• Tidak ada hasil yang ditemukan

CRITICAL JOURNAL REVIEW PEMODELAN SISTEM TRANSPORTASI

N/A
N/A
Ance Manik

Academic year: 2024

Membagikan "CRITICAL JOURNAL REVIEW PEMODELAN SISTEM TRANSPORTASI"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

CRITICAL JOURNAL REVIEW PEMODELAN SISTEM TRANSPORTASI

Dosen Pengampu : Hamidun Batubara, Ir. Mt Ir. Dody Sibuea, S. T., M. T

Disusun Oleh :

Nama : Ance Fungki Manik NIM : 5203250026

Kelas : TS A 2020

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2022

(2)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan karunia-Nya yang masih memberikan saya kesempatan sehingga saya dapat menyelesaikan laporan Critical Journal Review ( CJR ) ini tepat pada waktunya. Adapun Critical Journal Review ini yaitu mengenai “4 Langkah Pemodelan Transportasi Pada Transportation Demand Forecasting, Sehubungan Dengan Perencanaan Transportasi”.

Penulisan laporan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pemodelan Sistem Transportasi dan menambah wawasan sekaligus pemahaman terhadap materi tersebut. Harapan saya, semoga setelah penyelesaian penulisan Critical Journal Review ini, saya semakin memahami tentang bagaimana penulisan Critical Journal Review yang baik dan benar.

Di lain sisi saya mendapatkan pengalaman dan ilmu yang berharga dalam penyusunan CJR ini, saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian CJR ini, khususnya kepada dosen pengampu mata kuliah Pemodelan Sistem Transportasi.

Dalam penulisan Critical Journal Review ini, penyusun menyadari bahwa laporan ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh sebab itu penyusun mengaharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, November 2022

Penyusun

(3)

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Rasionalisasi Pentingnya Critical Journal Review ... 1

1.2 Tujuan Critical Journal Review ... 1

1.3 Manfaat Critical Journal Review ... 1

BAB II IDENTITAS DAN RINGKASAN JURNAL ... 2

2.1 Identitas Jurnal ... 2

2.2 Ringkasan Jurnal ... 2

BAB III ANALISI JURNAL ... 8

3.1 Perbandingan Jurnal ... 8

3.2 Metode yang Digunakan ... 8

3.3 Perbedaan Dalam Teknik Pengumpulan Data yang Digunakan, dan Analisis Data ... 9

3.4 Hasil yang Diperoleh ... 11

BAB IV KELEBIHAN JURNAL... 15

4.1 Kegayutan Antar Elemen... 15

4.2 Originalitas Temuan ... 15

4.3 Kemuktahiran Masalah ... 15

4.4 Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian ... 15

BAB V PENUTUP ... 16

5.1 Kesimpulan ... 16

5.2 Saran ... 16

DAFTAR PUSTAKA ... iii

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Rasionalisasi Pentingnya Critical Journal Review

Jurnal review merupakan kegiatan meriview secara keseluruhan dari seluruh komponan yang tersedia dengan cara menganalisis data, keunggulan dan kelemahan yang ada di dalam penelitian tersebut dan membandingkannya dengan jurnal lainnya.

Mengkritik sebuah jurnal adalah salah satu kegiatan yang harus dikuasai mahasiswa. Banyak jurnal-jurnal yang bisa dikritik baik dari segi penulisan, cocok tidaknya bahan materi dengan pembaca, dan kelengkapan materi. Pada laporan ini disertai kelebihan dan kekurangan jurnal baik dari segi penulisan, pemakaian Bahasa, bahan materi, maupun kelengkapan materi. Karena pada dasarnya tidak ada jurnal yang sempurna. Dengan demikian, Critical Journal Review ini bisa menjadi saran dan masukan bagi penulis jurnal kedepannya dan dapat membuat jurnal yang lebih baik lagi.

1.2 Tujuan Critical journal Review

Adapun tujuan dalam pembuatan Critical Journal Review ini adalah : 1. Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah dari Pemodelan Sistem

Transportasi

2. Untuk memaparkan ringkasan hasil penelitian

3. Untuk menganalisa perbandingan jurnal serta perbedaan teknik pengumpulan data yang diguanakn dan analisis hasil data yang diperoleh

4. Untuk menganalisa kelebihan jurnal.

1.3 Manfaat Critical Journal Review

Dengan adanya Critical Jurnal Review ini, kita dapat dilatih untuk bisa mengkritik jurnal yang telah ada yang ditulis oleh penulis lainnya. Selain itu juga dapat menambah wawasan dan pemahaman mahasiswa tetang Critical Journal Review (CJR).

(5)

2

BAB II

RINGKASAN ISI JURNAL

2.1 Identitas Jurnal Identitas jurnal utama

Judul : Bangkitan Perjalanan Pada Perumahan Bougenvlle Di Palembang

Jurnal : Jurnal Sipil

Volume & Halaman : Volume 5 Nomor 2 Halaman 1-6 Tahun : Maret 2011

Penulis : Hamdi ISSN : 1907 - 6975

Reviewer : Ance Fungki Manik Tanggal : 25 November 2022

Identita Jurnal Pembanding

Judul : Analisis Bangkitan Perjalanan Gugus Pulau Sebagai Demand Untuk Pengembangan Jaringan Jalan Trans Maluku

Halaman : Halaman 1-17

Penulis : haryanto Tulak, M. Yamin Jinca dan M. Alham Djabbar Reviewer : Ance Fungki Manik

Tanggal : 25 November 2022

2.2 Ringkasan Isi Jurnal A. Ringkasan Jurnal Utama 1. Pendahuluan

Permasalahan transportasi timbul sebagai salah satu akibat dari laju pertumbuhan penduduk yang relatif pesat, peningkatan jumlah kendaraan bermotor, dan terbatasnya fasilitas jaringan jalan yang ada. Ketidak seimbangan antara sistim kegiatan dari suatu tataguna lahan, sistim jaringan dan sistim pergerakan transportasi tersebut merupakan sebuah mata rantai yang akan terus berlanjut sebagai akibat dari perkembangan kota yang dinamis.

(6)

3

Munculnya kawasan perumahan menyebabkan berubahnya fungsi tata guna lahan yang dikemudian hari menimbulkan permasalahan. Kegiatan masyarakat untuk beraktivitas menyebabkan timbulnya bangkitan-bangkitan perjalanan yang dapat membebani jalur-jalur jaringan jalan menuju pusat-pusat kegiatan. Keberadaan permukiman Bougenville di kawasan Kecamatan Alang Alang Lebar, Palembang (sebagai kawasan pembangkit) akan meningkatkan densitas lalu-lintas khususnya pada jalan Kol. H. Burlian.

Meningkatnya jumlah perjalanan yang dibangkitkan oleh kawasan perumahan Bougenville dapat berdampak terhadap kapasitas pelayanan jalan yang ada di sekitar lokasi perumahan, khususnya pada ruas Jalan Kol. H. Burlian, sehingga kemacetan lalu-lintas sukar dihindari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memodelkan bangkitan lalu-lintas pada perumahan Bougenville.

2. Tinjauan Pustaka

Konsep dan Ruang Lingkup Perencanaan Transportasi

Lingkup perencanaan transportasi pada intinya meramalkan dan menaksir banyaknya kebutuhan perjalanan orang, barang dan kendaraan, khususnya dalam ruang kota pada masa yang akan datang. Penaksiran ini dilandasi dengan hasil analisa data yang didapatkan dari survey data tahun sekarang yang dianalisis melalui proses kalibrasi model statistik.

Urutan yang paling sering digunakan dalam kajian transportasi dengan menggunakan konsep perencanaan transportasi empat tahap adalah; bangkitan perjalanan (trip generation, G), sebaran perjalanan (trip distribution, D), pemilihan mode trasnportasi (mode choice, MC) dan pemilihan rute (route choice, A).

Analisis Bangkitan Lalu-lintas

Bangkitan lalu-lintas (trip generation) merupakan fase pertama dalam proses perjalanan. Bangkitan lalu-lintas merupakan fungsi sosio ekonomi, lokasi dan karakteristik tata guna lahan. Bangkitan lalu-lintas bertujuan meramalkan jumlah lalu-lintas yang dibangkitkan dan ditarik oleh suatu zona yang menjadi lokasi studi. Dengan kata lain, bangkitan lalu-lintas bertujuan untuk menjawab

(7)

4

seberapa besar jumlah lalu-lintas yang dihasilkan oleh suatu kawasan berdasarkan data rumah tangga dan sosio-ekonomi. (Mathew and Rao, 2007).

Bangkitan lalu-lintas digunakan untuk memperkirakan jumlah perjalanan yang berasal dari setiap kawasan (trip origin) dan jumlah perjalanan yang berakhir pada suatu zona (trip end) untuk setiap tujuan perjalanan.

Model Bangkitan Perjalanan

Model merupakan gambaran sesuatu dan dirancang untuk tujuan yang spesifik. Pemodelan transportasi menjelaskan tentang hubungan antara tata guna lahan (land use), lalulintas (traffic) dan sarana transportasi (Black, 1985). Tujuan pemodelan dari besarnya bangkitan pergerakan adalah untuk memperoleh formulasi matematis yang dapat digunakan untuk mengestimasi besarnya bangkitan pergerakan berdasarkan zona.

Metode Analisis Regresi

Untuk memperkirakan parameter-parameter terbaik yang memiliki hubungan erat terhadap terjadinya suatu bangkitan lalu lintas pada perumahan, hubungan matematis antara dua variabel atau lebih digunakan metode regresi linier berganda.

B. Ringkasan Jurnal Pembanding 1. Pendahuluan

Sarana dan Prasarana transportasi darat yang ada akan berpengaruh terhadap kondisi transportasi setempat, maupun antar pulau di Provinsi Maluku; Dimana Penyebaran penduduk tidak merata, dengan konsentrasi penduduk pada umumnya di pulau-pulau kecil seperti pulau Ambon memiliki luas daratan 761km2 dengan kepadatan penduduk 521,57 orang/km2 , Kepulauan Lease dengan kepadatan penduduk 157,89 orang/km2 dan pulau besar yang jarang penduduknya seperti Pulau Seram memiliki luas daratan 18.625 km2 dengan kepadatan penduduk 19,55 orang/km2 .Ketersediaan (Supply) prasarana jalan terbatas dalam memenuhi kebutuhan (Demand) serta pergerakan lalu-lintas kendaraan yang cukup tinggi, masalah kemacetan dan

(8)

5

terputusnya akses lalu-lintas seperti rusaknya beberapa jembatan di Pulau Seram tahun 2007.

2. Tinjauan Kepustakaan

Sistem Transportasi Nasional

a. Definisi Sistranas, tujuan dan Sasaran

Sistranas adalah tatanan transportasi terorganisasi secara kesisteman terdiri dari transportasi jalan, transportasi kereta api, transportasi sungai dan danau, transportasi penyebrangan, transportasi laut, transportasi udara, serta transportasi pipa, yang membentuk suatu sistem pelayanan transportasi yang efektif dan efisien, serta melayani perpindahan orang atau barang, yang terus berkembang secara dinamis.

Tujuan Sistranas adalah terwujudnya transportasi yang efektif dan efisien dalam menunjang dan sekaligus menggerakkan dinamika pembangunan, meningkatkan mobilitas manusia, barang dan jasa, terciptanya pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis, serta mendukung pengembangan wilayah, dan memantapkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

b. Perencanaan Transportasi Perkotaan

Perencanaan Transportasi (Khisty dasar-dasar perencanaan transportasi jilid 2:149) dilakukan oleh manusia dan untuk manusia.

Perencanaan itu berorientasi masa depan dan optimistik. Perencanaan kota dan regional melibatkan penyusunan penyusunan pola ruang dari waktu ke waktu.

Proses empat langkah tradisional dalam proses kebutuhan perjalanan seperti pada gambar 2. adalah :

- Rencana Tata Ruang yaitu rencana ruang bagi lokasi penelitian.

- Bangkitan perjalanan meramalkan perjalanan yang dilakukan.

- Distribusi perjalanan menentukan tujuan perjalanan itu.

- Penggunaan Moda memprediksi, bagaimana perjalanan itu terbagi diantara moda yang ada.

(9)

6

- Pembebanan Jaringan memprakirakan rute yang akan dilewati oleh perjalanan itu, yang menghasilkan peramalan untuk sistem jalan raya dan peramalan perjalanan untuk sistem jalan raya dan peramalan tingkat-tumpangan untuk sistem transit.

- Analisis MKJI menghasilkan jumlah pembebanan dari jaringan jalan pada lokasi penelitian.

c. Geometrik Jalan

1) Prinsip dan Bagian Geometrik Jalan

Prinsip umum Pada Perencanaan Jalan arteri, kondisi berikut ini harus dipenuhi

-

Standar jalan harus sedapat mungkin tetap sepanjang rute.

-

Bahu jalan harus rata dan sama tinggi dengan jalur lalu-lintas sehingga dapat digunakan oleh kendaraan berhenti.

-

Halangan seperti tiang listrik, pohon, dll. sebaiknya tidak terletak di bahu jalan, halangan lebih disukai jika terletak jauh di luar bahu untuk kepentingan keselamatan.

-

Persimpangan dengan jalan kecil (minor) dan jalan masuk/ keluar ke sisi jalan dibuat tegak lurus terhadap jalan utama, dan menghindari lokasi dengan jarak pandang yang buruk.

2) Tingkat Pelayanan

Tingkat pelayanan suatu jalan berkaitan dengan kecepatan operasi atau fasilitas jalan, yang tergantung pada perbandingan antara arus terhadap kapasitas. Oleh karena itu tingkat pelayanan pada suatu jalan tergantung pada arus lalu-lintas (Tamin, 2008:86). Berdasarkan Morlok (1991:212-213) Tingkat pelayanan ditentukan dalam suatu skala interval yang terdiri dari 6 tingkat. Tingkat- tingkat ini disebut A, B, C, D, E dan F, dimana tingkat A merupakan tingkat pelayanan jalan tertinggi. Apabila volume meningkat maka tingkat pelayanan menurun, suatu akibat dari arus lalu-lintas yang lebih buruk dalam kaitannya dengan karakteristik pada tingkat pelayanan yang disebutkan sebagai berikut :

(10)

7

-

Tingkat Pelayanan A menunjukkan arus bebas, volume rendah dan kecepatan tinggi, pengemudi dapat memilih kecepatan yang dikehendaki.

-

Tingkat pelayanan B menunjukkan arus stabil, kecepatan terbatas oleh lalu-lintas, volume pelayanan yang dipakai untuk merencanakan jalan keluar kota atau jalan antar kota.

-

Tingkat pelayanan C dengan arus stabil, kecepatan dikontrol oleh lalu- lintas, Rencana Tata Ruang Bangkitan Perjalanan Distribusi Perjalanan Penggunaan Moda Jaringan Jalan Pembebanan Jaringan Analisis MKJI Pengembangan Transportasi kede Analisis SWOT 6 volume pelayanan yang dipakai untuk disain jalan perkotaan.

-

Tingkat pelayanan D menunjukkan mendekati arus tidak stabil atau arus mulai terhambat/ tidak stabil.

-

Tingkat pelayanan E menunjukkan arus yang tidak stabil, kecepatan rendah dan berbeda-beda, volume mendekati kapasitas.

-

Tingkat pelayanan F menunjukkan arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume lebihbesar dari kapasitas, banyak berhenti dan aliran arus lalu-lintas mengalami kemacetan total.

(11)

8

BAB III

ANALISIS JURNAL

3.1 Perbandingan Jurnal

Pada jurnal utama informasi tentang jurnal lebih lengkap seperti Jenis jurnal, volume, tahun serta ISSN nya. Materi yang disampaika pun lebih relate dengan materi yang dibahas yaitu 4 langkah dalam pemodelan transportasi, terdapat juga tabel data serta grafik pada hasil penelitian sehingga penelitian tersebut lebih menarik dan dapat dipercaya.

Sedangkan pada jurnal ke dua informasi tentang jurnal tidak lengkap serta kajian pustaka nya tidak sesuai dengan judul atau masih ada yang perlu ditambahin. Hanya saja pada jurnal kedua disediakan kerangka piker pnelitian sehingga pembaca lebih memahami maksud dari penelitian tersebut lewat kerangka berpikir yang telah diberikan. Serta terdapat juga peta lokasi penelitian sehingga membuat jurnal lebih tampak menarik dari jurnal pertama.

3.2 Metode yang Digunakan A. Jurnal Utama

1. Studi Kepustakaan

Studi literatur dimaksudkan untuk mendapatkan landasan-landasan teoritis sehubungan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai. Berbagai kajian tentang bangkitan lalu-lintas, yang merupakan bagian dari sistim transportasi empat tahap, dibahas guna dijadikan suatu kerangka kerja (framework) dari penelitian ini. Di samping itu, studi literatur juga digunakan sebagai dasar dalam pengidentifikasian variabel-variabel yang akan diteliti dan memudahkan dalam merumuskan persoalan, evaluasi terhadap langkah- langkah penelitian serta pemahaman terhadap teori-teori dan rumusan- rumusan tentang transportasi di perkotaan, khususnya bangkitan perjalanan.

(12)

9 B. Jurnal Pembanding

1. Jenis, Desain

Jenis penelitian adalah non-eksperimental dan bersifat deskriptif yaitu memberikan gambaran terhadap objek yang diteliti sebagaimana adanya dan inferensif yaitu memberikan kesimpulan terhadap bangkitan perjalanan gugus pulau dan kinerja jalan Trans Maluku khususnya bidang transportasi.

Berdasarkan jenis datanya penelitian merupakan gabungan dari penelitian secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.

2. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan pada ruas jalan Trans Maluku di Propinsi Maluku selama 2 bulan mulai pertengahan bulan Oktober sampai pertengahan bulan Desember 2010. Waktu tersebut akan digunakan untuk melakukan survai, pengumpulan data, kompilasi data, analisis data sampai dengan penyajian hasil penelitian.

3.3 Perbedaan Dalam Teknik Pengumpulan yang Digunakan, dan Analisis Data A. Jurnal Utama

1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan metoda penyebaran kuesioner dan dengan wawancara keluarga. Wawancara keluarga dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan informasi langsung perihal daftar pertanyaan yang terdapat pada lembar kuesioner. Responden dengan dibantu petugas survey mengisi lembar kuesioner.

2.

Pengolahan dan Analisis Data

Data bangkitan perjalanan diolah dengan menggunakan metode analisis regresi (MAR). Pengolahan data dengan MAR dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 15.0. Hasil yang diperoleh adalah sebuah model bangkitan perjalanan dengan R2 terbesar. Analisis dilakukan untuk mendeteksi besarnya aliran lalu-lintas dengan melakukan studi terhadap bangkitan perjalanan, yakni jumlah perjalanan yang dihasilkan oleh keluarga- keluarga yang tinggal di permukiman Bougenville.

(13)

10 B. Jurnal Pembanding

1. Pengumpulan Data

-

Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian, dalam penelitian populasinya terkait dengan sepersepuluh penduduk bermukim yang berusia umur 14 tahun sampai 64 tahun dan kendaraan melintas di ruas jalan trans Maluku.

-

Sampel

2. Analisis Data

Adapun teknik analisis data melalui pendekatan kuantitatif menggunakan rumus/persamaan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu program spss 17.00 dan excel untuk mengamati bangkitan perjalanan di gugus pulau, menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997) untuk menganalisis pergerakan volume lalu lintas,untuk selanjutnya digunakan pendekatan analisis SWOT yang bertujuan menilai kinerja jalan serta membuat strategi manajemen terpadu.

(14)

11 3.1 Hasil yang Diperoleh

A. Jurnal Utama

1. Data Bangkitan Perjalanan

Dengan jumlah populasi perumahan Bougenville sebanyak 810 keluarga, pada penelitian ini jumlah sampel ditetapkan sebanyak 555 buah, yang diambil secara proporsional dengan ukuran sampel untuk masing- masing kelompok adalah sebagai berikut;

a. Kelompok 1, jumlah sampel sebanyak 355 keluarga, b. kelompok 2, jumlah sampel sebanyak 71 keluarga, c. Kelompok 3, jumlah sampel sebanyak 95 keluarga. dan d. Kelompok 4, jumlah sampel sebanyak 34 keluarga.

Selanjutnya terhadap data hasil survey tersebut dilakukan perhitungan statistik berupa analisa deskriptif untuk mengetahui besaran minimum, maksimum, mean dan standar deviasi dirangkum dalam Tabel 1.

2. Model Bangkitan Perjalanan

Dari ke-empat parameter bebas yang dipilih dalam perhitungan analisis regresi, ada 10 kombinasi analisis yang dicoba untuk memperoleh nilai R2 terbesar. Rangkuman hasil perhitungan pemodelan yang diperoleh dari masing-masing kombinasi dapat dilihat pada tabel berikut :

(15)

12

Bangkitan perjalanan yang terjadi pada permukiman Bougenville dapat dihitung dengan menggunakan model bangkitan perjalanan yang telah diperoleh dari perhitungan sebelumnya. Berdasarkan model bangkitan terpilih, parameter parameter yang mempengaruhi terjadinya bangkitan pergerakan adalah ukuran keluarga (X1), kepemilikan sepeda motor (X3) dan pendapatan rata-rata setiap bulan (X4).

Berdasarkan rute yang ditempuh untuk sampai ke jalan utama memperlihatkan bahwa rute 2 terbanyak dipilih, yakni sebanyak 77,94% dan sisanya sebanyak 22,06% memilih rute 1. Hasil survey menunjukkan bahwa pelaku perjalanan berdasarkan moda transportasi sebagai berikut : 9,2%

menggunakan mobil pribadi, 36,7% menggunakan sepeda motor, 50,4%

menggunakan angkutan umum dan sisanya 3,6% menggunakan kendaraan tak bermotor.

B. Jurnal Pembanding

1. Sub Moda Laut Udara dan Penyebrangan

Faktor penting yang mendukung dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Maluku adalah Jaringan Transportasi Trans Maluku.

Pengaturan aktifitas masyarakat dalam konteks Rencana Tata ruang Wilayah (RTRW) telah merumuskan konsep pengembangan transportasi dengan fokus 12 gugus pulau, pintu jamak/ Multi Gate danTrans Maluku. Ketiga fokus tersebut bertujuan membentuk sinergi antar sub moda transportasi.

Transportasi sungai, danau dan penyebrangan merupakan bagian dari Sistem Transportasi darat.

(16)

13 2. Bangkitan Perjalanan Gugus Pulau

 Strategi Pengembangan Gugus Pulau

Pergerakan terpadat dari gugus pulau Maluku terdapat di pulau Ambon, Seram Barat dan Buru seperti tertera pada gambar 5.

Perencanaan dengan durasi 27 tahunan seperti tertera pada gambar.. untuk gugus pulau Ambon dan Kei memiliki pergerakan yang bersifat konduktif dan mampu menggerakkan perekonomian di Provinsi Maluku. Untuk itu pada kedua kota tersebut dibutuhkan aksesibilitas yang mampu menopang mobilitas dengan prasarana penunjang yang lebih memadai.

3. Pengembangan Strategi Jaringan Jalan Trans Maluku Dengan Analisis SWOT

UUD 1945 mengamanatkan untuk mensejahterakan kehidupan masyarakat, berbangsa satu dan mencapai tujuan bersama menjadi masyarakat adil, makmur, sejahtera dan sentosa. Untuk memenuhi tanggung jawab tersebut, Pemerintah provinsi Maluku telah memberikan sistem pengembangan pembangunan bidang transportasi melalui Trans Maluku.

Gugus Pulau Ambon dan Lease

Berdasarkan hasil analisis dan kemudian diplotkan pada gambar 6. maka ditentukan bahwa ruas jalan ini terletak pada kuadran I dengan Strategi pengembangan Strength-Opportunities yakni : Memelihara akses sub moda darat untuk mengembangkan kawasan permukiman, strategis dan vital melalui Preservasi Jalan dan jembatan Ambon atau dapat pula melalui Satuan kerja Induk Preservasi Maluku.

(17)

14

 Gugus Pulau Kei

Pergerakan intra pulau Kei melalui sub moda laut (Dermaga Tual) dengan peralihan moda melalui akses jalan Langgur-Jbt. Wardek menuju Bandara Dumatubun sebagai kawasan perbatasan antara kotamadya maupun Kabupaten. Berdasarkan hasil analisis. maka diplotkan pada gambar 7.

untuk kemudian didapatkan strategi Weakness-Opportunities melalui analisis matriks maka dirumuskan perlunya pemeliharaan daerah milik jalan serta optimalisasi sub moda darat, laut dan udara

(18)

15

BAB IV

KEUNGGULAN PENELITIAN

4.1 Kegayutan Antar Elemen

Kegayutan antar elemen pada jurnal utama dan cukup baik dalam menjelaskan landasan teori dan hasil penelitian yang membuat pembaca semakin paham. Pendahuluan sudah sinkron dengan kesimpulan, narasi atau abstrak dapat menggambarkan tentang masalah penelitian dengan baik dan membuat solusi dari permasalahan tersebut. Penelitian menjelaskan secara beruntun dari pendahuluan, landasan teori, metode penelitian, pembahasan dan hasil penelitian serta membuat kesimpulan dan saran pada akhir jurnal dan referensi sehingga pembaca dapat memahami hasil penelitian tersebut.

4.2 Originalitas Temuan

Originalitas temuan penelitian yang dilakukan oleh Hamdi telah memenuhi beberapa kriteria originalitas. Seperti mengembangkan judul jurnal pada bagian tinjauan pustaka mulai dari pengertian, konsep dan ruang lingkup, analisis bangkitan lalu lintas serta model bangkitan perjalanan.

4.3 Kemuktahiran Masalah

Kemuktahiran masalah yang dikemukakan adalah masalah yang mutakhir terjadi di dalam Bangkitan Perjalanan.

4.1 Kohesi dan Koherensi Isi Penelitian

Secara leksikal, pemilihan kata sesuai dengan istilah yang digunakan dalam bidang pendidikan. Koherensi yang ada pada jurnal ini dibuat karena adanya hubungan sebab-akibat. Sebabmya yaitu merupakan bagian Bangkitan Perjalanan.

(19)

16

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Setiap karya tulis pastinya memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda antar satu dengan yang lainnya, baik itu dari segi bahasanya, kelebihannya, dan kekurangannya. Jurnal pasti mengandung informasi yang sudah di paparkan dengan jelas oleh penulisnya terlepas dari kekurangan yang terkandung pada setiap jurnal, namun sudah dapat dipastikan jurnal akan membawa keuntungan bagi pembaca dalam hal mendapatkan informasi lebih.

Dalam kedua jurnal ini, terkadung informasi yang sangat melimpah yang mana membuat pembaca menjadi tertarik untuk membaca atau menganalisis jurnal ini seperti yang telah saya lakukan. Diatas telah saya jelaskan ringkasan dan juga kelebihan dari jurnal yang diharapkan dapat menambah wawasan pembaca dalam menganalisis jurnal.

5.2 Saran

Saran yang dapat diajukan untuk jurnal ini sebenarnya sudah terdapat pada kelemahan jurnal yang dijabarkan di atas. Adapun sarannya yaitu agar penulis memuktahirkan rujukan, memperbaiki kaidah kebahasaan dan kesalahan- kesalahan kata pada jurnal dan perbaikan abstrak yang menggunakan dua Bahasa untuk menambah daya Tarik jurnal, sehingga jurnal yang diterbitkan selanjutnya memiliki kualifikasi yang baik.

(20)

iii

DAFTAR PUSTAKA

Hamdi. (2011). Bangkitan Perjalanan Pada Perumahan Bougenvvle di Palembang. Jurnal Sipil, 5(2), 1- 6.

Tulak, H., Jinca, M. Y., & Djabbar, M. A. (n.d.). Analisis Bangkitan Perjalanan Gugus Pulau Sebagai Demand Untuk Pengembangan Jaringan Jalan Trans Maluku. 1-17.

Referensi

Dokumen terkait

Mampu mengestimasi model regresi linier berganda untuk data kualititatif dengan SPSS serta menginterpretasika n hasil analisis regresi linier berganda untuk

Berdasarkan hasil pengolahan data dalam program SPSS yang telah penulis lakukan untuk menentukan persamaan regresi linier berganda, maka penulis menampilkan data-data

Berdasarkan hasil pengolahan data dalam program SPSS yang telah penulis lakukan untuk menentukan persamaan regresi linier berganda, maka penulis menampilkan data-data

Uji Analisis Regresi Linier Berganda Hasil perhitungan regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 23 dengan data yang terlebih dahulu telah diubah dari bentuk ordinal

Dalam penelitian ini alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda untuk mengetahui variabel dependen dan independen dengan alat bantu program SPSS 25 for

Dari tabel tersebutdapat di ketahui dari hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS dapat di ketahui model Utilitas berdasarkan Regresi Berganda: Rumus: YSpeed Boat = 0,128 +

3.4.5 Analisis Regresi Linier Berganda Analisis ini mempunyai fungsi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang memiliki rumus persamaan

Kesimpulan Setelah dilakukan olah data melalui metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda yang diolah menggunakan SPSS 25 maka dapat disimpulkan bahwa, reward