PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dusun Gupakwarak di utara dibatasi oleh Dusun Dadapbong, di selatan dengan Dusun Beji, di timur dengan Desa Guwosari, dan di barat dengan Dusun Kabrokan Wetan. Dusun Gupakwarak mempunyai luas sekitar 80 hektar, dusun ini berada di dataran tinggi dan banyak ditumbuhi pohon jati. Di Dusun Gupakwarak terdapat sebuah air mancur yang tak pernah surut yang terletak di belakang Masjid Fadullah.
Dusun Gupakwarak dihuni oleh kurang lebih 100-200 kepala keluarga (KK) yang masing-masing mempunyai 4-6 anggota keluarga yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai kuli bangunan, buruh tani, peternak, pedagang dan bekerja di pabrik garmen. Bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja dan memaksimalkan potensi alam, 10 orang pemuda membentuk kelompok budidaya pada tahun 2012 yaitu Kelompok Budidaya Mina Jaya yang menjadi ketuanya. Hal ini dianggap sia-sia (tidak mungkin) oleh sebagian pemuda lainnya karena letak Dusun Gupakwarak berada di dataran tinggi sedangkan sungai berada di dasar.
Ketiga jenis ikan tersebut dipilih dari kelompok budidaya karena masa panen yang cukup singkat yaitu enam (6) bulan untuk ikan nila dan gurami serta tiga (3) bulan untuk ikan lele. Namun sulitnya pemasaran dan kurangnya pengetahuan dalam mengolah hasil budidaya ikan inilah yang menyebabkan kedua kelompok budidaya tersebut mengalami berbagai permasalahan, antara lain ketika masa panen tiba, sulitnya mencari mitra untuk menjual/memasarkan hasil budidaya perikanan (mitra KU Mina Jaya), sedangkan pasangan yang kedua mempunyai kendala karena kurangnya pengetahuan dalam mengolah hasil budidaya ikan menjadi makanan, kedua hal tersebut mengakibatkan kurang optimalnya pendapatan bagi kedua pasangan.
Pengembangan Kelompok Usaha Bersama di
TEORI YANG MENDASARI PENGEMBANGAN
- Hakikat Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
- Tujuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
- Fungsi Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
- Kategori Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
- Indikator Keberhasilan Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
- Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan
Berdasarkan definisi tersebut, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan wadah pemberdayaan yang bertujuan untuk membangun kemampuan keluarga dan masyarakat di bidang ekonomi dan sosial. Keberadaan KUBE bagi keluarga dan masyarakat miskin menjadi sarana untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan meningkatkan usaha ekonomi produktif. Menurut Bambang Nugroho, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dibentuk berdasarkan nilai dan norma budaya setempat, sesuai dengan sumber daya dan potensi yang ada, serta sesuai dengan kemampuan sumber daya manusia yang ada.
Kelompok Usaha Bersama merupakan salah satu alternatif program pemberdayaan karena merupakan alat untuk meningkatkan motivasi, meningkatkan interaksi dan kerjasama, sebagai alat untuk bertukar pengalaman dan memecahkan masalah, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, serta mengembangkan sikap organisasi, mengendalikan emosi dan membina organisasi. rasa kekeluargaan (Dinas Sosial DIY, 2010: 10). KUBE Growing adalah grup usaha patungan yang baru dibentuk. dari masyarakat dan pemerintah.. a) Sudah ada administrasi kegiatan b) Ada struktur organisasi. KUBE sebagai suatu kelompok usaha yang dikelola bersama oleh masyarakat (anggota KUBE) dapat dikatakan berhasil apabila memenuhi indikator-indikator berikut.
Menurut Warto dkk (2013), keberhasilan KUBE juga tercermin pada aktivitas kelembagaan, aktivitas sosial, dan aktivitas ekonomi yang telah sesuai dengan harapan. Berdasarkan indikator keberhasilan di atas, dapat kita simpulkan bahwa keberhasilan KUBE tidak hanya diukur dari segi saja. Kelompok Usaha Bersama (KUBE) merupakan pusat kegiatan kelompok masyarakat di bidang produksi dan sosial ekonomi.
Keberhasilan KUBE terlihat jika anggota KUBE mampu memanfaatkan sumber daya dan potensi ke arah yang lebih efisien dan dapat memanfaatkannya secara optimal. Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa faktor yang mempengaruhi keberhasilan KUBE berasal dari sumber daya manusia kelompok. KUBE akan dikatakan berhasil apabila para anggotanya mampu memanfaatkan sumber daya dan potensi lingkungannya, mengembangkan usahanya serta mampu menjalin solidaritas antar anggota dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan keluarga anggota KUBE.
IMPLEMENTASI PEMBERDAYAAN KELOMPOK
Implementasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM)
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memastikan kedua kelompok usaha mampu menutup biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mencapai target keuntungan tertentu, meningkatkan nilai (Rp) penjualan, meningkatkan share pangan dan menyesuaikan dengan harga pesaing.
Implementasi Penggunaan Website Kelompok Usaha
Menu yang ada dapat dilihat terdiri dari: website, potensi desa, info kegiatan, profil desa dan tentang kami. Ketika menu home dibuka maka akan muncul berita terkini dari KUBE Dusun Gupakwarak Desa Sendangsari Kecamatan Pajangan. Menu berita merupakan menu untuk melihat berita atau informasi yang berkaitan dengan Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Dalam kegiatan PKM ini, anggota kedua kelompok usaha sangat antusias mengikuti kegiatan antara lain penyuluhan, pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan pada bulan April hingga Juli dengan tujuan untuk mencapai tujuan tersebut. Memberikan ketrampilan dalam menentukan harga, sehingga tidak kalah dengan produk sejenis dari kelompok usaha lain. Karena anggaran yang disetujui jauh dari anggaran yang diusulkan, banyak kegiatan yang harus diubah dan dikurangi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dalam mengentaskan keluarga miskin. Terima kasih kepada Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang telah mendanai hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemenristekdikti Tahun 2018. Kami berharap hasil PKM ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Dusun Gupakwarak pada khususnya dan masyarakat luas. . Terima kasih kepada Koordinator Lembaga Pengabdian Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta, Rektor Universitas PGRI Yogyakarta, Ketua LPPM Universitas PGRI Yogyakarta, Kepala Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Yogyakarta yang telah mengizinkan kami melaksanakan PKM.
Tidak lupa Bapak Padrul Jan, MSc yang turut memberikan masukan dan saran yang sangat membantu terselesaikannya pengabdian masyarakat ini, serta mahasiswa kami : Wahyu Putri Novilestari, Ambar Prihatiningsih, Hendri Kurniadi yang membantu dalam kegiatan PKM ini dari awal hingga akhir . Header, Menu Ganti Bahasa, Menu Website, Bagian Konten Website, Pencarian, Footer ditampilkan di halaman beranda. Bagian header merupakan bagian yang menampilkan alamat website, tagline, menu ganti bahasa, kontak dan alamat website.
Menu-menu yang disajikan antara lain Beranda, Potensi Dusun, Info Kegiatan, Profil Dusun, Tentang Kami dan Profil UMKM. Kegiatan yang ditampilkan dapat berupa kegiatan milik desa itu sendiri maupun kegiatan dari luar namun tetap berlokasi di Dusun Gupakwarak. Halaman profil Dusun digunakan untuk menampilkan profil Dusun Gupakwarak seperti nama kepala desa, ketua RT, dan lain-lain.
Halaman Profil UMKM digunakan untuk menampilkan profil UMKM di Dusun Gupakwarak, meliputi nama UMKM, pemilik, jenis usaha, dan lain-lain.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran