• Tidak ada hasil yang ditemukan

daftar isi - IPA FMIPA UM - Universitas Negeri Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2025

Membagikan "daftar isi - IPA FMIPA UM - Universitas Negeri Malang"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DAFTAR ISI

HALAMAN IDENTITAS ... i

KATA PENGANTAR ... ii

SUSUNAN PANITIA ... iii

DAFTAR ISI ... iv

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK MENGUKUR HIGH ORDER THINKING SKILS PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN ... 1

Tri Wahyuni1*, Muhardjito2, Erti Hamimi3 ... 1

MEDIA PEMBELAJARAN PROSEDUR PENGGUNAAN SENTRIFUS BERBASIS VIDEO UNTUK PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING ... 6

Deny Sutrisno*, Barmi Hartesi ... 6

LEARNING CYCLE 7E: APLIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HOTS ... 11

Debby Puspitasari*, Vita Ria Mustikasari, Erti Hamimi ... 11

PEMBELAJARAN FISIKA DENGAN PENDEKATAN STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, AND MATHEMATICS) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA SISWA KELAS XI MIPA 3 SMAN 1 TALUN KAB. BLITAR ... 14

Niko Oktarian1*, Lusi Mentari1 ... 14

PENGARUH MODEL SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK ... 20

Suci Rekamala Puji Rahayu1*, I Wayan Sumberartha2, Novida Pratiwi1 ... 20

PENGARUH MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP TEKANAN ZAT SISWA SMPN 9 MALANG ... 25

Aulia Yuni Pratiwi1*, Sugiyanto1, Muhammad Fajar Marsuki1 ... 25

ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) ... 32

Puteri Lailatul Fitriyah*, Novida Pratiwi, Vita Ria Mustikasari ... 32

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII ... 36

Faridatus Sholikha*1, Muhardjito1, I Wayan Sumberartha2 ... 36

PEMBELAJARAN DENGAN PEMODELAN PADA MATERI MATA DAN PENGLIHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS VIII ... 39

Nurul Umi Marfuah1*, Sutopo2, Erni Yulianti1... 39

PENGARUH INTERACTIVE DEMONSTRATION TERHADAP PENGUASAAN KONSEP HUKUM NEWTON SISWA KELAS VIII SMPN 1 TUREN ... 44

Wanda Indriana Puspita1*, Muhardjito2 ... 44

PENGARUH PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP PADA KEGIATAN BELAJAR MENGANALISIS PENCEMARAN LINGKUNGAN ... 47

Ayu Kamala Prakasiwi1*, Lia Yuliati2, Novida Pratiwi1 ... 47

PENGARUH INTEGRASI STEM PADA MODEL PROJECT BASED LEARNING MELALUI PEMBUATAN MINIATUR PARKIRAN HIDROLIK TERHADAP LITERASI SAINS KOMPETENSI SISWA MATERI FLUIDA STATIS ... 52

Intan Pramesti Ndadari ... 52

(3)

PENGARUH INTEGRASI STEM DALAM MODEL LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP ... 61 Siti Aisyah Rohmatin1*, Parno2, Novida Pratiwi1 ... 61 PENGARUH MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII SMPN 2 BANTUR PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN .. 66 Tito Dwi Kurniawan1*, I Wayan Sumberartha2, Vita Ria Mustikasari1 ... 66 PEMANFAATAN LIMBAH MAKANAN SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK SEDERHANA DENGAN TEKNIK ELEMEN VOLTA ... 71 Yuli Estrian*, Moh. Toifur ... 71 IMPLEMENTASI METODE ANALOGI FAR (FOKUS-AKSI-REFLEKSI) PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN 4C SISWA KELAS VIII F SMP NEGERI 4 KEPANJEN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 ... 75 Naili Mukhsinah ... 75 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS ANDROID PADA KEGIATAN MENGANALISIS SISTEM PERNAPASAN MANUSIA UNTUK KELAS VIII SMP/MTs . 89 Nurmaula Idba Safrina, Munzil*, dan Sugiyanto ... 89 PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI-STEM TERHADAP PENGUASAAN KONSEP CAHAYA DAN OPTIK ... 94 Antiningrum Purwaningsih1*, Lia Yuliati2, Vita Ria Mustikasari1 ... 94 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SMPN 1 BATU PADA KEGIATAN MENGANALISIS TERJADINYA PENCEMARAN LINGKUNGAN ... 100 Arini Catur Lina*, Sugiyanto, Muhardjito ... 100 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SSCS TERHADAP HOTS IPA SISWA KELAS VIII SMPN 3 SINGOSARI ... 106 Puput Yuliyana1*, I Wayan Sumberartha2, Muhammad Fajar Marsuki1 ... 106 PENGAPLIKASIAN STEM (SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATH) DALAM PEMBELAJARAN DAN PRAKTIKUM BERBASIS INTERNET OF THINGS MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY ... 112 Odie Zainal Makhali1*, Davy Numairi Atthobari1, M. Ryski1, Denny Oktavina Radianto2 ... 112 DESKRIPSI PENERAPAN MODEL INKUIRI TERHADAP PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS XI SMAN 9 MALANG pada elastisitas DAN HUKUM HOOKE ... 118 Magfira Cindy Dianningrum1*, Endang Purwaningsih1, Rusna Laksmisari2 ... 118 ANALISIS PENGUASAAN KONSEP DAN KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS STEM MATERI PEMANASAN GLOBAL ... 124 Safira Amalia Fardiana 1*, Sentot Kusairi 2, Erti Hamimi 1 ... 124 PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI TEKANAN ZAT ... 133 Septi Putri Ayu1*, Sutopo2, Vita Ria Mustikasari1... 133 ANALISIS PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA KETERLAKSANAAN KEGIATAN MENGANALISIS PENCEMARAN LINGKUNGAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E ... 139 Alifia Rahayu*, Sugiyanto, Novida Pratiwi ... 139 PENGARUH MODEL PBL DAN DL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SMP KELAS VIII ... 142 Devi Purnita *, Novida Pratiwi, Muhardjito ... 142

(4)

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS VII MTsN 2

MALANG MELALUI MODEL LEARNING CYCLE 5E ... 147

Abdul Fattah Noor*1, I Wayan Sumberartha2, Sugiyanto1 ... 147

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS PjBL-STEM PADA MATERI TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA SEBAGAI PELUANG MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK ... 151

Lutviyah Dwi Nurfadhilah1*, Parno2, Sugiyanto1 ... 151

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK ... 158

Fithria Nur Rahmawati, Munzil*, Agung Mulyo Setiawan ... 158

PENGEMBANGAN GAME EDUKASI IPA KUARTET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI SISTEM EKSKRESI ... 162

Nadia Nurmalita, Munzil*, Novida Pratiwi ... 162

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA SISTEM PENCERNAAN MAKANAN DAN KESEHATAN MANUSIA UNTUK SISWA SMP KELAS VIII ... 168

Sekar Yuliana Saputri, Munzil*, Novida Pratiwi ... 168

JOYFUL-INQUIRY: PEMBELAJARAN IPA MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA ... 171

Kholida Farhania1*, Hadi Suwono2, Vita Ria Mustikasari1 ... 171

ANALISIS KEBUTUHAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E UNTUK MEMFASILITASI SISWA SMP MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI TATA SURYA ... 175

Lena Lusiana*, Munzil, Erni Yulianti ... 175

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN EKOSISTEM BERBASIS DISCOVERY-INQUIRY UNTUK MELATIH KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII SMP ... 180

Diana Rahma Ayunita1*, Ibrohim2, Erti Hamimi1 ... 180

KAJIAN LITERASI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS GAME ANDROID UNTUK SISWA SMP/MTS KELAS VIII PADA MATERI GETARAN ... 187

Aulia Varadila Slamet1*, Hadi Suwono2, Muhammad Fajar Marsuki1 ... 187

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PENGUASAAN KONSEP TEKANAN ZAT SISWA KELAS VIII SMPN 5 MALANG ... 192

Fita Nur Chasanah*, Sugiyanto, Erni Yulianti ... 192

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN PENDEKATAN SCIENCES, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (SETS) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS 7 SMPN 2 MALANG ... 197

Dianita Fitri Ramadhani*, Muhardjito, I Wayan Sumberartha ... 197

PENGGUNAAN BAHAN AJAR IPA TERPADU BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK ... 205

Sesanti*, Vita Ria Mustikasari, Novida Pratiwi ... 205

PENGEMBANGAN POTENSI KELAPA MELALUI PENYULUHAN, PELATIHAN DAN PEMASARAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) DI DESA GAJAHREJO KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN MALANG... 210

Oktaviani Dina P1, Dita Feby I2, Hanna Merryta S3, Nuzulul Widya I4, Erti Hamimi1* ... 210

EAT BULAGA, BERMAIN DAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASIBELAJAR IPA SISWA KELAS VII E SMPN 2 PARE ... 215

Kristien Endah Riwayati ... 215

(5)

PENGARUH MODEL SCIENCE INTEGRATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR

KRITIS PADA GETARAN, GELOMBANG, DAN BUNYI SISWA SMP ... 219

Oktaviana Wahyuningtyas1*, Lia Yuliati2, Novida Pratiwi1 ... 219

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MELALUI PEMBELAJARAN INTERACTIVE DEMONSTRATION PADA MATERI GETARAN, GELOMBANG, DAN BUNYI ... 224

Resti Endang Kusuma Ningrum1*, Sutopo2, Vita Ria Mustikasari1 ... 224

ANALISIS PERENCANAAN BAHAN AJAR IPA BERBENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK KEGIATAN MENGANALISIS KONSEP ENERGI BAGI KELAS VII SMP ... 230

Savira Mahdia*, Sugiyanto, Agung Mulyo Setiawan ... 230

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS GAME EDUKASI MATERI SISTEM TATA SURYA KELAS VII SMP ... 233

Rohmatul Ifani, Munzil*, Agung Mulyo Setiawan ... 233

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN STEM PADA TOPIK PEMBUATAN SEL BATERAI BERBASIS BAHAN ALAM ... 239

Agung Mulyo Setiawan*, Munzil, Muhammad Fajar Marsuki, Dian Nugraheni, Fitroh Hanifiyah, Nida Husnayaini ... 239

ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SAINS CALON GURU IPA MELALUI MODEL PROJECT- ORIENTED PROBLEM BASED LEARNING (POPBL) ... 243

Novida Pratiwi1*, Ibrohim2, I Wayan Sumberartha2, Febi Ardianti Dwi Lestari1, Yushella Annisa Aji1 ... 243

WORKSHOP PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BERBASIS ACTION RESEARCH UNTUK MGMP KOTA KEDIRI ... 248

Novida Pratiwi*, Munzil, Yessi Affriyenni, Erti Hamimi, Aan Setya Nugroho, Ramadhani Faizatul Ula, Muhammad Miftakhul Huda ... 248

PEMBELAJARAN BERBASIS STEM DALAM PEMBELAJARAN IPA ... 253

Dian Febriyati*, Vita Ria Mustikasari, Muhardjito ... 253

LEARNING CYCLE 7E: PENERAPAN DALAM PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENGEMBANGKAN HOTS SISWA SMP ... 257

Riska Dwi Anggraini*, Vita Ria Mustikasari, Sugiyanto ... 257

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI ZAT ADITIF DALAM MAKANAN ... 261

Isnanik Juni Fitriyah ... 261

EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN INTERDISIPLINER MATA KULIAH TEKNIK MENGGUNAKAN MEDIA ONLINE PADA PRODI ME ANGKATAN 2019 ... 270

Muhammad Satriyo Budiman1*, Novan Daza Trinanda1, M. Fa’’iq Dzaki Mubarok1, Deny Oktavina Radianto2 .... 270

EFEKTIVITAS PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG) DALAM JABATAN TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI PENGETAHUAN GURU IPA SMP DI BIDANG KIMIA ... 272

Muhammad Fajar Marsuki*, Munzil, Agung Mulyo Setiawan, Firdha Cahyaningwulan, Jihan Roidah Affifah ... 272

ANALISIS KETERAMPILAN GURU MGMP IPA SMP KAB. TULUNGAGUNG DALAM MENYUSUN PENELITIAN TINDAKAN KELAS ... 277

Muhammad Fajar Marsuki*, Munzil, Dian Nugraheni, Firdha Cahyaningwulan, Jihan Roidah Affifah... 277

PENGARUH PENGETAHUAN INTUITIF TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA... 280

Yuniar Alam*, Nira Nurwulandari, Ratika Sekar Ajeng A ... 280

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MELALUI IMPLEMENTASI INTEGRASI STEAM DALAM CPS ... 286

Dyne Rizki Puspitasari ... 286

(6)

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS AUTOPLAY MEDIA STUDIO 8 UNTUK MATA PELAJARAN IPA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MATERI DI SMP NEGERI 4 MALANG

KELAS VII ... 292

Muhammad Fajar Marsuki*, Rosita Dwika Miranti, Winarto... 292

STUDI PENDAHULUAN: MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE-5E BERBASIS STEM ... 304

Ana Fitria Azzmi1, Supriyono Koes Handayanto2*, Vita Ria Mustikasari1 ... 304

ANALISIS KEBUTUHAN PEMBELAJARAN STEM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN PENGUASAAN KONSEP SISWA ... 308

Elmi Rahma Arif Fadilah1, Sentot Kusairi2*, Erni Yulianti1 ... 308

PEMBELAJARAN DENGAN MODEL GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN ... 313

Eltrida Hardiyanti1, Sutopo2*, Novida Pratiwi1 ... 313

PEMBELAJARAN DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING TERINTEGRASI STEM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF ... 321

Dian Novita Harianti1, Supriyono Koes Handayanto2*, Erni Yulianti1 ... 321

(7)

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS AUTOPLAY MEDIA STUDIO 8 UNTUK MATA PELAJARAN IPA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI MATERI DI SMP NEGERI 4 MALANG KELAS VII

Muhammad Fajar Marsuki*, Rosita Dwika Miranti, Winarto Prodi Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Malang

*Email: [email protected] Abstrak

Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk menghasilkan media pembelajaran IPA berbasis multimedia interaktif pada pokok bahasan klasifikasi materi untuk siswa SMP/MTs kelas VII yang valid dan layak digunakan. Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran ini yaitu four-D model atau model 4-D yang merupakan model pengembangan perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk., (1974). Model pengembangan 4-D ini dimodifikasi sehingga hanya terdiri atas define (perencanaan), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Penelitian ini divalidasi oleh validator (ahli materi dan ahli media) yaitu satu dosen Prodi Pendidikan IPA dan satu guru IPA SMP dan untuk validasi uji keterbacaan dilakukan oleh satu guru IPA dan dua puluh siswa SMP kelas VII. Hasil validasi didapatkan nilai angket validasi rata-rata pada angket validasi media diperoleh rata-rata nilai akhir sebesar 87. Angket validasi materi diperoleh rata-rata nilai akhir sebasar 92,7. Angket validasi uji keterbacaan pada siswa diperoleh rata-rata nilai akhir sebesar 100. Berdasarkan hasil rata-rata skor validasi dan uji coba berbasis autoplay media studio 8 untuk mata pelajaran IPA pada pokok bahasan klasifikasi materi unsuk siswa SMP/MTs kelas VII semester I sangat valid dan dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

Kata kunci: Multimedia Interaktif, Autoplay Media Studio 8, Klasifikasi Materi

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana agar tercipta suasana belajar yang kondusif dalam proses pembelajaran sehingga siswa dapat mengembangkan potensi diri. Dengan bantuan pendidikan di sekolah, diharapkan siswa mendapatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan guna tercapai tujuan pendidikan (Pratiwi, dkk., 2014). Dengan menempuh pendidikan di sekolah, seseorang dapat terhindar dari rendahnya kemampuan kognitif (Rosarina, dkk., 2016). Pada kegiatan pelaksanaan pendidikan, terdapat standar proses yang harus dipenuhi antara lain perencanaan, pelaksanaan, penilaian hasil dan pengawasan proses pembelajaran (Azimi, dkk., 2017).

Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara guru dan siswa agar siswa mendapatkan pengalaman belajar dari kegiatan tersebut (Nikmah, dkk., 2014). Pembelajaran memiliki tujuan agar siswa mencapai kompetensi yang diinginkan (Hasan, dkk., 2016). Guru harus dibekali cukup ilmu agar dapat mengajar pembelajaran dengan baik kepada siswa di sekolah (Gusniar, 2016). Pembelajaran IPA di sekolah mengalami banyak kendala seperti latar belakang guru yang bukan dari jurusan IPA sehingga guru kurang maksimal dalam pembelajaran di kelas. Hal ini dapat dilihat dari penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Fitriyaningsih (2015) di beberapa SMP di kota Lamongan. Peneliti mengungkapkan bahwa guru IPA di beberapa SMP tersebut masih menggunakan metode ceramah sehingga dalam pembelajaran siswa cepat bosan. Inovasi guru dibutuhkan dalam proses pembelajaran sebagai strategi untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa serta meminimalisir kebosanan siswa saat pembelajaran (Gunawan, dkk., 2017).

Agar pengajaran dapat mengarah pada pembelajaran berbasis komputer, guru dituntut untuk menguasai ilmu komputer sehingga dibutuhkan pelatihan khusus ilmu komputer pada guru (Wijaya & Rakhmawati, 2015).

Perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran IPA diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran IPA (Setyawati, 2018).

Metode pembelajaran sangat dibutuhkan saat proses pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan suatu strategi pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran (Dewi, 2018). Guru dituntut untuk menguasai dan menerapkan metode pembelajaran (Mardinah, 2017). Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran dengan menggunakan media.

Penggunaan media dalam pengajaran di kelas merupakan jalan alternatif agar siswa lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Pemanfaatan teknologi dalam belajar membuat siswa tidak hanya mendengarkan ceramah dari guru saja, melainkan siswa juga ikut andil dalam proses belajar. Proses belajar

(8)

siswa dapat dikatakan sebagai penunjang pengetahuan dan sangat mempengaruhi kehidupan siswa di masa yang akan datang (Umar, 2014).

Autoplay Media Studio 8 merupakan aplikasi yang mengintegrasikan berbagai macam tipe media antara lain suara, audio, gambar, teks, dan video ke dalam presentasi yang dibuat. Autoplay Media Studio 8 banyak digunakan karena kecanggihan yang memudahkan pengguna dalam penggunaannya serta memiliki kualitas media pembelajaran yang layak digunakan. Pengembangan media pembelajaran yang menggunakan Autoplay Media Studio 8 pernah dilakukan oleh Linda, dkk., (2018) diketahui bahwa penggunaan aplikasi Autoplay Media Studio 8 dalam pembelajaran sangat valid dengan hasil nilai rata-rata validitas 90%.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran IPA berbasis multimedia interaktif pada pokok bahasan klasifikasi materi untuk siswa SMP/MTs kelas VII yang valid dan layak digunakan. SMP Negeri 4 Malang dipilih menjadi tempat penelitian karena di SMP Negeri 4 Malang, khususnya dalam pembelajaran IPA, guru masih menggunakan power point. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan mengenai pengembangan media pembelajaran masih sangat dibutuhkan sebagai variasi media dalam proses belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi, siswa dalam mempelajari pokok bahasan klasifikasi materi membutuhkan media pembelajaran. Media pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat membantu siswa dalam pembelajarannya.

METODE

Model yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu four-D model atau model 4-D yang merupakan model pengembangan perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk., (1974). Model pengembangan 4-D ini dimodifikasi sehingga hanya terdiri atas define (perencanaan), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Terdapat dua tahap dalam penelitian ini yaitu tahap validasi dan uji coba perangkat untuk mengetahui kelayakan produk yang dikembangkan. Adapun langkah-langkah pengembangan media pembelajaran IPA dijelakan sebagai berikut.

Gambar 1. Langkah-langkah Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Modifikasi Model 4-D

A. Instrumen Pengumpulan Data

Pada penelitian ini, instrumen pengumpulan data terdiri atas media pembelajaran yang dikembangkan dan angket. Di dalam angket validasi tersebut, terdapat penilaian kelayakan atau skala Likert dan kolom komentar dan saran. Dalam skala Likert digunakan empat tingkatan yaitu 4, 3, 2, dan 1. Penilaian

(9)

diberikan disesuaikan dengan kriteria kelayakan dari hasil pengembangan yang terdapat pada angket. Berikut ini merupakan kriteria dari masing-masing tingkatan skala Likert yang ditunjukkan pada Tabel 1 yang sebagai berikut.

Tabel 1. Kriteria skala Likert

Skor Keterangan

4 Apabila responden memberikan penilaian sangat layak/ sangat baik/ sangat menarik/ sangat mudah/

sangat tepat/ sangat sesuai

3 Apabila responden memberikan penilaian layak/ baik/ menarik/ mudah/ tepat/ sesuai

2 Apabila responden memberikan penilaian tidak layak/ tidak baik/ tidak menarik/ tidak mudah/ tidak tepat/ tidak sesuai

1 Apabila responden memberikan penilaian sangat tidak layak/ sangat tidak baik/ sangat tidak menarik/ sangat tidak mudah/ sangat tidak tepat/ sangat tidak sesuai

(Sumber: Riduwan, 2010)

Lembar validasi materi dan angket uji keterbacaan siswa menggunakan skala Guttman yaitu dengan keterangan Ya/Tidak. Keterangan untuk skor “Ya” atau “Tidak” dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Deskripsi Penilaian Skala Guttman

Skor Jawaban Responden

1 Ya

0 Tidak

(Sumber: Riduwan, 2010) B. Teknik Analisis

Pada teknik analisis media pembelajaran, menggunakan teknik analisis persentase. Terdapat tiga angket yang diujikan dalam penelitian pengembangan media pembelajaran antara lain angket uji media yang berisi empat aspek yaitu aspek halaman awal, aspek materi, aspek media, dan aspek tampilan. Uji materi terdiri atas dua aspek yaitu aspek materi pada media dan aspek kebenaran konsep. Uji keterbacaan hanya terdiri atas satu aspek mengenai keseluruhan aspek media pembelajaran. Adapun rumus yang digunakan adalah

𝑃 =∑𝑥

𝑛 × 100 (Sumber: Riduwan, 2010)

Keterangan:

𝑃 = Skor hasil

∑𝑥 = Jumlah skor penilaian

n = Skor ideal (skor tertinggi tiap aspek x jumlah validator)

Pedoman dalam pengambilan keputusan dari hasil analisis data menggunakan skala kualifikasi untuk menarik kesimpulan. Kriteria interpretasi skor penilaian media pembelajaran ditunjukkan pada Tabel 3 sebagai berikut.

Tabel 3. Kriteria Hasil Analisis Tingkat Kemenarikan Produk Pengembangan bagi Pengguna Nilai rata-rata Keterangan

0 ─ 25 Sangat Tidak Layak 26 ─ 50 Tidak Layak

51 ─ 75 Layak

76 ─ 100 Sangat Layak (Sumber: Riduwan, 2010) HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Produk Hasil Pengembangan

Penelitian pengembangan media dengan menggunakan aplikasi Autoplay Media Studio 8 yang dilakukan pada mata pelajaran IPA SMP semester I kelas VII. Produk ini diharapkan dapat digunakan oleh guru dan siswa dalam pembelajaran IPA di dalam kelas dan bisa digunakan untuk media pembelajaran mandiri siswa.

(10)

Pada Tampilan halaman awal, terdapat judul media dan tombol start serta dilengkapi efek suara terbuka dan diiringi dengan backsound musik. Ketika tombol start diklik, maka tampilan akan menuju ke halaman selanjutnya yaitu menu utama dari media pembelajaran.Tampilan awal media pembelajaran interaktif ketika pertama kali dibuka ditunjukkan pada Gambar 2 berikut.

Gambar 2. Tampilan Frame Judul Media Pembelajaran

Pada tampilan menu utama media pembelajaran, terdapat beberapa pilihan menu berupa submateri pada media. Setiap frame yang ditampilkan oleh media pembelajaran ini selalu diiringi oleh backsound musik dan efek suara terbuka pada setiap ikon pilihan. Bagian menu utama media pembelajaran berisi enam buah tombol ikon submateri dan lima buah tombol pendukung. Pada tombol ikon submateri, terdapat tombol unsur dan lambang unsur untuk menuju frame materi unsur dan lambang unsur, tombol senyawa untuk menuju frame materi senyawa, tombol campuran untuk menuju frame materi campuran, tombol asam, basa, dan garam untuk menuju frame materi asam, basa, dan garam, tombol perubahan fisika untuk menuju frame materi perubahan fisika, dan tombol perubahan kimia untuk menuju frame materi perubahan kimia. Tombol pendukung terdiri atas lima buah tombol yaitu tombol Home untuk menuju frame halaman awal, tombol petunjuk untuk menuju frame petunjuk penggunaan media, tombol KD dan tujuan digunakan menuju frame KD dan tujuan pembelajaran pada media, tombol evaluasi untuk menuju frame soal evaluasi siswa, dan tombol profil untuk menuju frame profil pengembang. Tampilan menu utama media pembelajaran ditunjukkan pada Gambar 3 berikut.

Gambar 3. Tampilan Frame Menu Utama Media Pembelajaran 1. Petunjuk

Menu petunjuk berisi petunjuk penggunaan media pembelajaran yang terdiri atas gambar tombol dan penjelasan fungsi setiap tombol untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikan penggunaan media pembelajaran ini. Setelah memahami gambar tombol dan penjelasan fungsi setiap tombol, pengguna dapat mengklik tombol home dan tampilan akan kembali ke menu utama media pembelajaran. Tampilan petunjuk disajikan pada Gambar 4 berikut.

(11)

Gambar 4. Tampilan Petunjuk Media Pembelajaran

2. KD (Kompetensi Dasar) dan Tujuan

Frame KD (kompetensi dasar) dan tujuan berisi KD yang dikembangkan yaitu KD 3.3 kelas VII semester I dimana siswa diharapkan dapat menjelaskan konsep campuran dan zat tunggal (unsur dan senyawa), sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Bagian ini juga berisi tujuan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang dikembangkan seperti Gambar 5 berikut.

Gambar 5. Tampilan Frame KD dan Tujuan Media Pembelajaran 3. Evaluasi

Menu evaluasi dibagi menjadi dua tipe soal dan masing-masing tipe soal berisi sepuluh soal pilihan ganda sehingga total soal menjadi dua puluh soal pilihan ganda. Soal-soal pada bagian evaluasi dikembangkan berdasarkan isi materi pada media pembelajaran. Jika siswa mampu menjawab soal pada setiap tipe yang berbeda, siswa akan mendapatkan skor sepuluh dan hasilnya dapat direset menggunakan tombol Reset. Tampilan evaluasi dapat dilihat pada Gambar 6 berikut.

Gambar 6. Tampilan Frame Soal Evaluasi Media Pembelajaran 4. Profil Pengembang

(12)

Menu profil pengembang ini berisi profil singkat dari pengembang. Profil pengembang dibuat agar pengguna media dapat mengenal pengembang media pembelajaran. Tampilan menu profil pengembang dapat ditunjukan pada Gambar 7 berikut.

Gambar 7. Tampilan Frame Profil Pengembang Media Pembelajaran

5. Subbab Materi Unsur dan Lambang Unsur

Materi pertama yaitu unsur dan lambang unsur meliputi definisi unsur dan pengelompokan unsur.

Pada materi ini, terdapat beberapa gambar dan tabel untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi ini.

Gambar yang ditampilkan pada frame pertama unsur dan lambang unsur yaitu beberapa contoh unsur yang ada di sekitar siswa antara lain oksigen, emas, perak, belerang, tanah, dan tembaga. Tampilan pada materi unsur dan lambang unsur ditunjukkan pada Gambar 8 berikut.

Gambar 8. Tampilan Frame Unsur dan Lambang Unsur

Gambar yang ditampilkan pada frame kedua unsur dan lambang unsur yaitu pengelompokan unsur yang dibagi menjadi tiga yang terdiri atas unsur logam, unsur nonlogam, dan perbedaan unsur logam dan nonlogam. Materi pengelompokan unsur ini dikemas dalam bentuk tabel agar memudahkan pengguna dalam memahami materi unsur. Tampilan pada materi pengelompokan unsur ditunjukkan pada Gambar 9 berikut.

Gambar 9. Tampilan Frame Pengelompokan Unsur

6. Subbab Materi Senyawa

(13)

Materi kedua yaitu materi senyawa yang meliputi definisi senyawa dan sifat senyawa. Pada materi ini, terdapat beberapa video animasi mengenai senyawa air (𝐻2𝑂) yang dapat diuraikan menjadi dua unsur yaitu unsur oksigen (O) dan unsur hidrogen (H) serta tabel sifat senyawa untuk memudahkan siswa dalam mempelajari materi ini. Tampilan pada materi senyawa ditunjukkan pada Gambar 10 berikut.

Gambar 10. Tampilan Frame Senyawa

7. Subbab Materi Campuran

Materi ketiga yaitu materi campuran yang meliputi definisi campuran, campuran homogen, campuran heterogen, dan metode pemisahan campuran antara lain filtrasi, sentrifugasi, distilasi, kromatografi, dan sublimasi. Tampilan frame pertama pada materi campuran yaitu video animasi mengenai campuran yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen dapat diamati pada video animasi campuran air dan gula. Gula yang dimasukkan ke dalam air akan bercampur dan tidak dapat dibedakan zat-zat yang tercampur di dalamnya. Campuran heterogen dapat diamati pada video animasi tanah yang dimasukkan ke dalam air. Tanah yang dimasukkan ke dalam air akan bercampur hingga campuran berwarna coklat keruh dan jika dibiarkan maka air akan kembali jernih dan akan terbentuk endapan berupa tanah di dasar gelas. Tampilan pada materi campuran ditunjukkan pada Gambar 11 berikut.

Gambar 11. Tampilan Frame Campuran Homogen dan Heterogen

Tampilan pada frame kedua campuran yaitu metode pemisahan campuran antara lain filtrasi, sentrifugasi, distilasi, kromatografi, dan sublimasi. Materi metode pemisahan campuran ini dikemas dalam bentuk gambar dan dilengkapi dengan keterangan serta definisi agar memudahkan pengguna dalam memahami materi campuran. Tampilan pada materi metode pemisahan campuran ditunjukkan pada Gambar 12 berikut.

Gambar 12. Tampilan Frame Metode Pemisahan Campuran 8. Subbab Materi Asam, Basa, dan Garam

(14)

Materi keempat yaitu materi asam, basa, dan garam yang meliputi sifat asam, basa, dan garam, identifikasi asam, basa, dan garam, dan identifikasi asam, basa, dan garam dengan kertas lakmus. Pada frame pertama materi asam, basa, dan garam, terdapat tabel yang menjelaskan mengenai perbedaan sifat asam, basa, dan garam yang ditunjukkan pada Gambar 13 berikut.

Gambar 13. Tampilan Frame Sifat Asam, Basa, dan Garam

Pada frame kedua materi asam, basa, dan garam, terdapat gambar indikator alami yaitu kunyit dan bunga sepatu dan indikator buatan yaitu kertas lakmus dan indikator pH untuk mengidentifikasi asam, basa, dan garam. Gambar yang telah dibuat bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mempelajari dan memahami materi ini. Tampilan pada materi asam, basa, dan garam ditunjukkan pada Gambar 14 berikut.

Gambar 14. Tampilan Frame Identifikasi Asam, Basa, dan Garam

Pada frame ketiga materi asam, basa, dan garam, terdapat video animasi untuk mengidentifikasi asam, basa, dan garam. Pada video pertama, identifikasi larutan asam dengan kertas lakmus. Larutan asam akan mengubah warna kertas lakmus biru menjadi merah dan kertas lakmus merah akan tetap merah bila dicelupkan pada larutan asam yang ditunjukkan pada Gambar 15. Pada video animasi kedua, identifikasi larutan basa dengan kertas lakmus. Larutan basa akan mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru dan kertas lakmus biru akan tetap biru bila dicelupkan pada larutan basa yang ditunjukkan pada Gambar 16.

Pada video animasi ketiga, identifikasi larutan garam dengan kertas lakmus. Larutan garam bersifat netral sehingga tidak akan mengubah warna kertas lakmus saat dicelupkan dalam larutan garam yang ditunjukkan pada Gambar 17 berikut.

Gambar 15. Tampilan Frame Identifikasi Larutan Asam

(15)

Gambar 16. Tampilan Frame Identifikasi Larutan Basa

Gambar 17. Tampilan Frame Identifikasi Larutan Garam

9. Subbab Materi Perubahan Fisika

Materi kelima yaitu materi perubahan fisika yang meliputi definisi perubahan fisika, dan fenomena perubahan fisika dalam kehidupan sehari-hari. Video pada materi perubahan fisika dikemas secara menarik yang terdiri atas gambar kayu yang dapat diubah menjadi kursi, meja, dan almari yang diambil dari contoh kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan siswa dalam mempelajari materi ini. Tampilan pada materi perubahan fisika ditunjukkan pada Gambar 18 berikut.

Gambar 18. Tampilan Frame Perubahan Fisika

10. Subbab Materi Perubahan Kimia

Materi kelima yaitu materi perubahan kimia yang dibahas meliputi definisi perubahan kimia, dan fenomena perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Video pada materi perubahan kimia dikemas secara menarik yang terdiri atas gambar apel yang berubah menjadi busuk, singkrong berubah menjadi tape yang diambil dari contoh kehidupan sehari-hari sehingga memudahkan siswa dalam mempelajari materi ini.

Tampilan pada materi perubahan kimia ditunjukkan pada Gambar 19 berikut.

(16)

Gambar 19. Tampilan Frame Perubahan Kimia

B. Hasil Uji Kelayakan

Hasil penelitian yang didapat dari validasi media pembelajaran yang dilakukan oleh dua validator yang terdiri dari satu dosen dan satu guru IPA SMP Negeri 4 Malang. Setelah dilakukan validasi maka didapat hasil keseluruhan validasi sebagai berikut.

1. Validasi Media

Pada kegiatan validasi media, validator menilai empat aspek yakni aspek halaman awal, materi, media, dan tampilan media. Pada validasi media, diperoleh dua data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif.

Ddidapatkan data kualitatif meliputi penambahan gambar asli pada video animasi sub materi campuran.

Menambahkan menu untuk mengatur audio pada media pembelajaran. Pada video animasi submateri campuran, air yang telah dimasukkan tanah jika dibiarkan akan kembali menjadi jermih dan terdapat endapan di dasar gelas. Data Kuantitatif diperoleh hasil validasi memperlihatkan nilai angket validasi rata- rata pada aspek halaman awal sebesar 100. Nilai aspek materi yang dikembangkan sebesar 83,3. Nilai aspek media yang dikembangkan sebesar 83,3. Nilai aspek tampilan yang dikembangkan sebesar 81,3. Data kuantitatif ditunjukkan pada Gambar 20 berikut.

Gambar 20. Grafik Data Kuantitatif Hasil Validasi Media

2. Validasi Materi

Kegiatan validasi materi yang terdiri dari dua aspek. Aspek pertama adalah materi pada media pembelajaran dan aspek kedua adalah kebenaran konsep. Pada validasi materi, diperoleh dua data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif yang didapatkan antara lain harus mencantumkan fenomena nyata dalam kehidupan sehari-hari dan materi telah sesuai dengan KD 3.3 kelas VII semester I IPA SMP.

Data kuantitatif dapat ditunjukkan pada Gambar 21 berikut.

100

83,3 83,3 81,3

0 20 40 60 80 100 120

Halaman Awal

Materi Media Tampilan

HASIL VALIDASI

(17)

Gambar 21. Grafik Data Kuantitatif Hasil Validasi Materi

Berdasarkan grafik data kuantitatif hasil dari validasi didapatkan hasil validasi didapatkan nilai angket validasi rata-rata sebesar 85,5 untuk materi pada media pembelajaran dan nilai 100 untuk kebenaran konsep yang dikembangkan.

3. Uji Keterbacaan

Kegiatan uji keterbacaan dilakukan pada satu guru IPA dan dua puluh siswa kelas VII SMPN 4 Malang. Pada validasi uji keterbacaan, diperoleh dua data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dapat ditunjukkan pada Gambar 22 berikut.

Gambar 22. Grafik Data Kuantitatif Hasil Uji Keterbacaan

Uji keterbacaan yang dilakukan oleh satu guru IPA dan dua puluh siswa kelas VII di SMPN 4 Malang. Hasil validasi didapatkan nilai angket validasi rata-rata pada uji keterbacaan sebesar 100.

Berdasarkan hasil data kualitatif diketahui bahwa, media yang dikembangkan sudah bagus, menarik, dan media mudah untuk digunakan.

Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Kelayakan Media Pembelajaran Validator Hasil Keterangan Ahli Media 87 Sangat layak Ahli Materi 92,7 Sangat layak Uji Keterbacaan 100 Sangat layak Rata-rata 93,3 Sangat layak

Berdasarkan hasil rekapitulasi pada Tabel 4, hasil validasi nilai angket validasi rata-rata pada media sebesar 87. Hasil validasi materi diperoleh nilai rata-rata akhir sebesar 92,7. Angket validasi uji keterbacaan diperoleh rata-rata nilai akhir sebesar 100. Media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh hasil rating sebesar 93,3. Hal ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dalam katagori sangat layak karena berada di kisaran 76-100 (Riduwan, 2010). Hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan kesesuaian dengan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Linda, dkk.

(2018) diketahui bahwa penggunaan aplikasi Autoplay Media Studio 8 dalam pembelajaran sangat valid dengan hasil nilai rata-rata validitas sebesar 90%.

85,5

100

75,0 80,0 85,0 90,0 95,0 100,0 105,0

Materi Media Pembelajaran

Kebenaran Konsep

HASIL VALIDASI

100

0 20 40 60 80 100 120

Kriteria Uji Keterbacaan

HASIL VALIDASI

(18)

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh peneliti, media pembelajaran multimedia interaktif pada pokok bahasan klasifikasi materi sudah sangat layak digunakan. Sehingga media yang dikembangkan sudah sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA di SMP Negeri 4 Malang.

PENUTUP A. Kesimpulan

Hasil rekapitulasi media pembelajaran Autoplay Media Studio 8 yang dikembangkan memiliki rating sebesar 93,3. Berdasarkan hasil data tersebut, media pembelajaran multimedia interaktif pada pokok bahasan klasifikasi materi sudah sangat layak digunakan dalam pembelajaran.

B. Saran

Media pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat digunakan dalam pembelajaran dan dapat dimanfaatkan oleh peneliti lain sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan media sejenis dan peneliti pengembangan media selanjutnya dapat melanjutkan penelitian ini ke tahap uji coba yang lebih luas.

DAFTAR RUJUKAN

Azimi., Rusilowati, A., & Sulhadi. 2017. Pengembangan Media Pembelajaran IPA Berbasis Literasi Sains Untuk Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sains Pancasakti, 2 (2), 145–157.

Dewi, E. R. 2018. Metode Pembelajaran Modern Dan Konvensional Pada Sekolah Menengah Atas. Jurnal Ilmu Pendidikan, 2 (1), 44–52.

Fitriyaningsih, S. 2015. Pembelajaran IPA Terpadu Pola Connected Konsep Cahaya Melalui Strategi Pembelajaran Generatif Untuk Menciptakan Pembelajaran Bermakna. Jurnal Pendidikan Sains, 39–

51.

Gunawan, I., Ulfatin, N., & Sultoni. 2017. Pendampingan Penerapan Strategi Pembelajaran Inovatif Dalam Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Adimas Pedagogi, 1 (1), 37–47.

Gusniar. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievment Division ( STAD ) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IV SDN No. 2 Ogoamas II. Jurnal Kreatif Tadulako, 2 (1), 198–221.

Hasan, A., Mahardika., & Yushardi. 2016. Pengembangan Model Pembelajaran TPAC Untuk Pembelajaran IPA Di SMP.

Linda, R., Herdini., & Rahmaputri, Z. 2018. Multimedia Interaktif Berbasis Autoplay Media Studio 8 Untuk Mata Pelajaran Kimia Pokok Bahasan Laju Reaksi Untuk Kelas XI SMA/MA. Jurnal Pendidikan Kimia, 9 (3), 341–346.

Mardinah, N. 2017. Penggunaan Metode Pembelajaran Dalam Peningkatan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan, 11 (1), 9–16.

Nikmah, E., Achmad, F., & Yuswanti, W. 2014. Model Pembelajaran Student Teams Achievemment Divisions (STAN), Keaktifan, Dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan, 1–17.

Pratiwi, Y., Budiharti, R., & Ekawat, E. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran IPA Terpadu Interaktif Dalam Bentuk Moodle Untuk Siswa SMP Pada Tema Matahari Sebagai Sumber Energi Alternatif.

Jurnal Pendidikan Fisika, 2 (1), 26–30.

Rosarina, G., Ali, S., & Sujana. 2016. Penerapan Model Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Perubahan Wujud Benda. Jurnal Pena Ilmiah, 1 (1), 371–380.

Setyawati, E. 2018. Upaya Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Pada Peserta Didik. Jurnal Pendidikan, 3 (1), 50–59.

Thiagarajan., Semmel, D., & Semmel, M. 1974. Intrukctional Development For Training Teacher Of Exceptional Children: A Sourcebook. Whasington: National Center For Improvement Of Educational System.

Umar. 2014. Media Pendidikan Peran Dang Fungsinya Dalam Pembelajaran. Jurnal Tarbawiyah, 11 (1), 131–144.

Wijaya, I., & Rakhmawati, L. 2015. Pengembangan Media Pembelajaran Autoplay Media Studio Pada Mata Pelajaran Perekayasaan Sistem Audio Di SMK Negeri 3 Surabaya. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 4 (3), 957–963.

Referensi

Dokumen terkait

Pengembangan Media Pembelajaran berbasis Multimedia Menggunakan Autoplay Media Studio 7.5 Pada Pokok Bahasan Karburator Di SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk multimedia pembelajaran interaktif mata pelajaran IPA pokok bahasan Bumi dan Alam Semesta yang layak digunakan

Penelitian ini telah menghasilkan produk pengembangan berupa multimedia interaktif pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Singaraja pada kelas VII yang layak

Penyetaraan dalam program transfer kredit atau kuliah mandiri matakuliah transdisiplin mengikuti kebijakan Merdeka Belajar di UM yang mempersyaratkan mahasiswa agar dapat melaksanakan

Disarankan juga untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut dalam penelitian penerapan model pembelajaran artikulasi untuk materi pelajaran IPA di kelas dalam meningkatkan pemahaman konsep

234 KONSEP IPA TERAPAN DALAM PEMANFAATAN ALAT PENYARING KARBON MONOKSIDA PADA KNALPOT KENDARAAN BERMOTOR Isnanik Juni Fitriyah1*, Audi Three Ninenova2, Khomsiyah Naili3, Lutfiatul

Permasalahan minat belajar dari siswa untuk memahami sebuah materi, kecenderungan pembelajaran yang kurang menarik merupakan hal yang bisa diatasi dengan pembaharuan media pembelajaran,

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji literatur terkait bahan ajar model inkuiri terbimbing yang dapat dijadikan solusi meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII