i
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR ISTILAH ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
I. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Ruang Lingkup ... 8
1.5 Manfaat Penelitian ... 10
1.6 Kerangka Pemikiran dan Kebaruan (Novelty)... 10
II. LANDASAN TEORI ... 15
2.1 Konsep Dasar Kelembagaan ... 15
2.1.1 Struktur Pasar, Kegagalan Pasar dan Biaya Transaksi ... 15
2.1.2 Teori Kelembagaan dan New Institutional Economic (NIE) .. 20
2.1.3 Induced Institutional Innovation Theory ... 30
2.1.4 Teori Kebijakan ... 34
2.2 Teori Pembiayaan Pertanian ... 36
2.3 Pendekatan rekayasa Kelembagaan ... 40
2.3.1 Analisis Patok Duga (Benchmarking) ... 40
2.3.2 Pendekatan Sistem dan Intepretative Structural Model (ISM) 42 III. METODOLOGI ... 49
3.1 Pendekatan Rekayasa Kelembagaan dan Tahapan Penelitian ... 49
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 51
3.3 Data yang Diperlukan dan Sumbernya ... 51
3.4 Teknik Pengambilan Contoh ... 52
3.5 Alat-alat Analisis ... 52
3.6 Penelitian Terdahulu ... 62
3.7 Posisi Penelitian ... 67
ii
IV. PROFIL PERTANIAN SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN
KINERJA LEMBAGA PEMBIAYAAN DI INDONESIA ... 69
4.1 Usaha Pertanian dan Agribisnis ... 69
4.2 Profil Sektor Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan ... 71
4.2.1 Profil pelaku Usaha Tani Sektor Tanaman Pangan ... 71
4.2.2 Produksi Tanaman Pangan ... 74
4.2.3 Keragaan Pasar Sektor Tanaman Pangan ... 78
4.2.4 Kerangka Kebijakan Pemerintah di Sektor Tanaman Pangan 81 4.2.5 Ketahanan Pangan ... 83
4.3 Perkembangan Kelembagaan dan Skim Pembayaran Sektor Tanaman Pangan ... 88
4.3.1 Lembaga Keuangan Mikro dan Perkembangannya di Indonesia ... 88
4.3.2 Perkembangan Skim Pembiayaan Pertanian Tanaman Pangan ... 98
4.4 Hambatan-hambatan Pembiayaan Sektor Tanaman Pangan oleh Lembaga Keuangan Formal Khususnya Bank ... 105
V. STUDI EMPIRIS LEMBAGA PEMBIAYAAN SEKTOR TANAMAN PANGAN DAN IDENTIFIKASI KEY SUCCESS FACTOR ... 116
5.1 Benchmark Lembaga Pembiayaan Pertanian di Sejumlah Negara ... 116
5.1.1 Grameen Bank ... 116
5.1.2 Rabobank ... 119
5.1.3 ICICI Bank ... 121
5.1.4 BAAC ... 124
5.1.5 Credit Agricole ... 126
5.1.6 Agricultural Bank of China ... 128
5.2 Elemen Kunci Keberhasilan (Key Success Factor) ... 130
VI. ALTERNATIF REKAYASA KELEMBAGAAN PEMBIAYAAN PERTANIAN NASONAL SEKTOR TANAMAN PANGAN ... 145
6.1 Alternatif Penyusunan Model Kelembagaan dengan Menggunakan ISM ... 145 6.2 Tujuan Rancang Bangun Lembaga Pembiayaan Pertanian
iii
Sektor Tanaman Pangan ... 145
6.3 Kendala-kendala yang Dihadapi dalam Membangun Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 147
6.4 Penilaian Kinerja (Key Performance Indicators) Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 149
6.5 Komoditi Pangan yang Diutamakan dalam Pembiayaan oleh Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 151
6.6 Keterlibatan Utama dari Pihak-pihak yang Terlibat dalam Pengoperasian Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 152
6.7 Sektor Masyarakat yang Menjadi Sasaran Pembiayaan... 154
6.8 Perubahan yang Dimungkinkan ... 155
6.9 Kebutuhan Program/Prasyarat dari Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 157
6.10 Kunci Sukses (Key Success Factor) Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan... 158
6.11 Implikasi Terhadap Rekayasa Lembaga Pembiayaan ... 160
VII. RANCANGAN LEMBAGA PEMBIAYAAN PERTANIAN NASIONAL SEKTOR TANAMAN PANGAN ... 162
7.1. Pemilihan Rekayasa Lembaga Pembiayaan ... 162
7.2. Cetak Biru Lembaga Pembiayaan Pertanian Nasional... 167
7.3. Dukungan dari Luar Kelembagaan dan Implikasi Kebijakan ... 175
7.4. Tahap Implementasi dan Masa Transisi……….. 183
VIII. KESIMPULAN DAN SARAN ... 187
8.1 Kesimpulan ... 187
8.2 Saran ... 190
DAFTAR PUSTAKA ... 192
LAMPIRAN ... 199
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kontribusi Usaha Kecil, Menengah, dan Besar Terhadap PDB
Tahun 2001 s.d. 2004 (dalam persentase) ... 14
Tabel 2. Perbedaan Pendekatan Ekonomi Neo-Klasik dengan Ekonomi Kelembagaan ... 24
Tabel 3. Perbedaan Pokok Antara Patok Duga dan Analisis Persaingan ... 41
Tabel 4. Jenis dan Sumber Data ... 51
Tabel 5. Responden Penelitian ... 52
Tabel 6. Sifat Hubungan Kontekstual dan Kondisi Logiknya ... 57
Tabel 7. Transformasi Bentuk Hubungan Kontekstual Antar Elemen menjadi Bentuk Hubungan Matematik ... 58
Tabel 8. Model Matriks Perbandingan Individu (MPI) ... 60
Tabel 9. Model Matriks Perbandingan Gabungan (MPG) ... 60
Tabel 10. Perbandingan Jumlah Rumah Tangga Pertanian Pengguna Lahan dan Rumah Tangga Petani Gurem antara Tahun 1993 dan 2003... 72
Tabel 11. Akses Kebutuhan Dasar 2008 ... 73
Tabel 12. Perkembangan dan Kontribusi Subsektor Tanaman Pangan Terhadap PDB Sektor Pertanian (dalam Rp miliar) ... 74
Tabel 13. Perkembangan Produksi Nasional Sejumlah Tanaman Pangan (dalam ribu ton) ... 75
Tabel 14. Taksiran Perkembangan Penduduk dan Kebutuhan Pangan Nasional ... 76
Tabel 15. Kebutuhan Investasi Untuk Peningkatan Produksi Lima Komoditas Pangan, 2005-2010 (Rp milyar) ... 77
Tabel 16. Elastisitas Transmisi Harga Beras dan Gabah di Beberapa Sentra Produksi Padi Tahun 2007 ... 79
Tabel 17. Nilai Rata-rata Penilaian Indikator Kebijakan Perberasan ... 82
Tabel 18. Perkembangan Kebijakan Peningkatan Produksi Padi dan Paket Teknologi Anjuran Tahun 1959 – 2007 ... 83
Tabel 19. Kriteria UMKM Berdasarkan UU No. 20/2008... 89
Tabel 20. Indikator Perkembangan Lembaga Keuangan Mikro ... 96
v
Tabel 21. Posisi Relatif Indonesia dalam Survey ”Ease of Doing Business” .. 98
Tabel 22. Kebutuhan Indikatif KKP Per Ha Untuk Tanaman Padi Berdasarkan Jenis Lahan TP. 2000/2001 (periode Oktober 2000 – September 2001) ... 100
Tabel 23. Realisasi Penyaluran KKPE Per Juni 2009 (dalam Rp Juta) ... 100
Tabel 24. Pola Fasilitasi Penjaminan SP-3 ... 101
Tabel 25. Realisasi Penyaluran KUR per Posisi Januari 2010 ... 105
Tabel 26. Perbandingan Sektor Keuangan Beberapa Negara ... 107
Tabel 27. Jumlah Kabupaten/Kotamadya yang Memiliki atau Tidak Memiliki Jaringan Kantor Cabang Komersial ... 109
Tabel 28. Ringkasan Perbandingan KSF Lembaga Pembiayaan di Sejumlah Negara ... 129
Tabel 29. Elemen Kunci Kelembagaan Pembiayaan Pertanian Subsektor Tanaman Pangan ... 130
Tabel 30. Input KSF Lembaga Pembiayaan Hasil Benchmarking, FGD dan Model ISM ... 162
Tabel 31. Rekayasa Lembaga yang Diusulkan ... 168
Tabel 32. Layanan Lembaga Pembiayaan Kepada Petani ... 175
Tabel 33. Kerangka Kebijakan Pertanian dan Kaitannya dengan Lembaga Pembiyaan Pertanian Nasional ... 176
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Posisi Kredit Perbankan Umum (Rupiah dan Valas) Menurut
Sektor Ekonomi... 4
Gambar 2. Porsi Kredit Pertanian Terhadap Total Kredit Perbankan Umum (Rupiah dan Valas) dan Kontribusi Jenis Perbankan Terhadap Total Kredit Pertanian ... 5
