• Tidak ada hasil yang ditemukan

daftar-isi.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "daftar-isi.pdf"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

i

Konsistensi putusan-putusan MK selama ini tetap terjaga berkat Pak Mukthie, beliau selalu membantu saya, melakukan pembenahan-pembenahan putusan yang terkadang tidak terduga.

Abdul Mukthie Fadjar itu seperti kamus putusan berjalan, putusan yang sudah lamapun dia selalu ingat dengan baik.

P PP

PProf. Drrof. Drrof. Drrof. Drrof. Dr. Moh. Mahfud M.D. Moh. Mahfud M.D. Moh. Mahfud M.D. Moh. Mahfud M.D. Moh. Mahfud M.D, (Ketua Mahkamah K, (Ketua Mahkamah K, (Ketua Mahkamah K, (Ketua Mahkamah K, (Ketua Mahkamah Konstitusi RI,onstitusi RI,onstitusi RI,onstitusi RI,onstitusi RI, Sumber Jawa P

Sumber Jawa P Sumber Jawa P Sumber Jawa P

Sumber Jawa Post, Rabu, 6 Januari 2010ost, Rabu, 6 Januari 2010ost, Rabu, 6 Januari 2010ost, Rabu, 6 Januari 2010ost, Rabu, 6 Januari 2010)))))

Berpikir jernih, bersikap tenang dan berbuat untuk keadilan dan kemaslahatan. Itulah Pak Mukthie yang saya kenal.

Prof. Dr Prof. Dr Prof. Dr Prof. Dr

Prof. Dr. Syafik A. Mughni (Ketua PW Muhammadiyah Jawa. Syafik A. Mughni (Ketua PW Muhammadiyah Jawa. Syafik A. Mughni (Ketua PW Muhammadiyah Jawa. Syafik A. Mughni (Ketua PW Muhammadiyah Jawa. Syafik A. Mughni (Ketua PW Muhammadiyah Jawa T

TT TTimurimurimurimur)))))imur

Prof. Mukthie Fadjar adalah orang yang teguh dalam pendirian, tekun dalam mendalami ilmu, amanah, sangat bersahabat dan penuh perhatian dengan sesama kolega.

Prof. Dr Prof. Dr Prof. Dr Prof. Dr

Prof. Dr. M. Zaidun (Dekan F. M. Zaidun (Dekan F. M. Zaidun (Dekan F. M. Zaidun (Dekan F. M. Zaidun (Dekan Fak. Hukum Univak. Hukum Univak. Hukum Univak. Hukum Univ. Airlanggaak. Hukum Univ. Airlangga. Airlangga. Airlangga. Airlangga)))))

“Saya sangat memahami Prof. H.A. Mukthie Fadjar, SH. MS.

karena sesama dosen, sesama pejabat struktural saat di Unibraw, dan sesama pendiri Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia Widyagama Malang. Saat menjadi Rektor UWG, beliau telah mewariskan pola kepemimpinan yang humanis. Beliau adalah orang yang sangat cendekia, ideal, tekun dan taat aturan. Saya sangat bahagia karena Prof. Mukthie menjadi pengawal lahirnya MK dan terakhir sebagai Wakil Ketua MK dengan berhenti tanpa cacat.

Ditengah kesibukan beliau, masih peduli terhadap nasib YPPI Widyagama. Dan Alhamdulillah sekarang telah bersama kembali dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan lembaga pendidikan Widyagama. Semoga semua amal ibadah selama ini dicatat sebagai amal soleh yang mendapat Ridlo Allah SWT”

Prof. Dr Prof. Dr Prof. Dr Prof. Dr

Prof. Dr. Hj. Muryati, SE., MM.. Hj. Muryati, SE., MM.. Hj. Muryati, SE., MM.. Hj. Muryati, SE., MM.. Hj. Muryati, SE., MM. (Rektor Universitas Widyagama Malang dan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Malang)

KA KA KA KA

KATTTTTA MEREKA TENTA MEREKA TENTA MEREKA TENTA MEREKA TENTA MEREKA TENTANGANGANGANGANG Prof. A. Mukthie F

Prof. A. Mukthie F Prof. A. Mukthie F Prof. A. Mukthie F

Prof. A. Mukthie Fadjaradjaradjaradjaradjar, SH., MS, SH., MS, SH., MS, SH., MS, SH., MS

(2)

ii iii

Beliau adalah figur yang low profile, bersahaja, bersih dan teguh memegang prinsip. Bicaranya lembut tidak bertele-tele, ucapannya penuh arti dan filosofi serta nampak berwibawa. Beliau cermin akademisi sekaligus kiyai.

K.H. A. Mujib Imron, SH., MH. (Mantan anggota DPD K.H. A. Mujib Imron, SH., MH. (Mantan anggota DPD K.H. A. Mujib Imron, SH., MH. (Mantan anggota DPD K.H. A. Mujib Imron, SH., MH. (Mantan anggota DPD K.H. A. Mujib Imron, SH., MH. (Mantan anggota DPD RI dan P

RI dan P RI dan P RI dan P

RI dan Pengasuh Pengasuh Pengasuh Pengasuh Pengasuh Pondok Miftahul Ulum Al-ondok Miftahul Ulum Al-ondok Miftahul Ulum Al-ondok Miftahul Ulum Al-ondok Miftahul Ulum Al-YYYYYasini Pasini Pasini Pasini Pasini Pasuruanasuruanasuruanasuruan)))))asuruan Pak Mukthie yang saya kenal merupakan figur cendekiawan hukum yang sederhana dan santun, walaupun beliau memegang jabatan yang sangat terhormat sebagai wakil ketua MKRI, namun kesehariannya Pak. Mukthie tidak menampakkan perubahan. Pak.

Mukthie selalu menghargai orang lain, meskipun itu yuniornya. Itu semua dapat menjadi teladan bagi generasi penerus.

Prof. Dr Prof. Dr Prof. Dr Prof. Dr

Prof. Dr. H. Suk. H. Suk. H. Suk. H. Suk. H. Suko Wiyono, SH., MH. (Rektor Univo Wiyono, SH., MH. (Rektor Univo Wiyono, SH., MH. (Rektor Univo Wiyono, SH., MH. (Rektor Univo Wiyono, SH., MH. (Rektor Univ...

Wisnuwardana Malang) Wisnuwardana Malang) Wisnuwardana Malang) Wisnuwardana Malang) Wisnuwardana Malang)

Prof. Mukthie adalah sosok guru yang tekun yang memiliki komitmen keilmuan yang tinggi. Pada dirinya terus mengalir bak lautan ilmu. Pada dirinya juga melekat sifat kenegarawanan yang tinggi namun dijalankan dengan pribadi yang bersahaja. Saat menjalankan tugas sebagai hakim di MK, putusan dan pendapatnya tegas dalam memajukan keadilan, HAM, dan demokrasi di Indonesia.

Dr Dr Dr

DrDr. Ibnu T. Ibnu T. Ibnu T. Ibnu T. Ibnu Tricahyo, SH., MH. (Ketua PP OTOricahyo, SH., MH. (Ketua PP OTOricahyo, SH., MH. (Ketua PP OTOricahyo, SH., MH. (Ketua PP OTODA FHricahyo, SH., MH. (Ketua PP OTODA FHDA FHDA FHDA FH U n i b r a w

U n i b r a w U n i b r a w U n i b r a w U n i b r a w)))))

Prof. Mukthie Fadjar, dimata saya dan teman-teman yang menjadi anak didiknya lebih sebagai seorang guru, tidak sekedar dosen.

Disamping memberikan ilmunya, beliau juga mengajarkan kerendahan hati dan ketulusan.

Dr Dr Dr

DrDr. Supriyadi, SH., M.H. (Dekan FH Univ. Supriyadi, SH., M.H. (Dekan FH Univ. Supriyadi, SH., M.H. (Dekan FH Univ. Supriyadi, SH., M.H. (Dekan FH Univ. Supriyadi, SH., M.H. (Dekan FH Univ. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka. Merdeka M a l a n g )

M a l a n g ) M a l a n g ) M a l a n g ) M a l a n g )

Saya tidak pernah menjadi mahasiswanya secara langsung, selain beda disiplin ilmu, juga saya kuliah di Yogya. Tetapi dalam interaksi saya dengan Prof Mukthie, baik di KAHMI, di MCW maupun kegiatan-kegiatan lainnya, beliau bukan hanya sebagai Senior, tetapi pemimpin sekaligus guru. Prof Mukti adalah figur intelektual, pemimpin, guru dan muslim yg ISTIQOMAH, konsisten, kukuh dalam pendirian, tegas dalam bertindak, arif dalam bersikap.

Menyatunya “KATA & PERBUATAN”. Tidak banyak orang yang

dapat mengabdi tanpa cacat dan khusnul khotimah. Beliau boleh saja secara formal pensiun, tetapi tetap guru & pemimpin kami.

Terima kasih atas keteladannya.

Dr DrDr

DrDr. Mohammad Burhan, MM. (Dekan FE Univ. Mohammad Burhan, MM. (Dekan FE Univ. Mohammad Burhan, MM. (Dekan FE Univ. Mohammad Burhan, MM. (Dekan FE Univ.... Mohammad Burhan, MM. (Dekan FE Univ Merdeka Malang)

Merdeka Malang)Merdeka Malang) Merdeka Malang) Merdeka Malang)

Pak Mukthie adalah sosok yang sederhana, memiliki integritas yang tinggi, serta mampu menjadi referensi utama dibidangnya.

Kita layak hormat kepada beliau sebagai sosok teladan yang paripurna...

M. Alfan Alfian (Direktur Akbar T M. Alfan Alfian (Direktur Akbar TM. Alfan Alfian (Direktur Akbar T M. Alfan Alfian (Direktur Akbar T

M. Alfan Alfian (Direktur Akbar Tandjung Institute,andjung Institute,andjung Institute,andjung Institute,andjung Institute, J a k a r t a

J a k a r t aJ a k a r t a J a k a r t a J a k a r t a)))))

MK tidak akan samapai pada statusnya sekarang akuntabel dan kredibel, tanpa keberadan Prof. Mukthie Fadjar, beliau bukan hanya memutus permohonan berdasarkan ilmu dan pengetahuan hukumnya. Tetapi juga milihat aspirasi keadilan yang muncul di masyarakat. Sejauh yang saya kenal guru besar Ilmu hukum dan juga mantan anggota dewan Pembina YLBHI ini adalah pribadi yang sederhana dan tidak gemar popularitas.

P P P

P Patra M Zein, L.LM (Ketua Yatra M Zein, L.LM (Ketua Yatra M Zein, L.LM (Ketua Yatra M Zein, L.LM (Ketua Yatra M Zein, L.LM (Ketua Yayasan LBH Indonesiaayasan LBH Indonesiaayasan LBH Indonesiaayasan LBH Indonesiaayasan LBH Indonesia))))) Pak Mukthie adalah guru yang tulus, sikapnya sungguh menyejukkan, tutur katanya selalu bernas. Bagi kami yang muda, beliau memberi inspirasi untuk membangun integritas diri. Beliau selalu membangun asa untuk kebaikan Ummat dan Bangsa. Inilah keteladanan yang diajarkan, selalu jujur, sederhana dan terbuka.

Pak Mukthie mengakhiri tugsnya tanpa cela sekalipun. sungguh luar biasa.

Luthfi J. Kurniawan (Ketua Dewan P Luthfi J. Kurniawan (Ketua Dewan PLuthfi J. Kurniawan (Ketua Dewan P Luthfi J. Kurniawan (Ketua Dewan P

Luthfi J. Kurniawan (Ketua Dewan Pengurus Yengurus Yengurus Yengurus Yengurus Yayasanayasanayasanayasanayasan Malang Corruption W

Malang Corruption WMalang Corruption W Malang Corruption W Malang Corruption Watch)atch)atch)atch)atch)

Pak Mukhti orangnya cermat, teliti dan tenang. Dia mampu mengontrol emosi sehingga tulisan dan ceramahnya selalu kritis cermat dan mendalam. Pak mukti mempunyai andil yang besar dalam perkembangan ilmu hukum di Indonesia.

