Para pemirsa rahimakumullah,
Tidak dipungkiri bahwa kemaksiatan memang mendatangkan kelezatan. Oleh karenanya, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah mengisyaratkan hal ini dalam haditsnya,
ِتّفُحَو
ُراّنلا
ِتاَوَهّشلاِب
"dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat." (HR. Muslim)
Artinya kalau seseorang ingin masuk neraka Jahannam maka dia akan melewati pagar-pagar syahwat tersebut. Dia akan merasakan kelezatan-kelezatan sehingga akhirnya terjerumus ke dalam neraka Jahannam. Dan maksiat juga demikian, mendatangkan kelezatan. Secara umum akan mendatang kelezatan.
Zina itu mendatangkan kelezatan. Olen karena itu banyak orang yang suka dengan zina.
Kemudian meminum khamr juga mendatangkan kelezatan. Orang-orang hobi dan kecanduan minum khamr. Tidak usah jauh-jauh. Ghibah, ngerumpi, menceritakan kejelekan orang lain juga mendatangkan kelezatan.
Sebagai bukti, bahwasanya acara-acara ghibah itu paling disenangi dan disukai oleh masyarakat. Mengapa? Karena mereka menemukan kelezatan tatkala menghadiri acara-acara ghibah. Demikian juga orang yang berghibah ria. Seandainya Anda terjerumus dalam ghibah, Anda akan merasakan kelezatan tatkala sedang mengghibah.
Namun lihatlah, setelah maksiat apa yang terjadi? Kelezatan tersebut telah selesai. Yang tersisa hanyalah hisab. Akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Yang tersisa adalah kegelisahan, gundah gulana, kekawatiran, dan ketidaktenangan. Ini dirasakan oleh setiap pelaku maksiat. Hal ini tidak bisa dipungkiri.
Namun ingatlah, kelezatan tersebut hanya sementara. Setelah pergi kelezatan tersebut, akan ada kegelisahan dan kekeringan di dalam hati Anda. Dan akan ada gundah gulana. Setelah itu Anda akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jika Anda ingin bahagia, maka bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Laksanakan ketaatan, maka kebahagiaan tersebut akan selalu ada di hati Anda.
Wallahu alam bishshawab.