Gambar 3. Ilustrasi Sistem Agribisnis ... 9
Gambar 4. Profil Pembiayaan dan Kontribusi PDB Menurut Skala Usaha dan Sektor Ekonomi ... 13
Gambar 5. Hubungan Antara Transaction Cost, Internal Cost, dan Signifikansi Keberadaan Suatu Kelembagaan ... 25
Gambar 6. Hard System vs Soft System ... 44
Gambar 7. Siklus Pembelajaran SSM ... 45
Gambar 8. Kerangka Pemikiran Konseptual Penelitian ... 50
Gambar 9. Elemen-elemen Sistem Kelembagaan Pembiayaan Pertanian ... 54
Gambar 10. Posisi Relatif Penelitian yang dilakukan terhadap Penelitian Sebelumnya ... 67
Gambar 11. Katerkaitan Ketahanan Pangan dan Peningkatan Produktifitas ... 73
Gambar 12. Pola Umum Distribusi Beras Dalam Negeri Tahun 2004 ... 78
Gambar 13. Struktur Pasar Gabah dan Beras di Berbagai Tingkat Pasar ... 80
Gambar 14. Disparitas Harga Gabah dan Harga Beras 1993-2006 ... 81
Gambar 15. Kerangka Sistem Ketahanan Pangan... 85
Gambar 16. Ilustrasi Kenaikan Harga Pangan Dunia (FAO2008) ... 86
Gambar 17. Karakteristik Bisnis UMKM ... 88
Gambar 18. Peran dari Kredit Mikro dalam Pengentasan Kemiskinan ... 90
Gambar 19. Struktur Aset Sektor Keuangan Indonesia (2008)... 106
Gambar 20. Densitas Infrastruktur Perbankan di Indonesia Menurut Kriteria Tertentu ... 109
Gambar 21. Sebaran Lembaga Pembiayaan Mikro di Indonesia ... 110
Gambar 22. Kontribusi Nilai Tambah Usaha Pertanian dan Sebaran Luas Kepemilikan Lahan Petani ... 113
vii
Gambar 23. Alokasi Pembiayaan Syariah Menurut Propinsi di Indonesia ... 114 Gambar 24. Struktur Organisasi Grameen Bank... 117 Gambar 25. KPI Grameen Bank yang Menggabungkan Tujuan Finansial dan
Sosial ... 119 Gambar 26. Keanggotaan Koperasi dalam Rabobank ... 120 Gambar 27. Inovasi Jaringan untuk Meningkatkan Outreach Bank ICICI ... 122 Gambar 28. Pendapat Responden tentang Sumber Pendanaan Lembaga
Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 131 Gambar 29. Pendapat Responden tentang Struktur Kepemilikan Lembaga
Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 132 Gambar 30. Pendapat Responden tentang Bentuk Institusi Lembaga
Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 133 Gambar 31. Pendapat Responden tentang Bentuk Basis Operasi Lembaga
Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 134 Gambar 32. Pendapat Responden tentang Kebijakan Harga Dana/Pembiayaan
Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 135 Gambar 33. Pendapat Responden tentang Bentuk Jaminan Dana/Pembiayaan
Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 136 Gambar 34. Pendapat Responden tentang Penggunaan Fasilitas Pembiayaan
Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 137 Gambar 35. Pendapat Responden tentang Tipe Pencairan(disbursement)
Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 138 Gambar 36. Pendapat Responden tentang Cakupan Wilayah Lembaga
Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 139 Gambar 37. Pendapat Responden tentang Pengguna Akhir Lembaga
Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 140 Gambar 38. Pendapat Responden tentang Key Performance Indicator
Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 142 Gambar 39. Pendapat Responden tentang Latar Belakang SDM Lembaga
Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 142 Gambar 40. Pendapat Responden tentang Model Bisnis Lembaga Pembiayaan
Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 143
viii
Gambar 41. Struktur Hierarki antar Sub-elemen Tujuan Rancang Bangun
Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 146 Gambar 42. Diagram Klasifikasi Sub-elemen Tujuan Rancang Bangun
Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 147 Gambar 43. Struktur Hierarki antar Sub-elemen Kendala-kendala yang
Dihadapi dalam Membangun Lembaga Pembiayaan Pertanian
Sektor tanaman Pangan ... 148 Gambar 44. Diagram Klasifikasi Sub-elemen Kendala-kendala yang Dihadapi
dalam Membangun Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor
Tanaman Pangan ... 149 Gambar 45. Struktur Hierarki antar Sub-elemen Penilaian Kinerja (Key
Performance Indicators) Lembaga Pembiayaan Pertanian
Sektor Tanaman Pangan ... 150 Gambar 46. Diagram Klasifikasi Sub-elemen Penilaian Kinerja (Key
Performance Indicators) Lembaga Pembiayaan Pertanian
Sektor Tanaman Pangan ... 151 Gambar 47. Struktur Hierarki antar Sub-elemen Komoditi yang Diutamakan
oleh Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman
Pangan ... 151 Gambar 48. Diagram Klasifikasi Sub-elemen Komoditi yang Diutamakan
oleh Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman
Pangan ... 152 Gambar 49. Struktur Hierarki Antar Sub-elemen Pihak-pihak yang Terlibat
dalam Pengoperasian Lembaga Pembiayaan Sektor
Tanaman Pangan ... 153 Gambar 50. Diagram Klasifikasi Sub-elemen Pihak-pihak yang Terlibat
dalam Pengoperasian Lembaga Pembiayaan Sektor
Tanaman Pangan ... 154 Gambar 51. Struktur Hierarki Antar Sub-elemen Sektor Masyarakat yang
Menjadi Sasaran Pembiayaan ... 154 Gambar 52. Diagram Klasifikasi Sub-elemen Sektor Masyarakat yang Menjadi
Sasaran Pembiayaan dari Lembaga Pembiayaan yang Direkayasa 155
ix
Gambar 53. Struktur Hierarki Antar Sub-elemen Perubahan yang
Dimungkinkan ... 156
Gambar 54. Diagram Klasifikasi Sub-elemen Perubahan yang Dimungkinkan 157 Gambar 55. Struktur Hierarki Antar Sub-elemen Kebutuhan Program/Prasyarat dari Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan... 157
Gambar 56. Diagram Klasifikasi Sub-elemen Kebutuhan Program/Prasyarat dari Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan.... 158
Gambar 57. Struktur Hierarki antar Sub-elemen Kunci Sukses (Key Success Factor) Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 159
Gambar 58. Diagram Klasifikasi Sub-elemen Kunci Sukses (Key Success Factor) Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 160
Gambar 59. Struktur AHP, Desain Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 163
Gambar 60. Hasil pengolahan AHP, Desain Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 164
Gambar 61. Output Software Expert Choice, Strategi “Menciptakan lembaga Pembiayaan khusus” yang Terpilih ... 167
Gambar 62. Konsep Jaringan Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor Tanaman Pangan ... 172
Gambar 63. Piramid Kompetensi Lembaga Keuangan Pertanian (diadaptasi Dari IFC model) ... 174
Gambar 64. Hubungan Antara Tingkat Kemiskinan dan Penggunaan ICT ... 178
Gambar 65. Konsep Cluster Bunga Potong di Belanda ... 179
Gambar 66. Pohon Industri Pengolahan Padi ... 181
Gambar 67. Konsep Dasar Cluster Industri Pangan (Khususnya Beras) di Indonesia ... 182
Gambar 68. Pengembangan di Masa Transisi sebagai Pre-kondisi Pendirian Lembaga Pembiayaan Pertanian………... 183
x
DAFTAR ISTILAH
ABC : Agricultural Bank of China, Bank pemerintah China yang mempromosikan pengembangan sektor Pertanian
ADB : Asian Development Bank, Lembaga multilateral yang fokus pada pembiayaan pembangunan jangka panjang khususnya di negara berkembang di Asia
AHP : Analytical Hierarchy Process
APBN : Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
BAAC : Bank for Agricultural and Agricultural Cooperatives, Bank milik pemerintah Thailand yang mempromosikan
oengembangan sektor pertanian dan koperasi BAPPENAS : Badan Perencanan Pembangunan Nasional
BDS : Business Development Services, Lembaga pendamping kelompok tani untuk mengembangkan usaha yang juga dapat menjadi mitra bank dalam mengembangkan kelompok tani agar layak mendapatkan pembiayaan
BI : Bank Indonesia, merupakan Bank Sentral Republik Indonesia
BIMAS : Bimbingan Massal, program nasional yang meliputi introduksi teknologi maupun skim pembiayaan bersubsidi bagi petani untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani
BKD : Badan Kredit Desa, lembaga keuangan lokal bukan bank yang melakukan usaha simpan pinjam di tingkat desa BPR : Bank Perkreditan Rakyat, lembaga keuangan lokal yang
tunduk pada UU perbankan yang memiliki operasional terbatas
BUMN : Badan Usaha Milik Negara
CAR : Capital Adequacy Ratio, rasio kecukupan modal yang membatasi jumlah aktiva berisiko suatu bank (biasanya berupa pembiayaan) terhadap modal yang dimilikinya
CGAP : Consultative Group to Assist The Poor, forum kerjasama dan komunikasi Lembaga Swadaya Internasional yang fokus pada pengembangan pembiayaan mikro
CSR : Corporate Social Responsibility, merupakan program yang dijalankan perusahaan-perusahaan dalam rangka
kepeduliannya terhadap pengembangan lingkungan sosial, dimana besarnya anggaran program biasanya didasarkan atas rasio tertentu terhadap keuntungan perusahaan
FAO : Food and Agricultural Organization, lembaga PBB yang fokus pada upaya menjaga ketahanan pangan dunia
FGD : Focus Group Discussion, metoda pengumpulan data, analisis maupun kesimpulan dengan memanfaatkan dinamika
xi kelompok
ICICI : Industrial Credit and Investment Corporation of India, Bank milik pemerintah India yang fokus pada pembiayaan
pembangunan termasuk sektor pertanian ICT : Information and Communication Technology IFC : International Finance Corporation, merupakan anak
perusahaan dari WorldBank yang fokus pada pengembangan pembiayaan skala kecil dan mikro secara komersial
INMAS : Intensifikasi Massal, program nasional yang meliputi introduksi teknologi maupun skim pembiayaan bersubsidi bagi petani untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani merupakan kelanjutan dari program BIMAS
INSUS : Intensifikasi Khusus, program nasional yang meliputi introduksi teknologi maupun skim pembiayaan bersubsidi bagi petani untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani, merupakan kelanjutan program INSUS
ISM : Interpretable Structural Model, merupakan suatu proses pemodelan struktur yang berguna untuk mentransformasi model mental dari suatu sistem yang tidak jelas menjadi model yang tampak (visible) sehingga bermanfaat untuk berbagai tujuan
KIK : Kredit Investasi Kecil, skim kredit investasi dengan subsidi perintah yang diberikan bersama-sama dengan introduksi teknologi tertentu
KKP : Kredit Ketahanan Pangan, skim kredit bersubsidi untuk mengembangkan pendapatan petani dan nelayan, dengan executing agennya dilakukan oleh perbankan
KKPE : Kredit Ketahan Pangan dan Energi, merupakan pengembangan dari KKP ditambah dengan skim pengembangan alternatif energi
KLBI : Kredit Likuiditas Bank Indonesia, kredit-kredit yang diberikan subsidi untuk mengembangkan sektor tertentu KMKP : Kredit Modal Kerja permanen, skim kredit modal kerja
bersubsidi yang sifat terus menerus bergulir
KPI : Key Performance Indicator, parameter kunci yang disepakati untuk menilai apakah suatu lembaga dinyatakan berhasil atau gagal
KSF : Key Success Factor, merupakan prasyarat yang harus dipenuhi agar suatu tujuan dapat berhasil dilaksanakan KSP : Koperasi Simpan Pinjam, lembaga koperasi dengan bentuk
usaha simpan pinjam
KUD : Koperasi Unit Desa, koperasi yang didirikan didesa-desa untuk mengembangkan aktivitas ekonomi desa, termasuk didalamnya aktivitas simpan pinjam
xii
KUR : Kredit Untuk Rakyat, kredit program yang dijamin
pemerintah untuk mengembangkan usaja kecil dan mikro, namun pelaksanaan maupun sumberdananya berasal dari dana bank
KUT : Kredit Usaha Tani, kredit program untuk meningkatkan usaha pertanian yang sumberdananya disubsidi oleh pemerintah dan pelaksanaannya dilakukan oleh bank (khususnya BRI)
LDR : Loan to Deposit Ratio, rasio pembiayaan terhadap dana pihak ketiga di suatu bank
LKM : Lembaga Keuangan Mikro, adalah lembaga yang menyediakan jasa penyimpanan , kredit, pembayaran berbagai transaksi jasa yang ditujukan bagi masyarakat miskin dan pengusaha kecil
LSM : Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga yang didirikan dan dibiayai oleh kelompok masyarakat (non pemerintah) dan berorientasi pada kepentingan masyarakat
MT : Musim Tanam, periode tertentu didalam setahun dimana petani melakukan proses tanam hingga panen, biasanya dalam satu tahun terdapat 2 hingga 3 kali musim tanam NPL : Non Performing Loan, merupakan pinjaman bermasalah
yang menunggak pembayarannya
PDB : Produk Domestik Bruto, output yang dihasilkan oleh suatu negara dan biasanya dijadikan acuan untuk melihat kinerja ekonomi suatu negara
PKBL : Program Kemitraan dan Bina Lingkungan merupakan salah satu wujud dari program kepedulian sosial yang dijalankan oleh perusahaan khususnya perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah (BUMN)
RM : Reachability Matrix, salah satu tahapan didalam ISM RPPK : Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, program
pembangunan jangka panjang pemerintah disektor pertanian dalam arti luas
SOP : Standard Operating Procedure, suatu ketentuan yang dijadikan pedoman bagaimana suatu aktivitas harus dijalankan
SP-3 : Skim Pelayanan Pembiayaan Pertanian, merupakan salah satu program pembiayaan kredit pertanian dengan bantuan jaminan kredit dari pemerintah (dalam hal ini Departemen Pertanian).
SSIM : Structured Self Interaction Matrix, merupakan salah satu tahapan didalam ISM
USP : Unit Simpan Pinjam, lembaga keuangan informal yang biasanya didirikan di desa-desa
WB : World Bank, lembaga multilateral dibawah payung PBB yang fokus pada pembiayan pembangunan khususnya di negara-negara berkembang
xiii
ZIS : Zakat Infaq Sadaqah, dalam hal ini merupakan salah satu sumber dana pembiayaan proram sosial
xiv xiv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Klasifikasi Sub-elemen Kendala-kendala yang Dihadapi dalam Membangun Lembaga Pembiayaan Pertanian Sektor
Tanaman Pangan... 199 Lampiran 2. Hasil rekapitulasi Data Responden dan Pengolahan ISM ... 201 Lampiran 3. Hasil Pengolahan Menggunakan Teknik AHP ... 220