• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR ISI "

Copied!
92
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Untuk mencapai pendidikan yang berhasil, memenuhi harapan dan membuat siswa bersemangat untuk belajar, seorang guru memerlukan beberapa strategi pembelajaran, diantaranya model pembelajaran kooperatif TGT. Model pembelajaran kolaboratif tipe TGT ini tidak hanya diharapkan menjadi pembelajaran yang inovatif dan tidak membosankan, tetapi juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Untuk mengetahui dampak dan keterbatasan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada pembelajaran SKI di Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok. Menjadi acuan bagi madrasah dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok, khususnya pengalaman strategi pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam pembelajaran, sehingga diharapkan madrasah semakin meningkatkan mutu pendidikan, selektif dalam mengubah dan merenovasi dunia pendidikan.

Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Penelitian ini dapat memotivasi peneliti untuk terus belajar dan menggali ilmu tentang perkembangan dunia pendidikan untuk menambah wawasan dan pengetahuan sehingga tercipta guru yang profesional dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Telaah Pustaka

Sedangkan perbedaannya terletak pada jenis penelitiannya, penelitian di atas menggunakan jenis penelitian eksperimen semu, sedangkan peneliti ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Persamaan penelitian di atas dengan penelitian ini terletak pada variabel bebas yaitu model pembelajaran team game tournament.

Kajian Teori

Model pembelajaran kooperatif memastikan siswa lebih berpartisipasi dalam pembelajaran, aktivitasnya meningkat, berani mengemukakan pendapat, mampu menjelaskan masalah. Hasil Belajar Akademik, pembelajaran kooperatif bertujuan untuk meningkatkan prestasi siswa dalam tugas-tugas akademik. Seperti yang dikatakan banyak ahli, model pembelajaran ini biasanya lebih unggul dalam membantu siswa memahami konsep-konsep yang sulit.

Menyadari adanya keragaman, pembelajaran kooperatif bertujuan agar siswa dapat menerima teman dari latar belakang yang berbeda, sedangkan perbedaan tersebut meliputi perbedaan suku, agama, kemampuan akademik dan status sosial. Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan cara belajar siswa menjadi lebih baik dan hubungan saling membantu dalam perilaku sosial. Tujuan utama penerapan pembelajaran kooperatif adalah agar siswa dapat belajar secara berkelompok dengan temannya dengan tetap menghargai pendapat satu sama lain.

Pentingnya pembelajaran kooperatif dalam situasi pembelajaran di kelas karena model pembelajaran ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain: pertama, meningkatkan prestasi belajar siswa. Terbentuknya kelompok kecil dapat memudahkan guru dalam memantau siswa dalam belajar dan bekerja sama. H. Hadiah dan penghargaan yang diberikan akan mendorong siswa untuk mencapai hasil yang lebih tinggi.

Metode Penelitian

Kehadiran peneliti dalam penelitian merupakan suatu keharusan karena keberadaan peneliti di lokasi penelitian sebagai pengumpul data melalui observasi, wawancara informan dan melakukan dokumentasi. Sumber data atau informan adalah individu yang mampu memberikan informasi tentang berbagai data yang berkaitan dengan penelitian.46. Wawancara atau interview merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang sangat umum digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif maupun kuantitatif.

Dokumentasi biasanya berupa catatan atau dokumentasi tertulis, seperti arsip, korespondensi, rekaman gambar dan peninggalan yang berkaitan dengan suatu peristiwa.53 Data yang akan dikumpulkan adalah data yang berkaitan dengan dokumen atau arsip Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok, seperti sejarah berdirinya, sarana dan prasarana, struktur organisasi dan data lainnya. Analisis dalam penelitian merupakan bagian penting dari proses penelitian karena analisis inilah yang membuat data yang ada menjadi berguna. Penarikan kesimpulan merupakan jawaban dari fokus penelitian berdasarkan hasil analisis data, kesimpulan disajikan dalam bentuk deskriptif, pada awalnya kesimpulan tersebut tidak jelas, namun akan menjadi lebih jelas setelah diperoleh banyak data pendukung.

Ketekunan observasi yang dimaksud adalah menangani secara mendetail hal-hal yang berkaitan dengan masalah atau isu yang diteliti guna menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur yang sangat relevan untuk benar-benar memperoleh data yang dibutuhkan.58 Dengan meningkatnya ketekunan, maka peneliti akan lebih teliti dalam mengamati keabsahan data yang diperoleh dan akan mudah untuk memeriksa data yang keliru serta memperoleh data yang lebih akurat dan sistematis. Triangulasi adalah teknik yang digunakan dalam pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu di luar data tersebut. Misalnya, data yang diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara pada pagi hari pada saat informan masih segar akan menghasilkan data yang lebih valid sehingga data tersebut lebih kredibel dan sama halnya dengan mewawancarai informan pada saat diambil pada siang hari.

Gambar  1.1 Langkah-LangkahAnalisis  data  menurut Miles & Huberman  55 Berdasarkan  gambar  di  atas  terlihat   bahwa,  ada  empat  langkah   yang    harus    dilakukan    oleh    peneliti    sebelum    menganalisis    data,  antara   lain:
Gambar 1.1 Langkah-LangkahAnalisis data menurut Miles & Huberman 55 Berdasarkan gambar di atas terlihat bahwa, ada empat langkah yang harus dilakukan oleh peneliti sebelum menganalisis data, antara lain:

Sistematika Pembahasan

PEMAPARAN DATA DAN HASIL TEMUAN

  • Gambaran Umum Lokasi Penelitian
    • Sejarah Berdirinya Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak
    • Profil Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok
    • Visi, Misi dan Tujuan Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak
    • Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah Aliyah
    • Data Keadaan Sarana dan Prasarana Madrasah Aliyah Nurul
    • Data Keadaan Peserta Didik Madrasah Aliyah Nurul Ulum
  • Pengetahuan Guru SKI Mengenai ModelModel Pembelajaran
  • PelaksanaanModel Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT pada
  • Dampak dan Kendala Pelaksanaan Model Pembelajaraan

Daftar Nama Guru MA Nurul Ulum Mertak Tombok Beserta Jabatan dan Mata Pelajaran 67. Dari tabel di atas terlihat bahwa tenaga pengajar Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok cukup memadai. Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok didukung dengan fasilitas yang memadai seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

Dapat dilihat dari tabel di atas bahwa Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok memiliki sarana dan prasarana yang memadai, baik fisik maupun non fisik. Dilihat dari kualitas siswanya, Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok dapat digolongkan sebagai madrasah yang relatif baik dengan daya tampung yang memadai. Sedangkan dari segi jumlah siswa Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok dengan rincian sebagai berikut.

Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok mempunyai 12 kelas dengan 3 program pilihan termasuk IPA, IPS dan Agama di kedua-dua darjah X, XI dan XII. Pengetahuan guru-guru Sejarah Budaya Islam (SKI) tentang Model Pembelajaran Koperatif Jenis TGT di MA Nurul Ulum Mertak Tombok. Berdasarkan hasil temu bual pengkaji dengan Encik Zaini selaku guru SKI di Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok, pengkaji bertanyakan tentang pengetahuan beliau tentang model pembelajaran koperatif jenis TGT dan pendapat beliau tentang model pembelajaran tersebut, menurut beliau.

Abdul Kadir selaku guru fikih sekaligus kepala Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok Tombok, ujarnya. Berdasarkan apa yang peneliti uraikan di atas, dapat disimpulkan bahwa guru SKI Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok sudah mengenal model pembelajaran kooperatif TGT berdasarkan latar belakang pendidikannya yang sebenarnya adalah keguruan.

PEMBAHASAN

Pengetahuan Guru SKI mengenai Model Pembelajaran Kooperatif

Dalam hal ini, guru SKI Madrasah Aliyah Nurul Ulum diyakini sangat familiar dengan model pembelajaran, khususnya model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Hal ini berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan guru SKI Madrasah Aliyah Nurul Ulum. Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dalam Pembelajaran SKI di MA Nurul Ulum Mertak Tombok.

Pelaksanaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT pada

Dalam hal ini, menurut Bapak Zaini dan Donni Juni Priansa, langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe TGT sama-sama menuntut siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran, hanya jika menurut Pak Zaini langkah pelaksanaannya lebih seperti metode diskusi, tanpa turnamen atau reward. Hal ini dijelaskan oleh Bpk. Zaini menurutnya. Kelebihan metode TGT adalah membangkitkan semangat belajar, mengurangi ketegangan, menumbuhkan sikap gotong royong antar sesama, hanya saja tidak semua materi dapat ditransfer menggunakan TGT. Kelebihan metode TGT adalah perluasan wawasan siswa, berkembangnya sikap dan perilaku menghargai orang lain, keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar, siswa menjadi bersemangat belajar dan lain-lain, sedangkan kekurangannya bagi guru pemula metode ini membutuhkan banyak waktu, siswa sudah terbiasa belajar.

Pengaruh dan Keterbatasan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT pada Pembelajaran SKI di MA Nurul Ulum Mertak.

Dampak dan Kendala Pelaksanaan Model Pembelajaraan

Fahmi selaku Dewan Guru dan Diva Wardana Muslim selaku siswa Kelas XI IPS 2 MA Nurul Ulum. Setiap guru khususnya guru SKI Madrasah Aliyah Nurul Ulum Mertak Tombok diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran apapun yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa selama proses belajar mengajar. Budi Asih, “Penerapan Model Pembelajaran Tipe TGT Melalui Teknik Bermain Untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA N 1 Pundong”, Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNY, Yogyakarta, 2018.

Lia Wahidah, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif TGT Team Game Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV SD Negeri 06 Metro Barat”, Skripsi, FKIP Universitas Lampung, Bandar Lampung, 2016. Rabiatul Khairiyah, “Pengaruh Model Pembelajaran TGT Team Game Tournament Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS. Apa dampak positif yang ditemukan guru terhadap siswa selama proses pembelajaran.

Pengaruh negatif apa yang ditemukan guru terhadap siswa selama proses pembelajaran? Pada saat guru menggunakan metode TGT, kendala apa saja yang ditemui guru? 4 Apakah anda mengetahui metode apa saja yang sering digunakan oleh guru PAI dalam proses pembelajaran?

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil uraian hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa guru SKI Madrasah Nurul Ulum mengetahui maksud dan tujuan model pembelajaran kooperatif. Hal ini diketahui dari hasil observasi dan hasil wawancara dengan beberapa informan diantaranya adalah Bapak. Zaini sebagai guru SKI, Ust. Dapat dilihat dari hasil observasi yang dilakukan peneliti di kelas XI IPS 2 pada hari Kamis tanggal 16 Januari 2020 terlihat bahwa guru menggunakan metode TGT dengan membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan mengadakan class games.

Dampak dan keterbatasan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, dampak positif dan negatif yang dirasakan guru dan siswa antara lain proses pembelajaran yang menyenangkan dan hasil belajar yang lebih tinggi, sedangkan kendala yang ditemukan adalah kurangnya media pembelajaran yang sesuai, fasilitas yang kurang memadai dan jam belajar yang kurang.

Saran

Diharapkan peneliti selanjutnya dapat lebih mengembangkan penelitiannya dengan menggunakan jenis penelitian yang berbeda dan dengan model pembelajaran yang lebih beragam. Adang Romanda, “Penerapan Model Pembelajaran TGT Team Game Tournament Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V MI Al-fajar S Pringsewu Tesis Skripsi FTK UIN Raden Intan Lampung, 2016. Ai Solihah, “Pengaruh Touring Tim Matematika TGT”, “Pengaruh Touring Tim Matematika TGT”, 1. , Nomor 1, Agustus 2016.

Dedi Wahyudi, Lilis Marwiyanti, “Penerapan Model Pembelajaran Inner-Outer Circle Pada Mata Pelajaran Moral Aqidah”, Jurnal Mudarrisun, Vol. Indra Mugas, “Penerapan Model Pembelajaran TGT Teams Game Tournament Dengan Media Powerpoint Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran IPS Di Kelas VC SDF Mahasiswa Islam Hidayatullah Kota Semarang” Skripsi, FKIP UNS, Semarang, 2014. MNafiur Rofiq, “Recooperative Learning Islam, “Recooperative Learning Pembelajaran Kooperatif, 1, Nomor 1, Maret 2010.

Gambar

Tabel 2.1  Daftar Nama Guru MA Nurul Ulum……………………….hlm 39  Tabel 2.2  Keadaan Sarana dan Prasarana MA Nurul Ulum…………..hlm 41  Tabel 2.3  Daftar Jumlah Peserta Didik MA Nurul Ulum……………..hlm 44
Gambar 2.1  Langkah-Langkah Analisis Data…………………………….hlm 28  Gambar 2.2  Struktur Organisasi MA Nurul Ulum………………………..hlm 41
Gambar  1.1 Langkah-LangkahAnalisis  data  menurut Miles & Huberman  55 Berdasarkan  gambar  di  atas  terlihat   bahwa,  ada  empat  langkah   yang    harus    dilakukan    oleh    peneliti    sebelum    menganalisis    data,  antara   lain:

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V DI MIN 7 TULUNGAGUNG PADA MATA.