Aribowo (Budayawan dan dekan fakultas ilmu budaya Aribowo (Budayawan dan dekan fakultas ilmu budayaAribowo (Budayawan dan dekan fakultas ilmu budaya Aribowo (Budayawan dan dekan fakultas ilmu budaya Aribowo (Budayawan dan dekan fakultas ilmu budaya U N A I R

U N A I RU N A I R U N A I R U N A I R)))))

(3)

iv v

KONSTITUSIONALISME

DEMOKRASI DEMOKRASI DEMOKRASI DEMOKRASI DEMOKRASI

Sebuah Diskursus tentang Pemilu, Otonomi Daerah dan Mahkamah Konstitusi sebagai

Kado Untuk ‘Sang Penggembala’

Prof. A. Mukthie Fadjar, SH., MS

In- In-In-

In-In-TRANS PublishingTRANS PublishingTRANS PublishingTRANS PublishingTRANS Publishing Malang 2010

(4)

vi vii

Mahkamah Konstitusi (MK), Pemilu, Demokrasi dan Otonomi Daerah akhir-akhir ini menjadi topik diskursus publik yang semakin menarik untuk dicermati. Bukan hanya pada persoalan rutinitas lima tahunan atau karena terkait dengan suksesi kenegaraan, melainkan juga karena keempat topik tersebut telah menjadi bagian tidak terpisahkan, bahkan sangat menentukan bergerak maju atau mundurnya penyelenggaraan negara dan pemerintahan Indonesia.

Baru saja, bangsa Indonesia (bahkan juga masyarakat dunia) terbelalak atas aksi mengesankan yang ditunjukkan oleh Mahkamah Konstitusi, yang terakhir adalah putusan sela MK terkait dengan pemutaran rekaman yang terbuka untuk publik tentang percakapan para mafia hukum Anggodo cs terkait dengan kasus Direktur PT Masaro (Anggoro Widjojo) yang kemudian mengungkap fakta adanya rekayasa penahanan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samat Riyanto dan Candra Marta Hamzah. Dan kita menyadari bahwa itulah peran Prof. H.A Mukthie Fadjar, SH. MS (Wakil Ketua MK saat itu) yang bertindak sebagai Ketua Majelis Sidang

PENGANT PENGANT PENGANT PENGANT

PENGANTAR AR AR AR AR PENERBIT PENERBIT PENERBIT PENERBIT PENERBIT

K KK K

KOOOONSTITUSIOONSTITUSIONSTITUSIONSTITUSIONSTITUSIONALISME DEMNALISME DEMNALISME DEMNALISME DEMNALISME DEMOKRASIOKRASIOKRASIOKRASIOKRASI (Sebuah Disk

(Sebuah Disk(Sebuah Disk (Sebuah Disk

(Sebuah Diskursus tentang Pursus tentang Pursus tentang Pursus tentang Pursus tentang Pemilu, Otonomi Daerah danemilu, Otonomi Daerah danemilu, Otonomi Daerah danemilu, Otonomi Daerah danemilu, Otonomi Daerah dan Mahkamah K

Mahkamah KMahkamah K Mahkamah K

Mahkamah Konstitusi onstitusi onstitusi onstitusi onstitusi sebagai Kado Untuk ‘sebagai Kado Untuk ‘sebagai Kado Untuk ‘sebagai Kado Untuk ‘sebagai Kado Untuk ‘SangSangSangSangSang P

PP P

Penggembalaenggembalaenggembalaenggembala’ Prof. A. Mukthie Fenggembala’ Prof. A. Mukthie F’ Prof. A. Mukthie F’ Prof. A. Mukthie F’ Prof. A. Mukthie Fadjar S.H., MSadjar S.H., MSadjar S.H., MSadjar S.H., MSadjar S.H., MS))))) Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT) Cetakan pertama

14 X 20 cm i-xxi ; 1 - 322

Pertama kali diterbitkan di Indonesia dalam Bahasa Indonesia Oleh In-TRANS Publishing

Malang, Januari 2010 Copyright © 2010 In-TRANS Publishing

Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang mengutip atau memperbanyak baik sebagian ataupun keseluruhan isi buku dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit.

P PP PPenulisenulisenulisenulisenulis

Prof. H. A. Mukthie Fadjar, SH. M.S, Dr. Anwar Cengkeng, SH. MH.

Dr. Didik Sukriono SH, MH, Dr. Jazim Hamidi SH., MH, Dr.

Muchamad Ali Safa’at, SH. MH, Dr. Lukman Hakim, SH. MH, Nuruddin Hady, SH, MH, Mustafa Lutfi S.Pd., SH., MH, Radian Salman SH. LLM, Dr. Sirajuddin, SH.,MH, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, SH., MH, Sulardi, SH. MS. Dr. Supriyadi SH. MH. Dr. Fatkhurohman, SH., MH, Mustafa Lutfi, SPd, SH., MH

P PP

PPenyunting:enyunting:enyunting:enyunting:enyunting:

Sirajuddin, Nurudin Hady Luthfi J Kurniawan Zulkarnain ISBN : 979 - 3580-02-8

P PP PPenerbitenerbitenerbitenerbitenerbit

In-TRANS Publishing Wisma Kali Metro

Jl. Joyosuko Metro No 42 Merjosari, Malang Distributor :

CV. Cita Intrans Selaras (CIS)

(5)

viii ix diapresiasi positif meskipun sudah pada masa purna tugas.

Karena masa bakti boleh saja berakhir, tetapi sikap dan kejernihan pola pikirnya akan terus mewarnai sikap institusional MK. Sehingga wajar kalau Prof. Dr. Mahfud MD menyebutnya sebagai “Kamus Putusan Berjalan dan penjaga konsistensi putusan-putusan MK”. Oleh kerena itu, tulisan-tulisan dalam buku ini dimaksudkan untuk mengenang dan menyambut masa purna tugas “Sang Penggembala” itu.

Penerbitan buku ini merupakan kompilasi dari berbagai ide penulis dalam berbagai ajang dan forum ilmiah, yang dilengkapi dengan gagasan dari “Sang Penggembala” Prof.

H.A. Mukthie Fadjar, SH MS. Meskipun demikian, penerbitan ini sudah melalui proses penyuntingan oleh beberapa ahli hukum, sehingga diharapkan memenuhi kebutuhan para pembaca.

Namun penerbit menyadari bahwa tidak ada yang sempurna dalam segala upaya. Sehingga saran yang konstruktif dari berbagai khalayak sangat kami harapkan untuk penerbitan selanjutnya. Dan atas terbitnya buku ini, penerbit menyampaikan terimakasih kepada para penulis dan khususnya kepada penyunting yang telah merangkai beberapa tulisan menjadi sebuah topik yang menarik yaitu “KONSTITUSIONALISME DEMOKRASI”

yang mengupas gagasan dan pemikiran tentang Mahkamah Konstisui, Pemilu dan Otonomi Daerah sebagai kado untuk Prof. H.A. Mukthie Fadjar, SH. MS. atas kiprah dan perannya dalam menjaga konstitusionalitas berdemokrasi di Indonesia.

Semoga bermanfaat, Amien……

Malang, Januari 2010 P

PP

PPenerbitenerbitenerbitenerbitenerbit menggantikan Prof. Dr. Mahfud MD yang tidak hadir.

Dengan dibukanya rekaman percakapan tersebut pada publik, membawa dampak yuridis pada proses hukum kasus Bibit dan Candra, bahkan akibat “ulah” MK tersebut Presiden RI kemudian membentuk Tim Independen Klarifikasi Fakta dan Proses Hukum atas proses hukum kasus Bibit-Candra (yang dikenal dengan analogi Cicak vs Buaya) dan pendek kata, akhirnya kasus Bibit dan Candra dihentikan sehingga mereka berdua kembali memimpin KPK.

Masalah Pemilu, demokrasi dan otonomi daerah juga menjadi persoalan serius bangsa ini. Sehingga kajian atas persoalan ini menjadi ikhwal yang terus diketengahkan oleh berbagai pakar hukum dan pakar politik. Menariknya persoalan ini juga sering menjadi masalah yang dimohonkan ke MK terkait dengan konstitusionalitas atas penyelenggaraan pemilu, praktik demokrasi, dan penyelenggaraan pemerintahan pusat dan daerah. Sehingga MK sebagai pengawal, penafsir dan penjaga konstitusi (the guardian of constitution) menjadi sentra terakhir dalam penyelesaikan kasus hukum dan politik yang konstituional.

Konsitusionalitas Demokrasi adalah hal yang patut untuk terus digelorakan dalam wacana perdebatan publik dan pengembangan khasanah keilmuan hukum dan politik.

Karena demokrasi yang inkonstitusional sama saja dengan anarkhi. Buku ini dimaksudkan untuk turut menggagas dan mengawal pembumian “Konstitusionalisme Demokrasi” di Indonesia dan tidak hanya sekedar mengukur konstitusionalitas praktik demokrasi. Sehingga diharapkan bisa menjadi bahan obrolan konstitusional bagi seluruh khalayak.

Prof. H.A. Mukthie Fadjar, SH. MS. adalah sosok tokoh bangsa yang terus berjuang untuk menjaga konstitusinalitas demokrasi dan telah berperan dalam melakukan terobosan hukum melalui lembaga Mahkamah Konstitusi yang harus

(6)

x xi

PENGANT PENGANT PENGANT PENGANT

PENGANTAR AR AR AR AR PENYUNTING PENYUNTING PENYUNTING PENYUNTING PENYUNTING

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT., karena hanya dengan ridlho dan petunjuk- Nya, maka proses penyuntingan dan penerbitan buku ini dapat berjalan dengan lancar. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW.

Buku ini semula merupakan kumpulan dari makalah hasil Seminar nasional dan refleksi akhir tahun 2009 yang telah diselenggarakan oleh Asosiasi Pengajar HTN & HAN Jawa Timur, di Hotel Panorama, Jember, pada tanggal 27-29 Desember 2009. Kegiatan ini merupakan kebiasaan akademis yang sangat baik dan perlu dikembangkan secara terus menerus. Di antara tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah untuk membahas berbagai persoalan hukum kontemporer, memberikan kontribusi dalam perkembangan tata negara dan administrasi negara, serta memberikan rekomendasi kritis dan implementatif kepada pemerintah dan lembaga negara

(7)

xii xiii khususnya Pemerintahan Daerah dalam upaya peningkatan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik prima.

Prof. Dr. Abdul Bari Azed, SH., MH. selaku Ketua Umum PP Asosiasi HTN & HAN mengucapkan terima kasih atas prakarsa menyelenggarakan seminar dan refleksi akhir tahun 2009. Asosiasi HTN & HAN Jawa Timur ini adalah salah satu asosiasi yang hidup dan dinamis dari sekian banyak Asosiasi HTN & HAN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Prof. Mukti Fadjar menambahkan bahwa salah satu tujuan dari Asosiasi HTN & HAN didirikan adalah untuk melakukan kegiatan ilmiah, menjalin, menjaga, dan mempererat hubungan silaturrahmi di antara sesama pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara di seluruh Indonesia dan/

atau di berbagai daerah (Pasal 8 ayat (1) Anggaran Dasar Asosiasi HTN & HAN). Prof. Dr. Eko Sugitario, SH., CN., M.Hum. selaku Ketua Panitia menyatakan bahwa Asosiasi HTN dan HAN mengadakan seminar dan refleksi akhir tahun untuk memberikan sumbangsih pemikiran ketatanegaraan konstruktif demi sebuah perubahan serta harapan baru di tahun 2010 dan pada tahun-tahun mendatang. Khususnya untuk melakukan pembaruan kurikulum mata kuliah Hukum Tata Negara, Hukum Administrasi Negara, dan Hukum Acara Konstitusi.

Seminar dan refleksi akhir tahun yang berlangsung tiga hari mulai dari tanggal 27 sampai dengan 29 Desember 2009 ini dibagi dalam 8 (delapan) sesi untuk membantu mengurai benang kusut ketatanegaraan menuju penyelenggaraan pemerintahan dan otonomi daerah yang lebih baik. Kedelapan sesi dimaksud mendiskusikan berbagai tema penting yaitu: Problematika Sistem Presidensiil dengan multi partai, Konsep Pembaruan Kepartaian, Qou vadis terkait. Acara yang dibuka oleh Ketua Mahkamah

Konstitusi RI Prof. Dr. Moh. Mahfud MD., SH. dan dihadiri oleh sederet Hakim Mahkamah Konstitusi yaitu: Prof. A.

Mukthie Fadjar, SH., MS. yang sekaligus Ketua Asosiasi Pengajar HTN & HAN Jawa Timur, dan Dr. Harjono, SH.,MCL. Hadir pula Prof. Dr. Abdul Bari Azed, SH., MH. Selaku Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Pengajar HTN

& HAN, Gubernur Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Asisten I, Prof. Dr. Soenyono, M.Si, dan para pakar hukum tata negara & hukum administrasi negara dari berbagai perguruan tinggi negeri/swasta Se- Jawa Timur yang kurang lebih berjumlah 112 orang dosen yang hadir.

Moh Mahfud MD. Dalam kata sambutannya mengatakan bahwa dewasa ini terus berkembang berbagai persoalan ketatanegaraan luar biasa yang harus kita isi, kita maknai, dan kita kawal. Antara perkembangan Ilmu Hukum Tata Negara di satu sisi, dan perkembangan hukum tata negara (dalam pengertian hukum positif) pada sisi lain, tentu harus diselaraskan bak pendulum zaman yang mengayunkan jarumnya ke segala arah secara seimbang dan harmonis. Berbagai persoalan konstitusi dan ketatanegaraan dimaksud seperti soal constitutional compalaint, terobosan hukum melalui putusan MK RI yang terkait dengan dibolehkannya mengikuti pemilu dengan menggunakan tanda keanggotaan KTP, uji materiil terhadap Perpu PLT KPK yang bertumpu pada tafsir “hal ikhwal kegentingan memaksa”, putusan mengenai perhitungan tahap kedua pada Pemilu 2009, dan diperdengarkan ke publik hasil rekaman pembicaraan Anggodo dalam kasus kriminalisasi KPK. Sedangkan Dr.

Sunyono, SH. yang mewakili Gubernur Jawa Timur berharap bahwa Asosiasi HTN & HAN dengan segala aktivitasnya dapat memberikan masukan bagi Pemerintah

(8)

xiv xv c. partai politik harus mampu memberi pendidikan politik yang baik untuk menuju pendewasaan politik ke semua lapisan masyarakat;

d. partai politik harus mampu menyelesaikan konflik internal pimpinan partai politik pada semua tingkatan secara dewasa, demokratis dan dengan menjunjung tinggi supremasi hukum;

e. perlu didorong kemandirian partai politik dalam artian yang luas.

3. Kehadiran MK sebagai bagian dari proses checks and balances dalam ketatanegaraan Indonesia memiliki kewenangan luas dan strategis. Karena itu untuk penyempurnaan terhadap keberadaannya perlu diupayakan hal sebagai berikut:

a. Kewenangan MK yang demikian besar perlu didukung dengan pengawasan hakim MK oleh KY sebagai upaya mengontrol perilaku hakim;

b. MK perlu mengembangkan kewenangannya untuk menerima, memeriksa dan memutus constitutional question maupun constitutional complaint.

c. Perlu direnungkan dan dipikirkan perluasan kewenangan MK RI untuk melakukan uji materiil terhadap semua peraturan perundang- undangan.

4. Pemilihan Kepala Daerah yang mensyaratkan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang mempunyai minimal kursi 15 persen di DPRD serta calon perseorangan yang mendapat dukungan 3 persen jumlah pemilih di daerah. Kondisi ini memungkinkan terpilihnya kepala daerah yang tidak mendapat Check and Balances Sistem Ketatanegaraan Indonesia,

Keberadaan Kepala Daerah Tanpa/Minimal Kursi Pendukung di DPRD, Korelasi Signifikan antara Sistem Pemilu dengan Model Kinerja Dewan, Gagasan Penyederhanaan Pemilihan Kepala Daerah, Spanning of interest dalam Hubungan Pusat dan Daerah, dan Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik.

Secara sistematis hasil dan rekomendasi dari seminar dan refleksi akhir tahun 2009 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengajar HTN & HAN dirumuskan sebagai berikut:

1. Komitmen untuk memperkuat dan memperjelas sistem pemerintahan presidensiil sebagaimana yang menjadi paradigma perubahan UUD 1945, belum didukung oleh peran DPR dalam mengoptimalkan fungsi legislasinya dan pemilu serta sistem kepartaian yang berlaku. Sistem multipartai yang dilaksanakan saat ini seyogyanya diarahkan kepada sistem kepartaian yang sederhana. Karena itu berbagai UU yang terkait dengan pemilu hendaknya mendukung ke arah penyederhanaan partai politik dalam koridor demokrasi substansial dan perlindungan HAM.

2. Pembaharuan partai politik diarahkan untuk penyempunaan fungsi partai politik:

a. mengubah pandangan masyarakat yang melihat partai politik hanya sebagai kendaraan untuk memperoleh kekuasaan dan mencari keuntungan;

b. partai politik harus berfungsi sebagai fasilitator untuk merekrut calon pemimpin nasional, pemimpin daerah yang amanah dan mempunyai kapabilitas yang unggul;

(9)

xvi xvii di daerah maka rakyat / konstituen dapat menerima informasi apa yang telah dilakukan oleh wakilnya di DPR, dan anggota Dewan mendapatkan masukan dari para pemilihnya hal hal yang perlu diperjuangkan di Gedung Dewan Perwakilarn Rakyat (Daerah) itu. Di luar itu rakyat /konstituen dapat melakukan kontrol dan evaluasi terhadap kinerja anggota Dewan.

c. Pendidikan politik (civic education) yang mengedepankan moral hazard/ahlakul karimah perlu disosialisasikan kepada aktor politik maupun masyarakat luas.

6. Berdasar pada UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Jo UU No 12 Tahun 2008 Perubahan UU Pemerintah Daerah, saat ini pemilihan Kepala Daerah (Walikota, Bupati dan Gubernur) dipilih oleh rakyat. Pemilihan Kepala Daerah oleh rakyat tersebut acap kali menimbulkan; konflik horizontal, kesulitan anggaran, problem koordinasi antara gubernur dan walikota/bupati, maka diperlukan :

a. Pilkada oleh DPRD khusus untuk pemilihan gubernur dengan pertimbangan, posisi gubernur sebagai kepala daerah sekaligus wakil pemerintah pusat di daerah.

b. Tafsir demokrasi dalam pasal 18 ayat (4) UUD 1945 perlu dimintakan tafsir oleh Mahkamah Konstitusi, sehingga dapat diselenggarakan pilkada dengan berbagai cara sesuai dengan kondisi dan kesepakatan daerah masing masing. (langsung, DPRD, keistimewaan/otonomi daerah).

7. Hubungan Pusat dan daerah merupakan problem yang tidak pernah usai. Jika pun design hubungan pusat dan dukungan/ minim dukungan dari partai politik di DPRD.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik antara Kepala Daerah dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Oleh sebab itu maka perlu:

a. Membangun kondisi yang dinamis hubungan antara Kepala Daerah dan Dewan Perwakilan Daerah melalui komunikasi politik yang instens dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.

b. Kepala Daerah dalam mengambil keputusan memperhatikan aspirasi yang berkembang di DPRD dan di masyarakat.

c. Membangun sikap dewasa dalam berpolitik baik pada anggota anggota DPRD maupun Kepala Daerah.

d. Membangun mekanisme fussion of powers.

5. Sistem Pemilu yang diselenggarakan di negara kita, selama ini tidak memungkinkan terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat (dan Daerah) yang responsif dan aspiratif. Hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja DPR; Legislasi, Pengawasan dan Anggaran. Secara demikian perlu adanya :

a. design pemilu yang memberi peluang bagi berkelanjutan hubungan antara para pemilih dan anggota Dewan, karena selama ini begitu calon anggota dewan dilantik sebagai anggota DPR (Daerah) saat itu juga telah terputus hubungan antara anggota dewan dan konstituennya.

b. Komunikasi antara anggota dewan dan para konstituenya /rakyat di daerah bisa dibangun dengan cara anggota dewan mempunyai kantor sekretariat di daerah. Dengan adanya kantor anggota dewan

(10)

xviii xix a. revisi terhadap UU kepegawaian dalam rangka

mendukung reformasi birokrasi.

b. perlu adanya pembenahan struktur birokrasi berbasis kinerja dan peningkatan kapasitas SDM birokrasi publik secara berkelanjutan

c. pentingnya penerapan Reward and Punishment dalam rangka peningkatan kinerja birokrasi publik di daerah;

1) perlunya program nasional reformasi birokrasi dan pelayanan publik

2) pentingnya budaya anti-korupsi

3) pentingnya pengembangan partisipasi publik dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan reformasi birokrasi.

4) pentingnya kinerja pelayanan publik dan reformasi birokrasi sebagai indikator penentuan DAU untuk pemerintah daerah.

Semua sumbangsih pemikiran di atas disampaikan dalam kerangka melaksanakan visi dan misi NKRI yang telah tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan semoga bermanfaat.

Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk mendokumentasikan perkembangan pemikiran ketatanegaraan Indonesia pasca amandemen UUD 1945, khususnya tentang Mahkamah Konstitusi, Pemilu dan Otonomi Daerah yang diambilkan dari sebagian makalah dari hasil Seminar nasional dan refleksi akhir tahun 2009 yang telah diselenggarakan oleh Asosiasi Pengajar HTN

& HAN Jawa Timur, di Hotel Panorama, Jember, pada tanggal 27-29 Desember 2009. Naskah ini sengaja diterbitkan untuk kado menyambut purna tugas Prof. H.A.

daerah yang diatur dalam berbagai Undang-undang dari UU No 1 Tahun 1945 hingga UU No 32 Tahun 2004 problem itu belum juga usai. Hubungan pusat dan Daerah berdasar pada UU No 5 Tahun 1974 yang sentralistis pada awalnya cukup “berhasil”, namun pada masa akhir Orde Baru 1998 terungkap bahwa penyelenggaran hubungan pemerintahan pusat dan daerah yang sentralistis menjadi penyebab sentrafugal beberapa daerah, misalnya Timor Tomur, Aceh, Papua, dan Kalimantan.

8. Keberadaan UU No 22 tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah mampu meredam keinginan daerah yang berkeinginan lepas dari NKRI. Hal ini karena terhapusnya hierarki pemerintah kabupaten/Kota dengan pemerintah Propinsi. Para Bupati dan Walikota merasa telah nyaman menjadi raja raja kecil di daerah ketimbang menjadi hulu balang. Kondisi menjadi problem pada hubungan “koordinasi antara pemerintah Provinsi dan pemerintah Kota/Kabupaten. Untuk itu perlu di design hubungan pemerintah pusat dan daerah yang sedemikian rupa sehingga ada batas batas tegas antara posisi sebagai kepala daerah, dan posisi sebagai bawahan pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

9. Pelayanan publik dan reformasi birokrasi. Salah satu tujuan penting dari otonomi daerah adalah mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat di daerah dan secara ideal birokrasi publik adalah pelayan publik sebagaimana diatur dalam berbagai peraturan perundangan-undangan yang ada. Namun dalam realitasnya pelayanan publik masih terjadi mal administrasi sebagai akibat birokrasi yang tidak profesional pada titik inilah dibutuhkan beberapa langkah sebagai berikut :

(11)

xx xxi

Kata P Kata P Kata P Kata P

Kata Pengantar Pengantar Pengantar Pengantar Penerbitengantar Penerbitenerbitenerbitenerbit P

P P

PPengantar Pengantar Pengantar Pengantar Penyuntingengantar Penyuntingenyuntingenyuntingenyunting Daftar Isi

Daftar Isi Daftar Isi Daftar Isi Daftar Isi Bagian P Bagian P Bagian P Bagian P

Bagian Pertamaertamaertamaertamaertama MAHKAMAH K MAHKAMAH K MAHKAMAH K MAHKAMAH K

MAHKAMAH KOOOOONSTITUSI &NSTITUSI &NSTITUSI &NSTITUSI &NSTITUSI &

KELEMBAGAAN NEGARA KELEMBAGAAN NEGARA KELEMBAGAAN NEGARA KELEMBAGAAN NEGARA KELEMBAGAAN NEGARA

1. Mahkamah KMahkamah KMahkamah KMahkamah KMahkamah Konstitusi Sebagai Ponstitusi Sebagai Ponstitusi Sebagai Ponstitusi Sebagai Ponstitusi Sebagai Pengawal Danengawal Danengawal Danengawal Danengawal Dan P

PP

PPenafsir Kenafsir Kenafsir Kenafsir Kenafsir Konstitusi: Masalah Dan Tonstitusi: Masalah Dan Tonstitusi: Masalah Dan Tonstitusi: Masalah Dan Tantanganonstitusi: Masalah Dan Tantanganantanganantanganantangan Prof. H.A. Mukthie Fadjar, SH., M.S ... 01 2. PPPPPeranan mahkamah keranan mahkamah keranan mahkamah keranan mahkamah konstitusi dalameranan mahkamah konstitusi dalamonstitusi dalamonstitusi dalamonstitusi dalam

membangun kesadaran berk membangun kesadaran berk membangun kesadaran berk membangun kesadaran berk

membangun kesadaran berkonstitusi.onstitusi.onstitusi.onstitusi.onstitusi.

Prof. H.A. Mukthie Fadjar, SH., M.S ... 13

D D D

D DAFT AFT AFT AFTARA AFT ARA ARA ARA ARA ISI ISI ISI ISI ISI

Mukthie Fadjar, SH.,MS sebagai hakim Konstitusi, atas tugas pengabdiannya di Mahkamah Konstitusi sejak awal- awal berdirinya Mahkamah Konstitusi tahun 2004 sampai dengan Desember 2009.

Ada banyak pihak yang berperan sehingga buku bisa terbit dan hadir dihadapan pembaca. Maka melalui kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Mahkamah Konstitusi dan Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang telah mendukung pendanaan sehingga kegiatan seminar nasional dan refleksi akhir tahun 2009 dapat terlaksana. Kemudian ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh panitia yakni Fakultas Hukum Universitas Jember. Selanjutnya ucapan terima kasih kepada seluruh penulis yang telah berpartisipasi. Terakhir ucapan terima kasih khusus kami sampaikan kepada penerbit Setara Press yang telah bersedia menerbitkan naskah ini.

Malang, Januari 2009 T

TT

TTim Pim Pim Pim Penyunting :im Penyunting :enyunting :enyunting :enyunting : Sirajuddin

Nuruddin Hady Luthfi J. Kurniawan Zulkarnain

(12)

xxii xxiii Bagian Ketiga

Bagian Ketiga Bagian Ketiga Bagian Ketiga Bagian Ketiga OTO

OTOOTO

OTOOTONONONONONOMI DAERAHMI DAERAHMI DAERAHMI DAERAHMI DAERAH

1. Hubungan Pusat – Daerah, Hubungan Pusat – Daerah, Hubungan Pusat – Daerah, Hubungan Pusat – Daerah, Hubungan Pusat – Daerah, KKKKKonsep,onsep,onsep,onsep,onsep, Problematika & Alternatif Solusi Problematika & Alternatif Solusi Problematika & Alternatif Solusi Problematika & Alternatif Solusi Problematika & Alternatif Solusi

Dr. Sirajuddin, SH., MH. ... 149 2. PPPPPancasila Sebagai Bingkai Legislasi Hukumancasila Sebagai Bingkai Legislasi Hukumancasila Sebagai Bingkai Legislasi Hukumancasila Sebagai Bingkai Legislasi Hukumancasila Sebagai Bingkai Legislasi Hukum

Daerah Daerah Daerah Daerah Daerah

Dr. Anis Ibrahim, SH., M.H. ... 183 3. RethinkingRethinkingRethinkingRethinkingRethinking P P P P Penyelenggaraan Pilkada Yenyelenggaraan Pilkada Yenyelenggaraan Pilkada Yenyelenggaraan Pilkada Yangenyelenggaraan Pilkada Yangangangang

Demokratis Dan P Demokratis Dan P Demokratis Dan P Demokratis Dan P

Demokratis Dan Partisipatifartisipatifartisipatifartisipatifartisipatif

Dr. Jazim Hamidi,SH., MH. dan Mustafa Lutfi S.Pd., SH., MH. ... 209 4. Landasan kLandasan kLandasan kLandasan kLandasan konstitusional pemilihan kepalaonstitusional pemilihan kepalaonstitusional pemilihan kepalaonstitusional pemilihan kepalaonstitusional pemilihan kepala

daerah secara langsung.

daerah secara langsung.

daerah secara langsung.

daerah secara langsung.

daerah secara langsung.

Nuruddin Hady, SH., M.H ... 243 5. Desain PDesain PDesain PDesain PDesain Penyederhanaan Penyederhanaan Penyederhanaan Penyederhanaan Penyederhanaan Pemilihan Umumemilihan Umumemilihan Umumemilihan Umumemilihan Umum

Kepala Daerah Kepala Daerah Kepala Daerah Kepala Daerah Kepala Daerah

Dr. Didik Sukriono, SH., M.H. ... 273 6. Calon perseorangaan dalam dinamikaCalon perseorangaan dalam dinamikaCalon perseorangaan dalam dinamikaCalon perseorangaan dalam dinamikaCalon perseorangaan dalam dinamika

pendidikan demokrasi lokal.

pendidikan demokrasi lokal.

pendidikan demokrasi lokal.

pendidikan demokrasi lokal.

pendidikan demokrasi lokal.

Dr. Fatkhurohman, SH., M.H. ... 303 3. Mahkamah kMahkamah kMahkamah konstitusi dalam sistem checks andMahkamah kMahkamah konstitusi dalam sistem checks andonstitusi dalam sistem checks andonstitusi dalam sistem checks andonstitusi dalam sistem checks and

balances balancesbalances balances balances

Dr. M. Ali Safaat, SH., M.H. ... 25 4. PPParameter Untuk Melembagakan KPParameter Untuk Melembagakan Karameter Untuk Melembagakan Karameter Untuk Melembagakan Karameter Untuk Melembagakan Komisiomisiomisiomisiomisi

Negara Sebagai Lembaga Negara.

Negara Sebagai Lembaga Negara.Negara Sebagai Lembaga Negara.

Negara Sebagai Lembaga Negara.

Negara Sebagai Lembaga Negara.

Dr. Lukman Hakim, SH., M.H. ... 37 Bagian Kedua

Bagian KeduaBagian Kedua Bagian Kedua Bagian Kedua P

PP

PPARARARARARTTTTTAI POAI POAI POAI POAI POLITIK & PEMILIHAN UMUMLITIK & PEMILIHAN UMUMLITIK & PEMILIHAN UMUMLITIK & PEMILIHAN UMUMLITIK & PEMILIHAN UMUM 1. PPPemilu Multi PPPemilu Multi Pemilu Multi Pemilu Multi Pemilu Multi Partai & Stabilitas Partai & Stabilitas Partai & Stabilitas Partai & Stabilitas Partai & Stabilitas Pemerintahanemerintahanemerintahanemerintahanemerintahan

Presidensial Di Indonesia Presidensial Di IndonesiaPresidensial Di Indonesia Presidensial Di Indonesia Presidensial Di Indonesia.

Prof. Dr. H. Sukowiyono, SH., MH. ... 63 2. Sistem PSistem PSistem Pemerintahan Presidensial DenganSistem PSistem Pemerintahan Presidensial Denganemerintahan Presidensial Denganemerintahan Presidensial Denganemerintahan Presidensial Dengan

Multi P Multi PMulti P Multi P Multi Partaiartaiartaiartaiartai

Dr. Anwar Cengkeng, SH., M.H. ... 83 3. Presidensiil Dengan Sistem Multi PPresidensiil Dengan Sistem Multi PPresidensiil Dengan Sistem Multi PartaiPresidensiil Dengan Sistem Multi PPresidensiil Dengan Sistem Multi Partaiartaiartaiartai

Sulardi, SH., M.H. ... 99 4. KKKorelasi Sistem PKKorelasi Sistem Porelasi Sistem Porelasi Sistem Porelasi Sistem Pemilu Dengan Kinerjaemilu Dengan Kinerjaemilu Dengan Kinerjaemilu Dengan Kinerjaemilu Dengan Kinerja

D e w a n D e w a nD e w a n D e w a n D e w a n

Dr. Supriyadi, SH., MH. ... 113 5. PPPartai PPPartai Partai Partai Partai Politik Dan Politik Dan Politik Dan Politik Dan Politik Dan Pemilu: Pemilu: Pemilu: Pemilu: Pemilu: Penyederhanaanenyederhanaanenyederhanaanenyederhanaanenyederhanaan

Dan P Dan PDan P Dan P

Dan Pembaharuan Pembaharuan Pembaharuan Pembaharuan Parpolembaharuan Parpolarpolarpolarpol

Radian Salman, SH, LLM. ... 139

(13)

xxiv xxv

T TT

TTentang Pentang Pentang Pentang Pentang Penulisenulisenulisenulisenulis

MAHKAMAH KONSTITUSI, PEMILU &

OTONOMI DAERAH

(Gagasan & Pemikiran Kado Untuk ‘Sang Pengembala’ Prof. Mukthie Fadjar)

Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk mendokumentasikan perkembangan pemikiran tentang Mahkamah Konstitusi &

ketatanegaraan Indonesia pasca amandemen UUD 1945. Naskah ini sengaja diterbitkan bersamaan dengan selesainya Prof. H.A. Mukthi Fadjar, SH., menyelesaikan tugas pengabdiannya di Mahkamah Konstitusi sejak awal-awal berdirinya Mahkamah Konstitusi tahun 2004 sampai dengan Desember 2009 sebagai kado mulianya

Referensi

Dokumen terkait

di dunia seperti Konstitusi Ekuador 2008 dan Konstitusi Perancis 2005, selaras dengan UUD NRI Tahun 1945 pasca amandemen yang memuat konsep Green Constitution sebagaimana

Majelis Permusyawaratan Rakyat melalui tugas dan wewenangnnya melakukan amandemen Pasal 24C UUD 1945 dengan menambahkan Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada

Akan tetapi setelah amandemen UUD 1945 menurut Pasal 20 Ayat 1 UUD 1945 pasca amandemen menyatakan bahwa “Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk

di dunia seperti Konstitusi Ekuador 2008 dan Konstitusi Perancis 2005, selaras dengan UUD NRI Tahun 1945 pasca amandemen yang memuat konsep Green Constitution sebagaimana

Pembaharuan politik hukum pemilu dan pemilukada pasca Putusan Mahkamah Konstitusi dalam struktur ketatanegaraan Indonesia berimplikasi kepada perubahan sistem, mekanisme dan

Mahkamah Agung RI. Laporan Tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Laporan Akhir Pengkajian Hukum Tentang Hubungan Lembaga Negara Pasca Amandemen UUD 1945.. Ujang Komarudin -

Hal ini barulah ada setelah Amandemen ke tiga UUD 1945, yang mengadopsi pembentukan lembaga negara Mahkamah Konstitusi yang salah satu kewenangannya adalah

Tiga aspek yang menjadi penyebabnya, yaitu rijiditas prosedur pada ketentuan Pasal 37 UUD NRI 1945, pembentukan Mahkamah Konstitusi dan praktik ketatanegaraan yang terus berkembang..