• Tidak ada hasil yang ditemukan

Critical Book Review “Perilaku Konsum"

N/A
N/A
Yinna

Academic year: 2024

Membagikan "Critical Book Review “Perilaku Konsum""

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Critical Book Review

“Perilaku Konsumen”

Mata kuliah: Perilaku Konsumen

Dosen Pengampu: Desma Erica Maryati M, S.Pd., M.Si.

Disusun Oleh:

Nama: Yinna NIM: 201010004

Kelas: 20.5

JURUSAN MANAJEMEN STIE EKA PRASETYA

2022

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Masa Esa yang atas berkah dan rahmat yang telah diberikannya kami dapat menyelesaikan tugas critical book review (CBR) ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari buku yang direview adalah “Perilaku Konsumen”.

Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Desma Erica Maryati M, S.Pd., M.Si. selaku dosen pengampu yang telah memberikan tugas kepada saya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam pembuatan CBR ini.

Saya menyadari banyaknya kekurangan dalam penyusunan makalah ini dikarenakan keterbatasan kemampuan saya. Oleh Karena itu, saya sangat mengharapkan kritikan dan saran yang membangun dari para pembaca untuk melengkapi segala kekurangan dan kesalahan dari CBR ini. Semoga CBR ini dapat berguna bagi saya dan pihak lain yang berkepentingan pada umumnya.

Medan, 23 September 2022

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...I DAFTAR ISI... II

BAB I...1

PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang CBR...1

1.2 Rumusan Masalah...1

1.3 Tujuan Penulisan CBR... 1

1.4 Identitas buku... 2

BAB II... 4

RINGKASAN BUKU... 4

BAB 1 STUDI PERILAKU KONSUMEN...4

BAB 2 STRATEGI PEMASARAN DAN PERILAKU KONSUMEN...5

BAB 3 MOTIVASI DAN KETERLIBATAN KONSUMEN...6

BAB 4 KEPRIBADIAN DAN GAYA HIDUP KONSUMEN...8

BAB 5 PERSEPSI KONSUMEN...8

BAB 6 PEMBELAJARAN KONSUMEN...10

BAB 7 SIKAP KONSUMEN...11

BAB 8 KOMUNIKASI DAN PERILAKU KONSUMEN... 13

BAB 9 KELOMPOK RUJUKAN DAN PENGARUH KELUARGA...14

BAB 10 KELAS SOSIAL DALAM PERILAKU KONSUMEN...17

BAB 11 BUDAYA, SUB-BUDAYA DAN LINTAS BUDAYA...18

BAB 12 PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN... 19

BAB 13 RISET PERILAKU KONSUMEN... 19

BAB III...21

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU... 21

BAB IV...22

PENUTUP... 22

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang CBR

Hal pertama yang harus diketahui dalam perilaku konsumen adalah konsumen itu sendiri. Konsumen adalah individu atau sekelompok orang tertentu yang membeli dan memakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup baik itu untuk diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lainnya. Sehingga dengan menpelajari perilaku konsumen, kita mampu mengetahui cara pikir konsumen tersebut dalam mengambil keputusan permbelian produk serta menentukan strategi pemasaran apa yang cocok dalam menjual produk bisnis kita..

Perilaku konsumen adalah studi yang mempelajari tentang proses cara berpikir dan perilaku yang diperlihatkkan suatu individu atau kelompok saat melihat, memilih dan membeli produk yang tersedia dengan harapan produk yang mereka pilih dapat memuaskan kebutuhannya. Sehingga mempelajari perilaku konsumen sangat penting yang dimana perilaku konsumen dapat menjadi acuan pelaku usaha dalam mengambil keputusan terhadap strategi pemasaran yang digunakan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa kelebihan dan kekurangan buku tersebut?

2. Apa kesimpulan dari buku tersebut?

3. Bagaimana isi dari buku tersebut?

1.3 Tujuan Penulisan CBR

Penulisan CBR ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan dalam mata kuliah Perilaku Konsumen, serta untuk mengetahui isi, kelebihan dan kekurangan dalam buku “Perilaku Konsumen” oleh Dr. H. Mashur Razak, SE, M.M. Adapun CBR ini berisi kritikan dan saran bagi penulis buku, tidak ada maksud untuk menghina dan merendahkan karya buku penulis. Kritikan dan saran yang diberikan dalam CBR ini diharapakan menjadi masukan oleh penulis buku dalam penulisan buku selanjutnya.

(5)

1.4 Identitas buku

(6)

Judul : Perilaku Konsumen

Penulis : Dr. H. Mashur Razak, SE, M.M Penerbit : Alauddin University Press ISBN : 978-602-328-203-6 Tahun terbit : 2016

Ukuran buku : 15,5 x 23 cm Jumlah halaman : xii + 281 halaman

(7)

BAB II

RINGKASAN BUKU

BAB 1 STUDI PERILAKU KONSUMEN Urgensi Memahami Perilaku Konsumen

Dalam dunia persaingan hyper-competitif, hanya organisasi yang memiliki keunggulan kompetitif yang bisa eksis, yaitu mereka yang mampu memahami selera dan kebutuhan konsumen serta mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan secara lebih baik dari apa yang diberikan oleh kompetitornya. Ini berarti bahwa perusahaan yang gagal memahami kebutuhan, keinginan, selera dan proses keputusan pembelian konsumen akan mengalami kegagalan dalam pemasaran yang pada gilirannya akan berimplikasi pada kegagalan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Mengerti dan memahami perilaku konsumen adalah penting untuk mencapai keunggulan kompetitif, sebab pemahaman tentang perilaku pembelian konsumen merupakan inti dari kegiatan pemasaran dari suatu customer driven organization. Selanjutnya perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif dapat mempengaruhi konsumen atau calon pelanggan untuk menetapkan pilihan produknya secara meyakinkan.

Konsep Perilaku Konsumen

Dari beberapa definisi menurut beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen pada dasarnya merupakan aktifitas fisik maupun mental para konsumen akhir maupun konsumen bisnis yang meliputi aktifitas mendapatkan, mengkonsumsi dan menghentikan pemakaian produk, jasa, ide dan atau pengalaman tertentu.

Pengaruh Yang Mendasari Perilaku Konsumen

1. Pengaruh lingkungan: budaya, kelas sosial, pengaruh pribadi, keluarga, dan situasi.

2. Pengaruh individu: sumber daya konsumen, motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian dan gaya hidup.

3. Faktor psikologis: pengelolaan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku.

Pendekatan Studi Perilaku Konsumen

Terdapat beberapa pendekatan teori yang dapat digunakan dalam studi dan memahami konsep perilaku konsumen, yaitu:

1. Teori Ekonomi

2. Teori Psikologi yang meliputi Teori Pembelajaran dan Teori Motivasi 3. Teori Sosiologis

(8)

4. Teori Anthoropologi Model Perilaku Konsumen

Menurut Kanuk dan Schiffman (2007), proses pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap yang saling berhubungan, yaitu :

1. Tahap masukan (input) → proses pengenalan konsumen terhadap kebutuhan atas produk

2. Tahap proses → menguraikan bagaimana konsumen mengambil keputusan pembelian produk,

3. Tahap keluaran (output).→ perilaku konsumen setelah membeli dan mengevaluasi produk.

BAB 2 STRATEGI PEMASARAN DAN PERILAKU KONSUMEN Strategi Pemasaran

Menurut Kotler dan Andreasen, strategi pemasaran merupakan seleksi pasar sasaran, pilihan posisi kompetitif, pengembangan bauran pemasaran yang efektif untuk mencapai dan melayani konsumen yang terpilih. Menurut Alma (1992) ada empat variabel utama yang dapat dikontrol oleh pengusaha di dalam kegiatan strateginya, yaitu: market segmentasi marketing, budget, timing serta marketing mix.

Segmentasi, Penargetan dan Positioning

1. Segmentasi pasar → membagi pasar menjadi kelompokkelompok pembeli yang berbeda yang memiliki kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang berbeda yang mungkin membutuhkan produk dan bauran pemasaran yang berbeda.

2. Penargetan pasar → proses evaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen pasar yang digarap.

3. Positioning pasar → penentuan positioning bersaing produk dan menciptakan bauran pemasaran yang lebih rinci.

Segmentasi Pasar

Menurut Kotler dan Amstrong, segementasi pasar dibagi menjadi 4 yaitu:

1. Segmentasi Geografis → membagi pasar ke dalam unit geografis yang berbeda-beda seperti, negara, regional, negara bagian, kota atau lingkungan.

2. Segmentasi Demografis → membagi pasar menjadi kelompokkelompok berdasarkan variable demografis antara lain: usia, gender (jenis kelamin), status perkawinan, pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan, dsb.

3. Segmentasi Psikografis → membagi konsumen menjadi beberapa grup yang berbeda berdasarkan kelas sosial, gaya hidup atau karakteristik kepribadian.

4. Segmentasi Sosial Budaya → pengelompokan pasar berdasarkan variabel sosiologis (kelompok) dan antropologis (budaya).

(9)

5. Segmentasi Gabungan → gabungan beberapa variabel segmentasi secara terintegrasi. Tiga pendekatan segmentasi gabungan (hybrid segmentation approach) antara lain Profil Psikografis-Demografis, Segmentasi Geodemografis dan value and lifestyle system (VALS).

Segmentasi pasar yang efektif

Menurut Kotler and Amstrong segmentasi pasar yang efektif memiliki karakteristik berikut:

1. Dapat diukur (measurable) 2. Dapat dijangkau (accesible) 3. Cukup besar (substantially) 4. Berbeda (distinctive) 5. Dapat digarap (actionable) Penargetan Pasar

Beberapa faktor yang dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam mengevaluasi segmen pasar, antara lain: ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tarik segmen, serta sasaran dan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Setelah mengevaluasi segmen-segmen yang ada, selanjutnya perusahaan menentukan pasar sasaran. Dalam menentukan pasar sasaran, perusahaan dapat mengadopsi satu atau lebih strategi penguasaan pemasaran yang terdiri dari pemasaran tak dibedakan (undifferentiated marketing), pemasaran dibedakan (differentiated marketing) dan pemasaran terkonsentrasi (concentrated marketing).

Penentuan Posisi produk

Posisi suatu produk adalah perangkat kompleks dari persepsi, kesan, dan perasaan yang diingat konsumen untuk produk dengan atau tanpa bantuan pemasar. Perusahaan dapat menerapkan strategi pemosisian produk berdasarkan sifat produk, manfaat produk, kala penggunaannya, kelas pengguna serta posisi produk dimata pesaing.

BAB 3 MOTIVASI DAN KETERLIBATAN KONSUMEN Pengertian dan Proses Motivasi

Motivasi dapat digambarkan sebagai tenaga pendorong dalam diri individu yang memaksa mereka untuk bertindak. Tenaga pendorong tersebut dihasilkan yang timbul sebagai akibat dari kebutuhan yang tidak terpenuhi. Ketika rasa tidak puas akan kebutuhan yang tidak terpenuhi itu meningkat, hasilnya adalah pengaktifan suatu kondisi kegairahan yang dipacu sebagai dorongan (drive).

Semakin kuat dorongan akan semakin besar urgensi respon yang dirasakan.

Kebutuhan yang diaktifkan akhirnya diakspresikan dalam perilaku dan pembelian

(10)

Kebutuhan dan Sasaran

Schiffman dan Kanuk (2000), mengemukakan kebutuhan manusia terdiri dari:

1. Kebutuhan dasar (innate needs) yaitu kebutuhan yang dibawa sejak individu lahir dan bersifat fisiologi (biogenis), meliputi semua factor yang dibutuhkan untuk menopang kehidupan fisik (makanan, air, pakaian, perumahan, seks).

2. Kebutuhan perolehan (acquired needs) adalah kebutuhan yang dikembangkan individu sesudah lahir (yang dipelajari sebagai jawaban terhadap kebudayaan atau lingkungan) terutama bersifat psikologis (psikogenis), meliputi cinta, penerimaan, penghargaan, dan pemenuhan diri.

