• Tidak ada hasil yang ditemukan

conflicts between maurek bawang group jorong koto

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "conflicts between maurek bawang group jorong koto"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

CONFLICTS BETWEEN MAUREK BAWANG GROUP JORONG KOTO, AIE DINGIN WITH JORONG DATA, AIE DINGIN (IN NAGARI SUNGAI

NANAM, LEMBAH GUMANTI DISTRICTS SOLOK REGENCY).

Trisna Wahyuni1, Nilda Elfemi2, Rio Tutri2

1Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat

2Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]

ABSTRACT

The conflict between Maurek Bawang groups of Jorong Koto Nagari Aie Dingin occurs because both Jorong Koto and Jorong Data groups try to finding a place to work in Nagari Sungai Nanam that caused problems between groups so that the emergence the competition and trigger conflict, conflict occurred not just between groups but also within the group itself. This research has differences with other conflict research it became formulation of problem in this research is (1).

Explain the factors causing conflict between groups of Maurek Bawang Jorong Koto, Aie Dingin with Jorong Data, AieDingin, (2). Describe the impacts that occur on the groups after a conflict. This research used the theory of Conflict described by Lewis A. Coser.This research uses qualitative method with descriptive research type. Data collection was done by observation, in-depth interview and document study. The informants in this study are done by 13 people. The technique of selecting informants is done by Purposive Sampling.

The analysis unit in this study is a group. Data analysis conducted in this study using an interactive developed by Miles and Huberman.The results of the study found that the factors that caused the conflict in this study were outgroup conflicts (1) the rivalry between groups in procure job opportunity, 2. seizure of work places between groups can lead the conflict, 3. There is a sense of mutual dropping or grieving between groups). In addition, after the conflict there is the positive function it increased group solidarity so that the group survive and create new rules in the group. While the negative function is, there would be a bad viewpoint of onion owner and caused job decrement opportunities for the groups.

Keywords: Conflict, Group,“Maurek Bawang”

PENDAHULUAN

Manusia adalah makhluk konfliktis (homo conflictus), yaitu makhluk yang selalu terlibat dalam perbedaan, pertentangan, dan persaingan baik sukarela maupun terpaksa. Dalam Kamus Umum

Bahasa Indonesia yang disusun Poerwadarminta, konflik berarti pertentangan atau percekcokan.

Pertentangan sendiri bisa muncul kedalam bentuk pertentangan ide maupun fisik antara dua belah pihak bersebarangan (Susan, 2009:4).

(2)

2 Konflik merupakan sebuah fakta yang sering muncul dalam kehidupan manusia, karena perbedaan dan pertentangan yang dimiliki pada setiap manusia dapat menimbulkan konflik. Konflik adalah suatu proses sosial yang berlangsung dengan melibatkan individu ataupun kelompok yang saling menantang dengan ancaman kekerasan. yang dipandang sebagai lawan atau saingan (Narwoko, 2007:68).

Konflik pada hakikatnya sebagai suatu gejala yang wajar terjadi dalam suatu organisasi. Bahkan kehadiran konflik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan tak perlu dihindari karena konflik merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari suatu organisasi (Zulkarnain, 2013:128).

Coser menyatakan, konflik itu merupakan unsur interaksi yang penting, dan sama sekali tidak boleh dikatakan bahwa konflik selalu tidak baik atau memecah belah ataupun merusak. Konflik bisa saja menyumbangkan banyak pada kelestarian kelompok dan juga mempererat hubungan antara anggotanya, seperti menghadapi

musuh bersama dapat

mengintegrasikan orang, menghasilkan solidaritas dan keterlibatan, dan membuat orang lupa akan perselisihan intern mereka sendiri (Wirawan, 2010:83). Konflik seperti ini juga terjadi di Kenagarian Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti merupakan daerah perkebunan hortikultura yang cukup luas serta produksi yang cukup tinggi.

hortikultura merupakan salah satu tanaman yang diminati banyak kalangan, baik dari kalangan masyarakat bawah, masyarakat menengah sampai masyarakat kalangan atas salah satu tanamanya yaitu bawang merah. Rata-rata petani nagari Sungai Nanam mereka menanam bawang merah dengan masa panen 3 bulan. Satu kali panen petani bawang merah ini bisa mnghasilkan bawang merah dengan jumlah di atas 700 kilo bawang merah, dengan luas lahan panjangnya 28,5 meter dan lebar 15 meter.

Dengan hasil panen yang cukup banyak petani bawang merah

(3)

3 kekurangan tenaga kerja untuk membersihkan bawang hasil panen mereka, kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat lain seperti nagari Aie Dingin dengan membentuk kelompok tenaga kerja maurek bawang.

Kelompok ini sangat dibutuhkan bagi petani bawang merah Nagari Sungai Nanam karena kelompok ini sangat

membantu petani dalam

membersihkan bawang tanpa membutuhkan waktu yang lama.

Tetapi kelompok Maurek Bawang ini tidak terlepas dari namanya konflik.

Ada beberapa kelompok maurek bawang yang bekerja ke nagari Sungai Nanam yaitu kelompok maurek bawang di jorong Koto Aie Dingin yang berjumlah 18 orang yang dengan ketua lemi, kelompok maurek bawang Jorong Data yang berjumlah 10 orang dengan ketua Epa, dan kelompok maurek bawang Subarang Danau yang berjumlah 12 orang dengan ketua Mayar

Dari ketiga kelompok diatas, kelompok yang sering terjadi konflik yaitu kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin dengan kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin.Konflik dapat terjadi

antara kedua kelompok tersebut karena kedua kelompok sama-sama pergi mencari pekerjaan ke Nagari Sungai Nanam.

METODE PENELITIAN

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.Sementara tipe penelitian yang digunakan adalah tipe deskriptif.

Tipe deskriptif ini digunakan karena dapat menggambarkan dan menjelaskan konflik yang terjadi antar kelompok Maurek Bawang Jorong Koto, Aie Dingin dengan kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin di Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 2 orang ketua yaitu ketua kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin dan ketua kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin. Dan 10 orang anggota kelompok maurek bawang yang terdiri dari 4 anggota kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin dan 5 anggota kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin

(4)

4 Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling.Dipilihnya informan tersebut karena dapat memenuhi data yang peneliti cari dan informan tersebut adalah orang-orang yang mengetahui dan terlibat langsung dalam permasalahan tersebut.berikut kriteria informan dalam penelitia yang akan dilakukan:

1. Ketua kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin (Iyen) dan kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin (Epa).

2. Beberapa anggota kelompok maurek bawang jorong Koto, Aie Dingin dan kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah:

1. Observasi Partisipan

Observasi dilakukan peneliti pada tanggal 7 Mei 2017 peneliti menggunakan observasi partisipan yaitu peneliti ikut terlibat dalam melakukan aktifitas informan yaitu ikut melakukan kegiatan bekerja maurek bawang, kegiatan itu

dilakukan mulai dari jam 07.30 WIB sampai jam 15.40 WIB. selain itu peneliti juga ikut membantu pemilik bawang melakukan kegiatan penimbangan pada hasil maurek bawang yang diperoleh setiap anggota kelompok.

2. Wawancara

Wawancara ini dilakukan dengan informan ketika informan yang peneliti maksud tidak sedang sibuk, dan kegiatan wawancara ini peneliti lakukan di tempat dimana kelompok maurek bawang itu bekerja.

Wawancara dilakukan dengan ketua kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin dan ketua kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin dan beberapa anggota dari tiap kelompok tersebut.

Wawancara ini dilakukan dengan tujuan untuk mencari dan menggali informasi tentang konflik yang terjadi antar dua kelompok tersebut.dan menggali informasi tentang faktor yang menyebabkan konflik serta fungsi yang ditimbulkan terhadap kelompok maurek bawang setelah terjadi konflik tersebut.

3. Studi Dokumen

(5)

5 Dokumen yang dicari dalam penelitian yang dilakukan yaitu berupa data deskripsi wilayah nagari Sungai Nanam, dan data jumlah penduduk nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok yang akan diperoleh darai Kantor Wali Nagari Sungai Nanam.

Unit analisis dalam penelitian ini adalah kelompok, yaitu ketua dan anggota kelompok maurek bawang Jorong Koto, dan Jorong Data, Aie Dingin yang bekerja ke Nagari Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Sejarah Munculnya Kelompok Maurek Bawang di Nagari Sungai Nanam.

Di Nagari Sungai Nanam tenaga kerja maurek bawang ini sangat dibutuhkan karena hasil panen bawang cukup banyak dan harus membutuhkan orang lain untuk membersihkan bawang agar cepat selesai dan bisa dijual dengan harga tinggi.

Kondisi itu dimanfaatkan oleh masyarakat Nagari Aie Dingin dengan membentuk kelompok maurek bawang dan mereka bekerja ke Nagari

Sungai Nanam, dan pekerjaan itu terus mereka lakukan di mulai pada tahun 2014 . Dari hasil observasi dilihat pekerjaan ke nagari lain harus mereka lakukan untuk menambah penghasilan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Di Nagari Sungai Nanam tenaga kerja maurek bawang ini sangat dibutuhkan karena hasil panen bawang cukup banyak dan harus membutuhkan orang lain untuk membersihkan bawang agar cepat selesai dan bisa dijual dengan harga tinggi.

Kondisi itu dimanfaatkan oleh masyarakat Nagari Aie Dingin dengan membentuk kelompok maurek bawang dan mereka bekerja ke Nagari Sungai Nanam, dan pekerjaan itu terus mereka lakukan di mulai pada tahun 2014 . Dari hasil observasi dilihat pekerjaan ke nagari lain harus mereka lakukan untuk menambah penghasilan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

2. Faktor Penyebab Konflik

Berikut konflik yang terjadi antara kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin dengan kelompok maurek bawang Jorong

(6)

6 Data, Aie Dingin ada beberapa faktor yang menyebabkan konflik antara kelompok tersebut diantaranya:

1. Persaingan Antar Kelompok dalam Mencari Peluang untuk Bekerja

Konflik terjadi antar kedua kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin dengan Jorong Data, Aie Dingin terjadi karena adanya persaingan dalam mencari peluang bekerja. Kelompok maurek bawang ini bekerja selalu berpindah pindah dari tempat satu ke tempat lain, jadi dalam mencari peluang untuk bekerja kedua kelompok maurek bawang ini bersaing dalam mendapatkan pekerjaan.

Persaingan dalam kelompok ini memang biasa terjadi karena jumlah pemilik bawang yang membutuhkan tenaga pekerja maurek bawang tiap harinya tidak menentu, ada dalam sehari cuma satu pemilik bawang yang membutuhkan dan terkadang ada juga yang lebih oleh karena itu terjadinya persaingan antara kedua kelompok maurek bawang tersebut.

2. Perebutan Tempat Bekerja

Konflik terjadi antar kelompok maurek bawang disebabkan karena perebutan tempat bekerja, perebutan tempat bekerja ini terjadi karena

pemilik bawang mendahulukan kelompok yang datang lebih awal untuk bekerja kadang kelompok lain sudah membuat janji dengan pemilik bawang tersebut sehingga kelompok merasa tersaingi dan dapat menimbulkan konflik antar kelompok tersebut.

Tiap kelompok pasti mempunyai keinginan yang sama yaitu bisa langsung mendapatkan pekerjaan maurek bawang di Nagari Sungai Nanam tanpa harus menunggu ada orang yang membutuhkan tenaga kerja kelompok tersebut, tapi berbeda dengan kenyataan yang mereka hadapi karena seringnya terjadi antar tiap kelompok memperebutkan tempat untuk bekerja untuk maurek bawang, dan hal seperti itu dapat memicu konflik antar kelompok tersebut.

3. Adanya Rasa Saling Menjatuhkan Antar Kelompok

Konflik antar kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin dengan Jorong Data, Aie Dingin juga disebabkan karena rasa saling menjatuhkan atau menjelekan kelompok lain kepada pemilik bawang, itu dilakukan karena tiap kelompok ingin mendapatkan peluang

(7)

7 yang besar untuk bekerja.

Menjatuhkan atau menjelekan kelompok lain itu disebabkan karena kelompok ingin mendapatkan peluang yang besar untuk mendapatkan pekerjaan, apabila nama kelompok sudah buruk tentu pemilik bawang tidak akan memanggil lagi untuk bekerja sehingga menjadi peluang bagi kelompoknya sendiri untuk mendapatkan pekerjaan.

Dengan menjatuhkan atau menjelekan kelompok lain, mereka menganggap akan mendapatkan peluang yang besar untuk dipanggil bekerja karena apabila pemilik bawang tahu jika kelompok yang bekerja tidak bersih tentu pemilik bawang tidak akan memanggil lagi untuk bekerja dan itu akan menguntungkan bagi kelompoknya sendiri.

3. Fungsi Terhadap Kelompok Setelah Terjadi Konflik

A. Fungsi Positif

1. Meningkatkan Solidaritas Kelompok

Konflik yang terjadi antar kelompok maurek Bawang Jorong Koto, Nagari Aie Dingin dengan kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin menimbulkan fungsi

positif terhadap kelompok yaitu meningkatkan solidaritas kelompok, dengan adanya konflik tersebut, sekarang kelompok makin meningkatkan kesatuan anggota mereka dalam mempertahan kelompoknya.

Dalam hasil observasi yang dilakukan, peneliti melihat bahwa solidaritas antar kelompok semakin meningkat setelah terjadinya konflik dengan kelompok lain, hal itu dilakukan agar kelompok mereka tetap bersatu melawan masalah-masalah yang timbul dari luar dan mereka ingin mempertahankan keutuhan kelompoknya. Hal itu dibuktikan oleh kelompok seperti kesatuan mereka dalam bekerja, masalah yang timbul diantara anggota segera diselesaikan dan sekarang mereka menghadapi masalah yang timbul dari kelompok lain.

2. Membentuk Aturan Baru Dalam Kelompok

Akibat konflik yang terjadi antar kelompok maurek bawang mengharuskan kelompok maurek bawang Jorong Data, Nagari Aie Dingin untuk membentuk aturan baru

(8)

8 agar kelompoknya bisa lebih kompak dan lebih baik lagi untuk kedepanya

Membuat aturan baru dalam kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin sangat diterima baik oleh anggota kelompoknya. Sebelum terjadi konflik, kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin berangkat kerja dengan menggunakan motor dan ada pula dengan menyewa ojek sehingga untuk berangkat kerja ada anggota yang tidak sama, tetapi berbeda dengan sekarang kelompok tersebut membuat aturan baru dengan berangkat kerja menggunakan mobil rentalan sehingga pergi bekerja secara bersamaan, dan aturan baru tersebut diterima baik oleh anggota.

B. Fungsi Negatif

1.Pandangan Buruk Pemilik Bawang Terhadap Kelompok

Akibat konflik yang terjadi antar kelompok yang saling menjelekan antar kelompok lain mempunyai dampak negatif yaitu pandangan buruk pemilik bawang terhadap kelompok maurek bawang, itu harus diterima kelompok karena kasalahan tiap kelompok akan berpengaruh juga terhadap kelompok sendiri.

Pandangan buruk pemilik bawang akan mempengaruhi pendapatan kelompok maurek bawang dalam bekerja karena pemilik bawang ingin pekerjaan kelompok itu bersih dan apabila untuk dipanggil bekerja kelompok maurek bawang dipantau oleh pemilik bawang dalam melakukan pekerjaannya karena pemilik bawang tidak ingin dikecewakan dari hasil kerja kelompok tersebut.

2.Berkurangya Peluang Kerja Bagi Kelompok

Berkurangnya peluang kerja bagi kelompok maurek bawang merupakan fungsi negatif bagi kelompok setelah terjadi konflik itu sangat diarasakan kelompok karena konflik yang terjadi antar kelompok juga diketahui oleh pemilik bawang yang hendak memanggil kelompok untuk bekerja dank arena saling menjelekan kelompok sehingga pemilik bawang berfikir juga untuk memanggil kelompok untuk bekerja adapun yang dipanggil tapi benar benar di lihat cara kerja kelompok tersebut.

Pada hasil observasi, peneliti melihat bahwa ada kelompok maurek

(9)

9 bawang yang sudah datang ke Nagari Sungai Nanam namun hanya duduk diatas mobil sambil menunggu ada yang memanggil untuk bekerja.

Mereka hanya bisa berdiam diri di tepi jalan karena pekerjaan yang belum mereka dapatkan, itu terjadi karena kurangnya peluang bekerja kelompok dalam mencari pekerjaan setelah kelompok tersebut saling menjatuhkan dan menjelekan kelompok lain. ada kelompok yang menunggu sampai 3 jam dan itu masih belum ada pekerjaan yang mereka dapatkan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari hasil lapangan dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab terjadinya konflik antar kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin dan kelompok maurek bawang Jorong Data, Aie Dingin serta dampak yang ditimbulkan bagi kelompok dapat di simpulkan yaitu, Faktor Penyebab Konflik Out-group dalam kelompok maurek bawang Jorong Koto, Aie Dingin dan Jorong Data, Aie Dingin terjadi karena adanya persaingan antar kelompok dalam mencari peluang kerja, perebutan tempat bekerja,

Adanya rasa saling menjatuhkan atau menjelekan antar kelompok.

Fungsi terhadap kelompok setelah terjadi konflik ada dua yaitu fungsi positif dan fungsi negatif.Fungsi positifnya yaitu, meningkatkan solidaritas kelompok, membuat aturan baru dalam kelompok.Sedangkan fungsi negatifnya yaitu, pandangan buruk pemilik bawang terhadap kelompok dan berkurangya peluang kerja bagi kelompok.

DAFTAR PUSTAKA

Narwoko, Suyanto. 2007. Sosiologi Teks pengantar dan terapan.

Jakarta: Kencana

Susan, Novri, 2010. Pengantar Sosiologi Konflik Dan Isu Isu Konflik Kontenporer. Jakarta:

Prenada Media Group.

Wirawan. 2010. Konflik Dan Menjemen Konflik: Teori, Aplikasi, Dan Penelitian:

Penerbit Salemba Humanika.

Zulkarnain, Wildan. 2013. Dinamika Kelompok. Jakarta: PT Bumi

Aksara

Referensi

Dokumen terkait

Walaupun demikian, pada tulisan ini, penulis menyatakan bahwa salah satu pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan standar proses pembelajaran fisika dan dapat melatihkan pemahaman