• Tidak ada hasil yang ditemukan

ceramah ustaz junaidi hamsyah (analisis campur kode) skripsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ceramah ustaz junaidi hamsyah (analisis campur kode) skripsi"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Penegasan Istilah

Agar tidak terjadi salah penafsiran istilah-istilah dalam penelitian yang berjudul “Ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah (Analisis Campur Kode). Pencampur kode adalah seseorang yang menggunakan lebih dari satu bahasa dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

LANDASAN TEORI

Sosiolinguistik

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sosiolinguistik adalah ilmu yang mempelajari penggunaan bahasa dalam masyarakat dengan memperhatikan fungsi variasi bahasa, ciri-ciri bahasa dan penggunaan bahasa dalam interaksi dalam masyarakat tutur.

Masyarakat Tutur

Peristiwa Tutur

Kunci, mengacu pada nada, cara atau semangat menyampaikan pesan gembira, gembira, serius, mengejek, dan sebagainya. Genre mengacu pada kategori atau ragam bahasa yang digunakan dalam bentuk penyampaian seperti narasi, puisi, peribahasa, doa, dan lain-lain.

Kedwibahasaan

Weinreich dalam bukunya Padmadewi, Ni Nyoman et al menyebut dwibahasa bawahan untuk dwibahasa di mana bahasa kedua lebih banyak dipengaruhi oleh bahasa pertama. Dwibahasa yang produktif akan sangat berguna jika seseorang itu akan belajar di negara lain dan perlu dapat menguasai bahasa kedua secara aktif.

Variasi Bahasa

Dialek adalah ragam bahasa dari sekelompok penutur yang tinggal di suatu tempat atau daerah tertentu dengan jumlah penutur yang relatif. Sosiolek merupakan salah satu jenis bahasa yang berkaitan dengan kelas, kelas sosial penuturnya, dan statusnya. Sehubungan dengan variasi bahasa yang berkaitan dengan kelas, status, kelas sosial, dan tingkatan penuturnya disebut ken, acrolect, jargon, slang, vulgar, colloquial, basilect, dan argon.

Acrolect merupakan ragam sosial yang dianggap lebih tinggi atau bergengsi dibandingkan ragam bahasa lainnya. Martin Joos sebagaimana dikutip oleh Chaer dan Agustina mengatakan bahwa suatu ragam bahasa terbagi menjadi lima jenis gaya (variety), yaitu ragam formal, ragam informal, ragam informal, ragam bisnis, dan ragam akrab. Varian beku merupakan varian bahasa yang paling formal dan sering digunakan dalam situasi khidmat dan upacara resmi.

Ragam resmi adalah jenis bahasa yang digunakan dalam pidato kenegaraan, ceramah, rapat resmi, buku pelajaran, dan lain-lain. Gaya santai adalah jenis bahasa yang digunakan dalam situasi atau keadaan tidak resmi untuk mengobrol dengan teman pada waktu istirahat atau bersama keluarga, berekreasi, berolahraga dan lain-lain. Ragam akrab adalah jenis bahasa yang sering digunakan oleh penutur yang hubungannya saling akrab atau akrab, misalnya antara anggota keluarga atau teman dekat.

Campur Kode

Bentuk ragam ini sangat banyak antara ragam formal dan ragam informal atau santai. Thelander (seperti dikutip oleh Chaer dan Agustin) menjelaskan ciri-ciri campur kode, yaitu ketika peristiwa tutur, kalimat atau frasa yang digunakan terdiri atas klausa-klausa yang berbeda dan frasa campuran (klausa hibrid, frasa hibrid) dan masing-masing klausa atau frasa tidak ada. lagi menyesuaikan fungsinya. Hal ini mungkin disebabkan adanya upaya untuk mereduksi hydra dan klausa atau frasa yang digunakan serta memberikan fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan otonomi masing-masing bahasa.24.

Fassold, seperti halnya Achmad HP dan Alek Abdullah dalam bukunya, mengatakan bahwa yang membedakan campur kode dan alih kode adalah kriteria gramatikalnya. Jika seseorang menggunakan salah satu kata atau frasa dari suatu bahasa, maka hal tersebut telah menyebabkan terjadinya campur kode. Namun apabila suatu klausa mempunyai struktur gramatika suatu bahasa yang jelas dan klausa berikutnya diurutkan berdasarkan struktur gramatika bahasa lain, maka peristiwa itu disebut ahli kode.25.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa campur kode adalah seorang individu yang menggunakan dua bahasa atau lebih, yang ditandai dengan adanya suatu hubungan.

Bentuk Campur Kode

Artinya dalam bentuk itu ada komponen-komponennya, berupa kata atau frasa yang berfungsi sebagai predikat, dan lain-lain yang berfungsi sebagai subjek, sebagai objek, dan sebagai keterangan.

Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Campur Kode

Ceramah

Jenis-Jenis Ceramah

Informatif/instruktif yang berarti memberikan informasi kepada pendengarnya tentang suatu hal agar pendengar dapat memahami atau memahami isi informasi tersebut dengan jelas dan benar.

Kajian Penelitian Terdahulu

Penelitian Marlin tahun 2018 berjudul “Pencampuran Kode Ceramah Ustad Maulana dalam Acara “Islam Itu Indah” di Trans TV.” Hasil penelitian ini mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode, penggunaan kata, klausa, dan frasa dalam perkuliahan, serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam perkuliahan. Penelitian Siti Rumilah, Intan Ayu Linda 2019 berjudul “Code Mixing Ceramah Ustadzah Mumpuni Handayani: Analisis Sosiolinguistik”. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode dalam penggunaan bahasa yang terdapat pada ceramah Ustadzah Mumpuni Handayani dan juga menggunakan analisis sosiolinguistik untuk membuktikannya.

37 Marlin, “Ceramah Kode Ceramah Ustad Maulana di Acara “Islam Itu Indah” di Trans Tv,” Jurnal Bahasa dan Sastra iii, no. Penelitian Antika Indra Hafari tahun 2015 berjudul “Analisis Campur Kode dan Alih Kode pada Iklan Radio Citra FM di Kabupaten Wonosobo”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 53 kejadian tuturan campur kode dan 7 kejadian ahli sandi dalam tuturan iklan Radio Citra Fm di Kabupaten Wonosobo.

Dalam penelitian Antika Indra Hafari menggunakan objek penelitian yaitu campur kode dan alih kode kutipan yang terdapat dalam iklan. 39 Antika Indra Hafari, “Analisis Campur Kode pada Iklan Radio Citra FM di Kabupaten Wonosobo,” Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo vii, no.1 (Oktober 2015): hal.Sedangkan yang penulis gunakan objek penelitian yaitu campur kode ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah di provinsi Bengkulu dan topik penelitian yaitu ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah di provinsi Bengkulu.40.

Kerangka Berpikir

Sedangkan penulis menggunakan objek penelitian yaitu campur kode ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah di provinsi Bengkulu, dan objek penelitian yaitu ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah di provinsi Bengkulu.40. dan peristiwa tutur yang disampaikan dalam perkuliahan menggunakan bahasa lisan. Bahasa yang digunakan oleh seorang individu tidak hanya satu, tetapi ia dapat menguasai dua bahasa atau lebih, sehingga seseorang yang mempunyai kemampuan menguasai dua bahasa atau lebih disebut dengan bilingual dan bilingual, percampuran bahasa merupakan hal yang lumrah dalam masyarakat. Begitu pula dalam kegiatan perkuliahan, seorang tokoh agama biasanya menguasai dua bahasa atau lebih, sehingga sering terjadi campur kode ketika menyampaikan pesannya.

Berdasarkan uraian tersebut, untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode dan faktor-faktor yang melatarbelakangi penggunaan campur kode yang terdapat dari objek ujaran berupa kalimat-kalimat peristiwa tutur dalam kegiatan perkuliahan yang diselenggarakan oleh Ustaz Junaidi Hamsyah, maka kerangka pemikirannya dapat dirumuskan sebagai berikut: digambarkan sebagai berikut.

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Gambar 2.1 Kerangka Berpikir

METODELOGI PENELITIAN

  • Data dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Keabsahaan Data
  • Teknik Analisis Data

Penelitian ini menunjukkan bahwa campur kode dapat terjadi pada saat perkuliahan. Dalam penelitian yang menganalisis video ceramah Ustaz ini, ditemukan bahwa salah satu bentuk campur kode dalam ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah yang disisipkan oleh aplikasi kebahasaan yang berbeda pada kutipan-kutipan yang berbeda dalam ceramah tersebut. 49 Dalam bentuk campur kode ini, kata-kata dari bahasa lain dimasukkan ke dalam bahasa utama.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cuplikan perkuliahan di atas merupakan peristiwa campur kode dimana terjadi percampuran dua bahasa antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Bengkulu. Jadi dapat dikatakan bahwa kutipan ceramah di atas merupakan peristiwa campur kode dimana terjadi percampuran dua bahasa antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Bengkulu. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa cuplikan perkuliahan di atas merupakan peristiwa campur kode dimana terjadi percampuran dua bahasa antara bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Bengkulu.

Ada beberapa contoh campur kode klausa dalam ceramah Junaidi Hamsyah, yang diuraikan sebagai berikut. Berdasarkan analisis data penelitian penggunaan campur kode dalam ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu pertama, alasan yang mudah dipahami menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode.

Gambar 3.1 Komponen Analisis Data Miles dan Huberman
Gambar 3.1 Komponen Analisis Data Miles dan Huberman

HASIL DAN PEMBAHASAAN

Analisis Data

Pada bagian bab ini peneliti akan menguraikan berbagai permasalahan yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah penelitian ini, yaitu mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode dalam ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah. Bentuk campur kode pada kalimat di atas merupakan kalimat dalam bahasa Bengkulu yaitu muko kusut yang dalam bahasa Indonesia artinya muka berkerut. Dikatakan campur kode kalimat karena terjadi proses penyisipan kelompok kata yang terdiri dari dua kata yaitu kata muko dan tangle yang disisipkan dalam bahasa Indonesia.

Secara umum faktor penyebab terjadinya campur kode dapat dibedakan menjadi dua, yaitu (1) ekstralinguistik dan (2) intralinguistik.58. 58Rohmani Siti, Amir Fuady, dan Atikah Anindyarini, “Analisis Alih Kode dan Campur Kode dalam Novel Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi,” Jurnal Penelitian BASASTRA Bahasa, Sastra dan Pengajaran Indonesia ii, no. Lingkungan kebahasaan merupakan sesuatu yang dapat didengar dan dilihat yang turut mempengaruhi proses komunikasi berbahasa.59 Dimana lingkungan masyarakat mempunyai keanekaragaman kebahasaan yang mengakibatkan seringnya digunakan campur kode.

Selain itu, lingkungan juga menjadi faktor yang mempengaruhi terjadinya fenomena campur kode. Dimana lingkungan masyarakatnya beragam bahasa sehingga mengakibatkan seringnya terjadi campur kode dan keakraban, hal ini juga menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya campur kode dalam masyarakat, karena s. Analisis Campur Kode dalam Kuliah Jeffrey Al Buchori “Adolescent Slang”. https://ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/je/article/view/27 diakses pada 12 Oktober 2020).

Campur aduk Kode dalam Ceramah Ustad Maulana di Acara “Islam Itu Indah” di Trans Tv,” Jurnal Bahasa dan Sastra, (Online), Vol.

Tabel  4.1  Campur  Kode  dalam  bentuk  kata  nyo  dan  siapo  artinya  dia  dan  siapa
Tabel 4.1 Campur Kode dalam bentuk kata nyo dan siapo artinya dia dan siapa

PENUTUP

Saran

  • Campur Kode Dalam Bentuk Kata Nyo dan Siapo 40
  • Campur Kode Dalam Bentuk Kata Ado Artinya Ada 44
  • Campur Kode Dalam Bentuk Kata Puaso Artinya Puasa 45
  • Campur Kode Dalam Bentuk Kata Nenggok Artinya 47
  • Campur Kode Dalam Bentuk Kata Pertamo dan Endak 50
  • Campur Kode Dalam Bentuk Frasa, Muko kusut Artinya 52

Dari hasil penelitian terhadap ceramah Ustaz Junaidi Hamsyah, penulis setuju dengan penggunaan lebih dari satu bahasa dalam kegiatan perkuliahan. Namun penulis berharap penggunaan bahasa Indonesia sesuai dengan aturan yang berlaku untuk menyampaikan sesuatu di muka umum, karena bahasa Indonesia adalah bahasa nasional yang wajib diterapkan. Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa_Universitas Muhammadiyah Purworejo, Vol 3, No.1, (http://ejournal.umpwr.ac.id/index.php/aditya/article/view/2404 diakses pada 12 Oktober 2020) .

Jurnal Ilmiah Mahasiswa (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia). http://escris.stkippgribl.ac.id/index.php/warahan/article/view/229 diakses 1 Februari 2021). Saya hormat bapak dan ibu karena kejadian ini luar biasa jadi Allah berfirman subhanallah saya tidak percaya pak ustaz tidak masuk akal. Salah satunya adalah surat nabi Israel ayat 1, jika kita tidak percaya dengan ayat Alquran kita kurang beriman.

Skaratul maut artinya mabuk, orang mabuk tidak tahu apa-apa, telinganya mendengar, matanya melihat, tapi dia tidak tahu. dua orang atau katakanlah mungkin lima orang yang berdoa.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir
Gambar 3.1 Komponen Analisis Data Miles dan Huberman
Tabel  4.1  Campur  Kode  dalam  bentuk  kata  nyo  dan  siapo  artinya  dia  dan  siapa
Tabel 4.2 Campur kode dalam bentuk kata lamo artinya lama.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Seperti yang tertera dalam kamus linguistik, pengertian alih kode dan campur kode yaitu, “Alih kode adalah penggunaan variasi bahasa lain atau bahasa lain untuk menyesuaikan

With this as a background, this study aimed to determine asthma control and patients’ compliance levels, and to evaluate the appropriateness of medicine use in relation to asthma