Jenis-Jenis Motivasi

Jenis-jenis motivasi menurut beberapa ahli:

1. Hawkings: manifest motives dan laten motives

2. Mc-Guire: Motif preservasi kognitif, motif tumbuh kognitif, motif preservasi efektif, motif tumbuh efektif.

3. Schiffman dan Kanuk: motivasi positif dan motivasi negatif 4. Motif rasional dan motif emosional.

Teori-Teori Motivasi 1. Teori Motivasi Maslow 2. Teori Kebutuhan Mc-Clelland 3. Teori ERG Alderfer

4. Teori dua faktor Herzberg Riset Motivasi

Menurut Engel, et, al (1994), beberapa metode penelitian yang dapat digunakan untuk menemukan keberadaan dan kekuatan motif, antara lain : 1. Wawancara mendalam (depth interview)

2. Kelompok fokus (focus group) 3. Teknik proyeksi

Pengaruh Motivasi Terhadap Perilaku Konsumen

Jim dan King (2001), mengemukakan bahwa kepuasan konsumen mengenai dimana akan berbelanja didasarkan pada orientasi internal yang dimiliki yaitu motivasi, kebutuhan dan nilai. Selanjutnya dikatakan bahwa motivasi sebagai suatu kekuatan yang mendorong perilaku untuk memuaskan kebutuhan internal, sehingga motivasi berbelanja seseorang dapat didefinisikan sebagai pengarah perilaku yang membawa konsumen ke lokasi berbelanja untuk dipuaskan kebutuhan internalnya.

(11)

BAB 4 KEPRIBADIAN DAN GAYA HIDUP KONSUMEN Konsep kepribadian

Menurut Kotler (2005), kepribadian adalah ciri bawaan psikologi manusia (human psochological traits) yang terbedakan yang menghasilkan tanggapan yang relative konsisten dan tahan lama terhadap ransangan dengan lingkungan sekitarnya. Kepribadian biasanya didigambarkan dengan menggunakan ciri bawaan, seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomi, kehormatan, kemampuan bersoalisasi, pertahanan diri dan kemampuan beradaptasi.

Sifat-Sifat Dasar Kepribadian

Menurut Schiffman dan Kanuk (2007), kepribadian memiliki sifat-sifat dasar yaitu : kepribadian mencerminkan perbedaan individu, kepribadian bersifat konsisten dan bertahan lama, kepribadian dapat berubah.

Teori-Teori Kepribadian

Dari sekian banyak teori-teori keperibadian, terdapat tiga teori kepribadian yang sangat popular, yaitu :

1. Teori Freud, 2. Teori neo-Freud 3. Teori sifat Konsep Diri

Menurut Supranto (2007), konsumen mempertahankan dan meningkatkan konsep diri mereka tidak hanya dengan apa yang mereka konsumsi tetapi juga apa yang mereka hindari. Konsumen lebih suka merek yang menyerupai konsep diri mereka, akan tetapi derajat dimana mereka akan tertarik pada suatu merek bervariasi dengan simbolisme dari kelas produk.

Pengaruh Kepribadian Terhadap Keputusan Konsumen

Secara teoritis faktor pribadi yang meliputi usia dan tahap siklus hidup, pekerjaan dan lingkungan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri memang memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian, tetapi itu berlaku untuk barang-barang konsumsi, seperti : pakaian, kendaraan, perlengkapan rumah tangga serta barang produk yang masuk kategori barang lux. Untuk produk tertentu justru faktor pribadi tidak mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli produk/jasa.

BAB 5 PERSEPSI KONSUMEN Pengertian Persepsi

Menurut (Kotler, 2005) Persepsi adalah proses yang digunakan oleh individu untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi masukan informasi guna menciptakan gambaran dunia yang memiliki arti. Persepsi

(12)

tidak hanya bergantung pada ransangan fisik, tetapi juga berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan. Orang dapat memiliki persepsi yang berbeda atas objek yang sama disebabkan oleh tiga proses persepsi, yaitu : Perhatian selektif, distrorsi selektif, ingatan selektif

Dinamika Persepsi

Stimuli dapat dikelompokkan menjadi 2 tipe, yaitu:

1. Stimuli fisik (physical stimuli) → stimuli yang berasal dari lingkungan sekitar.

2. Stimuli yang bsersumber dari dalam individu → berbentuk predisposisi, seperti : harapan (expectation), motivasi (motives) dan pembelajaran (learning) yang didasarkan pada pengalaman sebelumnya.

Persepsi seorang individu terhadap sebuah relaitas yang sama disebabkan karena adanya perbedaan dalam perceptual selection, perceptual organization, dan perceptual interpretation. Karena perbedaan inilah persepsi masing-masing orang dapat berbeda-beda dan unik.

Citra Konsumen

Produk dan merk mempunyai nilai simbolis bagi individu, yang menilainya atas dasar konsistensi (kesesuaian) dengan gambaran pribadi mengenai diri sendiri.

Pengaturan Ulang Posisi Produk

Tanpa memperhatikan seberapa baik posisi produk tertentu, pemasar mungkin terpaksa mengatur ulang posisi produk untuk merespon peristiwa pasar (seperti pesaing mengurangi pangsa pasar merknya), dan lain sebagainya. Di mata pemasar, produk dan jasa yang dirasa menyenangkan mempunyai peluang yang jauh lebih baik untuk dibeli daripada produk dan jasa yang mempunyai citra tidak menyenangkan atau netral.

Pengaturan posisi jasa biasanya lebih sulit karena jasa tidak dapat dilihat sehingga pemasar jasa telah mengembangkan strategi khusus untuk membantu mengingatkan jasa yang ditawarkan kepada pelanggan, contoh:

penggunaan warna kartu kredit untuk membedakan status pemegang kartu.

Pandangan atau Persepsi Mengenai Harga

Para konsumen mengandalkan harga acuan internal maupun eksternal ketika menilai kewajaran harga. Harga acuan adalah setiap harga yang digunakan konsumen sebagai dasar perbandingan dalam menilai harga lain.

Harga acuan internal adalah harga-harga (rentang harga) yang didapat kembali oleh konsumen dari ingatan.

