Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan Dalam Penanganan Pandemi Covid-19 • 25. RPP : Rancangan Peraturan Pemerintah RTRW : Rencana Tata Ruang Wilayah RUU HIP : RUU tentang.
PERENCANAAN TAK MATANG SEBAGAI PROBLEM BERULANG
PENDAHULUAN
CAPAIAN RENDAH, LEGITIMASI MINIM Dari aspek kuantitas, DPR mengakhiri 2020 dengan capaian
Persoalan serupa juga muncul dalam proses revisi UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba). Revisi UU No. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (UU Mahkamah Konstitusi) juga menunjukkan pola yang sama.
EVALUASI DAN DEGRADASI FUNGSI PROLEGNAS Evaluasi Prolegnas yang dilakukan DPR pada pertengahan
Proses penyusunan undang-undang yang cepat dan mengabaikan partisipasi masyarakat dalam tiga peristiwa tersebut jelas melanggar UU KPS. 17 Pusat Kajian Hukum dan Kebijakan Indonesia, “Degradasi Perencanaan Legislatif Atas Nama Evaluasi”, pshk.or.id, 3 Juli 2020.
TINJAUAN KUALITAS LEGISLASI
Apakah materi muatan peraturan perundang-undangan telah dipelajari dan diteliti secara mendalam dan menyeluruh (berdasarkan bukti). Penilaian terhadap peraturan perundang-undangan, keputusan Mahkamah Konstitusi, UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya (koordinasi) Apa isi peraturan perundang-undangan?
TINJAUAN PROSES LEGISLASI
- Berdasarkan Prosedur Pembentukan
- Berdasarkan Kualitas Partisipasi
Mahkamah Konstitusi sendiri tidak memberikan pendapat mengenai bagaimana partisipasi masyarakat menjadi penting secara konstitusional dalam penyusunan undang-undang. Peran serta masyarakat dalam penyusunan undang-undang diatur dalam Undang-Undang Kemitraan Pemerintah-Swasta dan Peraturan Perundang-undangan.
PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG- UNDANG TENTANG KEBIJAKAN KEUANGAN NEGARA
MENGURAI UNDANG-UNDANG
Pelajaran dari Krisis Ekonomi 2008
10 Perppu Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009. Namun, Indonesia baru memiliki pengaturan dana talangan yang komprehensif setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Keuangan Krisis Sistem.
Materi Pengaturan dan Sejumlah Catatan Presiden menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2020 dengan
Undang-undang ini dirancang untuk menciptakan stabilitas sistem keuangan yang kuat dalam menghadapi ancaman, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Undang-undang ini juga membentuk Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).13.
Peraturan Pelaksana Terbit dalam Waktu Singkat Perppu ini mengamanatkan pembentukan ketentuan pelaksa-
Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk mendukung kebijakan keuangan negara dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19. Tata cara pemberian subsidi bunga/subsidi margin untuk mendukung pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional 9 Peraturan Menteri.
Penentuan Prioritas di Tengah Bencana
Kecuali terdapat unsur penyalahgunaan wewenang, anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan, anggota Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan dan pejabat atau pegawai Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Pengawas Keuangan dan Perusahaan Penjamin Simpanan tidak dapat dituntut, baik secara perdata, maupun sanksi pidana atas pelaksanaan fungsi, tugas, dan wewenangnya berdasarkan undang-undang ini.” 16 § 22 UU Nomor 11 Tahun 2016 berbunyi sebagai berikut: “Menteri, Wakil Menteri, Pegawai Kementerian Keuangan, dan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Pengampunan Pajak tidak dapat dilaporkan, digugat, diselidiki, disidik atau dituntut, baik secara perdata maupun pidana, apabila pelaksanaan tugasnya didasarkan pada itikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.”
PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG TENTANG PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA
- Catatan atas Proses Pembentukan
- Catatan atas Materi Muatan
- Tindak Lanjut Revisi UU Minerba
Tidak adanya pembahasan DIM mengakibatkan tidak terpenuhinya ketentuan pengalihan UU Minerba hasil revisi sesuai dengan ketentuan UU Kerja Sama Pemerintah-Swasta. Ancaman sanksi administratif dan pidana diatur baik dalam UU Minerba Tahun 2009 maupun dalam UU Minerba hasil revisi.
PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG TENTANG PEMILIHAN
- Adaptasi terhadap Pandemi
- Proses Pembentukan Singkat, Minim Transparansi dan Partisipasi Publik
- Pro-Kontra Pelaksanaan Pilkada di Tengah Pandemi Akar perdebatan pembentukan Perppu Nomor 2 Tahun 2020
48 Fitria Chusna Farisa, “Langkah KPU yang menunda 4 tahap pilkada di tengah wabah corona dinilai tepat”, kompas.com, 23 Maret 2020. Dalam rapat kerja berikutnya, Komisi II DPR akhirnya menyetujui persetujuan tersebut opsi untuk menunda selama 3 bulan dengan pemungutan suara pada 9 Desember 2020.50 Keputusan ini diambil meski Badan Pengendalian Pemilihan Umum (Bawaslu) dan KPU mengusulkan diadakannya pemungutan suara pada September 2021 sebagai opsi yang paling layak.51. Lihat Ingki Rinaldi, "KPU menghadirkan tiga opsi penundaan Pilkada 2020 kepada DPR dan pemerintah", kompas.com, 30 Maret 2020.
Selain itu, Staf Ahli Kantor Staf Presiden Donny Gahral menyatakan beberapa masukan sudah dipertimbangkan namun masih harus diambil keputusan.60 Ia menekankan pentingnya protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada 2020 untuk mengurangi penularan untuk mencegah. dari Covid-19. Ironisnya, Pilkada 2020 masih digelar di 22 daerah yang sejak awal berada dalam zona merah Covid-19.63 Sikap inkonsisten juga ditunjukkan pemerintah yang memberi kesan bahwa pada akhirnya sulit menyelenggarakan Pilkada 2020. merupakan instrumen demokrasi yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.
PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI
- Catatan atas Proses Pembentukan Perubahan Ketiga UU MK
- Catatan atas Materi Muatan Perubahan Ketiga UU MK
Namun, Perubahan Ketiga UU Mahkamah Konstitusi sama sekali tidak mempertimbangkan kebutuhan tersebut. Setidaknya ada enam catatan mengenai prosedur formal dalam Perubahan Ketiga UU Mahkamah Konstitusi yang terbagi dalam tiga tahap pembuatan undang-undang. Namun proses terbentuknya Perubahan Ketiga UU Mahkamah Konstitusi menunjukkan setidaknya ada empat asas yang dilanggar, yaitu sebagai berikut.
Namun Perubahan Ketiga UU MK tidak menjawab permasalahan kelembagaan yang dihadapi MK. Namun Perubahan Ketiga UU Mahkamah Konstitusi yang fokus pada peningkatan masa jabatan hakim tidak mencerminkan efisiensi dan efektivitas. Dari segi materil, Perubahan Ketiga UU Mahkamah Konstitusi tidak berdampak pada hal-hal materil terkait penguatan kelembagaan Mahkamah Konstitusi.
UNDANG-UNDANG TENTANG BEA METERAI Rancangan Undang-Undang tentang Bea Meterai (RUU Bea
- Penyesuaian terhadap Zaman
- Antisipasi terhadap Risiko dan Kesiapan Infrastruktur Kebijakan
Pada masa keanggotaan DPR, RUU Bea Meterai kembali diajukan pemerintah yang tertuang dalam Keputusan DPR RI Nomor 46/DPR RI/. Infografis lebih lanjut mengenai pembahasan RUU Bea Meterai dapat dilihat pada "Pembahasan RUU Bea Meterai Prioritas Tahun 2020", antarnews.com, 27 Agustus 2020. Masukan terkait penyesuaian jenis dokumen dan transaksi yang dikenakan bea meterai kritik RUU Bea Meterai yang tidak mencantumkan secara jelas subjek dan objek pajaknya.
Pemerintah menilai tarif bea materai yang berlaku saat ini sudah tidak relevan lagi dengan situasi perekonomian saat ini. Terdiri dari 12 bab dan 32 pasal, risalah UU Meterai ini fokus pada enam badan pengatur sebagai berikut. Kemudian, batasan nilai dokumen yang memuat sejumlah uang yang dikenakan bea materai adalah Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah).
UNDANG-UNDANG TENTANG CIPTA KERJA Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
- Pelibatan Aparat Hukum dalam Sosialisasi Sejak pertama kali presiden menyebutkan penggunaan metode
- Kontroversi Perubahan Materi dan Pengabaian Prosedur
- Naskah yang Terus Berubah sebagai Cerminan Masalah
Dua peristiwa tak biasa ini menjadi indikasi kuatnya keinginan politik pemerintah untuk mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang. Lebih lanjut, peta materi RUU Cipta Kerja yang mendapat penolakan masif dari masyarakat dapat dilihat pada Tabel 2.5. Tingkat kerumitan setiap pengelompokan persoalan dalam RUU Cipta Kerja berbeda-beda, begitu pula dengan intensitas penolakannya.
Kritik metodologis tidak hanya ditujukan pada omnibus yang menjadi dasar rancangan RUU Cipta Kerja. Hingga akhirnya pemerintah dan DPR menyetujui RUU Cipta Kerja sebagai UU pada 5 Oktober 2020. Namun, penolakan dan walkout tersebut tidak digubris oleh Ketua DPR dan tetap mengklaim DPR menyetujui RUU Cipta Kerja sebagai UU.99.
TINJAUAN UMUM LEGISLASI 2020
CORAK LEGISLASI ERA PANDEMI
- Tidak Berfokus pada Penanganan Pandemi Covid-19 Fungsi legislasi yang dimiliki DPR seolah-olah absen dari upaya
- Banjir Perkara Judicial Review Pasca-Pengesahan Kecenderungan lain yang terjadi pada hampir semua Undang-
- KARAKTER LEGISLASI PERIODE JOKOWI Dalam presidensialisme Indonesia pasca-amendemen UUD
- Tren Tahun Pertama
- Perppu sebagai Jalan Pintas Kekuasaan Aspek lain yang selalu menarik dibahas dalam hal kewenangan
- COVID-19 DAN LAHIRNYA UNDANG-UNDANG KONTROVERSIAL
Keenam undang-undang yang telah dibahas secara mendalam pada bab sebelumnya secara umum mempunyai kecenderungan umum yang sama secara substansi. Selain itu, DPR harus bisa mengambil inisiatif untuk mengusulkan pembaruan secara cepat dan terbatas terhadap sejumlah undang-undang yang berkaitan erat dengan penanganan epidemi. 6 Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.
Hanya UU No. 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai yang berakhir masa berlakunya hingga tahun 2020 tidak diajukan ke Mahkamah Konstitusi (lihat Tabel 3.1). Selain itu, ketentuan Pasal 22D UUD 1945 memberikan kewenangan kepada Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk merumuskan undang-undang tentang otonomi daerah. Bagian ini akan mengulas dua isu dalam konteks pembuatan undang-undang yang patut disoroti dalam perjalanan enam tahun kepemimpinan Presiden Jokowi.
PARLEMEN, DEMOKRASI, DAN KORUPSI DALAM PANDEMI
MENGURAI CHECKS AND BALANCES DALAM PROSES LEGISLASI DI INDONESIA
- Absennya Checks and Balances dalam Legislasi Masa Pandemi
- Menumpu Legislasi pada Lembaga Yudisial Pemerintahan di masa Soekarno dan Soeharto memberikan
Berbicara mengenai proses pembentukan undang-undang dan peran lembaga pemerintah tidak akan lengkap jika tidak membahas check and balances. 22 Al Atok, “Checks and Balances in Bicameral Lawmaking in 5 (Lima) Negara Kesatuan”, Jurnal Legislatif Indonesia, Vol 13, No. PSHK menekankan bahwa proses legislasi minimal memiliki checks and balances, setidaknya pada tiga undang-undang: (1) UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu Kebijakan Keuangan Penanganan Pandemi Covid-19; (2) UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan UU Minerba; dan (3) Undang-undang tentang penciptaan lapangan kerja.
Tidak lengkap rasanya menjelaskan kurang optimalnya implementasi mekanisme checks and balances dalam proses legislasi tanpa menyebutkan jalur yang ditempuh UU Cipta Kerja hingga menjadi undang-undang. Praktik legislasi dalam revisi UU KPK – sebagaimana juga terlihat pada penyusunan UU Cipta Kerja – dimana pembentuk undang-undang melakukan penyusunan materi secara serampangan dan tidak partisipatif, tidak terjadi dalam negara hukum yang menjunjung tinggi undang-undang. demokrasi. Peninjauan kembali peraturan hukum hendaknya menjadi perwujudan mekanisme checks and balances yang dilakukan oleh pemegang kekuasaan yudikatif atas kekuasaan eksekutif dan legislatif dalam proses legislasi.
MENYOAL SANKSI DALAM PERATURAN KEPALA DAERAH
- Kedudukan Perkada dalam Sistem Perundang-undangan Indonesia
Tindak lanjut dari kebijakan PSBB tersebut salah satunya adalah penerapan adaptasi kebiasaan baru yang berpedoman pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 (Inpres Protokol COVID-19 ). 19). Melalui Inpres tersebut, Presiden menginstruksikan kepada para gubernur, bupati, dan walikota untuk menyusun dan menetapkan peraturan induk daerah (Perkada) dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub), Peraturan Bupati (Perbup), atau Peraturan Walikota (Perwal), tergantung pada ruang lingkupnya. peraturan tersebut. kewenangannya yang mengatur tentang kewajiban masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, disertai sanksi atas pelanggaran penerapan protokol kesehatan.62. Sejumlah kepala daerah menyikapi instruksi presiden tersebut dengan menyusun peraturan daerah yang memuat sanksi mulai dari teguran lisan dan tertulis, kerja sosial, denda administratif hingga penghentian sementara atau penghentian sementara pelaksanaannya.
62 Tri Wahyuni, “Efektifitas Peraturan Kepala Daerah tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Protokol Kesehatan di Lingkungan Pemerintahan Daerah,” Jurnal Administrasi Publik Puslatbang KMP LAN, Vol. Di Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta misalnya, hingga September 2020, terkumpul Rp4,3 miliar melalui denda yang dikenakan kepada 158 ribu orang atau badan yang melanggar protokol kesehatan.63. Selain itu, timbul pula pertanyaan sejauh mana sistem hukum Indonesia memperbolehkan pengaturan sanksi dalam peraturan daerah.
UUD 1945;
- Pencantuman Sanksi dalam Perkada
- PENTAS POLITIK DINASTI DI TENGAH BENCANA Kontroversi pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi terus
- Kebijakan yang Dipaksakan dan Ketidaksiapan Penyelenggara
- Politik Dinasti dan Ancaman terhadap Demokrasi Isu lain yang juga hangat pada perhelatan Pilkada 2020 adalah
- PEMBERANTASAN KORUPSI DI MASA PANDEMI Tahun 2020 adalah tahun berat pemberantasan korupsi. Pada
- MAJU-MUNDUR PENGARUSUTAMAAN ISU DISABILITAS DALAM LEGISLASI
- Langkah Maju
- Langkah Mundur
- Proyeksi Tindak Lanjut
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas (UU Penyandang Disabilitas) telah diundangkan empat tahun lalu, namun belum seluruh peraturan pelaksanaannya diterbitkan. Keberhasilan pemerintah menerbitkan tujuh dari delapan PP yang direncanakan merupakan sebuah langkah maju dalam implementasi UU Penyandang Disabilitas. 5 PP Nomor 42 Tahun 2020 tentang Aksesibilitas Permukiman, Pelayanan Publik dan Perlindungan Bencana Bagi Penyandang Disabilitas.
Sayangnya, kiprah pemerintah dalam membentuk PP penerapan UU Penyandang Disabilitas belum bisa direplikasi dalam penyusunan peraturan terkait isu disabilitas lainnya. Dari segi isi, UU Cipta Kerja masih menggunakan kata “penyandang disabilitas” untuk menyebut penyandang disabilitas. Hal ini bertentangan dengan ketentuan Pasal 148 UU Penyandang Disabilitas yang menyebutkan istilah “penyandang disabilitas”.
PENUTUP
UU Cipta Kerja UU Cipta Kerja dicap sebagai produk legislasi terburuk sepanjang sejarah Indonesia oleh banyak kalangan. Bahkan penggunaan metode omnibus yang belum diakui secara formal dalam sistem legislasi berdasarkan Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (UU PPP)9, DPR tidak kritis terhadap teks tersebut. Putri, “Para ahli menyebut UU Cipta Kerja sebagai praktik legislatif terburuk di era reformasi,” tempo.co, 5 November 2020.
Penggunaan metode omnibus sebagai cara penyempurnaan regulasi tanpa melihat kembali rencana pembentukan badan regulasi khusus seperti yang dibicarakan Presiden Jokowi pada awal tahun 2019 dapat dimaknai sebagai langkah yang ahistoris.11 Padahal, revisi UU KPS melalui Undang-undang Nomor 15 Tahun 2019 memberikan ruang bagi pemerintah untuk membentuk badan tersebut. Puncaknya adalah peristiwa perubahan pasal pada saat naskah Undang-undang yang ditandatangani Presiden Jokowi akan diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Serangkaian undang-undang yang bermasalah membuat masyarakat semakin sulit menghapus kesan adanya konspirasi kekuasaan dalam proses legislasi sepanjang tahun 2020.