PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fungsi produksi dalam suatu perusahaan tidak terbatas pada fungsi dasarnya saja, yaitu berupa menambah atau menciptakan pemanfaatan nilai tambah serta memanfaatkan sumber daya yang ada dan tersedia. Menyadari pentingnya audit manajemen dalam suatu perusahaan, banyak perusahaan yang melakukan audit manajemen.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Apakah perusahaan mengomunikasikan prosedur pengendalian bahan baku dan produksi yang dipahami oleh departemen produksi? Pada pertanyaan kedua mengenai “kegiatan produksi memerlukan penyusunan anggaran dan pelaporan produksi”, responden menjawab “ya”. Untuk pertanyaan selanjutnya mengenai “kesesuaian rencana penyusunan bahan baku dengan realisasi penggunaan dalam kegiatan produksi”, responden menjawab “ya”.
Hal ini menjadi dasar asumsi bahwa perusahaan melakukan kegiatan produksi semaksimal mungkin dengan menekankan pada bahan baku yang digunakan. Jawaban responden terhadap pertanyaan “apakah perusahaan mempunyai pedoman tertulis mengenai pemeliharaan fasilitas produksi?” itu menjadi dalil dari asumsi ini, yang menjawab “ya”. Berdasarkan jawaban responden terhadap pertanyaan “jadwal pemeliharaan fasilitas produksi yang terintegrasi dengan kegiatan produksi?”, maka responden menjawab “ya”.
Sesuai dengan jawaban responden pada pertanyaan “perusahaan melakukan evaluasi produksi” dengan jawaban responden “ya”. Terhentinya kegiatan produksi karena adanya pengendalian bahan baku dan hasil produksi, sehingga mengakibatkan berkurangnya jam kerja produksi 2. Hal ini disebabkan karena perencanaan kebutuhan bahan baku masih belum sejalan dengan konsumsi bahan baku yang sebenarnya (kurang efisien).
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Audit
Jenis-Jenis Audit
Pasokan bahan baku dan kegiatan produksi juga tidak terhambat dengan prosedur pengendalian bahan baku yang telah ditetapkan perusahaan. Hal ini dapat digunakan sebagai alat ukur tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan produksi mengenai bahan baku yang digunakan.
Ruang Lingkup Manajemen
Ruang Lingkup Manajemen Produksi
Bagian pembelian mengatur pelaporan dan pengiriman bahan baku produksi yang dibutuhkan bagian produksi untuk menjalankan fungsi operasionalnya. Hasil wawancara mengenai proses produksi menyimpulkan bahwa terdapat beberapa kelemahan yaitu perencanaan bahan baku yang masih kurang efisien dan tidak adanya jadwal pemeliharaan dan pemeliharaan fasilitas produksi. Bagian produksi telah melaksanakan proses produksi dan rencana induk produksi telah sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan serta telah menyusun rancangan anggaran produksi dan rencana pencapaian tujuan atau target produksi dengan menyusun jadwal produksi dan bahan baku.
Terjadi kegagalan produk dalam memenuhi standar spesifikasi sehingga mengakibatkan pengerjaan ulang yang mengakibatkan pemborosan bahan baku dan waktu. Citra Mandiri Makassar telah melaksanakan proses produksi sesuai dengan standar yang ditetapkan perusahaan, telah menyusun rencana produksi tahunan dengan anggaran yang dibutuhkan dan membuat rencana produksi terlebih dahulu serta memiliki rencana bahan baku.
Lingkup Audit Manajemen Terhadap Fungsi Produksi
Kerangka Pikir
Hipotesis
Menyiapkan anggaran penjual dan mengatur penggunaan dana untuk pembelian bahan baku dan bahan penolong, gaji karyawan. Citra Mandiri Makassar diawali dengan penyiapan bahan baku (bahan baku dirahasiakan oleh perusahaan) untuk diolah pada tahap produksi dengan menggunakan teknologi mesin produksi. Perusahaan telah merasionalisasi bahan baku yang diperlukan agar biaya produksi dapat ditekan dengan tidak adanya bahan baku yang tidak terpakai dalam satu kali operasi produksi.
Perusahaan tidak cermat dalam merencanakan bahan baku yang dibutuhkan dalam proses produksi, terjadi ketidaksesuaian antara jumlah bahan baku dengan penggunaannya. Hal ini mengakibatkan produk pakan ternak tidak dapat terjual dipasaran, sehingga produk tersebut harus diproses ulang sehingga mengakibatkan pemborosan bahan baku dan waktu.
METODE PENELITIAN
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode ex post facto yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengkaji peristiwa yang telah terjadi kemudian dirujuk untuk mencari faktor-faktor yang mungkin menjadi penyebab terjadinya peristiwa tersebut (Sugiyono, 2001: 7). Fungsi produksi adalah jadwal (atau tabel persamaan matematika) yang menggambarkan jumlah maksimum output yang dapat diproduksi oleh sekumpulan faktor produksi tertentu dan pada tingkat tertentu. Caranya dengan bertanya dan menjawab langsung kepada narasumber yaitu direktur dan staf produksi di CV.
Misalnya struktur organisasi, lokasi penelitian perusahaan dan lain-lain, terutama dokumen atau data yang berkaitan dengan fungsi produksi. Observasi adalah suatu metode yang digunakan dengan cara mengamati langsung objek yang diteliti yaitu kegiatan-kegiatan perusahaan yang erat kaitannya dengan masalah-masalah audit manajemen yang berkaitan dengan fungsi produksi, guna memperoleh gambaran yang jelas dan benar mengenai perusahaan serta permasalahan yang dihadapi. oleh perusahaan khususnya pada bagian produksi.
Teknik Analisis Data
Instrumen Penelitian
Perusahaan telah merencanakan dengan baik dengan mengantisipasi bahan baku sehingga permasalahan mengenai persediaan bahan baku dapat segera teratasi. Kelemahan yang ditemukan adalah master plan produksi dalam menentukan perencanaan bahan baku masih kurang efisien karena stok bahan baku masih banyak, namun kegunaannya sedikit. Perencanaan yang efektif dalam pembelian bahan baku hendaknya lebih memperhatikan bahan baku mana yang paling banyak digunakan untuk membuat produk pakan ternak (bahan baku utama).
Banyaknya bahan baku yang menumpuk di gudang penyimpanan, mengakibatkan pemborosan ruang dan tidak efisiennya penggunaan bahan baku tersebut. Perencanaan bahan baku harus disusun oleh beberapa departemen terkait dan dikomunikasikan secara efektif agar pelaksanaan produksi dan perencanaan pada departemen khususnya pemasaran dapat berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan bahan baku di gudang. Namun ditemukan adanya kelebihan bahan baku di gudang tidak teratur, dimana sebenarnya penggunaan bahan baku tersebut relatif kecil.
GAMBARAB UMUM LOKASI PENELITIAN
Sejarah dan Perkembangan Singkat
Struktur Organisasi
Penyusunan struktur organisasi merupakan langkah awal dalam permulaan pelaksanaan kegiatan perusahaan, dengan kata lain penyusunan struktur organisasi merupakan suatu langkah terencana dalam suatu perusahaan untuk menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. . Pemahaman yang jelas tentang struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka organisasi formal di mana tugas-tugas pekerjaan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan (Robbins dan Coulter, 2007). Struktur organisasi menggambarkan tentang jenis organisasi, bagian organisasi, kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan, kerja Universitas Sumatera Utara, garis komando dan tanggung jawab, rentang kendali dan sistem kepemimpinan organisasi (Hasibuan, 2004 ).
Dari beberapa definisi tersebut terlihat bahwa struktur organisasi menggambarkan kerangka dan susunan hubungan antar fungsi, departemen atau jabatan, juga menunjukkan hierarki dan struktur organisasi sebagai wadah pelaksanaan wewenang, tanggung jawab dan sistem pelaporan kepada atasan dan pada akhirnya memberikan stabilitas dan kesinambungan yang memungkinkan organisasi untuk tetap hidup bahkan ketika orang datang dan pergi serta berkoordinasi. Citra Mandiri Makassar membentuk suatu struktur organisasi, dengan struktur organisasi yang dapat mengetahui dan memahami tugas, hak dan tanggung jawab setiap orang sesuai dengan jabatan atau statusnya.
Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Audit Manajemen
Seluruh bagian operasional perusahaan mempunyai hubungan dengan bagian administrasi dan keuangan sebagai pelaporan administratif atas kegiatan operasional perusahaan, menyediakan sumber daya yang dibutuhkan setiap bagian dalam menjalankan aktivitasnya dalam bentuk laporan akuntansi. Pengendalian mutu melaporkan kepada bagian administrasi dan keuangan sebelum produk yang dihasilkan oleh bagian produksi ditempatkan di tempat penyimpanan untuk dipasarkan. Bagian gudang menyimpan hasil produksi sebagai persediaan perusahaan dan mengkoordinasikan barang dengan bagian kendali mutu untuk mengendalikan mutu produk yang disimpan di gudang dalam jangka waktu yang lama.
Melaporkan stok barang kepada bagian administrasi dan keuangan serta berkoordinasi dengan bagian pemasaran mengenai persediaan barang. Bagian pemasaran mengatur penjualan produk produksi yang layak dan melaporkan hasil penjualan kepada bagian administrasi dan keuangan.
Gambaran Umum Fungsi Produksi
Pada bagian produksi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya mengkoordinasikan bagian kendali mutu agar hasil produksi memenuhi standar produk yang ditetapkan oleh perusahaan. Hasil tahap produksi kemudian dibotolkan dengan label merek perusahaan setelah melewati tahap uji mutu. Setelah dikemas, hasil produksi berupa produk dilaporkan ke bagian administrasi dan keuangan sebelum ditempatkan di gudang penyimpanan untuk dipasarkan.
Survei Pendahuluan
Pemeliharaan tempat produksi sangat diperlukan agar kegiatan produksi dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa terhambat oleh kerusakan pada tempat produksi. Dalam penelitian ini kami mencoba memperkirakan produktivitas dan nilai tambah produksi yang disajikan berdasarkan hasil jawaban responden terhadap pertanyaan “apakah kegiatan produksi menggunakan acuan standar produktivitas perusahaan?”, dimana responden menjawab “ya ". Hal ini dikarenakan peralatan produksi masih bersistem semi manual atau masih memerlukan campur tangan pekerja dalam kegiatan produksi.
Namun peralatan produksi tetap memiliki pedoman pengoperasian dan pemeliharaan untuk memastikan masih layak digunakan dalam menunjang kegiatan produksi perusahaan. Hal ini terlihat dari jawaban responden “tidak” terhadap pertanyaan “Apakah perusahaan memberikan pelatihan dalam kegiatan produksi?”.
Review Dan Pengujian Audit Manajemen
Tinjauan Audit Manajemen dan Pengujian Fungsi Produksi Setelah melakukan penyelidikan pendahuluan dengan tujuan pencapaian. Hasil jawaban responden mengenai produktivitas dan nilai tambah menunjukkan bahwa perusahaan memiliki standar produktivitas yang dijadikan pedoman oleh karyawan bagian produksi, dan perusahaan juga telah memberikan tanggung jawab kepada karyawan untuk merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan aktivitasnya masing-masing. Dari hasil wawancara mengenai peralatan dan fasilitas produksi disimpulkan bahwa terdapat kelemahan mengenai kualitas hasil produksi yang tidak didukung oleh peralatan produksi.
Kualitas peralatan dan fasilitas yang digunakan dalam kegiatan produksi perlu diperhatikan agar hasil yang dihasilkan dapat maksimal dan tidak dilakukan pekerjaan tambahan yang dapat menyita waktu kerja yang tidak perlu. Berdasarkan hasil wawancara mengenai pengendalian mutu hasil produksi, disimpulkan bahwa terdapat kelemahan mengenai kurangnya pelatihan terlebih dahulu terhadap staf produksi, sehingga dapat terjadi kesalahan dalam kegiatan produksi dan jam kerja yang tidak efisien dalam produksi produk. .
Audit Terinci
Untuk menilai apakah proses produksi perusahaan berjalan sesuai dengan perencanaan produksi guna mencapai efektivitas dan efisiensi dalam produksi. Kemungkinan terjadinya penyimpangan atau kesalahan dalam pemeliharaan dan pemeliharaan peralatan produksi yang dapat merusak peralatan yang sudah ada4.
Rekomendasi
Seringnya terjadi pengerjaan ulang, pemborosan bahan baku dan kegagalan produk dalam memenuhi standar spesifikasi produk yang ingin dicapai. Citra Mandiri Makassar Hasil jawaban responden mengenai produktivitas dan nilai tambah menunjukkan bahwa perusahaan memiliki standar produktivitas sebagai pedoman bagi karyawan bagian produksi dan perusahaan juga telah memberikan tanggung jawab kepada karyawan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan aktivitasnya masing-masing. Citra Mandiri Makassar Perusahaan telah menulis pedoman pengendalian kualitas dan memberikan pelatihan kepada karyawan.
Pengendalian mutu sudah cukup efektif, namun masih ada sebagian karyawan produksi yang belum mengetahui atau menerima salinan kebijakan pengendalian mutu. Perusahaan harus menyediakan prosedur tertulis mengenai pemeliharaan dan perawatan peralatan agar produk yang dihasilkan dapat meningkat dan umur peralatan produksi dapat dipertahankan.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Perusahaan harus memberikan spesifikasi produk dan standar mutu secara tertulis kepada karyawan yang terlibat langsung dalam proses produksi agar kemungkinan terjadinya pengerjaan ulang produk dapat diminimalkan. Penelitian manajemen fungsi produksi untuk menilai tingkat efisiensi dan efektivitas usaha pada Perusahaan Rokok “Lembang Jaya” Malang. Http://henrich27.blogspot.com/2014/05/pengertian-audit-production-dan-operation.html, diakses 21 Juli 2014.
Kuesioner ini gratis dan tidak ada hubungannya dengan kebijakan perusahaan mengenai jawaban yang diberikan, sehingga tidak perlu takut saat mengisi kuesioner ini. Berikan penilaian Anda terhadap pernyataan di bawah ini dengan memberi tanda centang (√) pada pilihan jawaban yang tersedia dan berikan alasan bila perlu.