(13)

Kualitas yang Dirasakan atau Dipersepsikan

Skala SERVQUAL, dirancang untuk mengukur kesenjangan harga antara harapan pelanggan mengenai pelayanan dan persepsi konsumen mengenai pelayanan yang diberikan, yang didasarkan pada lima dimensi berikut ini:

1. Nyata, penampilan fasilitas fisik, peralatan, personalia, dan alat-alat komunikasi.

2. Reliabilitas, kemampuan menyelenggarakan pelayanan yang dijanjikan, yang bisa diandalkan dan akurat.

3. Daya tangkap, kesediaan untuk membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat.

4. Jaminan, pengetahuan dan sopan santun karyawan dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan.

5. Empati, kepedulian dan perhatian perorangan yang diberikan perusahaan kepada pelanggan.

Pengaruh Persepsi Terhadap Perilaku Konsumen

Fisbein (1975) yang menyatakan bahwa pengetahuan, kebutuhan, nilai, suasana hati, pengalaman ingatan, motivasi, serta perhatian akan mengakibatkan terbentuknya persepsi, sedangakan persepsi ini akan sangat berpengaruh terhadap terbentuknya keyakinan-keyakinan, perasaan emosional, dan keterarahan perilaku yang merupakan unsur-unsur penyusun sikap.

BAB 6 PEMBELAJARAN KONSUMEN Konsep Pembelajaran

Pembejaran (learning) dalam perspektif pemasaran dapat diartikan sebagai sebuah proses dimana seseorang memperoleh pengetahuan dan pengalaman pembelian dan konsumsi yang akan diterapkan pada perilaku yang terkait dimasa yang akan datang. Banyak pendapat dan pandangan mengenai teori pembelajaran, namun pada umumnya mereka sepakat bahwa proses pembelajaran dapat terjadi melalui motivasi, isyarat, tanggapan dan penguatan.

Teori Pembelanjaran Perilaku

Menurut Schiffman dan Kanuk (2007), proses belajar perilaku terdiri dari : 1) Classical conditioning yaitu teori belajar yang mengatakan bahwa baik

manusia maupun binatang adalah mahluk pasif yang dapat diajarkan melalui perilaku tertentu melalui engulangan

2) Instrumental conditioning yaituproses belajar yang terjadi akibat konsumen menerima imbalan yang positif atau negatif karena mengkonsumsi suatu produk sebelumnya.

Pengkondisian Klasik

(14)

Teori pengkondisian klasik menganggap bahwa semua organisme, manusia maupun binatang merupakan sebuah entitas yang relative pasif dan dapat diajar perilaku tertentu melalui pengulangan (pengkondisian). Istilah pengkondisian berarti seperti respon (atau otomatis) terhadap situasi yang terjadi melalui pemaparan yang berulang-ulang. Terdapat tiga konsep pokok yang berasal dari pengkondisian klasik, yaitu: pengulangan, generalisasi stimulus, dan diskriminasi stimulus.

Pengkondisian Instrumental

Para pakar teori pembelajaran instrumental percaya bahwa pembelajaran terjadi melalui proses mencoba (trial and error), dimana kebiasaan di bentuk sebagai hasil ganjaran yang diterima untuk tanggapan dan perilaku tertentu.

Dengan kata lain, Pengalaman yang menyenangkan merupakan instrumental (penolong) dalam mengajari individu untuk mengulangi perilaku tertentu.

Pembelajaran Vicarious

Peter dan Olson (1999) menyebutkan tiga penggunaan pembelajaran vicarious dalam strategi pemasaran, yaitu :

• Mengembangkan respon baru. Sebuah model dapat digunakan untuk memperkenalkan berbagai penggunaan produk baru yang selama ini belum terpikirkan oleh konsumen.

• Mencegah respon yang tidak dikehendaki. Penggunaan model sering digunakan untuk mengembalikan citra sebuah produk yang sebelumnya ditolak oleh konsumen karena sesuatu hal.

• Menfasilitasi respon. Konsumen yang telah mengenal dan telah mengetahui penggunaannya sebuah produk namun belum memutuskan pembelian, dapat menggunakan model untuk memperagakan produk sehingga dapat menjadi daya tarik konsumen untuk bisa meniru model tersebut.

Teori Pembelajaran Kognitif

Pembelajaran kognitif merupakan pembelajaran yang didasarkan pada kegiatan mental, yaitu bagaimana seseorang menerima dan memproses informasi yang diterima dari lingkungannya dan merubahnya menjadi sebuah makna dan pengetahuan baru.

BAB 7 SIKAP KONSUMEN Pengertian Sikap

Menurut Schiffaman dan Kanuk (2007), menyatakan bahwa sikap adalah ekspresi perasaan (inner feeling), yang mencerminkan apakah seorang senang atau tidak senang, suka atau tidak suka, dan setuju atau tidak setuju terhadap suatu objek.

Beberapa karakteristik tentang sikap, yaitu : 1. Sikap adalah kecenderungan yang dipelajari

(15)

2. Sikap mempunyai konsistensi 3. Sikap terjadi dalam situasi tertentu Komponen dan Objek Sifat

Para ahli psikologi sosial menganggap bahwa sikap terdiri dari 3 (tiga) komponen, yaitu :

1) Komponen kognitif 2) Komponen afektif 3) Komponen konatif Fungsi dan Dimensi Sikap 4 Fungsi Sikap yaitu:

1. Fungsi ulitilatarian,

2. Fungsi mempertahankan ego, 3. Fungsi ekspresi nilai

4. Fungsi Pengetahuan 5 Dimensi Sikap yaitu:

1. Dimensi arah (valence),

2. Dimensi ekstrimitas (extremity) 3. Dimensi resistensi (resistance), 4. Dimensi persistensi (persistance)

5. Dimensi tingkat keyakinan (confidence) Sikap Konsumen Terhadap Iklan

Hasil penelitian menemukan adanya hubungan antara sikap konsumen terhadap iklan, emosi konsumen terhadap merek suatu produk dan kepercayaan konsumen terhadap atribut produk. Beberapa temuan dalam hasil penelitian membuktikan bahwa :

1. Pembentukan sikap konsumen terhadap iklan dapat mempengaruhi sikap konsumen terhadap merek,

2. Iklan yang ditayangkan di media mempengaruhi emosi konsumen, baik pengaruh yang sifatnya positif maupun negatif,

3. Isi pesan iklan dapat mempengaruhi emosi para konsumen,

4. Komponen-komponen iklan baik secara verbal maupun visual dapat secara tidak langsung mempengaruhi sikap konsumen terhadap iklan, pembentukan kepercayaan konsumen terhadap atribut produk dan waktu penayangan iklan.

Pembentukan dan Perubahan Sikap

Pembentukan sikap dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : 1. pengalam pribadi → bagaimana respon konsumen setelah mencoba

sebuah produk.

2. pengaruh keluarga →pengaruh keluarga, teman atau kelompok referensi yang lain, melalui perkataan, perbuatan atau sikap keteladanan yang dimiliki kelompok referensi tersebut.

(16)

3. Direct Marketing→merupakan salah satu metode yang mengkombinasikan berbagai bentuk promosi dan langsung diarahkan kepada pelanggan sasaran.

4. media massa.→ Informasi yang dihasilkan oleh media massa tentang ide, produk serta opini mempengaruhi pembentukan sikap seorang konsumen terhadap suatu produk.

Perubahan Sikap merupakan proses perubahan sikap dari sikap sebelumnya maka digunakan istilah perubahan sikap. Terdapat beberapa strategi untuk mengubah sikap konsumen, antara lain : 1) mengubah fungsi motivasi dasar konsumen, 2) mengasosiasikan produk dengan even ataupun grup yang dihargai, 3) menyelesaikan dua sikap yang bertentangan, 4) mengubah komponen model multi atribut dan 5) mengubah kepercayaan konsumen terhadap produk pesaing.

BAB 8 KOMUNIKASI DAN PERILAKU KONSUMEN Unsur-Unsur Komunikasi

Terdapat lima unsur dasar dalam komunikasi, yaitu pengirim, penerima, medium, pesan, dan beberapa bentuk umpan balik (tanggapan penerima pesan).

Dari lima unsur diatas, proses komunikasi dapat diurakan sebagai berikut:

Sumber (Pemrakarsa Pesan),Encoding dan Decoding. Selanjutnya akan terjadi perubahan pengetahuan, sikap dan keyakinan baru yang mendorong audien untuk bertindak, yaitu melakukan proses pembelian atau sebaliknya menolak produk, yang kemudian akan menghasilkan umpan balik bagi sumber untuk merancang program kumunikasi yang lebih efektif.

Hambatan Komunikasi

1. Hambatan pada sumber; yang pada umunya berupa perumusan tujuan yang kurang jelas.

2. Hambatan dalam proses encoding; adanya kesalahan dalam proses encoding seperti iklan yang menyesatkan karena pihak pengiklan lebih terobsesi merancang iklan yang orisinil daripada menyampaikan benefit dari produk.

3. Hambatan dalam tramisi pesan; Pemilihan media yang tidak cocok bisa membuat pemasang iklan gagal menjangkau kelompok sasaran.

4. Hambatan dalam proses Decoding; pesan yang disampaikan tidak tersampaikan kepada konsumen dikarenakan tidak menarik, dianggap tidak kredibel, atau penyampaian pesan yang berulang-ulang.

Dampak Komunikasi

Evaluasi terhadap komunikasi bisa memberikan umpan balik bagi pemasar.

Alhasil, dalam penelitian kampanye iklan, umpan balik tidak langsung

(17)

dianggap lebih penting. Kriteria efektivitas tidak langsung lebih tertuju pada kemampuan iklan dalam menghasilkan exposure, awareness, pemahaman dan retensi pesan iklan.

Merancang Komunikasi yang Persuasif

Untuk menciptakan komunikasi yang persuasif, sponsor (individu maupun organisasi) lebih dahulu menentukan tujuan komunikasi, kemudian memilih audien yang tepat untuk pesan yang disampaikan dan media untuk mencapai mereka serta menyusun (encode) pesan dengan cara yang tepat untuk setiap medium dan setiap audien.

Pengaruh Komunikasi Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian

Semakin baik komunikasi pemasaran, maka semakin baik persepsi konsumen terhadap produk atau jasa yang dipasarkan. Kotler (2005), menyatakan bahwa proses keputusan pembelian konsumen dipengaruhi oleh rangsangan pemasaran (marketing stimuly) yang terdiri dari produk, promosi, price dan place serta ransangan lain yang meliputi kondisi ekonomi, budaya, teknologi dan politik. Artinya, komunikasi pemasaran yang terdiri dari iklan, jaringan distribusi, sales promotion, direct marketing, CRM dan bentuk marketing komunikasi lainnya berpengaruh penting dalam menciptakan persepsi dan membanguan brand image.

BAB 9 KELOMPOK RUJUKAN DAN PENGARUH KELUARGA Konsep Kelompok dan Kelompok Rujukan

Kelompok merupakan kumpulan orang yang memiliki aktivitas yang sama sertayang berinteraksi dalam waktu yang relatif rutin. Sedangkan kelompok rujukan adalah setiap orang atau kelompok yang dianggap sebagai dasar perbandingan (rujukan) bagi seseorang dalam membentuk nilai-nilai dan sikap umum atau khusus atau pedoman khusus bagi perilaku.

Kelompok rujukan terbagi yaitu: 1) kelompok rujukan normatif adalah kelompok rujukan yang mempengaruhi nilai atau perilaku yang ditentukan secara umum atau luas 2) kelompok rujukan komparatif adalah kelompok rujukan yang diperlakukan sebagai tolok ukur bagi sikap atau perilaku yang ditentukan secara khusus atau sempit

Pengaruh Kelompok Rujukan

1. Pengaruh Informasial → konsumen terpengaruh oleh informasi yang diberikan kelompok rujukan

2. Pengaruh Utilitarian → pengaruh ini muncul ketika kelompok rujukan memiliki kontrol atas imbalan dan hukuman yang diterima oleh konsumen 3. Pengaruh Ekspresi Nilai → pengaruh yang dapat mempengaruhi konsep

pribadi seseorang.

(18)

Faktor Yang Berpengaruh Pada Kelompok Rujukan

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kelompok rujukan, antara lain : 1. Information and Experience, adalah seseorang yang memiliki pengalaman

langsung terhadap suatu produk atau jasa, atau orang yang dapat dengan mudah memperoleh informasi lengkap mengenai suatu produk akan lebih sulit terpengaruh oleh penjelasan orang lain.

2. Kredibilitas, Daya Tarik, dan Kekuatan Kelompok Rujukan. Kelompok rujukan yang dianggap kredibel, menarik, dan memiliki kekuasaan dapat menimbulkan perubahan sikap dan perilaku konsumen.

3. Conspicuousness of The Product, Potensi Pengaruh dari suatu Group Referensi terhadap keputusan pembelian seseorang berbeda menurut seberapa menonjolnya suatu produk secara visual maupun verbal dibanding dengan produk lain.

Kelompok Rujukan Yang Mempengaruhi Konsumen

Beberapa kategori kelompok rujukan yang memiliki pengaruh terhadap keputusan konsumen, antara lain :

1. Friendship Groups, dapat dikategorikan sebagai kelompok Informal karena tidak ada struktur dan kurang mempunyai tingkat kewenangan yang khusus. Dari segi pengaruh, teman adalah yang memberikan pengaruh terbesar ( setelah keluarga ) terhadap keputusan pembelian seseoarang.

2. Shopping Group, adalah dua atau lebih orang yang melakukan aktivitas berbelanja secara bersama.

3. Work Groups, adalah kelompok orang yang meghabiskan waktu mereka bersama – sama karena suatu pekerjaan dengan frekuensi yang sering akan saling memberikan pengaruh terhadap perilaku konsumsi mereka.

4. Virtual Groups Or Communities, merupakan tipe kelompok yang terbentuk dengan menggunakan teknologi internet.

5. Consumer - action groups, merupakan jenis lelompok khusus konsumen yang muncul sebagai reaksi terhadap gerakan konsumen.

Pengaruh Selebriti Dalam Kelompok Rujukan

Beberapa kelompok selebriti yang umum digunakan oleh para pemasar dalam mempengaruhi perilaku dan persepsi konsumen, antara lain :

1. Selebriti, Para pemasar menggunakan selebriti untuk mempromosikan produknya dengan harapan para calon konsumen yang membaca atau menonton akan memberikan reaksi positif terhadap hubungan selebriti dengan produk yang diiklankan karena sebagian masyarakat, khusususnya penggemar selebriti memandang sosok selebriti sebagi profil manusia idela, dimana mereka berusaha untuk mencapainya.

2. Tenaga Ahli, adalah orang memiliki keahlian pada bidangtertentu yang dapat mengarahkan dan meyakinkan konsumen dalam menilai sebuah produk.

3. Orang biasa, biasanya keuntungan dari daya orang biasa adalah menunjukkan pada para calon pelanggan bahwa seseorang yang persis

(19)

seperti mereka telah menggunakan dan puas dengan produk atau jasa yang diiklankan.

4. Juru Bicara Eksekutif dan Karyawan, seperti juru eksekutif sering dikagumi oleh masyarakat umum karena keberhasilan mereka dan status yang secara mutlak sebagai seorang pemimpin perusahaan yang berhasil.

Keluarga

Dalam perspektif perilaku konsumen, keluarga memiliki beberapa fungsi pokok, antara lain meliputi :

1. Kesejahteraan Keluarga (Economic Well-being), anggota keluarga dapat menyediakan sumber keuangan bagi keluarga

2. Dukungan Emosional ( Emotional Support), dukungan emosional seperti cinta, kasih sayang, dan keakraban pada para anggota keluargat), serta memberikan dukungan, dorongan, dan membantu para anggotanya dalam mengatasi pengambilan keputusan dan berbagai persoalan pribadi atau sosial.

3. Gaya Hidup Keluarga yang Cocok ( Suitable Family Lifestlyle), Pendidikan, pengalaman, tujuan pribadi atau tujuan suami istri yang ditetapkan bersamamenentukan arti penting yang diberikan pada pendidikan, membaca, menonton televisi, keterampilan komputer, pemilihan kegiatan liburan dan rekreasi lainnya.

Peran Keluarga Dalam Pengambilan Keputusan

Peran keluarga dalam pengambilan keputusan pembelian menarik perhatian para pemasar, terutama pada bagaimana anggota keluarga berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain. Peran keluarga dalam pengambilan keputusan dalam sebuah keluarga dikelompokkan menjadi:

1. Pemberi pengaruh (influencer) : memberikan informasi bagi anggota keluarga lainnya tentang suatu produk atau jasa.

2. Penjaga pintu (gatekeepers) : mengontrol aliran informasi yang masuk ke dalam keluarga,

3. Pengambil keputusan (deciders) : memiliki kemampuan untuk menentukan apakah suatu produk atau jasa dapat dibeli atau tidak,

4. Pembeli (buyers) : adalah orang yang akan membeli produk atau jasa, 5. Pengguna (user) : adalah orang yang akan mengkonsumsi atau

menggunakan produk tersebut.

6. Pembuang (disposers) : adalah mereka yang membuang produk atau yang menghentikan penggunaan sebuah jasa

Dinamika Dalam Pengambilan Keputusan Keluarga

Studi tentang dominasi anggota keluarga dalam pengambilan keputusan pembelian umumnya dikelompokkan menjadi :

1) keputusan keluarga dominasi suami (Husband-Dominated) 2) dominasi istri (Wife-Dominated),

3) keputusan bersama (Joint –Equal) dan 4) otonomi (Autonomic - Solitary, Unilateral).

(20)

Siklus Hidup Keluarga

Siklus hidup keluarga secara tradisional menggambarkan tahapan yang sebagian besar dilewati oleh sebuah keluarga, dimulai dari belum menikah (bujangan), menikah, pertumbuhan keluarga, penyusutan keluarga, dan diakhiri dengan putusnya unit dasar (kematian suami atau istri).

BAB 10 KELAS SOSIAL DALAM PERILAKU KONSUMEN Kelas Sosial

Kelas sosial mengacu pada pengelompokan orang yang sama dalam perilaku mereka berdasarkan posisi ekonomi mereka di dalam pasar. Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial terdapat faktor-faktor gaya hidup tertentu, seperti : sikap, kepercayaan, kegiatan dan perilaku bersama yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.

Shiffman dan Kanuk (2007) mengemukakan profil kelas-kelas sosial dalam enam tingkatan, masing-masing :

1) Kelas atas-atas sebagai perkumpulan country club 2) Kelas atas-bawah sebagai orang kaya baru

3) Kelas menengah-atas sebagai para professional yang sedang mencapai prestasi

4) Kelas menengah-bawah sebagai pengikut yang setia

5) Kelas bawah-atas sebagai mayoritas menginginkan rasa aman 6) Kelas bawah-bawah sebagai kelas paling rendah

Kelompok Konsumen Kaya

Karena tidak semua konsumen kaya memiliki gaya hidup yang sama, pemasar telah berusaha memisahkan berbagai segmen yang penting dalam pasar kaya ini seperti yang telah dilakukan oleh Mediamark Research, Inc (MRI) yang telah membagi segmen pasar kaya menjadi: Well-Feathered Nests, No String Attached, Nanny’s in Charge, Two Careers, The Good Life

Karena terbatasnya pesaing bagi pasar local, orang kaya pedesaan merupakan segmen bagian pasar kaya yang belum dijangkau. Orang kaya pedesaan biasa dibagi menjadi empat kategori: Sub-urban Transplants, Equity-rich Sub-urban Expatriates, City Folks with Country Homes, Welthy Landowners,

Konsumen Yang Tidak Kaya

Hasil studi menunjukkan bahwa orang yang berpenghasilan rendah atau konsumen kelas bawah (penghasilan kurang dari $30,000) mungkin merupakan orang-orang yang setia kepada merk daripada para konsumen yang lebih kayak arena mereka khawatir akan membuat kesalahan dengan beralih ke merk yang belum mereka kenal.

(21)

Implikasi Kelas Sosial Dalam Perilaku Konsumen

Beberapa implikasi perilaku konsumen pada kelas soaial, antara lain:

1. Pakaian, mode dan berbelanja.

2. Pencarian waktu senggang

3. Simpanan, pengeluaran dan kredit

BAB 11 BUDAYA, SUB-BUDAYA DAN LINTAS BUDAYA Budaya

Budaya adalah keseluruhan yang kompleks meliputi pengetahuan, kepercayaan, senin, hukum, moral, kebiasaan, dan setiap kemampuan yang diperoleh setiap orang sebagai anggota masyarakat. Budaya dapat dipelajari melalui berbagai medium, mulai dari pembelajaran formal, pembelajaran informal dan pembelajaran teknis.

Proses budaya (cultural process), menjelaskan bagaimana makna dan budaya ini dipindahkan atau ditransfer di antara tempat-tempat tersebut oleh apa yang dilakukan organisasi (bisnis, pemerintah, agama, pendidikan) dan oleh masing-masing individu di masyrakat. Dari sudut pandang proses budaya, iklan dapat dipandang sebagai suatu jalan dimana makna budaya dapat dikucurkan kedalam barang konsumsi.

Makna dan Kandungan Budaya

Makna budaya (culture meaning), adalah makna dasar yang sama yang dipahami dan dianut oleh sebagian besar kelompok sosial dalam sebuah masyarakat. Sedangkan, kandungan suatu budaya (content of culture) adalah kepercayaan, sikap, tujuan dan nilai-nilai yang dipegang oleh sebagian besar masyarakat dalam suatu lingkungan, di samping arti dari perilaku, aturan, kebiasaan, dan norma yang dianut sebagian masyarakat.

Menurut Peter dan Olson, (2000), dalam pemasaran telah digunakan berbagai macam prosedur untuk mengukur kandungan budaya, antara lain:

1. Analisis kandungan,

2. Penelitian etnografis di lapangan 3. Pengukur tata nilai.

Sub-budaya dan Lintas Budaya

Sub-budaya adalah sekelompok orang tertentu dalam sebuah masyarakat yang sama-sama memiliki makna budaya yang sama untuk tanggapan afeksi dan kognisi (reaksi emosi, kepercayaan, nilai dan sasaran), perilaku (adat istiadat, ritual, norma perilaku) dan faktor lingkungan (kondisi kehidupan, lokasi geografis, objek-objek yang penting). Jenis-jenis sub-budaya antara lain:

Sub-budaya Geografis, Sub-budaya Usia, Sub-budaya Etnis.

(22)

Dengan menganalisis konsumen lintas budaya (cross-cultural), pemasar perlu memahami perbedaan makna budaya antar negara untuk mengembangkan strategi yang efektif dalam budaya yang sangat beragam, sebagai usaha untuk menentukan sejauh mana kesamaan atau perbedaan para konsumen dari dua negara atau lebih. Sejalan dengan semakin terbukanya era globalisasi dan pasar bebas, menyebabkan mobilitas sumberdaya ekonomi menjadi semakin mudah bergerak dari satu negara ke negara lain.

BAB 12 PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN Keputusan Konsumen

Tingkat persaingan bisnis serta semakin kompleksnya variable yang mempengaruhi keputusan konsumen, membuat proses untuk memahami perlaku keputusan pembelian konsumen menjadi semakin rumit. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen adalah faktor usaha pemasaran perusahaan (produk, promosi, harga dan saluran distribusi) dan faktor sosial budaya (keluarga, sumber informasi, sumber non-komersial, kelas sosial, budaya dan sub-budaya).

Proses Pengambilan Keputusan Konsumen

Terdapat lima tahapan dasar atau sub-proses dalam pengambilan keputusan konsumen, antara lain :

1) Pengenalan masalah → konsumen mencari informasi tentang produk yang dipakai, apakah ada masalah atau tidak dengan produk tersebut.

2) Mencari alternative pemecahan → setelah mencari tahu produk yang dipakai, konsumen akan mencari merek alternatif sebagai pembanding untuk memecahkan masalah yang dirasakannya apabila produk yang dibandingkan bermasalah.

3) Mengevaluasi alternative dan memilih → Di tahap ini, konsumen menggunakan informasi yang dimiliki membandingkan dan mengevaluasi berbagai alternatif merek.

4) Melakukan pembelian → Setelahnya konsumen melakukan pembelian terhadap produk alternatif yang dipilihnya.

5) Menggunakan produk yang dibelinya dan melakukan evaluasi ulang → konsumen kemudian menggunakan dan mengevaluasi apakah produk yang dipilih dapat menyelesaikan masalah yang dimilikinya.

BAB 13 RISET PERILAKU KONSUMEN Proses Riset Pemsaran

Riset pemasaran pada dasarnya terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu:

1. Mendefinisikan Masalah

 Mengumpulkan Informasi awal (preliminary objective)

 Mendeskripsikan sesuatu (description research)

(23)

 Menguji hipotesis mengenai hubungan sebab akibat.

2. Mengembangkan Rencana Riset

 Menentukan data yang dibutuhkan

 Rencana pengumpulan data

 Rencana pengumpulan data sekunder.

 Rencana pengumpulan data primer

 Pendekatan riset.

 Rencana pengambilan sampel.

 Instrumen riset

 Mempresentasikan rencana riset 3. Mengimplementasikan rencan riset

4. Menginterpretasi dan menyusun laporan hasil riset Menyusun Tujuan Riset

Penentuan tujuan riset bertujuan untuk menentukan rancangan riset yang tepat serta akan membantu untuk menentukan jenis dan kualitas informasi yang dibutuhkan.

Pengumpulan Data Sekunder

Informasi sekunder dapat berupa hasil riset dari berbagai organisasi, data yang dihasilkan dari dalam perusahaan untuk studi sebelumnya, atau informasi pelanggan yang dikumpulkan oleh bagian penjualan. Sumber informasi data sekunder dapat diperoleh dari instansi pemerintah, perusahaan riset pemasaran, perusahaan sensus swasta dan agen-agen periklanan.

Rancangan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Pada rancangan penelitian kuantitatif, metode pengumpulan data primer yang digunakan adalah observasi, eksprimentasi dan survey. Sedangkan teknik pengumpulan data untuk studi kualitatif dapat berupa wawancara yang mendalam, kelompok focus, teknik proyeksi dan analisis kiasan.

Metode Riset

Menurut Schiffman dan Kanuk (2007), dalam penelitian perilaku konsumen, terdapat beberapa metodologi riset yang dapat digunakan, antara lain :

1. Riset kuantitatif bersifat deskriptif dan digunakan untuk memahami pengaruh berbagai masukan promosi terhadap konsumen, sehingga memungkinkan para pemasar “meramalkan” perilaku konsumen.

2. Riset Kualitatif. Teknik ini dilakukan melalui analisis pewawncara yang sangat terlatih dan cenderung bersifat subyektif.

3. Gabungan riset kualitatif dan kuantitatif. Beberapa pemasar menggunakan gabungan riset kuantitatif dan kualitatif untuk membantu membantu mengambil keputusan pemasaran strategis karena terbatasnya hasil riset kualitatif.Hasil penggabungan memungkinkan para pemasar untuk merancang berbagai strategi pemasaran yang lebih berarti dan lebih efisien yang bertujuan memperoleh laba maupun nirlaba.

(24)

BAB III

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BUKU

 Kelebihan Buku

1. Penulis buku ini banyak menggunakan bahasa dan kata-kata asing yang diterjemahkan sehingga pembaca dapat memahami dengan mudah materi yang dijelaskan.

2. Penyusunan materi rapi dan sistematis yang membuat pembaca dapat dengan mudah melihat arah pembelajaran.

3. Buku ini menyediakan soal-soal latihan yang dapat membantu pembacanya dalam memahami materi yang disampaikan.

4. Dalam penyampaian materi, penulis selalu mencantumkan sumber teori dan kajian yang digunakan sehingga apabila pembaca ingin mencari tahu lebih banyak lagi, pembaca dapat mencarinya dengan lebih mudah.

5. Dalam pembahasan materi, penulis banyak memberikan bagan dan model dalam menjelaskan materinya sehingga pembaca dapat mengerti materi yang disampaikan dan tidak merasa bosan saat membaca buku ini.

6. Pada masing-masing bab, penulis selalu mencantumkan ringkasan pada akhir setiap bab sehingga pembaca dapat membaca bab dengan lebih cepat tanpa harus membaca seluruh bab tersebut

7. Buku ini memiliki daftar tabel dan daftar gambar sehingga apabila pembaca ingin mencari suatu tabel tertentu maka pembaca dapat mencarinya dengan mudah.

8. Penulis banyak memberikan contoh dalam menjelaskan materinya.

 Kekurangan Buku

1. Banyak ditemukan penulisan kata yang salah atau typo dalam buku.

2. Penjelasan materi yang diberikan terlalu bertele-tele dan tidak langsung pada intinya.

3. Bahasa yang digunakan cukup berat sehingga pembaca harus membaca secara berulang kembali agar dapat mengerti.

4. Tulisan yang terlalu padat sehingga pembaca mengalami kesulitan dalam membaca buku ini.

(25)

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Buku ini menjelaskan perilaku konsumen secara lengkap dan terperinci.

Visualisasi dan pemberian contoh oleh penulis sangat membatu pembaca memahami materi yang disampaikan. Namun, buku ini tidak sempurna dalam penulisannya. Masih ada beberapa kesalahan penulisan dan penggunaan bahasa yang berat yang memberatkan pembaca dalam memahaminya.Terlepas dari beberapa kekurangan buku, buku ini ditulis dengan baik dan cocok untuk siswa, mahasiswa, guru maupun dosen yang sedang mencari referensi untuk tugas atau bahan ajar. Seperti yang disampaikan di kata pengantar buku, penulis berharap buku ini dapat memberikan pengetahuan dan manfaat yang berguna bagi pihak yang membacanya.

B. Saran

Saran yang dapat saya berikan kepada penulis buku adalah untuk lebih teliti lagi dalam mengedit buku, ada beberapa hal yang dapat terlewat dalam pengeditan buku. Selain itu dari segi penyampaian materi lebih baik menggunakan kata-kata yang tidak terlalu berat agar mudah dipahami oleh pembaca. Selain dari kekurangan tersebut, buku ini sangat bagus dan sangat cocok untuk direkomendasikan kepada siapa pun.

Referensi

Dokumen terkait

Experiential marketing adalah lebih dari sekedar memberikan informasi dan peluang pada pelanggan untuk memperoleh pengalaman atas keuntungan yang didapat dari produk atau

Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki oleh konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan

experiential marketing adalah lebih dari sekedar memberikan informasi dan peluang pada pelanggan untuk memperoleh pengalaman atas keuntungan yang didapat dari produk atau

Prinsip yang dipegang dalam tipe ini adalah perusahaan menyediakan berbagai informasi lengkap mengenai seluruh produk atau jasa yang ditawarkan melalui internet,

Perspektif tradisional wawancara semi-struktur ini secara khusus akan memberikan peluang untuk mendapatkan informasi yang kaya mengenai pengalaman langsung dan perspektif

Dengan adanya experiential marketing, pelanggan akan mampu membedakan produk dan jasa yang satu dengan lainnya karena mereka dapat merasakan dan memperoleh pengalaman secara

mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Informasi yang benar serta lengkap dari suatu produk barang/ jasa harus disertakan oleh produsen. Label sebagai wujud hak

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Word of Mouth adalah pembicaraan orang-orang mengenai suatu produk atau jasa, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang