ ………(1)
(Sumber: Haris. 2005)
Keterangan:
V = Volume Batubara (m3) L1, = luas sisi atas kerucut (m2).
L₂ = Luas sisi bawah kerucut (m2) t = Tinggi kerucut (m)
Sedangkan untuk menghitung tonnase dari batubara menggunakan metode kerucut terpancung (frustrum) dapat menggunakan persamaan sebagai berikut:
T = V×𝜌………(2)
(Sumber: Haris. 2005)
Keterangan:
T = Tonnase Batubara (ton/m3) V = Volume Batubara (m3)
𝜌 = Bobot Isi Batubara (1.3 ton/m3) B. Metode Garis Kontur (Isoline)
Metode garis kontur, yaitu menggunakan kurva garis yang menghubungkan titik-titik dengan nilai yang sama. Metode garis kontur (Isoline) digunakan untuk endapan dengan kadar dan ketebalan yang berubah-ubah, terutama untuk endapan dengan tebal dan kadar yang memusat. Metode ini tidak tepat untu
kendapan yang kompleks dan terputus-putus.
Pada endapan bahan galian berupa bukit yang bergelombang maka metode ini sangat tepat karena metode ini sangat dipengaruhi oleh perubahan elevasi. Rumus yang digunakan untuk perhitungan umumnya memakai rumus metode penampang dan gambar metode garis kontur dapat dilihat pada gambar 2, persamaan metode garis kontur (isoline) adalah sebagai berikut:
Gambar 2 Garis Kontur
……….(3)
(Sumber: Haris. 2005)
Keterangan:
A1 = Luas area kontur pada elevasi Z1 = Luas area kontur pada elevasi Z2 = Jarak interval penampang kontur.
Sedangkan untuk menghitung tonnase dari batubara menggunakan metode garis kontur (isoline) dapat menggunakan persamaan sebagai berikut:
T = V×𝜌………(2)
(Sumber: Haris. 2005)
Keterangan:
T = Tonnase Batubara (ton/m3) V = Volume Batubara (m3)
𝜌 = Bobot Isi Batubara (1.3 ton/m3) HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Metode Kerucut Terpancung (Frustrum) Setelah melakukan teknik pengolahan data menggunakan software tambang didapatkan pemodelan kerucut terpancung (frustrum) sebanyak 12 kerucut terpancung, dari hasil 12 kerucut terpancung yang
2 2
1 A
Z A
V
didapatkan peneliti bisa menghitung berapa besar volume dan tonnase batubara. Ini adalah salah satu contoh kercut terpancung yang peneliti buat menggunakan software tambang, peta kerucut terpancung yang telah dibuat peneliti import ke software auto land desktop agar bisa disave dalam format jpg maupun dalam format pdf, gambar 3 merupakan contoh dari hasil peta kerucut terpancung, yang bewarna biru merupakan L1 sedangkan yang berwarna pink merupakan L2 dan garis yang berwarna merah merupakan batas dari daerah pengeboran yang penulis teliti.
Gambar 3 Peta Kerucut Terpancung
Dari hasil kerucut terpancung (frustrum) yang didapatkan penulis merangkum dalam bentuk penyajian tabel agar perhitungan yang dilakukan lebih terlihat jelas, setiap luas kerucut terpancung yang didapatkan diolah menggunakan persamaan 1, untuk menghitung tonnase batubara dapat dihitung menggunakan persamaan 2. Rekapitulasi dari hasil perhitungan metode kerucut terpancung dapat dilihat pada tabel 1, berikut penulis contohkan salah satu cara menghitung volume batubara menggunakan persamaan 1.
1 2 1 2
3t l l l l
v
6,00 305.270.83
8,00 132.470.05
6,00 305.270.83
8,00 132.470.05 3
v 6
m3
8,0 148.604.64
v
Dari hasil perhitungan persatu-satu blok kerucut terpancung (frustrum) seperti contoh diatas, ditambahkan semua volume dan dikalikan dengan berat jenis batubara didapatkanlah tonnase dari batubara tersebut.
Tabel 1. Perhitungan Metode Kerucut Terpancung (Frustrum)
B. Perhitungan Metode Garis Kontur (Isoline) Perhitungan sumberdaya terunjuk batubara menggunakan metode garis kontur (isoline) adalah metode yang dibentuk dengan topografi daerah pengeboran eksplorasi.
Peneliti menggunakan interval 2 m, pada setiap garis kontur dihitung berapa luasan dari garis tersebut. Pada gambar 4 dapat dilihat garis-garis kontur dari hasil titik pengeboran eksplorasi batubara.
Gambar 4 Peta Garis Kontur
Dari hasil garis kontur (isoline) yang didapatkan penulis merangkum dalam bentuk penyajian tabel agar perhitungan yang dilakukan lebih terlihat jelas, setiap luas
Metode Volume Tonnase Perhitunga
n
Batubara (m³)
Batubara (ton/m³) Kerucut
Terpancung 276.155.676, 9
359.002.379, (frustrum) 9
garis kontur yang didapatkan diolah menggunakan persamaan 3, untuk menghitung tonnase batubara dapat dihitung menggunakan persamaan 4.
Rekapitulasi dari hasil perhitungan metode kerucut terpancun g dapat dilihat pada tabel 2, berikut penulis contohkan salah satu cara menghitung volume batubara menggunakan persamaan 3.
A T
v A
2 2 1
2 2
7343,08
2655,48
v
m3
9998,56
v
Dari hasil perhitungan persatu-satu garis kontur (isoline) seperti contoh diatas, ditambahkan semua volume dan dikalikan dengan berat jenis batubara didapatkanlah tonnase dari batubara tersebut.
Tabel 2. Perhitungan Metode Garis Kontur (Isoline)
KESIMPULAN
1. Perhitungan sumberdaya terunjuk batubara menggunakan metode kerucut terpancung (frustrum) di CV. Afrindo Technical didapatkan volume batubara
276.155.676,90 m³ dan tonnase batubara 359.002.379,97 ton/m³.
2. Perhitungan sumberdaya terunjuk batubara menggunakan metode garis kontur (isoline) di CV. Afrindo Technical didapatkan volume batubara 26.086.670,78 m³ dan tonnase batubara 33.912.672,01 ton/m³.
DAFTAR PUSTAKA
Ari Nur Amri, Analisa Sumberdaya Terunjuk Batubara Menggunakan Metode Penampang (Cross Section) dan Metode Segitiga (Triangulasi) CV. Afrindo Technical (AFTECH) Dilapangan X, Skripsi, 2019.
Arno Edwin Gilang Pratama, Estimasi Cadangan BatuKapur Dengan Metode Cross Section Dibandingkan Metode Kontur, Sulawesi Selatan. Vol VI.No.2. (2010)
M Romi Syahrial, Perhitungan Cadangan Batu Andesit,, Desa Maguan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 85-94 (2016) MHD Multazam, Potensi dan Pemamfaatan
Batu Gamping, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 1- 9 (2004)
Muhammad Rizwan Rozali, Perhitungan Cadangan Batubara dan Permodelan Pit, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Jurnal Geosapta Vol. 1 No.(
2015)
Prasetyo Haryo Aji, Penaksiran Cadangan Pasir Batu, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 1-7 (1998)
Riko Ervil, Buku Panduan Penulisan dan Ujian Skripsi STTIND padang, Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang, Padang (2015)
SNI 5015 – 2011. Pedoman Pelaporan, Sumberdaya dan Cadangan Batubara.BSN Jakarta. 2011
Metode Volume Tonnase Perhitungan
Batubara (m³)
Batubara (ton/m³) Garis Kontur
(isoline)
26.086.670,7 8
33.912.672,0 1
Metode Volume Tonnase Perhitunga
n
Batubara (m³)
Batubara (ton/m³) Kerucut
Terpancung
276.155.676,9 0
359.002.379,9 7
(frustrum)
Garis Kontur
(isoline) 26.086.670,78 33.912.672,01